33.9 C
Bogor
Wednesday, July 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 71

Indonesia – Australia Perkuat Kemitraan Strategis Sektor Pertanian

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara khusus mengundang Pemerintah Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Undangan tersebut disampaikan Presiden saat menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/2/2026), dalam rangka memperdalam kemitraan strategis kedua negara.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama kerja sama Indonesia–Australia, mengingat kedua negara memiliki posisi geografis yang berdekatan serta potensi yang saling melengkapi, baik dari sisi sumber daya, teknologi, maupun sistem produksi dan distribusi pangan.

“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan, dan kita membangun hubungan tersebut saling percaya,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dirinya bersama Perdana Menteri Albanese membahas berbagai agenda prioritas bersama, dengan fokus pada penguatan kolaborasi ekonomi yang berdampak langsung bagi kepentingan rakyat kedua negara, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Saya dan Perdana Menteri Albanese saling membahas berbagai agenda prioritas bersama. Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Presiden.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa penguatan kerja sama pertanian tersebut sejalan dengan kebijakan strategis nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Pada Januari 2026 lalu, Presiden telah mengumumkan capaian swasembada pangan Indonesia sebagai tonggak penting dalam memperkuat kemandirian bangsa serta memastikan keberlanjutan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.

Selain itu Presiden Prabowo juga membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas di sektor hilirisasi dan mineral kritis sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional. Indonesia mengundang Australia untuk berinvestasi dalam pengolahan sumber daya mineral strategis di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri nasional.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Danantara sebagai entitas investasi strategis nasional untuk berperan aktif dalam memperkuat kerja sama tersebut.

“Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” tegas Presiden.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Australia untuk terus memperkuat kemitraan strategis yang dilandasi kepercayaan dan kepentingan bersama, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, penguatan industri hulu-hilir, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi kedua negara.

(restu/bbpmkp)

BPS Catat Lonjakan Potensi Produksi Beras Awal 2026, Naik 15,79 Persen

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Badan Pusat Statistik (BPS) menggarisbawahi potensi peningkatan signifikan produksi beras nasional pada awal tahun 2026. Berdasarkan rilis resmi BPS pada 2 Februari 2026, potensi produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan kondisi pertanaman padi yang relatif kondusif serta proyeksi panen yang cukup kuat di berbagai sentra produksi.

“Potensi produksi beras khusus untuk potensi pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan ya mencapai 10,16 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 1,39 juta ton atau 15,79% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.” kata Ateng

Ateng juga menyampaikan bahwa secara kumulatif, kinerja produksi beras sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif.

“Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 itu mencapai 34,69 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,07 juta ton atau 13,29% meningkatnya jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.”

Seiring dengan meningkatnya potensi produksi beras, BPS juga mencatat adanya kenaikan pada potensi produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada awal tahun 2026.

“Potensi produksi padi gabah kering giling (GKG). Potensi produksi padi pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2026 diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG atau mengalami peningkatan 2,41 juta ton GKG atau meningkat sebesar 15,80% jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.” imbuh Ateng.

Kinerja produksi padi GKG sepanjang tahun 2025 pun menunjukkan pertumbuhan yang sejalan dengan peningkatan produksi beras.

“Produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 tercatat 60,21 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 7,06 juta ton GKG setara dengan peningkatan 13,29% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.”

Selain produksi, BPS turut mencatat proyeksi kenaikan luas panen padi pada periode Januari hingga Maret 2026.

“Potensi luas panen padi Januari sampai dengan Maret 2026, Diperkirakan mencapai 3,28 juta hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,44 juta hektar atau 15,32% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.” paparnya.

Secara tahunan, luas panen padi sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 yaitu totalnya mencapai 11,32 juta hektar atau meningkat 1,27 juta hektar atau 12,69% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.”

BPS juga mencatat peningkatan produktivitas padi nasional sepanjang 2025 dalam kualitas gabah kering panen (GKP).

“Angka produktivitas padi pada tahun 2025 dalam kualitas gabah kering panen atau GKP rata-rata produktivitas padi nasional tahun 2025 mencapai 63,55 kuintal per hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,34 kuintal per hektar atau 0,53% dibandingkan dengan tahun 2024.” sebut Ateng.

Demikian juga untuk peningkatan produktivitas gabah kering giling (GKG), Ateng menyebut terdapat kenaikan angka capaian tersebut dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Gabah kering giling GKG-nya rata-rata produktivitas di tahun 2025 diperkirakan mencapai 53,18 kuintal per hektarnya atau mengalami peningkatan sebesar 0,28 kuintal per hektar atau 0,54% jika dibandingkan tahun 2024 yang lalu.” jelasnya.

Hasil amatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada Desember 2025 menunjukkan mayoritas lahan pertanian berada pada fase ditanami padi. Mayoritas lahan berada pada fase standing crop sebesar 47,33%, dengan proyeksi tanaman padi pada fase generatif diperkirakan akan dipanen dengan akumulasi perhitungan dalam satu bulan ke depannya, fase vegetatif akhir dengan akumulasi perhitungan dalam dua bulan, dan fase vegetatif awal dengan akumulasi perhitungan dalam tiga bulan ke depan.

Secara spasial, potensi panen Januari hingga Maret 2026 terkonsentrasi di sejumlah provinsi utama. Di Pulau Jawa, potensi besar berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Di luar Jawa, potensi panen terdapat di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

Pada tingkat kabupaten/kota, potensi panen relatif besar di antaranya Cianjur, Sukabumi, Karawang, Tasikmalaya, dan Subang di Jawa Barat; Grobogan, Demak, Cilacap, dan Blora di Jawa Tengah; Bojonegoro dan Lamongan di Jawa Timur; Lebak, Pandeglang, dan Serang di Banten; Banyuasin, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, dan Lampung Tengah di Sumatera; serta Sambas di Kalimantan Barat.

(restu/bbpmkp)

Percepat Pengendalian PMK, Kementan Gelontorkan 151 Ribu Dosis Vaksin untuk Jawa Barat

0

Subang | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui akselerasi vaksinasi ternak secara masif dan terukur. Sebanyak 151 ribu dosis vaksin digelontorkan untuk Provinsi Jawa Barat di tahun 2026 sebagai upaya melindungi ternak, menekan risiko penularan, serta menjaga keberlanjutan sektor peternakan.

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang tahun 2026. Dari total tersebut, sebanyak 80 persen dialokasikan untuk zona pemberantasan, 15 persen untuk zona pengendalian, dan 5 persen disiapkan sebagai stok cadangan guna merespons cepat apabila muncul kasus baru di daerah.

Untuk Jawa Barat, Kementan mengalokasikan 151 ribu dosis vaksin PMK di tahun 2026. Alokasi ini dibagi ke dalam dua periode, yakni Januari-Maret dan Juli-Agustus dengan masing-masing sebanyak 75.500 dosis. Pada pengiriman Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin, sementara sisa alokasi akan didistribusikan secara bertahap.

“Pada Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin PMK, sedangkan keseluruhan sisanya akan didistribusikan pada pengiriman berikutnya. Selanjutnya, alokasi vaksin untuk kabupaten dan kota di Jawa Barat akan dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat,” kata Hendra dalam kegiatan Kolaborasi dan Akselerasi Vaksinasi PMK di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026) lalu.

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika kasus PMK yang ditemukan di sejumlah wilayah. Berdasarkan data pemantauan hingga 1 Februari 2026, tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat. Kondisi tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah prioritas pengendalian, mengingat tingginya populasi ternak serta intensitas lalu lintas ternak antarwilayah.

Hendra juga mengingatkan pelaksanaan vaksinasi harus selalu disertai dengan penerapan biosekuriti secara konsisten. Biosekuriti berperan penting dalam mencegah masuk dan menyebarnya virus melalui manusia, peralatan, kendaraan, maupun lalu lintas ternak.

“Vaksinasi dan biosekuriti merupakan satu kesatuan dalam memutus rantai penularan PMK. Oleh karena itu, upaya vaksinasi harus dibarengi dengan penerapan biosekuriti yang disiplin dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Subang yang diwakili oleh Sekda Kab. Subang, Asep Nuroni, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian serta para peternak yang aktif berpartisipasi dalam program vaksinasi PMK. Ia menegaskan pentingnya sikap kooperatif dari seluruh pihak dalam menghadapi PMK, mengingat pengendalian penyakit ini memerlukan keterlibatan bersama.

“Pengendalian PMK harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, para peternak melibatkan peran swasta, asosiasi peternakan dan kedokteran hewan, serta perguruan tinggi. Jika kita kompak, saya yakin Jawa Barat mampu menekan kasus PMK dan melindungi ternak kita. Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung percepatan vaksinasi serta penguatan biosekuriti di lapangan,” pungkas Asep.

Di kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah mengalokasikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai langkah konkret pengendalian wabah di berbagai daerah.

“Vaksin telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Alhamdulillah tren kasus PMK saat ini sudah melandai,” ujar Mentan.

Ia menegaskan seluruh jajaran Kementerian Pertanian diminta tetap bergerak cepat dan siaga menghadapi potensi penyebaran PMK. Kewaspadaan, katanya, harus terus dijaga agar upaya pengendalian yang telah dilakukan tetap konsisten dan tidak melemah.

Melalui program vaksinasi ini, pemerintah berharap penyebaran PMK dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, petugas lapangan, dan peternak menjadi kunci agar pengendalian PMK berjalan efektif dan berkelanjutan.

(restu/bbpmkp)

Perkuat Swasembada Protein Nasional, Pemerintah Mulai Hilirisasi Ayam Terintegrasi di 6 Daerah

0

Malang | Jurnal Bogor
Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini ditandai dengan Groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I di enam titik oleh Danantara pada Jumat (6/2/2026).

Program hilirisasi ini diinisiasi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan ketersediaan pasokan daging ayam dan telur yang aman, berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat, seiring meningkatnya kebutuhan nasional, khususnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski Indonesia secara teknis telah mencapai swasembada daging dan telur ayam, pemerintah menilai penguatan struktur pasokan perlu diperkuat seiring lonjakan permintaan MBG. Kebutuhan tambahan untuk mendukung MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa hilirisasi ayam merupakan pembangunan ekosistem perunggasan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ia menekankan bahwa Kementerian Pertanian mendukung penuh program hilirisasi sebagai instrumen pemerataan produksi antarwilayah, stabilisasi harga, serta kepastian pasokan daging ayam dan telur, khususnya untuk menopang pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.

“Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” kata Agung pada Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I Danantara yang diselenggarakan secara hybrid di Malang, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, ekosistem yang dibangun mencakup penguatan pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, peningkatan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga logistik dan pemasaran.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun disiapkan bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.

Direktur Utama ID Food, Gimoyo, menyampaikan bahwa BUMN pangan akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan pasar. Pada tahap awal, pengembangan dilakukan di enam lokasi, yaitu Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Kalimantan Timur (Paser), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), dan Lampung (Lampung Selatan), sebagai bagian dari rencana pengembangan nasional di 30 titik.

Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Danantara saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar 7 miliar USD yang seluruhnya menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata Rosan saat meresmikan Groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I bersama jajaran.

Melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. Program ini diperkirakan menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun. Dari sisi sosial, pasokan protein tersebut diharapkan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG sekaligus berkontribusi menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

Dengan percepatan hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah menegaskan komitmennya membangun swasembada protein nasional yang kokoh dan berkeadilan. Sinergi lintas kementerian, BUMN, pemerintah daerah, serta pelibatan aktif peternak rakyat menjadi kunci agar produksi, distribusi, dan keterjangkauan pangan bergizi semakin merata. Langkah ini tidak hanya memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan peternak, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan unggul.

(restu/bbpmkp)

GAN acappella: Definisi Baru Musik Acappella Bernafas Islami

0

Bogor | Jurnal Bogor
GAN acappella adalah solois vokal a cappella asal kota Bogor yang mengusung konsep musik nasheed tanpa instrumen alat musik dengan pendekatan nilai spiritual, pesan moral, dan identitas keislaman yang kuat.

Berbeda dari grup a cappella pada umumnya, GAN acappella tidak sekadar menyuguhkan hiburan musikal namun setiap karya GAN acappella bertujuan sebagai media dakwah Islam, refleksi kehidupan, dan pengingat nilai ketuhanan yang dikemas dalam bahasa musik yang easy listening, modern, relevan, memiliki kedalaman makna, dan menyentuh rohani lintas generasi.

Makna nama GAN merepresentasikan singkatan sekaligus identitas nilai:
G: Grateful – rasa syukur sebagai fondasi nilai karya musiknya
A: Awakened – membangun kesadaran rohani, akal dan hati
N: Nasheed – nyanyian berisi pesan Islami, motivasi keimanan dan nasihat moral

Ciri Khas GAN acappella
GAN acappella dikenal dengan karakter berikut:
Musik a cappella murni (tanpa instrumen alat musik)
Menekankan pada esensi pesan yang disampaikan
Lirik bertema spiritual, ketuhanan, kehidupan, dan penghambaan.
Pendekatan nasheed yang modern, ciri khas yang kuat dan syair yang penuh makna karena bersumber pada dalil Al-Quran & hadist.

Terdapat 3 debut nasheed GAN acappella yang telah rilis di beberapa platform musik digital diantaranya Spotify, Youtube Music, iTunes, dan lainnya, yaitu:

  1. Sambut Ramadhan
  2. Qiyamul Lail
  3. Belahan Kalbu

GAN acappella memiliki visi:
syi’ar dengan syair

Misi:

  • Menghadirkan nasheed yang menenangkan, mencerahkan, dan membangunkan kesadaran
  • Menjadi referensi musik nasheed a cappella di Indonesia
  • Menunjukkan bahwa nyanyian dapat bernilai spiritual, bukan sekedar hiburan.
    ** Wawan H

Sambut HPN, Polres Bogor Gandeng Insan Pers Jalankan Intruksi Presiden Prabowo

0

Caringin | Jurnal Bogor
Jalankan intruksi Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapornas di SICC pekan kemarin, Polres Bogor menggandeng insan pers wujudkan program ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di wilayah Bumi Tegar Beriman.

Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Polres Bogor beserta jajaran lakukan penanaman pohon di sisi area Sungai Cisadane, Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Minggu (8/02/2026).

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan, pihaknya bersinergi dengan insan pers untuk mewujudkan intruksi Presiden RI dalam suksesi program ASRI.

“Bukan hanya tindakannya, tetapi dengan bersama-sama rekan-rekan insan pers juga mengajak seluruh masyarakat untuk khususnya di Kabupaten Bogor menjadi aman, sehat, resik dan indah alias ASRI,” tegas Wikha.

Eks Ajudan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo itu mengatakan, penanaman pohon yang dilaksanakan dalam rangka menyambut HPN di wilayah Caringin itu langkah awal dalam menjalankan intruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Kita sama-sama tahu, beberapa belan belakangan kerap terjadi bencana alam di beberapa wilayah Indonesia, maka dari itu, hari ini jajaran Polres Bogor bersama insan pers yang bertugas di Bogor, secara bersama-sama melakukan penanaman pohon dalam rangka menjaga alam. Insyallah, dengan kita menjaga alam maka alam akan menjaga kita,” kata Wikha.

Ia menambahkan, pihaknya bukan hanya menanam pohon tetapi juga lakukan penebaran benih ikan di aliran sungai Cisadane.

“Bukan hanya habitat di darat, kami juga menebar bibit ikan di Cisadane. Jadi secara lingkungan dijaga, makhluk hidup juga dijaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Polres Bogor, Putra Ramadhani memaparkan, bahwa pihaknya akan semakin bersinergi dengan Polres Bogor dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami bersama Polres Bogor akan beriringan dalam sama-sama menjalankan tugas dan peran masing-masing, demi hal-hal yang positif untuk semua pihak,” papar Putra. n Noverando H

Pemkab Bogor Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Masjid Nurul Hidayatul Wahid

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Tim Jum’at Keliling (Jumling) kembali menggelar kegiatan Salat Jumat Keliling di Masjid Besar Nurul Hidayatul Wahid, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Jumat (6/2/2026), sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendukung penguatan sarana ibadah.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan (Aspem) Pemerintah Kabupaten Bogor, Camat Cijeruk, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda se-Kecamatan Cijeruk.

Ketua Tim Jumling, Jaenal Ashari, menyampaikan bahwa program Jum’at Keliling memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai media silaturahmi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan masyarakat, serta sebagai sarana menyerap aspirasi warga terkait pembangunan di Kabupaten Bogor.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di berbagai sektor, tidak hanya pendidikan, tetapi juga kesehatan dan infrastruktur,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Jum’at Keliling merupakan bentuk konsistensi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjalankan program keagamaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan program-program keumatan dengan terus menggiatkan Jumling di seluruh kecamatan. Pada kesempatan ini, kami juga menyalurkan bantuan untuk Masjid Nurul Hidayatul Wahid sebesar Rp100 juta,” kata Jaenal.

Sementara itu, Camat Cijeruk, M. Sobar, mengungkapkan bahwa kegiatan Jum’at Keliling di Desa Cipelang merupakan pelaksanaan perdana di Kecamatan Cijeruk pada tahun 2026 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, kehadiran Tim Jumling menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat dan sarana ibadah di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap masjid ini tentu semakin meningkatkan sinergitas antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Selain itu, masyarakat menjadi lebih nyaman dalam menjalankan ibadah. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” pungkasnya. Yudi

Hujan Tak Surutkan Antusias Jamaah di Tarhib Ramadhan 2026 UIKA Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Hujan yang turun sejak malam hingga pagi hari tidak menyurutkan langkah masyarakat Kota Bogor untuk menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan 2026 yang digelar di Masjid Ibn Khaldun, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Minggu (8/2/2026).

Sejak pagi hari hingga menjelang waktu Dzuhur, ribuan jamaah tampak memadati area masjid dengan penuh khidmat dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Ormas Islam (FKOI) Kota Bogor bekerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Bogor serta Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bogor sebagai ikhtiar bersama dalam menyiapkan umat menyambut bulan penuh berkah.

Ketua Panitia, Iman Hilman, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat meski cuaca hujan menjadi bukti nyata semangat umat Islam dalam menyambut Ramadhan.

“Ini adalah sikap yang dibangun dari antusiasme, semangat, dan kerinduan untuk beribadah di bulan Ramadhan. Hujan tidak menjadi penghalang, justru menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk hadir dan menyiapkan diri menyambut bulan penuh berkah,” ujarnya.

Ia menambahkan, ceramah dan rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi bekal ilmu yang bermanfaat agar umat Islam dapat menjalani Ramadhan dengan lebih berkualitas, penuh kesadaran, serta bernilai ibadah.

Salah satu penceramah, Ustadz Samsam Nurhidayat, dalam tausiyahnya menyampaikan agar jamaah memanfaatkan Ramadhan dengan mengoptimalkan amalan-amalan utama yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Adapun lima amalan utama yang disampaikan, yakni sedekah sebagai bentuk kepedulian dan pembersih harta, membaca Al-Qur’an untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, shalat malam sebagai sarana meraih kedekatan spiritual dan ampunan dosa, i’tikaf untuk memfokuskan diri beribadah di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, serta umrah di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan pahala setara dengan haji.

Selain dihadiri tokoh-tokoh ormas Islam dan para ulama, kegiatan tersebut juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan 2026 serta tingginya partisipasi masyarakat.

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor untuk berkolaborasi dengan seluruh ormas Islam dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan siap bersinergi dengan seluruh ormas Islam dalam mewujudkan Kota Bogor yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan 2026 ini, FKOI Kota Bogor bersama IKADI dan Salimah berharap semangat persatuan, peningkatan ibadah, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat dapat semakin tumbuh menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Yudi

Gen Z Tamansari Diajak Peduli Kesehatan Mental Lewat Diskusi Tematik

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Karang Taruna Kecamatan Tamansari menggelar diskusi tematik mengenai kesehatan mental bersama generasi muda (Gen Z), Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Tamansari tersebut mengangkat tema “Jika Diammu adalah Cara Mu Menjaga Kesucian, Aku Ridho Menjadi Asing”. Tema ini diangkat sebagai bentuk keprihatinan atas fenomena yang banyak terjadi di kalangan anak muda saat ini, yakni kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial ketika menghadapi berbagai persoalan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Tamansari, Dadeng Heri, menyampaikan bahwa tidak sedikit generasi muda yang memilih berdiam diri dan menjauh dari keramaian saat menghadapi masalah, sehingga perlahan merasa asing dari kehidupan sosial di sekitarnya.

“Tema ini kami angkat karena melihat fenomena anak muda sekarang, ketika dihadapkan dengan sekelumit permasalahan, mereka cenderung menarik diri dari keramaian dan berdiam diri, seolah-olah menjadi asing dari kehidupan yang ramai.

Namun, apakah benar penarikan diri atau pengasingan diri dari lingkungan akan menghadirkan ridho dari Sang Pencipta, atau justru sebaliknya, berdiam diri dan mengasingkan diri malah menambah permasalahan,” ujar Dadeng Heri.

Melalui diskusi tematik ini, Karang Taruna Kecamatan Tamansari berharap generasi muda dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun keberanian untuk berbagi cerita, serta tidak ragu mencari bantuan dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Selain sebagai ruang dialog, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi Gen Z agar mampu menyikapi tekanan hidup secara lebih sehat, positif, dan konstruktif. Karang Taruna Tamansari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuhnya generasi muda yang tangguh secara mental dan sosial. Yudi

Bhayangkari Ranting Ciomas Gelar Pertemuan Rutin, Pembina Tekankan Hidup Sederhana

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Bhayangkari Ranting Ciomas menggelar pertemuan rutin pada Sabtu (7/2/2026) bertempat di Aula Polsek Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia selaku Pembina Bhayangkari Ranting Ciomas, Ketua Bhayangkari Ranting Ciomas Uum Hendra, para pengurus Bhayangkari, serta seluruh anggota Bhayangkari Ranting Ciomas.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Hendra Kurnia menitipkan pesan kepada seluruh Bhayangkari agar senantiasa mendukung karier dan memberikan semangat kepada suami dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Selain itu, Pembina Bhayangkari juga mengingatkan agar seluruh anggota menerapkan pola hidup sederhana dan tidak bergaya hedon. Para Bhayangkari juga diminta untuk bijak dalam bermedia sosial serta terus menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar sesama Bhayangkari.

Pertemuan rutin ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, soliditas, serta peran Bhayangkari dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polsek Ciomas. Yudi