ABK Asal Ciampea Diperlakukan tak Manusiawi

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Anak buah kapal (ABK) asal Kampung Cibodas RT 02, RW 06 Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Teddy Aris Setiawan (20) yang bekerja di kapal penangkap ikan Cina mendapat tindak kekerasan. Bahkan, sejak awal bekerja dari November tahun lalu belum mendapat gaji sepeser pun dengan jam kerja selama 20 jam. Hal ini diungkapkan ibunda Teddy, Ratnasari (48) di kediamannya, kemarin.

“Yang jelas keluarga berdoa terus agar anak saya selamat, dan akan memeriksa kondisi fisiknya khawatir bekas luka kekerasan. Bahkan, ketika kembali lagi ke Indonesia dengan selamat dan tidak ada penyakit satu pun di badannya,” kata Ratnasari.

Ia menuturkan dari pengakuan putranya, sampai saat ini kondisi Teddy masih sehat. Meski terus berdoa dan menjadikan air keran menjadi obat pelindung dari rasa capek yang kerja dalam sehari 20 jam. “Istirahat hanya sebentar saja. Setiap harinya disiksa terus, ditendang pakai sepatu, dimasukan ke freezer selama dua jam buat menampung ikan besar, untuk minum pun anak saya harus pakai air keran,” keluhnya.

Lebih lanjut ia mengaku, penyiksaan yang diderita ABK asal Indonesia tak beralasan. Bekerja sudah benar tapi tetap disalahkan terus, dan keluarga sangat kesal serta kecewa dengan perlakuan mereka. “Baru nelpon pada hari Minggu kemarin itupun sedang mengisi bahan bakar di Singapura,” tuturnya.

Sementara itu untuk kontrak kerja sendiri, Teddy harusnya bekerja selama dua tahun, bahkan pihak keluarga sudah menghubungi penyalur pekerja yang memperkerjakan kedua anaknya dari PT Rafa Samudera Bahari General Trading-Manning Agency Fisheries untuk segera ditindaklanjuti perihal kasus penganiayaan tersebut.

Kades Bojong Rangkas Iding Habudin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat, Polsek dan Koramil untuk membantu Teddy yang diduga mengalami penyiksaan. “Saya sudah mendatangi rumah orang tua korban dan melihat dokumen serta nama PT yang memberangkatkan. Saya pun telah berkoordinasi dengan Polsek. Rencananya akan berangkat ke Kantor Imigrasi namun mendengar dari pihak keluarga katanya dari kantor yang memberangkatkan akan mencoba memulangkan kita lihat saja nanti kalau gak ada tindakan baru kita akan ke Imigrasi,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here