Siswa dan Guru Cemas, Atap Ruang Kelas SDN Tarikolot Rusak

0
Delapan ruang kelas di SDN Tarikolot kondisi bangunannya sudah rusak.

JURNAL INSPIRASI – Meski tahun ini SDN Tarikolot di Desa Cimande, Kecamatan Caringin, mendapatkan bantuan rehab ruang kelas bertingkat dari Pemerintah Kabupaten Bogor, namun siswa dan guru masih merasakan cemas. Sebab, dari jumlah delapan ruang kelas di sekolah tersebut, semua kondisi bangunannya sudah rusak.

Kepala SDN Tarikolot, Emah Suhemah menjelaskan, kondisi semua bangunan ruang kelas di SDN Tarikolot sudah memprihatinkan, terutama bagian atap yang mulai lapuk akibat termakan usia.

“Bangunan di sekolah kami sudah lama, makanya atap maupun plafon semua ruang kelas pada rusak,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Mobilisasi Warga, Vaksinasi di Tenjolaya Capai 90 Persen

Emah bersyukur Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik), merealisasikan bantuan yang diajukannya satu tahun lalu. Dimana, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp754 juta lebih itu, bisa merehab lima ruang kelas.

“Alhamdulillah usulan kami direalisasikan tahun ini dengan merehab lima ruang kelas. Untuk dua ruang kelas diganti atap dan plafon nya. Dan tiga ruang kelas lagi, direhab dengan cara dilakukan pengecoran,” akunya.

Namun, lanjutnya, rasa cemas siswa maupun para guru saat kegiatan belajar mengajar belum usai. Karena, masih ada tiga ruang kelas lagi yang kondisinya rusak dan belum dilakukan perbaikan.

BACA JUGA: Puskesmas Kemang Diharapkan Kedepankan Kualitas Bangunan

“Sebetulnya empat ruang, tiga ruang kelas dan satu lagi ruangan perpustakaan yang kondisi atap serta plafon nya rusak,” kata Emah.

Emah berharap, bantuan perbaikan ruang kelas kembali dikucurkan ke sekolahnya oleh Pemkab Bogor tahun 2022 nanti. Sehingga, siswa dan guru tidak lagi kuatir atap bangunan ambruk saat berada di ruang kelas. “Sekarang kalau musim hujan, kegiatan belajar mengajar siswa dan guru tidak tenang, soalnya atap bangunan sudah rusak dan pada bolong,” paparnya.

Kekuatiran ambruknya atap ruang kelas pun dirasakan Komite SDN Tarikolot, Asep Kamaludin. Pria asli warga Desa Cimande itu pun mengaku cemas dengan kondisi atap ruang kelas yang sudah rusak dan bolong tersebut. “Takutnya kalau tidak segera diperbaiki, atap ruang kelas itu ambruk dan menimpa anak-anak saat belajar,” jelasnya.

BACA JUGA: PSM Kabupaten Bogor Kembali Evakuasi Mulyani

Untuk itu, Asep meminta agar Pemkab Bogor mengalokasikan kembali anggaran perbaikan ke sekolah negeri satu-satunya di Desa Cimande tersebut. “Tidak hanya untuk perbaikan ruang kelas saja, kami juga minta pemerintah menganggarkan untuk pemasangan tembok penahan tebing (TPT). Lokasi bangunan ruang kelas itu ada di atas, jadi sekalian sama pembangunan TPT biar tidak longsor,” imbuhnya.

Asep menambahkan, apabila tahun depan kecemasan orangtua siswa dan guru di sekolah ini didengar pemerintah dengan memberikan bantuan lagi, pelaksana atau pemborongnya ingin CV. Putri Kia Mandiri. “Pengusaha yang sekarang mengerjakan proyek rehab bertingkat di sekolah kami, pengerjaannya sudah teruji. Jadi kalau bisa, nanti yang mengerjakannya pengusaha itu lagi,” tukasnya.

**dedesuhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here