26.8 C
Bogor
Sunday, July 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 292

Gebyar HJB ke-542, Ribuan Masyarakat Menari Bersama di Stadion Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ribuan masyarakat Kabupaten Bogor berbaur rayakan puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 melalui kegiatan Gebyar Hari Jadi Bogor, salah satunya kegiatan Jalan Sehat dan menari di Bogor yang berlangsung di Stadion Pakansari Cibinong, pada Sabtu (8/6).

Jalan sehat dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu didampingi Pj. Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Siti Chomzah Asmawa, Pj. Sekda Kabupaten Bogor Suryanto Putra, para Kepala Perangkat Daerah serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.

Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengungkapkan, apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berbaur dalam kegiatan Gebyar HJB ke-542 ini, sesuai dengan tema HJB kali ini babarengan, akur dan makmur atau berbaur. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini bisa menghidupkan kembali semangat gotong royong dan paguyuban antar masyarakat Kabupaten Bogor.

“Hari ini luar biasa, semua guyub dan berbaur. Mari kita bersama-sama menumbuhkan kembali semangat paguyuban, semangat gotong-royong dan kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bogor,” jelas Pj. Bupati Bogor.

Lanjut Asmawa Tosepu, melalui kegiatan ini ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Bogor terlebih menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kabupaten Bogor.

“Di momen Gebyar HJB ini saya minta untuk bersama menjaga ketertiban dan kondusifitas wilayah Kabupaten Bogor. Terima Kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan hari ini baik jajaran pemkab bogor, para donatur, pelaku usaha juga seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Asmawa Tosepu.

Ditempat yang sama, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar mengatakan, terimakasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor atas terselenggaranya Gebyar HJB ke-542.

“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa jadi agenda rutin, lebih meriah lagi semoga Kabupaten Bogor lebih maju lagi,” ungkap Rike.

Rike Iskandar mengaku sangat senang, karena dalam acara puncak Hari Jadi Bogor yang ke-542, KORMI Kabupaten Bogor dilibatkan dengan mengerahkan 1.510 penari dari KORMI Kabupaten Bogor.

“Puncak kegiatan HJB ke-542, sangat luar biasa terlihat antusias warga Kabupaten Bogor berbaur mengikuti acara jalan sehat dan menari bersama di Stadion Pakansari, Cibinong, ” pungkasnya. Aga

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2024, Indocement Serempak Laksanakan Beragam Aksi Hijau

0

Bogor | Jurnal Bogor
Indocement melaksanakan beragam aksi hijau secara serempak di seluruh kompleks pabrik dan terminal semen dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, dengan mengangkat tema “Restore the Land, Conserve the Water”.

Pada acara puncak perayaan dilaksanakan kegiatan clean-up day serta pembuatan 370 lubang biopori dan revitalisasi 649 lubang biopori yang berada di tiga kompleks pabrik Citeureup, Palimanan–Cirebon dan Tarjun, Kalimantan Selatan, terminal-terminal semen serta lingkungan desa mitra Indocement. Di Kompleks Pabrik Citeureup acara pembuatan lubang biopori dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Ir. R. Soebiantoro W., ATD., M.M, Direktur Indocement Antonius Marcos dan Holger Mørch beserta 200 karyawan serta tamu undangan lainnya. Indocement juga melaksanakan beragam aksi hijau lainnya seperti seminar pemanfaatan sampah ramah lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, penanaman pohon, penanaman pohon mangrove, dan pembersihan pantai.

Dalam keterangan persnya, Direktur Indocement Antonius Marcos menyatakan bahwa “Momentum ini dapat meningkatkan kesadaran kita bersama mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Setiap tindakan, bagaimanapun kecilnya, memiliki dampak yang berarti jika dilakukan secara kolektif. Marilah kita bergandengan tangan dalam menjaga bumi ini, untuk kita dan generasi yang akan datang”.

Indocement sebagai perusahaan yang ramah lingkungan memilki target penurunan emisi CO2 Scope 1 menjadi sebesar 490 kg CO2/ton cement equivalent pada tahun 2030. Terobosan hijau terbaru yang Indocement lakukan adalah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ground Mounted di Kompleks Pabrik Tarjun, Kalimantan Selatan yang memiliki kapasitas 19,7 MWp atau 15 MegaWatt (MW). Pengoperasian PLTS diharapkan mampu mendukung tercapainya target emisi Indocement pada 2030. (*) Dedl R

Kementan Gelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, Antisipasi Darurat Pangan

0

JURNAL Inspirasi – Antisipasi terhadap potensi krisis pangan membutuhkan strategi yang komprehensif dan adaptif. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah melalui perluasan lahan tanam menggunakan lahan rawa, pengaplikasian teknik tumpang sisip antara padi dan tanaman perkebunan, serta pompanisasi lahan kering.

Terkait krisis pangan, Presiden RI Joko Widodo memberi 3 (tiga) arahan yakni Pertama, menekankan kepada semua pihak agar ketersediaan air di daerah sentra-sentra produksi pertanian harus terpenuhi. Seperti dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi danau, waduk, embung dan penyimpanan air buatan lainnya.

Kedua, Presiden meminta untuk mengatasi kekeringan dengan melakukan percepatan musim tanan, serta memanfaatkan hujan yang masih ada saat ini dan harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi tetap tanan didukung dengan ketersediaan sarana produksi pertanian serta stimulus ekonomi.

Ketiga, Presiden meminta manajeman pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok dari Bulog dengan tetap memperhitungkan hara beli gabah bagi petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan, sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok maupun yang akan datang adalah pertanian dan SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

“Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor,” ujar Mentan Amran.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” sambungnya.

Dalam hal ini, selain mengupayakan ketersediaan sarana dan prasarana, Kementerian Pertanian juga terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas  SDM pertanian melalui pendayagunaan tenaga ahli serta pelatihan.

Langkah inilah yang selanjutnya diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan tema “Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional” yang digelar oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Kepala. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  , Dedi Nursyamsi saat membuka pelatihan ini mengatakan, kondisi pangan global saat ini tidak biasa-biasa aja. Sekitar 900 juta penduduk dunia dari 60 negara mengalami krisis pangan.

“Di Indonesia, tahun 2022 produksi pangan kita masih di angka 31,5 jutan ton beras, namun berdasarkan hasil survei BPS, di tahun 2023 produksi pangan kita turun signifikan 30,2 juta ton beras. Komsumsi beras dalam negeri setiap bulannya 2,6 juta ton, sehingga dalam setahun konsumsi beras di Indonesia sebesar 31,2 juta ton beras.

Kebutuhan beras kita setiap tahun semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Penduduk di Indonesia sekitar 4% (400 ribu orang) bertambah setiap tahun,” kata Dedi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, Rabu (5/6).

Ia melanjutkan, saat ini Indonesia masih defisit 1 juta ton beras, cadangan beras pemerintah (CBP) 2,5 juta ton, sehingga kurang lebih 3,5 juta ton beras diperlukan setiap tahun. Itu setara dengan 7 juta ton gabah kering giling (GKG).

Penyebab krisis pangan antara lain dampak dari covid-19, climate change, perang Rusia dan Ukraina. Maka dari itu para Eksportir beras di dunia seperti India, Vietnam dan Myanmar tidak menjual berasnya karena khawatir krisis pangan akan terus berlanjut.

“Krisis multi dimensi dari krisis pangan akan berlanjut ke krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi, kemudian menjadi krisis sosial dan akan berlanjut terjadi krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Sehingga ketahan nasional harus dimulai dengan ketahanan pangan.

Oleh karena itu, sambung Dedi, mau tidak mau, suka tidak suka Indonesia harus memenuhi kebutuhan beras sendiri alias swasembada. Caranya, pertama, meningkatkan produksi beras dengan peningkatan produktivitas.

“Kita tingkatkan produktivitas dengan meningkatkan luas tanam, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP)di lahan rawa dan lahan tadah hujan agar produksi beras kembali melimpah,” sambung Dedi.

Kedua, meningkatkan areal tanam. Peningkatan areal tanam ini dinilai lebih cepat dan mudah dibandingkan peningkatan produktivitas.

“Kita harus meningkatkan areal tanam. Kalau kita tingkatkan areal tanam berarti kita tingkatkan areal panen, kalau kita tingkatkan areal panen berarti kita tingkatkan produktivitas padi dan gabah kita,” ujar Dedi.

Menurutnya, sudah lebih dari 10 tahun produktivitas padi nasional hanya di angka 5,2 ton per hektare. Sehingga, Kementan saat ini terus menggerakkan perluasan areal tanam melalui peningkatan IP.

“Ketiga, optimasi lahan rawa, ada sekitar 1 juta ha lahan rawa yang bisa dioptimasikan di seluruh Indonesia”.tambahnya.

Menurut Dedi, tanam padi itu bukan tanam di air, tetapi digenangi dengan tujuan untuk mendapatkan struktur tanah lumpur, sehingga padi mudah untuk tumbuh.

“Keempat, lahan tadah hujan kita 3-4 juta hektare baru tanam satu kali dalam satu tahun karena apa, irigasinya hanya mengandalkan hujan, maka dilakukan pompanisasi di lahan tadah hujan” sambungnya.

Kelima, sistem tumpang sisip padi gogo di lahan-lahan perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit, yang mulanya IP 0 akan menjadi IP 1. Selain itu terobosan Menteri Pertanian yaitu meningkatkan subsidi pupuk dari 4,7 juta ton pupuk menjadi 9,55 juta ton.

Menurut Dedi, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang.

“Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai pengolahan. Pada setiap proses ini, upaya peningkatan kapasitas SDM juga terus dilakukan,” kata dia.

Kegiatan PSPP digelar selama tiga hari, mulai tanggal 5-7 Juni 2024 secara luring di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dan daring serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/ Kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor Koramil di seluruh Indonesia.

Peserta pelatihan sebanyak 1.800.000 orang yang terdiri dari 24.607 penyuluh pertanian PNS, 12.480 penyuluh pertanian PPPK, 1.385 penyuluh pertanian THL Pusat, 8.775 penyuluh pertanian THL Daerah, 72.875, dan 1.679.878 petani.

(BPPSDMP/BBPMKP)

Puluhan Kendaraan Terjaring Pemeriksaan Bukan Patuh Pajak

0

Jurnal Bogor – Untuk mengejar potensi pemasukan negara dari pajak kendaraan. Dinas Perhubungan provinsi jawa barat dan Dispenda Kabupaten Bogor selama 1 bulan ke depan menggencarkan penarikan pajak bergerak di jalan strategis, seperti yang di lakukan di simpang Gadog, Kabupaten Bogor.

Kegiatan gabungan Dispenda , Sub Denpom, Polres Bogor dan Jasaraharja di tujukan bagi pemilik kendaraan roda 2 dan 4 serta angkutan umum dan niaga yang belum atau terlewat membayar pajak kendaraannya.

KBO lantas Polres Bogor Iptu Adrian Novianto mengatakan, kegiatan yang di lakukan bukan razia melainkan program gabungan pemerintah dalam bulan patuh pajak.

“Ada 20 kendaraan yang terjaring dalam pemeriksaan patuh pajak yang berlangsung, Kamis (6/6/24) pagi hingga siang hari tadi,” ungkapnya.

Lanjut dia, apabila ada kendaraan yang di ketahui belum memperpanjang pajak kendaraan, maka akan di periksa oleh petugas pajak untuk membayar pajak.

“Maka, jika tidak ada uang untuk segera melunasi pajak kendaraannya pemilik kendaraan membuat surat pernyataan kesanggupan membayar,” jelasnya.

Untuk pembayaran pajak kendaraan juga dapat di lakukan di tempat atau secara tranbsfer melalui aplikasi SAMSAT yang dapat di unduh pemilik kendaraan bermotor.

Yudi

Stand Bazar di Kecamatan Ciawi, Meriahkan Hari Jadi Bogor ke 542

0

Jurnal Bogor – Peringatan Hari Jadi Bogor ke-542 tahun 2024 ini dengan tema Babarengan, Akur dan Makmur disambut dengan kemeriahan di berbagai penjuru Kabupaten Bogor.

Salah satu acara yang menarik perhatian adalah dengan menggelar stand bazar UMKM dihalaman Kantor Kecamatan Ciawi, warga masyarakat cukup antusias mendatangi peringatan HJB yang digelar di area ini

Menurut Sekcam Ciawi H. Deni mengatakan, tagline Babarengan, Akur dan Makmur dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke 542 menjadi momentum baik bagi seluruh warga masyarakat di Kabupaten Bogor.

“Nah, hari ini jadi momentum baik, kami ingin melibatkan semua masyarakat termasuk stakeholder yang ada didalamnya. Kami berupaya bagaimana guyubnya Muspika Ciawi dengan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Acara tersebut pihaknya bekerjasama dengan unsur dan stakeholder termasuk Forum UMKM Kecamatan Ciawi, dimana diarea lokasi kegiatan menyediakan stand atau bazzar UMKM.

“Selain itu, kata Camat, acara diisi dengan berbagai kegiatan yang pagelaran bernafaskan adat kesundaan sebagai ciri khas Bogor,” ucapnya.

Menurutnya, potensi dan peningkatan kapasitas para pelaku UMKM diwilayah Kecamatan Ciawi, sejauh ini bersinergi bersama-sama dalam upaya mewujudkan Ciawi tersenyum.

“Tinggal bagaimana para pelaku UMKM menyediakan produk yang bisa berdaya saing dengan pengusaha luar agar kita punya branding yang representatif,” sambungnya.

Sementara itu, Kordes UMKM Desa Jambuluwuk Maryati menyebut, bahwa Forum UMKM Kecamatan Ciawi, sejauh ini bisa bersinergi dan terlihat cukup solid antara pengurus juga dengan masing-masing Kordes.

“Selamat Hari Jadi Bogor ke 542. Mudah-mudahan UMKM Kecamatan Ciawi bisa naik kelas ketingkat yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Yudi

Solah Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Ketua RW 07 Desa Kota Batu

0

Jurnal Bogor – Pemilihan Ketua Rukun Warga tahun 2024 di RW 07, Jalan H. Mansyur, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, akan mengadakan pemilihan pada 8 Juni 2024 mendatang.

Salah satu calonnya, yakni Muhammad Solah yang pernah menjabat sebelumnya, dan kembali mencalonkan diri di pemilihan tersebut.

Lelaki Kelahiran 1979 ini, berharap memimpin kembali menjadi Ketua Rukun Warga dan meneruskan kembali kesuksesan pembangunan-pembangunan yang di realisasikan oleh desa di Kampungnya itu.

“Saya haturkan terimakasih kepada Warga RW 07 yang selalu mendukung program-program pemerintah yang ada di Kampung Kita tercinta ini khusunya di Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas,” ujar Solah sapaan akrabnya,” Kamis (6/6/2024).

Dalam Kesehariannya yang sederhana, Solah juga mempunyai sifat sosial yang tinggi Slsebagai Ketua RW di kampungnya. Dirinya juga aktif di salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas), yakni Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP).

“Ya, benar saya juga aktif dalam kesosialan di ruang lingkup masyarakat atau di Ormas yang saya naungi itu,” katanya.

Sementara itu, dalam Kontestasi oemilihan rukun warga yang akan di selenggarakan pada 08 Juni 2024, ada 3 calon, yakni dengan no urut 1, M. Noh Sobari, no urut 2 Muhamad Solah dan no urut 3, R. Ade Sanusi.

“Bersyukur pemilihan Ketua RW 07 sekarang ada 3 calon, dan saya mendapat no urut 2. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Warga RW 07 yang telah berperan aktif mendukung dan mensuport para panitia demi sukses dan lancarnya di pemilihan nanti,” ungkap Solah.

Yudi

Pembobol Rumah Kosong di Laladon Ciomas, Dalam Pengejaran Polisi

0

Jurnal Bogor – Terjadi pencurian dan pemberatan rumah kosong di Kampung Sawah Baru Raya, Desa Laladon Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor sekitar pukul 14.00 WIB, pada Rabu siang (5/6/24).

Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudi, mengatakan, rumah dalam keadaan kosong ditinggal pergi oleh korban ke cibinong pada pukul 09.00, dan kembali ke rumah pukul 14.00 WIB.

Saat korban EC, pulang ke rumah melihat pintu rumah dalam keadaan terbuka, lalu korban mengecek keadaan isi rumahnya, alhasil rumah kondisi berantakan.

“Adapun barang yang hilang, 1 unit laptop, televisi, dan satu unit sepeda motor matic. Korban mengalami kerugian mencapai Rp 20 juta,” ungkap Kompol Iwan Wahyudi, Kamis (6/6/2024).

Anggota Polsek Ciomas bersama team INAFIS Polres Bogor mendatangi rumah korban guna mengecek dan mencari barang bukti serta meminta keterangan saksi-saksi.

Dihimbau kepada warga agar memastikan pintu rumah dan gerbang terkunci atau tergembok, dan kalau bisa memasang CCTV untuk membantu dan memberikan petunjuk.

“Saat ini pihaknya, melakukan penyelidikan dan melakukan pengajaran terhadap pelaku,” tandasnya.

Yudi

Program Ketahanan Pangan Unggulan di Desa Gadog, Beternak Kambing

0

Jurnal Bogor – Di tambahnya masa jabatan kepala desa 2 tahun menyesuaikan revisi UU Desa 6 tahun 2014 menjadi UU nomor 3 tahun 2024 di sambut gembira oleh para kepala desa se-Kabupaten Bogor.

Bertambahnya masa jabatan itupun memiliki ekses terhadap program pemerintah desa seperti di desa Gadog Kecamatan Megamendung Bogor, yakni program ketahanan pangan.

Di Desa gadog Kecamatan megamendung Bogor Masing masing RW memiliki program ketahanan pangan berbeda beda. Salah satu program yang paling banyak adalah beternak domba.

Seperti di RW 4 Desa Gadog Dari 48 ekor kambing yang di budidayakan kini sukses menjadi 72 ekor dan siap di panen jelang Idul Adha 1445 lebih kelompok ternak binaannya tersebut dan berjanji akan melanjutkan program serupa dengan skala yang lebih besar lagi

Program ketahanan pangan di desa itupun telah di evaluasi oleh pendamping Desa, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Pendamping Desa Kecamatan Megamendung Sopuriah mengatakan, di pastikan akan di lanjutkan dan di perluas yang semula 18 kelompok akan di tambah menjadi 20 kelompok dengan rumpun peternakan. “Termasuk penambahan modal untuk kegiatan yang di usulkan dari kelompok yang di bentuk,” ungkapnya, Kamis (6/6/2025).

“Adapun sumber pendanaan dalam program ketahanan pangan di Desa Gadog Megamendung telah di tentukan pemerintah pusat sebesar 20% dari Dana Desa kurang lebih 200 juta rupiah yang di bagi kepada 18 kelompok tani di wilayah desa tersebut,” pungkasnya.

Yudi

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Latih Jutaan Petani Penyuluh dan Babinsa

0

JURNAL Inspirasi – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) melatih jutaan petani dan penyuluh untuk mengantisipasi darurat pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, prioritas pemerintah saat ini adalah menggenjot produksi padi dan jagung untuk mencegah krisis pangan di Indonesia.

“Kalau krisis energi mungkin kita masih bisa bergerak, tapi kalau krisis pangan, seluruh aktivitas terhenti, bahkan negara pun tidak ada tanpa pangan. Sehingga, ini menjadi prioritas pemerintah saat ini,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  Dedi Nursyamsi mengatakan, Sejak tahun lalu dampak covid 19, geopolitical tension khususnya perang rusia-ukraina, dan climate change (perubahan iklim) sangat terasa khususnya dalam hal pangan. Situasi dunia dalam kondisi tidak menentu dengan sekitar 60 negara mengalami krisis pangan dan 900 juta penduduk dunia terdampak krisis pangan.

“Dari berbagai masalah ini berdampak produksi pangan global terganggu. Di Indonesia, sejak Februari tahun lalu hingga Maret tahun kita mengalami fenomena alam yang disebut El Nino, kemarau yang berkepanjangan. Solusi mengatasi krisis pangan kita harus Swasembada,” ujar Dedi saat membuka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Volume 10 Tahun 2024, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, Rabu (5/6/24).

Dedi mengatakan, beras adalah kebutuhan pokok Indonesia. Per bulannya, kebutuhan beras dalam negeri tidak kurang dari 2,6 juta ton atau setara 1 juta hektare luas panen dengan produktivitas 5,2 ton per hektare.

Dedi menjelaskan, konsumsi beras dalam negeri setiap bulannya tidak kurang dari 2,6  juta ton atau setara 1 juta hektare luas panen dengan produktivitas 5,2 ton per hektare. Sementara Indonesia hanya mampu menghasilkan beras 30,2 juta ton per tahun.

“Artinya kita masih defisit 1 juta beras. Belum lagi cadangan beras pemerintah (CBP) 2,5 juta ton, berarti dijumlah kurang lebih 3,5 juta ton beras setiap tahun. Itu setara dengan 7 juta ton gabah kering giling (GKG),” jelas Dedi.

Berdasarkan data yang ada, pada Maret 2024, petani baru bisa menanam seluas 800.000 hektare atau dengan kata lain terjadi kekurangan tanam seluas 300.000 hektare, yang akibatnya akan defisit beras.

“Oleh karena itu, kita harus melakukan perluasan tanam dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) kita di lahan rawa dan lahan tadah hujan agar produksi beras kembali melimpah,” ujar Dedi.

Kementan saat ini tengah fokus menggenjot produksi dua komoditas pokok, yaitu padi dan jagung nasional melalui  optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.

Dedi mengatakan, optimalisasi rawa sedang dilakukan di 11 provinsi dengan target meningkatkan IP 100 menjadi 200 untuk daerah yang sudah dilakukan survei investigasi dan desain (SID).

“Lahan rawa kita umumnya cuman tanam satu kali dalam satu tahun. Lahan Rawa kalau kita tingkatkan IP dari satu kali menjadi dua dalam satu tahun berarti kita harus optimasi lahannya. Kita harus perbaiki salurannya dan sebagainya,” sambung dia.

Kementan juga menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan ber-IP satu yang dekat dengan sumber air. Program ini akan dilakukan 500 hektare di Pulau Jawa dan 500 hektae di luar Pulau Jawa.

“Kita punya lahan tadah hujan 3-4 juta hektare, yang baru tanam satu kali dalam satu tahun karena apa irigasinya hanya mengandalkan hujan. Kalau ini kita tingkatkan IP-nya jadi dua kali, produksi kita juga akan meningkat,” ujar dia.

Selanjutnya, kata Dedi, Kementan juga menggalakkan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan sawit dan kelapa yang sedang mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

“Kita ada lahan sawit dan kakao sekitar  500.000 hektare untuk program tumpang sisip padi gogo. Sehingga yang tadinya tidak bisa tanam menjadi tanam,” kata Dedi.

Dengan latar belakang ini maka BPPSDMP akan menyelenggarakan PSPP Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan tema “Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional”.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi.

PSPP ini dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 5 – 7 Juni 2024 secara luring di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dan daring serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor Koramil di seluruh Indonesia.

Peserta pelatihan yang mengikuti sebanyak 1.902.354 dari target sebanyak 1.800.000 orang yang terdiri dari Petani sejumlah 1.823.948 orang, Penyuluh PNS sejumlah 12.008 orang, Penyuluh PPPK sejumlah 7.690 orang, Penyuluh THL Pusat sejumlah 474 orang, Penyuluh THL Daerah sejumlah 3.184 orang, BABINSA sejumlah 48.347 orang dan Insan Pertanian lainnya sejumlah 6.703 orang.

(BPPSDMP/BBPMKP)

Minim SMA/SMK Negeri di Ciomas, Camat Ciomas Bilang Begini

0

Jurnal Bogor – Minimnya sekolah SMA/SMK Negeri menjadi kendala para orang tua peserta didik di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Khususnya pada musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024/2025.

Seluruh unsur Kecamatan Ciomas pun menggelar rapat terbatas untuk membahas persoalan tersebut.

Camat Ciomas, Tirta Junarta mengatakan, jumlah SMA/SMK Negeri di wilayahnya tidak sebanding dengan jumlah siswa lulusan SMP.

“Maka dari itu, hasil rapat tersebut yakni adanya usulan pembangunan SMA Negeri 2 Ciomas, kami berharap itu terwujud,” ungkapnya, Rabu (5/6/2024).

Adapun lahan yang dibutuhkan, dia menyebut ada sejumlah alternatif-alternatif lahan fasos fasum yang berada di Desa Sukaharja atau di Desa Sukamakmur.

Namun demikian, lahan di wilayah tersebut masih berdekatan dengan SMAN 1 Ciomas.

“Memang yang paling ideal itudi daerah Desa Parakan, Mekarjaya, atau Kota Batu di wilayah timur,” kata Tirta.

Kata dia, kebutuhan pembangunan SMA/SMK Negeri baru cukup mendesak di Kecamatan Ciomas. Belajar dari PPDB tahun lalu, SMAN 1 Ciomas hanya mampu menampung sebanyak 360 siswa.

Sementara yang mendaftar mencapai sebanyak 1026 siswa. Alhasil, dengan daya tampung yang minim, banyak dari siswa lainnya yang memilih ke SMA swasta.

“Artinya banyak siswa yang lulusan SMP tidak tertampung di SMK/SMA negeri,” ungkapnya.

Yudi