23 C
Bogor
Thursday, April 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 634

Tak Jua Jera, Perhutani Gandeng KLHK Tutup Galian Ilegal di Lulut

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor  

Aktivitas galian tanah ilegal di lahan milik Perhutani yang terletak di Desa Lulut, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, rupanya sudah sering diberhentikan oleh pihak Perhutani Kabupaten Bogor.

Hanya saja, upaya Perhutani tidak diindahkan para pengusaha galian dengan terus melakukan aktivitas hingga saat ini.

“Perhutani sudah melakukan upaya sesuai dengan kewenangan, seperti melakukan penghentian kegiatan secara langsung maupun secara tertulis,” kata Danru Polhut Perhutani  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Supriyadi, Senin (10/4).

Menurutnya, upaya yang dilakukan Perhutani guna menghentikan aktivitas galian ilegal itu, sudah sampai kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menertibkan kegiatan di areal lahan milik Perhutani tersebut.

“Kita sudah minta bantuan Penegak Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Karena untuk penanganan kasus tersebut, Perhutani tidak memiliki kewenangan melakukan penyidikan. Hanya kementerian LHK yang berwenang terkait hal tersebut,” ujarnya.

Persetujuan teknis yang diklaim dimiliki oleh penambang, sambung dia, bukan merupakan izin untuk melakukan aktivitas galian. Namun, hanya tahapan untuk mendapatkan ijin lokasi dari KLHK.

Jika melanggar dari Pertek tersebut, maka akan dijadikan pertimbangan untuk penerbitan izinnya.

“Itu nanti jadi pertimbangan tim dari provinsi dan Kementerian Kehutanan. Kalau mereka melanggar, mungkin tidak akan terbit ijin dari KLHK,” jelasnya.

Bahkan, dalam penghentian aktivitas galian beberapa waktu lalu, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah desa membuat tembok pembatas. Akan tetapi dirusak kembali oleh penambang.

“Kita kerjasama dengan Pemerintah Desa Lulut untuk penghentian aktivitas tersebut, bahkan kita pertama buat tembok tapi mereka rusak,” ungkapnya.

Ia menegaskan, untuk pertek hanya salah satu syarat untuk mendapatkan izin. Namun jika pertek digunakan untum melakukan penambangan, maka galian tersebut ilegal.

“Apabila perusahaan melakukan kegiatan dengan dalih sudah dapat pertek, kegiatan perusahaan tersebut ilegal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Warga Keluhkan Sungai Puraseda Keruh

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Air sungai Puraseda di Kampung Tambakan, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor kondisinya mengeruh. Akibatnya, sejumlah warga di dua RW mengeluh. 

Warga RW 01 dan 02  menyebutkan, keruhnya air sungai diduga dampak dari aktivitas proyek di sebuah yayasan yang tidak jauh dari kampung tersebut.

“Sudah dua hari, kondisinya airnya sangat keruh, padahal di Sungai Puraseda inilah warga kami melakukan aktivitas mencuci, mandi dan lain sebaginya, apalagi sekarang musim kemarau. Kalau selalu seperti ini terus kondisinya, kami merasa terganggu dengan aktivitas proyek itu,” kata salah satu warga Desa Puraseda Sahum kepada wartawan, Senin (10/04/2023).

Dia menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pasti proyek tersebut untuk membangun apa, hanya terlihat pondasi yang sudah terpasang.

“Untuk info sementara, itu yayasan tapi untuk bangunan yang dibangun saya belum tahu untuk bangunan apa, soalnya baru pondasi. Saya liat dari jauh dari kampung saya, dan yang saya tahu H. Heru yang punya tanah di situ,” jelasnya.

Ia meminta, aktivitas pengurukan tanah proyek tersebut dilakukan malam hari agar tidak menggangu aktivitas warga.

“Sementara ini mereka hanya ingin aktivitas itu tidak dilakukan di siang hari. Sehingga tidak menimbulkan keruh air pada pagi sampai sore hari dimana warga sedang memanfaatkan air sungai,” ucap dia. 

Sementara itu, Pj Kepala Desa Puraseda Asdi membenarkan keluhan masyarakat dampak aktivitas proyek tersebut.

“Benar saya sudah terima laporan. Kemaren saya suruh temui dulu yang punya bersama pak Arjani, nanti gimana tanggapan beliau, katanya itu proyek masjid dulu yang dibangun,” kata Asdi.

Dirinya pun langsung turun ke lokasi untuk menemui pemilik yayasan. “Saya kesitu gak ketemu pemiliknya, tadinya mau nanya masalah perijinan, lahan dan peruntukannya,” pungkasnya.

** Andres 

AHY Kunjungi PT SMU, Bagikan Gerobak dan Sembako 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar Safari Ramadhan di Kabupaten Bogor sambil membagikan puluhan gerobak untuk pedagang kaki lima (PKL) dan sembako kepada masyarakat di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

Sebelum menuju Kantor DPC Demokrat Kabupaten Bogor di Cibinong, AHY bersama petinggi Partai Demokrat lainnya juga mengunjungi PT Sentral Multirasa Utama yang memproduksi makanan ringan di Desa Sanja, Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kedatanganya disambut riuh oleh warga Desa Sanja dengan yel-yel dan teriakan AHY Presiden.

” Alhamdulillah hari ini saya bisa berkunjung kembali dan menyapa kader Demokrat dan masyarakat di Kabupaten Bogor. Kami juga melakukan kegiatan sosial dengan membagikan sembako dan puluhan gerobak untuk pedagang kaki lima kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata AHY kepada wartawan, Senin (10/4/23).

“Mudah-mudahan kegiatan yang kami lakukan ini dapat membantu masyarakat kecil terutama untuk PKL dan UMKM, tadi juga ada bazar sembako murah,” tambahnya.

Menurut AHY, kegiatan yang terus dilakukan tersebut sebagai bentuk semangat Partai Demokrat yang bukan hanya dilakukan di bulan Ramadhan saja. Tapi juga di keseharian setiap kader berusaha untuk terus menyapa ke masyarakat dan mendengarkan aspirasi. 

“Setelah berkeliling ke berbagai daerah tentu bukan hanya di Bogor, atau Jawa Barat, akan tetapi di seluruh provinsi di Indonesia banyak sekali masyarakat kita yang mengalami permasalahan ekonomi akibat harga yang naik. Belum lagi banyak masyarakat yang menganggur, apalagi pascapandemi banyak juga UMKM yang gulung tikar,” bebernya.

Ini semua, lanjut AHY, membutuhkan perhatian dan dukungan dari semua kalangan. Hal itulah yang mendorong Partai Demokrat untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat di parlemen, juga kepada pemerintah agar mengalokasikan anggaran untuk bisa membantu rakyat kecil.

“Karena kalau tidak dijalankan oleh pemerintah, tentu akan banyak lagi permasalahan lain bukan hanya ekonomi, tapi juga masalah ketimpangan sosial yang membuat ketidakstabilan negara kita,” jelasnya.

Dengan begitu, sambung AHY, tentunya pemerintah harus terus menggelontorkan anggaran dengan bijak. Agar setiap kebutuhan masyarakat meski dengan anggaran yang terbatas serta utang pemerintah Indonesia yang semakin menumpuk, dapat dipenuhi.

“Anggarannya terbatas kita tahu, hutang kita membengkak kita tahu, tapi jangan sampai keuangan atau fiskal yang terbatas ini digunakan untuk proyek yang kurang dibutuhkan untuk masyarakat hari ini. Bukan saya mengatakan infrastruktur tidak penting, tapi kebutuhan masyarakat harus diutamakan,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Berbagi Takjil Bergilir Jadi Program Cari Berkah Pemcam Babakan Madang 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kecamatan Babakan Madang pada bulan suci Ramadhan yang penuh berkah melakukan kegiatan berbagi takjil kepada pengguna jalan di beberapa titik yang berbeda.

Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar mengatakan, pembagian takjil sepanjang bulan Ramadhan ini dilakukan secara bergiliran oleh Pemcam dan Pemdes di wilayah Babakan Madang.

“Untuk lokasinya sendiri, itu kami bebaskan dimana saja yang penting masuk dalam wilayah Pemerintahan Babakan Madang. Begitu pun untuk jumlah takjil yang diberikan itu disesuaikan dengan kesanggupan masing-masing desa,” paparnya.

Pada Jumat lalu misalnya, sambung Iskandar, Pemcam Babakan Madang membagikan 300 takjil untuk pengguna jalan yang dibagikan di depan kantor Kecamatan Babakan Madang.

“Untuk hari ini giliran Desa Cipambuan kalo tidak salah, ya kemungkinan Pemcam akan kembali membagikan takjil pada Jumat mendatang,” cetusnya.

Inikan bulan suci, lanjut Iskandar, kadang sore hari terutama dihari kerja itu banyak pekerja yang hendak pulang ke rumahnya, tak jarang dari mereka kadang kemagriban di jalan. Nah kita bagikan takjil, jadi saat mereka belum sampai di rumah dan tiba-tiba adzan mereka bisa berhenti sejenak untuk membatalkan puasanya.

“Ramadhan itu pahala berlimpah, kita memberi makan orang yang sedang berpuasa saja bisa mendapatkan pahala seperti orang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tadi. Itulah sebabnya dianjurkan agar berbagi dan bersedekah sepanjang bulan Ramadhan. Walaupun, sedekah itu jangan hanya dilakukan saat Ramadhan saja, ” pungkasnya.

Dirinya berharap, kegiatan berbagi takjil secara bergiliran ini tidak memberatkan kepala desa. Mengingat, saat ini kondisi keuangan desa sedang tidak stabil. “Semoga mereka (kades) diluaskan rezekinya sehingga bisa turut ikut andil berbagi takjil sepanjang bulan Ramadhan di tengah anggaran desa yang belum turun ini,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Gabung Nasdem, Benn Sebut Dodi Tambah Kekuatan Partai

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPD Partai Nasdem Kota Bogor menyambut baik bergabungnya mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor, yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor, R Dodi Setiawan.

Ketua DPD Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengatakan bahwa kehadiran Dodi akan menambah kekuatan Nasdem, khususnya di ‘Kota Hujan’, dan pada umumnya di Jawa Barat.

“Kami pertama mendapat informasi pindahnya Pak Dodi dari DPW dan kami sangat menyambut baik,” ucap Benninu kepada wartawan, Senin (10/4).

Benn menegaskan bahwa Dodi telah ditunjuk oleh DPW Nasdem Jawa Barat untuk menjadi calon legislatif (caleg) nomor urut satu dapil tujuh Jawa Barat.

Selain itu, kata Benn, hingga saat ini Nasdem masih membuka pendaftaran bagi caleg tanpa diminta mahar sepeser pun. “Jadi walaupun sekarang sudah penuh, tetapi peluang masih dibuka karena nantinya akan diseleksi lagi,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Hengkang ke Nasdem, Dodi Terancam PAW

0

Bogor | Jurnal Bogor

Hengkangnya Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bogor, R Dodi Setiawan ke Partai Nasdem, mendapat respon keras DPC Partai Demokrat Kota Bogor. Usai mendapat kabar tersebut, partai politik (parpol) berlambang bintang mercy itu langsung melaksanakan rapat pleno pada Minggu (9/4) malam.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Bogor, Fery Dermawan mengatakan bahwa dalam rapat pleno tersebut pihaknya menerbitkan beberapa poin rekomendasi yang nantinya akan diserahkan ke DPD Jawa Barat dan DPP Demokrat.

Poin tersebut di antaranya berisikan, pemberhentian Dodi sebagai kader Partai Demokrat dan sebagai Anggota DPRD Kota Bogor.

“Karena sudah diberhentikan, sehingga yang bersangkutan tidak memiliki hak lagi duduk di DPRD,” ujar Fery kepada wartawan, Senin (10/4).

Hal itu, sambungnya, lantaran DPC telah mengantungi bukti-bukti, dan adanya pengakuan dari yang bersangkutan kepada salah satu media.

Langkah selanjutnya, kata Fery, akan dilakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Dodi. Namun, ia belum bisa memastikan kapan PAW dilakukan. “Keputusannya ada di DPP, kami hanya menunggu saja. Yang pasti Wasekjen sudah menyampaikan akan mengambil tindakan, bila kabar itu memang benar,” katanya.

Saat disinggung siapa sosok yang akan menggantikan Dodi. Fery menegaskan bahwa hal itu akan dilaksanakan sesuai mekanisme partai.

“Nanti dilihat siapa suara nomor dua saat pileg 2019. Yang pasti harus memenuhi syarat dan tidak boleh berhalangan. Misalnya masih ber-KTA Demokrat atau tidak meninggal dunia. Kalau nomor dua berhalangan, turun ke nomor tiga,” jelasnya.* Fredy Kristianto

AHY Safari Ramadhan di Bogor, Kang Dechan: Bentuk Konkrit Kepedulian Terhadap  UMKM di Kabupaten Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melakukan Safari Ramadhan 2023 di Bogor, Senin (10/4/2023). Dalam agenda yang tercatat di DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, AHY akan berkunjung ke pabrik makanan kripik jagung di Citeureup yakni PT Sentral Multirasa Utama.

Setelah itu, AHY dan rombongan akan menyapa warga Kabupaten Bogor pada acara Bazar UMKM dan Pasar Murah di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

“Agar lebih tepat sasaran, Pasar Murah ini kami peruntukan kepada warga masyarakat yang sudah menerima kupon untuk ditukarkan dengan paket yang sudah kami siapkan,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita.

Giat kemudian dilanjutkan simbolik penyerahan bantuan gerobak UMKM kepada pelaku UMKM dan penyampaian langsung aspirasi pelaku UMKM kepada AHY.

Sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita yang akrab dipanggil Kang Dechan mengundang masyarakat Kabupaten Bogor untuk juga dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan Ketum Demokrat, Mas AHY.

“Saya menghaturkan banyak-banyak terimakasih kepada Ketum, karena kehadiran Ketum AHY ke Kabupaten Bogor sebagai bentuk konkrit kepedulian Demokrat kepada perkembangan UMKM di Kabupaten Bogor. Saya pastikan, Bismillah ketika nanti di Pemilu 2024 Partai Demokrat Menang, maka UMKM pasti senang,” ungkapnya.

Selanjutnya, AHY bertolak ke Kota Bogor juga untuk melakukan Safari Ramadhan. Di ‘Kota Hujan’ AHY akan ngobrol asik di Café Tautan Rasa Bogor.

** Asep Saepudin Sayyev

Pasien Diagnosa Tindak Kekerasan tak Dijamin BPJS

0

Bogor | Jurnal Bogor

BPJS Kesehatan sebagai program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN_KIS) menjadi asuransi kesehatan wajib bagi warga Indonesia.

Fasilitas kesehatan bisa digunakan seumur hidup bagi peserta yang terdaftar sebagai aggota BPJS Kesehatan.

Namun tidak semua layanan dan penyakit bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Sedikitnya ada 21 penyakit yang tidak ditanggung BPJS. Salah satunya, pasien dengan diagnosa kekerasan.

Kepala Urusan Customer Servis RSUD Kota Bogor, Rusli Setiadi mengungkapkan bila pada Sabtu (1/4), RSUD kedatangan pasien dengan diagnosa kekerasan.

Pasien atas nama Agung Firdaus (28) datang ke UGD RSUD Kota Bogor pada pukul 23.55 WIB, dengan kondisi terluka. Menurut keterangan keluarga, luka tersebut didapati dari perkelahian.

“Kami tidak tahu pasti dimana terjadi perkelahiannya. Pasien merupakan warga Kampung Cilangkap RT 8/8, Kelurahan Babakan, Kecamatan Ciseeng,” sebut pria yang akrab disapa Uci ini.

Karena kondisi pasien cukup darurat, perawat pun langsung melakukan tindakan medis untuk menghentikan pendarahannya dan ditindaklanjuti untuk dilakukan rawat inap di ruangan Lawang Gintung.

Keluarga pun menyetujui hal itu. Selanjutnya, pihak RSUD pun menginformasikan kepada keluarga, jika pasien dengan diagnosa kekerasan tidak bisa dicover BPJS, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kondisi tersebut membuat keluarga merasa keberatan, dan meminta solusi pada pihak Rumah Sakit (RS) agar anggota keluarganya tidak masuk sebagai pasien umum.

Kemudian, lanjut Uci, RSUD Kota Bogor berupaya menempuh jalur lain, dengan mengupayakan agar pasien atas nama Agung bisa dicover melalui Jamkesda Kabupaten Bogor. Namun ada syarat yang harus dipenuhi agar dicover Jamkesdakab, yakni adanya Laporan Polisi (LP). Pihak keluarga pun diminta untuk membuatnya.

Sayangnya, hingga Rabu (12/4), keluarga pasien tidak kunjung membuat LP. Sehingga pihak RS memutuskan pasien dimasukan ke jalur umum.

“Kami masih mengupayakan dengan mengupload ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor meski tanpa LP agar bisa dicover Jamkesdakab. Namun ditolak karena tidak memenuhi syarat. Dan akhirnya, pasien atas nama Agung itu harus masuk lewat jalur umum,” terangnya.

Lebih lanjut, Uci pun mengatakan, kondisi tersebut menjadi polemik antara RSUD Kota Bogor dan keluarga pasien. Karena keluarga pasien ingin dibebas biayakan selama dirawat di RSUD.

“Sementara keputusan manajemen tidak menginginkan hal itu,” sebutnya.

Karena pasien masuk lewat jalur umum, sebut Uci, tentu harus ada biaya yang dikeluarkan. Jumlahnya mencapai Rp. 5 juta. Namun karena pasien meminta keringan, pihak RS pun memberikan keringan berupa penjaminan BPKB dan pembayaran pengobatan bisa dilunasi dengan dicicil.

“Kami pun memberikan keringan berupa penjaminan BPKB. Dan biaya tersebut bisa dicicil Rp.500 ribu per bulannya sampai lunas tanpa ada bunga atau biaya tambahan,” sebutnya.

Uci pun menegaskan bila RSUD Kota Bogor telah bertindak sesuai dengan Pasal 32 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Dalam UU itu disebutkan dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.

Polemik yang dialami RSUD Kota Bogor rupanya sampai ke telinga Ketua Umum Gerakan Masyarakat Kota Bogor, R. Ridho. Menurutnya, RSUD sebagai penyedia fasilitas layanan kesehatan telah bertindak sesuai dengan prosedur.

“Pasien datang, lalu ditangani dan dirawat hingga sembuh. Apa salahnya?. Yang salah itu, kalau pasien datang dalam keadaan gawat dan tidak ditangani,” tegasnya.

Perkara beban biaya yang harus dibayarkan oleh pasien, lanjut Ridho, itu merupakan kewajiban pasien yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan. “Pasien seharusnya paham akan hak dan kewajibannya,” sebutnya.

Ridho juga melanjutkan, terkait jaminan BPKB yang diminta RS kepada pasien hanya sebagai jaminan bahwa pasien akan bertanggung jawab.

Mengingat RSUD Kota Bogor sebagai RS pemerintah, memiliki kewajiban untuk melaporkan pengeluaran, pendapatan dan piutangnya kepada BPK dan Inspektorat. Tentu, jika kedua lembaga itu menanyakan, RSUD melampirkan bukti-bukti piutang tersebut, seperti BPKB yang dijaminkan.

Piutang tersebut, nantinya masuk dalam kategori piutang negara/daerah. Yang dalam masa tertentu akan menjadi tanggung jawab dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Jika RSUD tidak memiliki bukti piutang tersebut justru ini akan menjadi masalah bagi RS. Sudah sering RSUD Kota Bogor menggratiskan pasien dhuafa. Pasien yang digratiskan tentu ada persyaratannya. Kalau sebentar-sebentar pasien minta digratiskan bisa bangkrut,” sebutnya.

Ridho juga mengajak kepada BPJS dan stakeholders terkait untuk turut serta mensosialisasikan mengenai ragam penyakit yang tidak ditanggung BPJS. Mengingat, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat konstitusi.

“Sosialisasi bisa dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung atau branding di lift yang ada di RS,” pungkasnya.n Fredy Kristianto

PKS Menyapa, Endah Tebar Ribuan Toples Kurma

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti membagikan seribu toples kurma kepada masyarakat pada beberapa titik di Kecamatan Bogor Utara, Minggu (9/4).

Menurut dia, pembagian takjil berupa kurma tersebut merupakan salah satu program PKS Menyapa, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga.

“Ramadhan kan bulan baik, sehingga menjadi momen yang tepat menyapa masyarakat. Salah satunya dengan menebar takjil,” ujar Endah kepada wartawan.

Selain itu, program ini merupakan salah satu upaya PKS untuk mengenalkan logo baru dan nomor urut partai. “Ya, kami berharap masyarakat akan lebih mengenal PKS dengan logo dan nomor urut baru, yakni delapan,” kata Endah.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih merasakan kehadiran PKS yang merupakan salah satu partai politik Islam di tengah Ramadhan.

“Walaupun sederhana, tapi mudah-mudahan akan menjadi bukti bahwa PKS terus bersama rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Endah, sejauh ini pihaknya telah membagikan kurma kepada warga di enam kelurahan, yakni Cibuluh, Kedunghalang, Bantarjati, Ciluar, Tegal Gundul, dan Tanah Baru. “Insya Allah pekan ini pembagian kurma akan kembali dilaksanakan,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Dodi Eksodus ke Nasdem, Pengamat Minta Demokrat Serius Perhatikan Kader

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sejumlah kader Partai Demokrat pada beberapa wilayah di Jawa Barat dikabarkan berpindah partai, tak terkecuali di Kota Bogor. Berdasarkan informasi yang beredar eks Ketua DPC Partai Demokrat, yang juga Anggota DPRD Kota Bogor, R Dodi Setiawan berpindah haluan ke Nasdem.

Menanggapi hal itu, Bendahara DPC Partai Demokrat Kota Bogor, H Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap Dodi untuk meminta klarifikasi langsung terkait pindahnya ia ke partai besutan Surya Paloh itu.

“Kami akan panggil yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi, apakah benar atau tidaknya,” ujar Mulyadi kepada wartawan, Minggu (9/4).

Mulyadi mengatakan bahwa apabila memang benar Dodi pindah ke Nasdem, maka DPC Partai Demokrat akan menggelar rapat pleno untuk mem-PAW Dodi dari kursi anggota DPRD Fraksi Demokrat. “Ya, kalau memang benar pindah, berarti mesti PAW. Nanti gantinya adalah Syafe’i nomor urut dua saat pileg lalu,” ucapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi perihal tersebut Dodi Setiawan enggan berbicara banyak. “Ya, nanti saja akan ada klarifikasinya,” tegasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik berlabuhnya Dodi ke partai Nasdem. Sebab, dia merupakan salah satu tokoh yang mumpuni dalam kancah politik lokal.

“Kami sangat senang bila Pak Dodi gabung ke Nasdem. Beliau adalah salah satu tokoh yang tak perlu diragukan lagi kapasitasnya,” katanya.

Benn menegaskan bahwa DPW Nasdem Jawa Barat telah memploting Dodi untuk menjadi Calon Legislatif Jawa Barat nomor urut satu dari dapil Kota Bogor. “Itu akan segera diplenokan nanti, dan langsung dibawa ke DPP juga,” tegasnya.

Terpisah seperti dilansir InewsBandungRaya.id, Pengamat Politik Elsid (Lingkar Survei dan Demokrasi) Dedi Barnadi menilai Partai Demokrat Jawa Barat harus serius memperhatikan kader-kadernya, mengingat sudah banyak kader unggulan yang hijrah ke partai lain.

Diketahui, pernyataan tersebut merujuk pada beberapa mantan Ketua DPC dan kader Partai Demokrat di wilayah Jawa Barat yang telah memutuskan pindah berbagai partai. Bahkan, informasi terbaru menyebutkan pengurus DPC Kabupaten Indramayu période 2022 – 2027 , yang dikomandoi sekretaris DPC kang Numan, juga melakukan migrasi ke PKB. Perpindahan ini tidak hanya struktur semata tetapi tim, jaringan relawan dan simpatisan banyak yang pindah.

Mereka dikenal sebagai kader-kader andal Partai Demokrat di wilayah Jabar, namun sayangnya, kini telah menjadi bagian dari kekuatan Partai lain. Bahkan di gelombang kedua, akan terjadi eksodus besar besaran dari partai Demokrat ke partai lain.

Momen ini akan ditandai dengan acara malam kesenian yang diikuti dua ribu mantan kader partai Demokrat Jawa Barat dalam acara malam kesenian “paturay pateupang deui, keur ngabangun Jabar” sebagai bentuk perpisahan baik -baik dan rasa terimakasih kepada Demokrat dari mantan kader.

Kata dia, Kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi Partai Demokrat, terutama dalam hal merawat dan memperkuat kader-kader yang telah berjuang bersama dengan partai tersebut.

Menurut Dedi, Partai Demokrat harus lebih intensif dalam memberikan pembinaan dan pelatihan kepada kader-kadernya, serta memberikan ruang bagi para kader lama yang sudah berjuang dan membesarkan partai, sehingga mereka tidak mudah tergoda untuk bergabung dengan partai politik lain.

Alasan para mantan Ketua DPC Partai Demokrat bergabung dengan partai lain, kata dia, bisa dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk di antaranya perbedaan pandangan atau kesempatan politik yang lebih baik, Partai politik yang memiliki prinsip dan nilai yang jelas akan lebih mudah memperkuat kader-kadernya dan meraih dukungan masyarakat dan partai Demokrat akan sibuk mem-PAW anggota DPRD provinsi, kota dan kabupaten.* Fredy Kristianto