RUU HIP Juga Ditolak Mahasiswa Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU HIP) yang kini tengah digodok di Prolegnas, terus menuai penolakan. Setelah akhir pekan lalu ormas Islam di Kota Bogor menolak, kini pada Selasa (7/7), puluhan mahasiwa yang tergabung dalam berbagai aliansi sejumlah kampus di Bogor  melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Bogor Jalan Ir Juanda Kota Bogor.

Diketahui, aksi tersebut diikuti 15 aliansi antara lain KAMMI Bogor, HMI Kota dan Kabupaten Bogor, IMM Bogor, BEM Universitas Djuanda, BEM Universitas Pakuan serta BEM STKIP Muhammadiyah. Selain itu juga BEM AKA Bogor, BEM STAIM Al-Mukhlisin, BEM Binaniaga, BEM Universitas Nusa Bangsa, Himpunan Mahasiswa Bogor Barat, HIMA STIE MBI, BEM STEI Tazkia, Keluarga Mahasiswa Lewikaret.

Dalam aksinya, demonstran membawa atribut lengkap, bendera serta kertas yang bertulisan tuntutan menolak RUU HIP, sambil dikawal ketat aparat kepolisian.

Koordinator Umum Aksi Herdiansyah Iskandar mengatakan bahwa unjukrasa dilakukan lantaran mahasiswa ingin mengingatkan keutuhan persatuan bangsa Indonesia. “Kami mendesak DPR RI mencabut RUU-HIP dari prolegnas dan mengutuk keras perpecahan kebhinekaan yang di timbulkan oleh adanya RUU-HIP,” kata dia.

Iapun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga keutuhan NKR. Mahasiwa menegaskan bahwa Pancasila sudah final dan siapapun tidak berhak mengutak-ngatik karena akan berdampak terhadap timbulnya perpecahan bangsa. “Kami tidak ingin karena RUU-HIP ini bangsa indonesia yang sudah di ikat oleh pita kebhinekaan itu retak kembali, sebab kita tetap sepakat menganyam indonesia bersatu selama 75 tahun,” tegasnya.

Kata dia, mahasiswa tidak ingin Pancasila menjadi alat gebuk untuk lawan politik dan nilainya pun tidak didegradasi. Pancasila ini merupakan falsafah hidup bangsa yang sudah digali dari nilai-nilai leluhur bangsa indonesia.

Ketua HMI Kota Bogor itu juga menegaskan, jangan sampai nilai-nilai tersebut dikotori oleh kepentingan politik. “Mahasiswa tidak ada dikanan ataupun di kiri tapi ada di wilayah pemersatu, kami tidak ingin adanya perpecahan yang timbul karena RUU HIP ini oleh karena itu RUU ini harus segera dicabut dari Prolegnas, karena masih banyak persoalan bangsa yang harus dipikirkan,” tuturnya.

Herdi menuturkan bahwa pihaknya takkan berhenti menggelar aksi sebelum RUU itu dicabut. “Kami akan turun dengan massa yang lebih banyak sebelum RUU itu dicabut,” paparnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here