Dianggap Biang Macet, PKL di Jalan Alternatif Banjarwaru-Cibedug Dikeluhkan

0
40

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Maraknya pedagang kaki lima (PKL) mulai dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ciawi, Desa Banjarwaru maupun Desa Banjarwangi hingga Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, membuat kesal para pengguna jalan. Sebab, keberadaan para PKL yang didominasi pedagang makanan dan buah-buahan hingga sayuran itu, mengakibatkan kemacetan di Jalan Alternatif Banjarwaru-Cibedug menuju Tapos, Desa Citapen.

Aab, warga Desa Jambu Luwuk mengaku kesal dengan banyak nya PKL yang berjualan di sepanjang jalur alternatif mulai dari Desa Banjarwaru dan Banjarwangi hingga Desa Cibedug tersebut. “Hampir setiap hari kami terjebak macet. Apalagi kalau sore, yang beli banyak sampai menghalangi jalan,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, para pedagang yang setiap hari berjualan di bahu jalan itu, tidak hanya warga setempat, melainkan lebih didominasi warga luar wilayah Ciawi. “Kalau dibandingkan dengan warga pribumi, PKL ini lebih banyak warga luar wilayah,” ujar Aab.

Namun, Aab mengaku heran terhadap keberadaan para PKL itu. Meski sudah jelas melanggar aturan dan mengganggu aktivitas warga terutama pengguna jalan, namun tidak ada tindakan sama sekali dari aparat pemerintah, baik Pemerintah Kecamatan (Pencam) Ciawi ataupun dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Terkesan ada pembiaran dan indikasinya memang di pelihara,” tegasnya.

Keluhan sama juga diungkapkan Edi, warga Citapen yang merasa dirugikan dengan banyaknya PKL di sepanjang bahu jalan alternatif tersebut. “Parahnya lagi sekarang jumlahnya semakin bertambah banyak saja,” paparnya.

Edi berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap para PKL yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Tibum. Karena, mereka (PKL,red) mencari rezekinya di tempat yang salah. “Saya harapkan ada penertiban agar jalur ini tidak setiap hari macet,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here