Min Aung Hlaing, Si Jenderal Pendiam yang Berkuasa di Myanmar

0
Min Aung Hlaing

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pada Senin, 1 Februari 2021, dunia dikejutkan dengan kudeta atau penggulingan kekuasaan pemerintahan Myanmar. Penggulingan itu dilakukan oleh seorang jenderal senior Min Aung Hlaing dengan menggunakan militer yang ia pimpin. Kudeta tersebut menahan pemimpin Myanmar dan sejumlah tokoh Partai National League for Democracy (NLD), diantaranya Aung San Suu Kyi (seorang pemimpin sipil) dan Presiden Win Myint.

Siapa sebenarnya sosok Jenderal Min Aung Hlaing tersebut, berikut profil singkatnya

Seorang Mahasiswa Universitas Yangon

Pada tahun 1972, Min Aung Hlaing adalah sorang masyarakat biasa yang mengenyam pendidikan di Universitas Yangon sampai tahun 1974. Di tahun 1974, Min Aung Hlaing memutuskan bergabung dengan Universitas Militer Utama yaitu Akademi Layanan Pertahanan (DSA).

Seorang Pelajar dan Calon Perwira Biasa

Pada masa Min Aung Hlaing bergabung kedalam militer, dia adalah orang yang pendiam dan tidak menonjol menurut seorang anggota DSA.

Diangkatnya Seorang Panglima Militer Myanmar

Pada tahun 2011, terjadi kekacauan yang membuat Myanmar melakukan transisi pada sistem pemerintahannya (perubahan perubahan rezim) menjadi demokrasi. Setelah terjadinya kekacauan tersebut, Min Aung Hlaing diangkat menjadi Panglima Militer Myanmar.

Menjadi Politisi dan Tokoh Masyarakat

Pada tahun 2016, Min Aung Hlaing menjadi tokoh masyarakat sejak masa jabatan pertama Aung San Suu Kyi. Di masa itu dia menyatakan menyatakan bahwa jabatan Panglima Militer di Myanmar setara dengan Wakil Presiden. Lalu, Min Aung memperpanjang masa jabatannya dalam memimpin Militer Myanmar selama lima tahun.

Kasus Pembantaian Etnis Rohingya

Pada tahun 2017, Min Aung Hlaing dituding telah melakukan serangan terhadap kaum minoritas Muslim Rohingya dan membuat pernyataan yang kontroversial yaitu “tidak ada Rohingya di Negara kami”. Banyak masyarakat dan para pengamat yang mengharapkan Min Aung Hlaing mundur pada tahun itu. Termasuk dugaan keterlibatan Aung San Suu Kyi atas genosida Rohingya yang dikecam dunia, khususnya negara-negara muslim.

Kudeta

Yang terakhir ini membuat geger masyarakat dunia karena pemerintahan Myanmar yang sah digulingkan secara paksa oleh Jenderal Min Aung Hlaing bersama para militernya. Alasan dari Min Aung Hlaing melakukan kudeta tersebut yaitu keluhan dari tentara tentang ketidakberesan pada Pemilu, 8 November 2020 yang memberikan Partai Aung San Suu Kyi memenangkan Pemilu dan Min Aung Hlaing menentang hasil Pemilu tersebut. Bukan hanya itu, kudeta itu juga dilakukan karena pemerintahan Aung San Suu Kyi dinilai tidak becus dalam menangani pandemi Covid-19.

** Fahmi [MG/Unp-Jb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here