29.6 C
Bogor
Saturday, June 22, 2024

Buy now

spot_img

Penyedia Jasa Umroh Merugi

Bogor, Jurnal Inspirasi

Salah satu perusahaan penyedia jasa umroh di Kota Bogor, PT. Madinah Iman Wisata, yang berkantor di kawasan Pancasan, Kecamatan Bogor Barat juga turut terkena imbas terhadap terganggunya jadwal keberangkatan jamaah travel umroh. Direktur Cabang Bogor PT. Madinah Iman Wisata, Umar Toha mengatakan, kebijakan Arab Saudi tersebut tidak merugikan perusahaan travel secara finansial. “Kalau secara finansial tidak rugi. Karena tiket pesawat dan hotel yang sudah kami bayar tak digunakan, dan ada penjadwalan ulang keberangkatan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (27/2).

Kerugiannya, sambung Umar, kemungkinan keberangkatan jemaah pada Maret 2020 bakal tertunda. Apabila pemasangan scanner pendeteksi suhu tubuh di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah oleh pemerintah Saudi tidak rampung dalam waktu dekat.

“Kami khawatirnya, pemasangan scanner terlambat. Kami berharap dalam sepekan sudah selesai, agar pemberangkatan Maret tak terganggu. Sebab scanner itu kan hanya alat, bukan seperti membuat bangunan. Kalaupun telat keberangkatan jemaah bakal dijadwal ulang, sesuai dengan kebijakan Arab Saudi,” katanya.

Menurut Umar, PT. Madinah Iman Wisata berencana akan memberangkatkan 1.500 jemaah yang berasal dari seluruh Indonesia pada Maret mendatang. “Jadi di bulan Maret ada empat kali keberangkatan. Yakni pada tanggal 16, 18, 22 dan 24 Maret. Sejauh ini sih visanya belum jadi,” katanya.

Umar menyatakan, sejauh ini tak ada jemaah dari travelnya yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu lantaran para jemaahnya sudah berangkat sebelum Pemerintah Saudi menstop kedatangan jemaah umroh pada Kamis (27/2). “Jadi sebelum ada kebijakan itu, jemaah kami sudah berangkat semua. Pemerintah Saudi sendiri baru menstop dengan menghapus visa jemaah umroh pada hari ini (kemarin, red),” jelasnya.

Umar menyatakan bahwa sejauh ini jemaah yang akan berangkat pada Maret tidak ada yang komplain. Lantaran, pihaknya dibantu oleh Himpunan Pengusaha Umroh dan Haji (Himpuh) serta Asosiasi Pengusaha Muslim Umroh dan Haji (Ampuri) membantu mensosialisasikan kebijakan Arab Saudi itu kepada para jemaah.

“Jemaah hanya sedikit kecewa karena, keberangkatan mereka bisa tertunda lantaran adanya kebijakan Arab Saudi itu. Itu saja sih, kan masalahnya bukan di travel. Tapi diregulasi pemerintah Saudi,” ucap pria yang juga Ketua Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umroh (PPIU) Kota Bogor ini.

Fredy Kristianto

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles