Pasien Corona Bertambah

0

Peneliti Barat Sebut Indonesia Miliki Kematian Tertinggi

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pasien yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 hingga Jumat (20/3) bertambah menjadi 369 orang yang positif. Angka ini meningkat sebanyak 60 orang dalam sehari sebelumnya pasien positif Corona tercatat sebanyak 309 orang. “Total 369 orang positif,” ucap Juru bicara pemerintah untuk virus Corona, Achmad Yurianto pada konfrensi pers dalam akun youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Dari total jumlah pasien positif tersebut, dia merinci jumlah yang sembuh dan yang meninggal dunia. Tercatat sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh. Kemudian ada 32 orang yang meninggal dunia. 

“Ada satu kasus sembuh total jadi 17 orang, sementara ada penambahan kasus yang meninggal sebanyak tujuh orang jadi total meninggal 32 orang,” ujar dia.

Sementara peneliti Barat menyebut Indonesia punya prosentase angka kematian tertinggi akibat virus Corona. “Saya pikir ini tersebar luas di seluruh kepulauan, meskipun sangat lazim di pusat-pusat kota seperti Jakarta dan Bali, tampaknya tidak muncul begitu banyak di antara orang-orang muda di bawah usia 30,” kata seorang diplomat senior Barat, melansir¬†Asia Times.

Indonesia mencatat, angka kematian meningkat dari 12 menjadi 25 dalam dua hari terakhir. Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins menempatkan angka kematian Indonesia lebih dari 8 persen, yang tertinggi di dunia bahkan di atas Italia, Iran, Cina, Jepang, dan Spanyol.

Para pakar kesehatan menduga  jumlah korban mungkin lebih tinggi dari data yang dirilis. Hal ini jika dilihat dari morbiditas yang tinggi di antara orang tua yang menderita berbagai penyakit lain yang tidak diuji, atau, seperti yang biasa terjadi di Indonesia, tidak pernah menjalani otopsi post-mortem.

Pemerintah telah melakukan upaya pembatasan penerbangan ke Singapura untuk mencegah gelombang penularan susulan. Kebijakan itu dilakukan karena meningkatnya kasus positif di antara orang Indonesia yang datang dari kawasan industri Batam yang berdekatan dengan Singapura.

“Kami prihatin dengan negara-negara di mana ada beberapa kasus virus yang dilaporkan, di mana kami menemukan kasus yang berasal dari negara-negara ini,” isi pernyataan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Lawrence Wong, pekan ini.

Sejumlah WNI keturunan Tionghoa telah mengungsi ke Singapura. Mereka khawatir pandemik ini berujung memburuknya ekonomi dan mereka kembali menjadi sasaran kerusuhan seperti pada 1997-1998. Beberapa konsultan bisnis memperingatkan klien mereka tentang meningkatnya ketegangan sosial-ekonomi dan politik yang mulai menyalahkan pemerintah dalam penanganan covid-19.

Presiden Joko Widodo sendiri menolak desakan untuk memecat Menkes Terawan Putranto, seorang dokter militer yang sekarang banyak dicerca karena gagal menangani pandemi secara serius.

Sumber dalam pemerintah mengatakan, Kepala Gugus Tugas Covid-19 yang baru dibentuk, Doni Monardo, mengeluh tentang sikap Terawan dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran publik tentang seberapa buruk kemungkinan krisis yang akan terjadi akibat pandemik ini.

Asep Saepudin Sayyev |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here