30.4 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 436

Teraktif di Indonesia, GMPI Kota Bogor Diganjar Penghargaan

0

jurnalinspirasi.co.id – Pimpinan Cabang (PC) Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kota Bogor diganjar penghargaan oleh Pimpinan Pusat GMPI pada puncak milad ke-30 tahun di Hotel The Acacia, Jakarta, Rabu (18/10) malam.

GMPI Kota Bogor yang dinahkodai Abdul Rojak berhasil masuk dalam nominasi pimpinan cabang teraktif di seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari soliditas dan kreatifitas teman-teman pengurus, semoga GMPI Kota Bogor terus berkarya dan menebar kebermanfaatan bagi ummat,” ujar Rojak, Kamis (19/10).

Rojak juga berterimakasih kepada kader GMPI yang telah banyak berkontribusi dalam memajukan organisasi sayap PPP ini.

“Terima kasih kepada PP GMPI, pengurus dan kader GMPI yang sudah membantu menjadikan GMPI asyik serta menarik bagi masyarakat. Khususnya kepada anak muda di Kota Bogor,” katanya.

Rojak menyebut bahwa momentum tersebut menjadi bukti konkret bila GMPI solid dari atas sampai ke bawah dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Kami siap memenangkan PPP khusunya di Kota Bogor dan umunya di Indonesia serta memenangkan calon presiden (capres) yang diusung partai sesuai dengan instruksi pusat,” tegas Rojak.

Sebagai informasi, giat milad GMPI ke-30 juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Romahurmuzy, Ketua Bappilu Nasional Sandiaga Solahudin Uno, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Dubes Kuwait, Dubes Maroko dan sejumlah tokoh nasional lainnya.* Fredy Kristianto

DK PWI Ingatkan Wartawan Jaga Independensi Liputan Pemilu 2024

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Dewan Kehormatan PWI Pusat mengingatkan agar wartawan, khususnya anggota PWI, benar-benar menjaga netralitas sebagai salah satu wujud independensi dalam menjalankan profesinya.

Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat Sasongko Tedjo menyampaikan hal itu berkaitan dengan makin dekatnya jadwal Pemilihan Umum 2024, termasuk pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres), pemilihan kepala daerah (pilkada), dan pemilihan anggota legislatif (pileg). Makin dekatnya Pilpres 2024 itu ditandai dengan dimulainya pendaftaran bakal calon pasangan presiden-wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), hari ini (Kamis, 19/10/2023).

Dua hari sebelumnya Selasa (17/10/2023), DK PWI menggelar rapat perdana di Sekretariat PWI Pusat di Gedung Dewan Pers lantai 4, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hadir dalam rapat Wakil Ketua DK Uni Z Lubis, Sekretaris Nurcholis MA Basyari serta anggota DK Asro Kamal Rokan, Akhmad Munir, Diapari Sibatangkayu, Fathurrahman, dan Helmi Burman.

Sasongko mengingatkan independensi wartawan adalah bagian penting yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) PWI. Dia mengatakan fungsi dan peran Pers pada masa-masa kontestasi politik sangat krusial dan diperlukan dalam mendorong proses pemilu yang transparan, jujur, dan adil.

Dengan begitu, demokrasi tidak hanya efisien dari sisi prosedural tetapi juga efektif secara substansial sehingga melahirkan pemimpin berkualitas, baik pada pilpres, pilkada maupun pileg. Pemimpin berkualitas yang dimaksud ialah yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas.

Dalam konteks itulah, kata Sasongko, netralitas wartawan dan Pers tak bisa tidak harus dijaga. Dengan menjaga netralitasnya, wartawan dan pers dapat tetap menjalankan salah satu fungsi utamanya, yakni mencerahkan dan meningkatkan literasi politik sekaligus mampu meredam berbagai potensi polarisasi dan perpecahan di masyarakat.

Sasongko menguraikan KEJ PWI yang terdiri dari 15 pasal itu menegaskan panduan etik wartawan anggota PWI dalam menjalankan profesinya. Tiga pasal awal secara jelas menyebutkan wartawan bersikap independen, kredibel, mempertimbangkan dampak berita terhadap keutuhan bangsa dan isu SARA (suku, agama, rasa, golongan), gender, dan kelompok difabel.

“Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain, termasuk pemilik perusahaan pers,” jelas Sasongko.

Selain itu, Wartawan tidak beriktikad buruk, tidak menyiarkan karya jurnalistik yang menyesatkan, memutarbalikkan fakta, melakukan plagiat, berita bohong/hoaks, fitnah, cabul, dan sadis.

Caleg dan Tim Pemenangan

Khusus untuk para pengurus PWI di semua tingkatan, Sasongko mengingatkan agar prinsip independensi dan netralitas harus benar-benar dipatuhi. Dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI, secara tegas disebutkan bahwa bagi pengurus PWI yang mencalonkan sebagai anggota legislatif atau terlibat tim sukses apalagi maju sebagai calon kepala daerah harus mengundurkan diri.

Ketentuan tersebut berlaku juga bagi pengurus PWI yang ikut dalam kontestasi kepala desa atau terlibat sebagai tim pemenangannya.

“Dulu hanya diwajibkan cuti atau nonaktif, namun sekarang harus mundur dari kepengurusan,” kata Sasongko Tedjo.

Dia mengatakan PWI menghormati hak-hak politik wartawan sebagai warga negara. Namun, ketika menjalankan profesinya, wartawan harus benar benar independen dan netral dengan berpihak pada politik kebangsaan, yakni mengawal agar proses pemilu secara jujur dan adil. Salah satu yang terpenting justru menulis secara lengkap tentang profil kandidat beserta rekam jejaknya.

“Itu juga sejalan dengan fungsi pers sebagai lembaga kontrol sosial. Wartawan tetap harus bersikap kritis, ikut mengawasi Pemilu 2024 sehingga berjalan lancar tanpa terjadi kecurangan.”

** yev/cc-rls

Anggota PWI Harus Mundur Jika Rangkap sebagai PNS/ASN

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang merangkap sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mundur dari salah satu posisinya itu.

Demikian salah satu butir hasil Rapat Perdana Dewan Kehormatan (DK) PWI 2023-2028 di Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers lantai 4, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2023).

Rapat dipimpin oleh Ketua DK PWI Sasongko Tedjo, didampingi Sekretaris DK PWI Nurcholis MA Basyari. Rapat perdana itu juga dihadiri Wakil Ketua DK PWI Uni Z Lubis dan lima anggota lain DK PWI, yakni Asro Kamal Rokan, Akhmad Munir, Fathurrahman, Diapari Sibatangkayu Harahap, dan Helmi Burman. Satu anggota DK PWI, yakni Iskandar Zulkarnaen tidak hadir. Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun sempat hadir di awal rapat.

Bersama Pengurus Harian dan Dewan Penasihat, Pengurus DK 2023-2028 tersebut merupakan hasil Kongres XXV PWI di Bandung, Jawa Barat, 25-26 September 2023.

“Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI, Anggota PWI dilarang merangkap sebagai Pegawai Negeri Sipil, Aparatur Sipil Negara, TNI, dan Polri. Karena itu, anggota yang merangkap itu harus mundur dari PWI,” kata Sasongko, yang juga mantan Sekretaris DK PWI (2018-2023).

Sasongko menegaskan DK PWI di bawah kepemimpinannya akan terus menjalankan tugas, peran, dan fungsinya dalam menegakkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) oleh anggota PWI di seluruh Indonesia.

Sasongko menjelaskan keharusan mundur itu tidak berlaku bagi anggota PWI berstatus PNS atau ASN di lembaga yang terkait dengan kegiatan jurnalistik, seperti Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, dan LPP RRI, dapat tetap menjadi pengurus.

Sasongko meminta anggota PWI yang merangkap sebagai PNS atau ASN itu segera menentukan pilihannya. Jika ingin tetap menjadi anggota PWI, yang bersangkutan harus mundur sebagai PNS/ASN. Sebaliknya, jika yang bersangkutan memilih tetap sebagai PNS/ASN, dia/mereka harus mundur dari posisinya sebagai anggota PWI.

“Jika anggota yang merangkap PNS/ASN itu tidak mengundurkan diri, DK PWI Pusat akan menjatuhkan sanksi pencabutan keanggotan yang bersangkutan,” kata Sasongko. 

Dalam rapat perdana itu, Sasongko juga mengingatkan agar pengurus DK PWI yang rangkap jabatan harus segera melepaskan jabatan lain di kepengurusan PWI. Secara khusus, dia mengingatkan empat anggota DK PWI yang berasal dari PWI provinsi. Mereka ialah Sibatangkayu (Ketua DK PWI DKI Jakarta), Fathurrahman (Ketua DK PWI Kalsel), Helmi Burman (Ketua DK PWI Riau), dan Iskandar Zulkarnaen (Ketua DK PWI Lampung). 

“Mereka sudah mengajukan pengunduran diri dari DK provinsi dan pengganti mereka sudah terpilih. Tinggal proses administratif sebagai pengukuhannya.”

Rapat DK juga meminta Pengurus Harian PWI mengambil tindakan terhadap anggota dan Pengurus PWI di semua tingkatan, yang masih merangkap sebagai PNS/ASN.

Berdayakan DK Provinsi

Sasongko memaparkan pihaknya akan memberdayakan DK provinsi yang berada di 39 daerah di seluruh Indonesia. Menurut dia, kasus-kasus pelanggaran etik dan kode perilaku yang dapat ditangani oleh provinsi cukup ditangani oleh oleh DK provinsi yang bersangkutan.

“DK Pusat hanya menangani kasus-kasus yang besar yang mendapat perhatian luas. Selain itu, juga kasus-kasus yang oleh DK Pusat dipandang berpotensi ada konflik kepentingan antarpengurus harian PWI provinsi dengan DK provinsi,” ujar Sasongko.

Terkait dengan hal itu, DK PWI akan roadshow ke daerah-daerah untuk sosialisasi PD, PRT, KEJ, dan KPW PWI. Selan itu, kegiatan tersebut akan dimanfaatkan untuk literasi dan menyamakan persepsi tentang pentingnya ketaatan terhadap “konstitusi” PWI tersebut guna menjaga marwah organisasi wartawan terbesar dan tertua beserta anggotanya.

Terkait dengan hal itu, Sasongko mengapresiasi sikap dan komitmen Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun. Di awal rapat, mantan Sekjen PWI Pusat dan Wakil Ketua Dewan Pers itu menegaskan komitmennya untuk mendukung dan bersinergi dengan DK.

** yev/cc-rls

Mahfud MD Dipilih untuk Gaet Suara Islam Kultural

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi menilai bahwa diumumkannya cawapres Mahfud MD oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mendampingi capres Ganjar Pranowo untuk menjawab berbagai spekulasi calon wakil presiden yang diusung PDIP. Dipilihnya Mahfud MD untuk menggaet suara Islam kultural.

“Nampaknya dua pasangan calon Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin semakin jelas baik koalisi perubahan maupun koalisi besutan PDIP menjadi calon wakil presiden untuk meraih suara dari kelompok Islam kultural yang seringkali diatribusikan kepada NU,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/10).

Khususnya, kata dia, berebut suara di propinsi Jawa Timur yang mempunyai basis NU yang kuat. Namun tentu saja basis masa Islam dan NU yang dimiliki oleh Cak Imin dan Ganjar sangat berbeda.

Selain Cak Imin merupakan ketua partai yang lahir dari NU. Muhaimin juga lahir dari organisasi gerakan di bawah naungan NU, sehingga secara basis akan sangat kuat di akar rumput NU.

Berbeda halnya dengan Mahfud MD, yang lebih dekat dengan NU struktural, karena  Mahfud merupakan NU dan alumni HMI.

“Adapun struktur NU yang ada saat ini lebih didominasi oleh NU yang aktif digerakan HMI. Oleh karena itu Mahfud, lebih kuat di kelompok Islam dan NU pada kelompok menengah,” katanya.

“Sekarang bagaimana dengan Prabowo? Masih ada 3 nama yang cawapres yang sering digadang-gadang akan mendampingi, yaitu Erik Thohir, Khofifah dan Gibran. Pilihan yang paling rasional adalah Gibran, jika orientasinya elektabilitas. Lantaran mempunyai Jokowi yang sangat berpengaruh baik di masyarakat, kalangan politisi, maupun di mata internasional,” tambahnya.

Sehingga koalisi Indonesia Maju (KIM), sambungnya, bisa mendapatkan suara dari konstituen PDIP yang menjadi loyalis Jokowi.

“Karena tinggal disitu faktor untuk menambah ceruk suara selain dari konstituen partai pengusung. Jika Prabowo mengambil Erik Thohir, secara elektabilitas survei sangat tinggi,” katanya.

Namun dari sisi karakteristik masyarakat tidak memiliki representasi yang berbeda antara Prabowo dan Erik Thohir. Karena sama-sama memiliki karasteristik nasionalis.

Sedangkan Khofifah terlihat hanya kuat di Jawa Timur lantaran menjabat sebagai gubernur, dan basis suara NU dan muslimat ada di Jawa Timur.

“Hal ini akan menambah fokus rebutan suara di propinsi jawa timur. Namun demikian, siapa yang akan menjadi pasangannya prabowo tentu hanya Prabowo dan partai koalisi yang mempunyai berbagai pertimbangan. Siapapun yang akan dipilih Prabowo dan KIM, harapannya tidak menimbulkan guncangan politik, baik diantara faksi politik maupun di tengah masyarakat,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Lepas Sambut Camat Gunung Putri, Ini Pesan Didin Wahidin dan Etty Hayati

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Gunung Putri mengadakan lepas sambut Camat Didin Wahidin yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) pada Sekretariat Daerah Pemkab Bogor. Didin Wahidin kini digantikan oleh Kurnia Indra yang dahulunya sebagai Plt Camat Ciseeng. Acara lepas sambut tersebut diadakan di Katoomba, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (18/10/23).

Kabag Tapem Sekda Didin Wahidin mengatakan selama 4 tahun dirinya menjabat sebagai Camat Gunung Putri, hanya ada satu pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan dirinya yakni renovasi pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Putri. Yang mana, selama dirinya menjabat sebagai camat sudah mengajukan berkali-kali namun belum terealisasi.

“ Saya berharap dibawah kepemimpinan Pak Kurnia Indra bisa mewujudkan keinginan warga untuk melihat Kecamatan Gunung Putri menjadi lantai 2 seperti standar kantor kecamatan saat ini,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Selain itu Didin berpesan kepada seluruh kepala desa untuk amanah dalam menggunakan dan mengelola anggaran dengan baik. Lakukan semua sesuai dengan yang ditetapkan, jangan terlena yang pada akhirnya akan menyusahkan diri sendiri.

Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Putri Etty Hayati Wahidin merasa puas dengan apa yang sudah dikerjakan olehnya selama menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Putri. Etty menyebut, keberhasilan TP PKK Desa Wanaherang yang menjadi Juara 1 itu hadiah untuk Kecamatan Gunung Putri sebelum dia dan suami meninggalkan tugas disana.

“ Pesan saya kepada para Ketua TP PKK desa untuk menyelenggarakan dan menuntaskan 10 pokok tugas dan fungsi PKK. Alhamduliah, untuk stunting di Kecamatan Gunung Putri dari yang berjumlah 1000 lebih kini tinggal 60, dan itu sebuah prestasi yang sangat dibanggakan. Semoga kedepannya stunting di Kecamatan Gunung Putri menjadi zero,” tuturnya.

“ Satu lagi untuk para ibu kades yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK di desa, jangan sombong dan kurangi gaya hedon, jangan berlebihan sehingga membuat masyarakat enggan dekat dengan kita karena segan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kurnia Indra mengatakan akan berupaya menuntaskan dan mewujudkan apa yang belum bisa direalisasikan oleh camat sebelumnya, bukan untuk niat bersaing melainkan untuk meneruskan program yang memang harus dituntaskan.

“ Saya akan berupaya mewujudkan agar Kantor Kecamatan Gunung Putri mendapat sentuhan pembangunan,” jelasnya.

Hadir dalam acara lepas sambut tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin, kepala desa se-Kecamatan Gunung Putri, Ketua PKK se Kecamatan Gunung Putri, Ketua Organisasi Kepemudaan, BPD se-Kecamatan Gunung Putri, kepala sekolah se-Kecamatan Gunung Putri, Kepala Puskesmas se-Kecamatan Gunung Putri dan segenap tokoh masyarakat sekitar.

** Nay Nuráin

Sekda Burhanudin Berpesan Agar Warga Tidak Menolak Pembangunan Pasar Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Menyikapi persoalan adanya penolakan Pasar Gunung Putri oleh warga Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang akan dibangun oleh Pemkab, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin berpesan agar warga bisa berpikir dengan kepala dingin menyikapi persoalan itu.

“ Kita akan menunggu kajian nanti, dan apa yang menjadikan warga itu menolak. Sementara ini sudah saya perintahkan Disperidag, Inspektorat dan DPUPR untuk melakukan peninjauan ulang lokasi yang akan dijadikan pasar,” ungkap Burhan kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/10/2023).

Burhan menyebut, sejauh ini penolakan itu baru disampaikan secara lisan saja, tidak ada surat tembusan ke Pemkab. Namun, dia mengharapkan jangan sampai peluang seperti ini disia-siakan oleh warga karena terpengaruh oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“ Saya minta warga jangan terprovokasi, niat pemerintah untuk membangun pasar disana karena memang untuk memajukan ekonomi warga sekitar,” jelasnya.

Sampai hari ini, sambung Burhan, dirinya masih menunggu hasil keputusan dari Disperindag yang akan sosialisasi kepada masyarakat. Dia menekankan, jangan sampai anggaran yang sudah disediakan oleh pemerintah menjadi silpa karena adanya provokasi dari segelintir orang.

“ Kami masih menunggu kajian, yang pasti jika sampai bulan Desember tahun ini tidak dikerjakan, maka anggaran tersebut akan menajadi silpa. Tapi saya harapkan jangan sampai itu terjadi, karena jika ingin mengajukan bantuan apapun nantinya bisa jadi akan dipertimbangkan karena khawatir ada lagi penolakan,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

Beginilah Cerita Pulkam ke Cerenti Riau

0

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Sambil menunggu jadwal terbang, takeoff  pesawat Super Air Jet di bandara Sukarno-Hatta (Sutta) Jakarta, gatal juga tangan ini untuk menulis yang mungkin bisa menarik pembaca.

Anggaplah iseng-iseng penggunaan waktu untuk berkhayal hal-hal yang baik, mudah-mudahan postiif, yang bisa dipetik sebagai pembelajaran (lesson learned), insya Allah mudah-mudahan begitulah ceritanya.

Alhamdulillah, saya bersyukur kali ini, bisa pulang kampung (pulkam) lagi untuk kedua kali tahun ini (2023).

Pulkam halaman Cerenti, Riau tempat kelahiranku, dididik dan dibesarkan oleh kedua orangtuaku, yang pertama pada waktu hari Idul Adha 1444 H, pengganti Idul Firtri 1444 H saya ke Jepang sekeluarga, jenguk anak sulungku yang kini atau sedang melanjutkam  studi program doktornya di Kyoto Jepang.

Sekarang, pertengahan Oktober 2023 ini, saya harus pulkam lagi ke Rantau Kuansing karena sebulan lalu kakak Sulungku H.Baidar (85 thn) berpulang ke rahmatullah. 

Saya waktu itu, belum bisa pulang takziah melepas jenazahnya, sebab kesehatanku agak terganggu, batuk-flu dan pilek, juga salah seorang anak gadisku harus dioperasi akibat penyakit usus buntu yang dideritanya. Alhamdulillah, saya dan putriku sudah sehat dan pulih kesehatannya kembali. Seminggu, saya cek kesehatan ke dokter di RS BMC Bogor, berdasarkan hasil rongent, dokter menyatakan bahwa aku sehat walaffiat.

Makanya saya bergegas pulkam ke Cerenti, Kuansing Riau, untuk berziarah ke makam kakakku (ongaku) almarhum H.Baidar di TPU Wakaf Desa Kampung Baru Timur, sekalian juga ziarah (nyekar) ke pemakaman ayah dan ibuku, serta para Dunsanak yang duluan dipanggil Sang Khalik, Allah SWT.

Saya ada 10 bersaudara, 5 orang telah wafat, sedangkan 5 orang lagi masih hidup yakni 2 orang perempuan (kakakku Hj.Nurmi Arsyad dan adikku mantan Camat Cerenti Latifah Arsyad S.Sos) dan 3 org yang adalah saya AA (putra ke-8) onga Upri Arsyad (ke-6) dan adinda Arslan Arsysd (si bungsu, ke-10). Subhanallah, orangtuaku yang telah wafat, melahirkan anak, cucu dan cicit yang lumayan banyak. Saat ini mereka kebanyakan mukim di kampumg Cerenti, dan sebegian lagi ada yang merantau di beberapa negeri seperti di kawasan Jabodetabek dll.

Pengalaman setiap pulkam ke Cerenti, aku menikmati sekali bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besar Arsyad  Family, yang member WAG-nya ada seratusan, lebih terdiri saudara kakak-adik, anak kemenakan, cucu-cucu dan para cicit yg masuk masa remaja. Jika aki berkumpul di rumah Tua warisan ayah dan ibuku, sungguh berbahagia rasanya hati ini, melihat wajah dan style para kemenakan dan cucu-cucu.

Apalagi ada kesempatan makan bersama (tradisi makan basamo) di rumah Soko Tua di Bukit Gidang Desa Kampung Baru Timur Kecamatan Cerenti dengan membawa “rantang” berisi aneka makanan yang dibawa dari rumah masing-masing di kampung. Berebut makanan dan masakanan kuliner asli kampung, sungguh nikmat. Biasnya ritual makan basamo Arsyad Family dilaksanakan buka puasa pada bulan Ramadhan di minggu akhir, kumpul keluarga besar disertai ibadah sholat berjemaah fardhu dan tarawih.

Kepulangan ke kampung saat ini, Kamis malam 19 Oktober 2023, saya sudah berencana dengan para kerabat, untuk melaksanakan kegiatan dan acara “makan basamo” Arsyad Family, diawali sholat maghrib berjemaah, kemudian tahlilan dan doa  dipimpin oleh abang iparku H Abbas Main, S.Ag, Ketua LAM Cerenti. Kami yang hadir nanti mendoakan memohon kepada Allah SWT agar arwah anggota keluarga kami yang telah berpulamg ke rahmatullah diberikan kelapangan di alam kuburnya. Apalagi kaka sulungku H.Baidae, sosok dan figur keluarga, yang dahulu mendidik dan membiayai sekolahku, hingga aku bisa menjadi begini. Adanya acara Tahlilan dan membaca surat Yasin, pada acara “makanan basamo” sangatlah bermakna. Artinya pulkam Cerenti yang kedua di bulan Oktober 2023 ini, sungguh melegakan hati.

Insya Allah, rencana Jumat sore esok harinya di halaman Sekretariat Yayasan Arsyada Cerenti Madani (ACM), aku bersama adik dan para anak dan kemenakan, mengundang 20-30 orang emak-emak kaum duafa sekitar rumah tuo orangtuaku untuk menerima sumbangan paket sembako, yang berasal dari donatur warga Arsyad Family dan simpatisan Yayasan ACM seperti ibu Dwi Gemina SE.MM, dosen FE UNIDA Bogor, beliau berlangganan menitipkan infaqnya melalui yayasan keluarga yang aku dirikan dan ketua pembinanya.

Untuk diketahui, nama Yayasan Arsyad diambil dari nama ayahku H.Arsyad Kahar dan ibu Hj.Darana Djamin. Kami gunakan simbol tersebut dalam rangka mengenang nama yang semasa hidupnya di era Revolusi Kemerdekaan RI menjadi aktivis dan pekerja sosial di Pengirus Cabang Muhammadyah dan Aisyiah  Muhammadyah Kecamatan Cerenti dengan mengembangkan amal usaha, berhikmat dan beramal sholeh di bidang pendidikan agama dengan berdirinya Sekolah Muallimin di Cerenti tahun 1930-an, giat juga penyaluran santunan paket untuk anak yatim dan peringatan Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW dll.

Tradisi berbuat baik dan beramal sholeh yang pernah diperbuat oleh kedua orangtua tercintaku itu, kami ingin meneruskannya, dengan mengharapkan ridho Allah SWT dengan pahalanya melimpah sebagai bekal akhirat dan  rezeki yang barakallah. Aamiin.

Pulkam ke Cerenti, banyak hal yang menarik, antara lain bertemu kawan-kawan lama di kedai kopi, minum kopi dan makan mie ayam abang Aam, kuliner di pasar Cerenti, aneka masakan pical dan lontong yang rasanya lezat, sambil.berbual-bual, bercerita nostalgia bersama teman sambil tertawa membicarakan yang lucu-lucu, berkesan kehidupan tempo doeloe,  juga jalan-jalan menelusuri kampumg-kampung tua seperti Koto pulau Bayur, pulau Jambu kp Candi tempat aku membeli karet membantu kakakku H.Baidar saudagar karet yang sukses tempo doeloe, masuk ke Desa Sikakak, melalui jembatan Topian Komang, lokasi bangsal pembelian karet (ghotah, bahasa Cerenti) peninggalan ayahku H.Arsyad tempo doeloe tahun1940-an sebelum kemerdekaan RI.

Aku jalan-jalan sepanjang kampung, sambil berolahraga mencari keringat, juga menikmati kicauan burung-burung (watching birds) yang indah dan melihat hewan Tupai melompat-lompat dari pohon ke pohon, vegetasi Kelapa. Rambutan-Duku dan lain-lain.

Dahulu aneka fauna begitu banyak seperti burung Enggang, munsang, dll tetapi sekarang amat jarang ditemukan di sekitar kebun dan hutan, sebab sudah punah akibat penggundulan hutan (deforestry), hutan tropika kini telah diganti fungsi. Hamparan kebun Sawit yang dikuasai para oligargy aseng seperti boz PT Duta Palma, Surya Darmadi yang kini masuk penjara karena kasus penyalahgunaan perizinan lahan perkebunan, alias korupsi.

Satu dasa warsa yang lalu, jika saya pulkam ke Cerenti, aku bersama anak-anakku suka mandi di Sungai Kuantan, posisinya berada di belakang rumah Tua warisan otangtuaku di Desa Kp Baru. Akan tetapi sekarang aku tidak bisa lagi mandi “ceburan-ceburan” di kali, sungai Kuantan dan anak sungai Lingkaran, karena airnya keruh, tidak jernih lagi seperti dulu akibat maraknya kegiatan penambangan emas illegal, Peti yang beroperasi sepanjang DAS Kuantan  yang mencemari air sungai yang membahayakan kesehatan dan nyawa penduduk yang mandi di sungai.

Kuatnya pengaruh mafia tambang Peti di lapangan, sehingga aparat tak berdaya. Kegiatan Peti tetap marak dan tak kunjung berhenti beroperasi. Padhal penambangan Peti tersebut adalah perbuatan kriminal melanggar hukum dan merugikan kehidupan orang lain. Kawasan DAS Kuantan bukan milik pribadi seseorang atau kelompok, akan tetapi milik bersama para pemangku kepentingan (stakehollders) sebagai sumber kemakmuran bersama rakyat lainnya yang dijamin oleh UUD 1945 pasal 33.

Jadi tidak ada alasan lain, melegalkan usaha Peti di lingkungan masyarakat, yang merusak ekosistem dan jasa-jasa lingkungan.

 Seandaimya ada alasan atau pendapat lain, yang “aneh” bahwa kesulitan ekonomi lapangan kerja, usaha Peti adalah solusinya, maka itu pendapat dan pandangan yang salah, keliru, dan kurang tepat, karena Peti itu perbuatan kejahatan lingkungan hidup (kriminal).

Kita berharap permasalahan Peti terselesaikan oleh aparatur negara yang berwajib, sehingga kelestarian ekosistem perairan DAS Kuantan sehat kembali, airnya bersih dan jernih, sehingga saya mandi di Sungai dengan nikmatnya ketika berada di kampung. Mandi di Sungai Kuantan membawa kenikmatan tersendiri karena airnya dingin dan ikan-ikan kecil seperti ikan Pantau mematok-matok kaki dan anggota badan kita di dalam badan air, ada sensasi. Begitukah nikmatnya pulkam ke Cerenti kini cerita itu tinggal kenangan.

Insya Allah rezim yang berkuasa (the ruling party) mau dan berkemampuan menjaga dan melestarikan ekosistem alam dan lingkungan hidup. Aamiin.

Sekian dan terima kasih, semoga kehadiran tulisan ini bermanfaat, beginilah cerita pulang ke kampung, bahasa Cerenti Baliak Ka Kampuang (Pulkam) sungguh menyenangkan.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan, Pegiat  dan Pengamat Sosial)

** Ditulis di ruang tunggu Bandara Sutta Jakarta dan dilanjutkan diatas pesawat otw Jakarta to Pku City Riau, sambil mengisi waktu

Pencemaran Sungai Cileungsi Berdampak ke Bekasi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Komunitas Pecinta Kali Bekasi (KPKB) menyatakan keprihatinannya atas kondisi Kali Bekasi yang tercemar hebat, diduga akibat buangan limbah industri yang hingga kini tak kunjung tertangani. Menurut Ketua KPKB, Fahmi Rozi, Kali Bekasi tercemar akibat limbah yang diduga berasal dari industri yang berlokasi di hulu sungai Cileungsi.

“ Sebagaimana diketahui, Kali Bekasi merupakan pertemuan dari dua sungai yang berada di hulu. Yakni, Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Pertemuan kedua sungai tersebut tepat berada di perbatasan Kota Bekasi (Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih) dan Kabupaten Bogor (Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri), “ ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/10/23).

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, Sungai Cileungsi berhulu di Gunung Pancar, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Sementara Sungai Cikeas berhulu di Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, dan pencemaran limbah yang terjadi di hulu sungai  berdampak negatif juga di Kali Bekasi yang berada di hilir.

” Kami berharap pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat segera mengambil tindakan tegas kepada perusahaan yang limbahnya mencemari sungai,” tandas Fahmi.

Sebelumnya, kata dia, dugaan adanya pencemaran di Kali Bekasi sudah berlangsung sejak awal Agustus 2023 hingga saat ini. Pencemaran ditandai dengan air sungai berwarna hitam pekat, berbau menyengat, berbuih dan kerap didapati ikan bermunculan ke permukaan sungai, diduga akibat kekurangan oksigen.

“ Di hari tertentu bahkan didapati banyak ikan mati terapung. Namun begitu, alat pendeteksi keasaaman air (Ph) justru menunjukkan angka normal di kisaran 6-9. Sementara temperatur suhu air di kisaran 35 derajat Celcius,” jelasnya.

Sementara, salah satu warga Sri Pudjiastuti mengatakan,  bau dari sungai sangat mengganggu pernafasan dan membuat sesak. Dia menyebut, sejak pindah sekitar tahun 2015 di PGP, Kali Bekasi sepertinya sudah berbau, mungkin karena pencemaran limbah industri, khususnya di musim kemarau.

“ Selain gangguan pernafasan, dampak lainnya adalah mata perih, kulit gatal dan mual, juga rusaknya perabotan rumah tangga yang lengket oleh hawa limbah pencemaran, sebagaimana dikeluhkan beberapa warga lainnya,” keluhnya.

Terpisah, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, mengatakan pencemaran Kali Bekasi, ataupun Sungai Cileungsi, semakin menghebat di musim kemarau. Hal ini karena volume air sungai menyusut signifikan.

“ Kondisi Kali Bekasi yang saat ini diduga kembali tercemar limbah sudah dalam pantauan Direktorat Jenderal Hak Azasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM. Dan akibat Kali Bekasi tercemar, produksi PDAM Kota Bekasi terganggu,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

Kemenkum HAM Tinjau Sungai Cileungsi, Ini Permintaan KP2C

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Permasalahan pencemaran Sungai Cileungsi yang semakin parah mendapat atensi khusus dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman menjelaskan, keluhan masyarakat kepada KP2C tentang hitam dan baunya sungai Cileungsi yang terjadi lebih dari dua bulan hingga saat ini diklarifikasi  Kemenkum HAM ke Pemkab Bogor.

“Kemenkum HAM menilai pemerintah harus melindungi hak asasi masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan bersih. Jadi pada hari Selasa (17/10/23) kemarin, Kabid HAM Kemenkum HAM Jawa Barat,  Hasbullah Fudail langsung ke lokasi sungai Cileungsi menyaksikan sendiri kondisi sungai yang hitam dan berbau,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Puarman menjelaskan, Hasbullah sempat meninjau Jembatan Canadian yang berlokasi di perumahan elit Kota Wisata, Cibubur,  Kabupaten Bogor dan diterima oleh DLH Kabupaten Bogor. Selain itu, Kabid Hasbullah pun menerima keluhan dari Ketua Perkumpulan Cluster Kota Wisata Cibubur (PCKC) Andri Wibowo.

“ Setelah itu, pak Kabid  berkunjung ke Curug Parigi, Perumahan Vila Nusa Indah 5, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Di kesempatan itu juga salah satu warga yang diwakili oleh Ibu Khalisa menyampaikan penderitaannya sejak tahun 2019 di mana sungai Cileungsi sudah hitam dan bau ketika musim kemarau,” jelas Puarman.

Lebih lanjut Puarman mengatakan, dari pemantauan KP2C, sejak awal Agustus 2023 masyarakat kembali menderita akibat sungai Cileungsi berwarna hitam, bau menyengat, berbuih dan ribuan ikan mati. Sumber pencemaran diduga dari limbah industri yang mengalir ke sungai Cileungsi dan masyarakat sudah tidak bisa lagi berkegiatan di sungai, baik memancing, mandi bahkan mencuci.

“ Selain gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan, mata perih, kulit gatal dan mual, juga rusaknya perabotan rumah tangga yang lengket oleh hawa limbah pencemaran. Dan setiap hari masyarakat mencium bau menyengat, mata perih, sesak nafas dan mual,” tandasnya.

Menurut Puarman dalam kesempatan bertemu Kabid HAM tersebut, KP2C mengajukan beberapa permintaan, yakni melakukan percepatan penanganan pencemaran sungai Cileungsi oleh DLH Kabupaten Bogor, DLH Jawa Barat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“ Lakukan pemulihan sungai Cileungsi dengan memperpanjang rencana normalisasi sungai oleh Kementerian PUPR yang tadinya hingga Curug Parigi, diteruskan hingga Jembatan Wika, Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor,” pintanya.

“  Saya meyakini dua langkah tersebut bisa mengembalikan sungai Cileungsi menjadi bersih kembali,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

Meski Sudah Ada Jalan Baru, Para Pemotor Masih Saja Gunakan Jembatan Gantung yang Mulai Rusak

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Puluhan pemotor dari berbagai arah, baik dari Jalan Raya Cihideung Ilir maupun dari Jalan Raya Cibanteng Ciampea dan sebaliknya, masih menggunakan jembatan gantung (rawayan) yang berada di Kampung Cihideung Kecil RT 03 RW 04, Desa Neglasari, Dramaga, Kabupaten Bogor meski kini kondisi jembatanya mulai mengalami kerusakan kecil.

Padahal, kedua pemerintah desa yang bertetangga yang hanya dipisahkan oleh sungai Cihideung tersebut, yaitu Desa Neglasari, Dramaga, maupun Desa Cihideung Ilir, Ciampea, sudah 7 bulan silam telah membangun jalan alternatif selebar 3 meter yang sudah dibetonisasi berikut jembatan barunya yang permanen.

“Tapi sayangnya, warga pemotor dari berbagai arah, masih saja kepergok melintas menggunakan jembatan gantung tersebut,” kata Kepala Desa Neglasari Yayan Mulyana kepada Jurnal Bogor.

Meskipun pihak desa tidak melarang para motor lewat di jembatan gantungnya sambung Yayan, namun disarankan mulai Kamis (19/10/2023) dan seterusnya, lebih baik menggunakan jalan baru saja yang lebih lebar dan aman.

“Karena melihat kondisi besi link jembatan gantungnya sudah mulai keropos rawan putus, kami dari pemerintah desa akan segera mengupayakan peningkatan program jembatan rawayannya, dan sudah mengajukan bantuan ke Pemkab Kabupaten Bogor, namun apabila nanyi tidak ada dananya, kami akan gunakan Dana Desa sebesar Rp300 juta untuk rehab pembangunanya,” tegasnya. 

Masih kata Kades Yayan, jembatan gantung rawayan yang melintang di atas sungai Cihideung di desanya itu, dibangun tahun 2011 dengan anggaran dibawah Rp200 juta.

“Selain itu, desa juga akan segera membangun jembatan baru di kawasan Kampung Semper RW 06, yang tujuannya agar semua para pemotor tidak lagi menggunakan jembatan gantung lama, karena berbahaya,” katanya.

“Agar diketahui, untuk rencana panjang jembatan baru di kampung Semper nantinya mencapai 42 meter dengan lebar lebar 1,2 meter yang anggarannya akan diambil dari Samisade 2024,” tukasnya.

Soleh, pemotor yang kepergok Jurnal Bogor kedapatan melintas menggunakan jembatan Gantung Kampung Cihideung kecil yang rawan rusak tersebut, mengaku lebih cepat sampai ke rumahnya yang berjarak 150 meter dari jembatan gantung, dibanding harus melalui jalan baru yang jaraknya bisa mencapai 1 kilometer.

** Bayup