34.1 C
Bogor
Saturday, July 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 276

Makna Hari Ahad Diganti Minggu: Pertarungan Budaya

0

JURNAL Inspirasi – Adanya pergantian nama hari Ahad ke Minggu didalam kalender nasional, yang viral di medsos cerita latar belakang sejarahnya kita paham sekarang, inilah salah satu fakta sejarah, bahwa ada pertarungan sistem budaya Arab/ Melayu-Islam (Nusantara) versus (vs) budaya Eropa/Portugis-Kristen. Islam Nusantara terjajah, sedang Kristen Eropa menjajah.

Hingga kini hegomoni budaya Barat-Eropa terus menggeroti budaya Melayu Islam di Indonesia, yang tersebar di daerah-daerah, tanpa sadar dan seolah-olah bukan masalah.

Realitanya warisan (herritages) Kerajaan-kerajaan Melayu Islam, yang tersebar di seluruh wilayah NKRI, berupa peninggalan bangunan dan pekarangan taman istana kerajaan dan benda-benda peninggalan (artefak) tidaklah terawat, rusak, runtuh dan akhirnya punah ditelan bumi.

Saya sudah mengamati faktanya di lapangan, kehancuran budaya Islam Melayu ini seperti yang saya tinjau, seperti istana Maimun di Medan Sumut, istana melayu Islam Pontianak Kalbar, istana kerajaan Islam di Ternate Maluku Utara, kerajaan Buton  Sultra, kerjaan Islam Pasai-Aceh, juga kerajaan Bima NTB, dll, tidaklah terawat, kayu-kayu bangunannya sudah lapuk, dan akhirnya roboh.

Hal ini akibat kelengahan dan ketidakpedulian (careless) dari para politisi muslim yang duduk di DPRD di daerah, mereka kurang bahkan tidak paham dengan pertarungan dan konflik budaya Islam vs nonIslam, terutama adanya agresivitas kristenisasi di Indonesia berjalan sejak lama di banyak sektor seperti perpolitikan, pertahanan-keamanan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri dll.

Akibat negatifnya dari pertarungan budaya berbasis agama ini memunculkan kebijakan dan regulasi (public policy) yang diskrimatif, yang memarginalkan ummat Islam dengan mengikis secara pelan dan pasti simbol-simbol bahasa Arab, termasuk istilah kalender Ahad diganti Minggu sebagaimana isi vedeo yang viral tersebut.

Sebenarnya sudah banyak yang berubah dan diubah secara sistematis simbol-simbol budaya Islam Nusantara oleh birokrasi Pemerintahan yang sekular, ateis dan fobia atau anti Islam, antara lain tampak berupa politik anggaran untuk membangun dan atau merenovasi bangunan istana Melayu Islam- Nusantara baik di pusat maupun di daerah, tidak mendapat tempat, ada ketidakberpihakan (don’t affirmatif policy).

Konyolnya para politisi Muslim berasal dari Parpol Islam atau partai yang berbasis umat Islam Indonesia seperti PKS, PPP, PKB, PAN dll kurang bahkan tidak paham dan tak mengerti apa dan bagaimana memperjuangkan aspirasi ummat Islam guna menjaga marwah dan melestarikan simbol-simbol budaya Melayu Islam se Nusantara. 

Salah satu caranya adalah adanya atau proaktif gerakan syiar dakwah Islam dan gelontorkan dana APBD untuk merenovasi bangunan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam Melayu, yang doeloe megah dan berjasa dalam menyatukan berbagai etnis bangsa Nusantara membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kini bangunan kerajaan Melayu Islsm Nusantara banyak yang ditelantarkan dan terbengkalai, rusak, akhirnya roboh dan runtuh.

Padahal finalisasi perjuangan terbentuknya NKRI itu adalah mahakarya Pahnas Dr.Muhammad Natsir, Ketum Parpol Islam Masyumi yang menjadi Perdana Menteri RI, dengan mosi integral Natsir untuk kembali bersatu dalam wadah Indonesia Raya. 

Akan tetapi sayang, para politisi Islam di parlemen baik di pusat Senayan dan di daerah banyak lupa dan melupakan sejarah jasa para tokoh pahlawan Islam mengapa, apa dan bagaimana mereka berjuang membangun kebudayaan dan peradaban Islam di tanah air Indonesia, yang nampaknya kini lengah dan mengabaikan.

Mereka banyak disibukan dengan gaya hidup mewah (hedonist) dan tak punya arah yang jelas (disorientasi) yang kemudian mereka abai dan hilang marwahnya (dignity) untuk membela kepentingan ummat Islam dengan berbagai program pembangunan dakwah Islamiyah, yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Biaya Daerah (APBD) dan negara (APBN).

Contoh kasus sebut saja Kota Bogor, dimana satu dasa warsa terakhir, Pemkot Bogor mempromosikan besar-besaran budaya Tiongkok-China (Klenteng-ibadah tapekong) dengan ajang acara ritual dan festival Cap Go Meh (CGM), yang semarak dan dibalut atau dibungkus mengatas-namakan budaya Nusantara.

Ini sangat jelas dan tegas menyimpang pemaknaannya, bahwa CGM bukan budaya Nusantara. CGM adalah budaya berasal dari dataran China-negeri Tiongkok sana.

Dengan perayaan CGM, mereka nampaknya ingin “menyalip dan menyingkirkan”, memarginalkan budaya Arab-Empang Bogor. Faktanya Kawasan Empang kurang mendapat perhatian pembangunan sarana-prasarananya, sehingga daerah ini dibiarkan  “kumuh” (slum area). Hal ini sangat berbeda jauh dengan perlakuan program pembangunan lingkungan Kawasan Pecinaan Jln Surya Kencana (Surken) Kota Bogor, dimana dijadikan pusat-tempat vestifal CGM diselenggarakan setiap tahun, dalam rangka merayakan Tahun Baru Cina (Imlek).

Pembangunan dan penataan sarana-prasarana publiknya di kawasan Surken Bogor didukung dana yang besar dari bantuan anggaran APBD Kota Bogor, APBD Jabar, dan bahkan APBN.

Berdasarkan gejala sosial yang diskrimatif public policy, saya pun bertanya kepada para politisi muslim yang manggung di DPRD Kota Bogor seperti PKS, PPP, PKB dan PAN, kemana saja mereka? Apa yang mereka perbuat untuk umat Islam Bogor sebagai soko guru bangsa Indonesia yang ikut serta membangun NKRI.

Oleh karena itu, adanya inisiatif untuk mengembalikan Bogor Dayeuh Ulama, sudah seharusnya kita dukung bersama.

Memang benar, Bogor dalam fakta sejarah dibangun dan dibesarkan atas jasa-jasa dan karya para ulama Bogor, sebut saja diantaranya KH Falaq Pagentongan, KH Abdullah bin Nuh, KH.Soleh Iskandar,  dll.

Mari kita marakkan Kota Bogor setiap tahun Hijriah, tahun baru Islam dengan berbagai acara budaya Nusantara Islam seperti festival Muharam  Istiqlal, talk show, pameran buku-buku Islam yang dulu sempat ada digelar di Masjid Raya Bogor, kini hilang, istikhosyah, dll.

Singkat kata “Kembalikan Bogor sebagai Dayeuh Ulama”, untuk menghindar atau mencegahkan umat Islam, terutama keturunan kita: anak, cucu dan cicit kita dari kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan dan kekafiran. Kejadian yang menggerus kebudayaan dan peradaban Islam seperti perubahan nama hari Ahad ke Minggu didalam kalender nasional tidak terulang kembali di tanah air NKRI yang kita cintai ini.

Sekian dan terima kasih, semoga narasi singkat ini, hendaknya bisa memunculkan dan membangkitkan kesadaran baru untuk mempertahan marwah umat Islam Indonesia demi melestarikan jiwa dan semangat kebangsaan dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si (Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Wasek Wankar ICMI Pusat, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Orang tak Dikenal Lempari Telur ke Rumah Legislator NasDem

0

jurnalinspirasi.co.id – Rumah pribadi Anggota DPRD Kota Bogor asal Partai NasDem, Devie P Sultani di Jalan Haur Jaya II Nomor 19 RT 02 RW 07, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, mendapat teror dari orang tak dikenal pada Kamis (15/8/2024) sekira pukul 14.50 WIB.

Teror tersebut berupaya pelemparan sejumlah telur busuk yang dilakukan oleh empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor secara berboncengan.

Kepada wartawan, Devie mengatakan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar, yang langsung melaporkannya kepada security komplek.

“Ada empat orang berboncengan dengan dua motor. Mereka menutupi wajahnya menggunakan sarung dan memakai topeng, sudah seperti ninja,” ujar Devie kepada wartawan.

Ketika berupaya dikejar oleh security, kata Devie, para pelaku langsung tancap gas keluar komplek perumahan.

“Nggak kekejar oleh security. Saat kejadian, di rumah hanya ada asisten rumah tangga saja,” ucapnya.

Sementara Devie sendiri saat kejadian tengah menjalani sidang gugatan sengketa Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dapil Bogor Barat.

Devie menegaskan bahwa pihaknya akan melaporkan peristiwa itu ke Polresta Bogor Kota.

“Saya mengutuk teror yang dilakukan oleh siapapun, dimana peristiwa terjadi di tengah persidangan MK,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengatakan bahwa penyerangan dilakukan saat sidang sengketa di MK.

“Kejadian ini seperti ingin merusak iklim demokrasi, sebab terjadi saat sidang MK,” kata Benninu

Atas dasar itu, ia mendesak polisi segera mengusut tuntas dan menemukan pelakunya.

“Saya memohon polisi untuk mengusut tuntas. Jangan sampai Garda Pemuda NasDem dan Pemuda Pancasila yang akan mencarinya,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Hadiri Kegiatan PPDI Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto: NPCI dan S0Ina jadi Masa Depan Para Atlet Istimewa

0

Jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada atlet-atlet disabilitas atau istimewa yang ada di bawah binaan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dan Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor.

NPCI dan SOIna adalah dua organisasi olahraga yang sangat istimewa dan akan menjadi masa depan talenta atlet-atlet istimewa yang ada di Kabupaten Bogor.

“NPCI sudah bediri sejak lama di Kabupaten Bogor. Saat ini Alhamdulilah sudah ada SOina yang juga akan menjadi masa depan para atlet-atlet istimewa yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto saat menghadiri rangkaian acara semarak Kemerdekaan yang dilakukan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor di UPT Balai Kesejahateraan Sosial (BKS) Kabupaten Bogor di kawasan Citeureup, Kamis (15/8/24).

Rudy Susmanto mengaku kedatangannya ke BKS ini adalah menghadiri undangan dari Ketua PPDI Kabupaten Bogor, H. Erfandi.

Wasekjen DPP Partai Gerindra ini sangat terharu dan bangga dengan sinerginya antara PPDI, NPCI dan SOina dalam memperjuangkan talenta atlet atlet istimewa dan masyarakat disabilitas yang ada di Kabupaten Bogor.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Erfandi, Pak Misbah dan Pak Ahmad Azwari yang selalu kompak dan bersinergi dengan Pemkab Bogor dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat disabilitas yang ada di Bumi Tegar Beriman,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Susmanto juga berjanji agar secepatnya Kabupaten Bogor bisa memiliki Wisma Istimewa untuk para atlet istimewa yang selama ini berada dalam pusat pembinaan olahraga di NPCI dan SOIna.

“Insya Allah secepatnya atau pada tahun 2025 mendatang Wisma Istimewa atau Wisma Disabilitas harus segera dibangun. Karena saat ini para atlet istimewa yang masuk program SOD NPCI Kabupaten Bogor masih menempati Mess PUSDAI yang dikelola oleh BPIC Kabupaten Bogor,” paparnya.

Menurutnya, sangat penting Pemkab Bogor memiliki Wisma Istimewa atau Disabilitas.

“Pasalnya NPCI dan SOIna Kabupaten Bogor memang sangat membutuhkan Wisma Istimewa buat para atlet Istimewa yang kedepannya akan membela dan mengharumkan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Bogor, H. Erfandi mengatakan sangat terharu dengan kepedulian Ketua DPRD Kabupaten Bogor kepada masyarakat dan atlet disabilitas yang ada di Kabupaten Bogor. 

**Aga

Pelantikan Ditunda, Legislator Terpilih Merasa Dirugikan

0

jurnalinspirasi.co.id – Pelantikan Anggota DPRD Terpilih di Kota Bogor dijadwalkan pada Selasa pekan depan (20/8/2024). Namun pelantikan tersebut terancam mundur dikarenakan belum adanya kepastian dari Mahkamah Konstitusi RI terkait dengan gugatan yang dilayangkan caleg Partai Golkar.

Hal ini sangat disayangkan padahal akhir masa jabatan dari Anggota DPRD Kota Bogor terhitung pada tanggal 20 Agustus 2024 mendatang.

Legislator terpilih, Tri Riyanto Andhika Putra, merasa dirugikan dengan mundurnya tanggal pelantikan ini karena aspirasi masyarakat yang seharusnya dapat segera diperjuangkan harus tertunda akibat gugatan tersebut diatas.

“Dengan diundurnya pelantikan ini akhirnya berdampak kepada anggota legislatif lain yang harusnya sudah dapat bekerja per tanggal 20 agustus mendatang. Padahal sudah banyak aspirasi masyarakat yang seharusnya dapat dilaksanakan di akhir Agustus ini,” katanya.

Menurut dia, gugatan yang dilayangkan oleh penggugat kepada KPU juga dinilai tidak berdasar dan realistis, sebab segala upaya sudah dilaksanakan pada gugatan MK sebelumnya.

“Padahal sudah diadakan penyandingan dan proses buka kotak sudah dilakukan, lalu penggugat mau mengupayakan apalagi? Jika tuntutan yang dilayangkan tidak dapat dibuktikan diproses penyandingan kemarin, saya rasa dapat kita katakan gugatan ini tidak berdasar dan realistis,” tegasnya.

Ketua KPU Kota Bogor, M Habibi Zaenal Arifin mengatakan bahwa pihaknya hingga kini masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk kemudian ditindaklanjuti KPU RI pada 19 Agustus mendatang.

“Dalam Undang Undang (UU) MD3 disebut bahwa masa jabatan anggota DPRD sampai adanya pelantikan. Di Cirebon AMJ-nya sampai 3 Agustus, di Cianjur sampai 8 Agustus,” ucapnya.

Atas dasar itu, sambung dia, pusat tengah mengupayakan agar pada 19 Agustus 2024 semua permasalahan di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai semua. NU

Sekretaris DPRD Kota Bogor, Boris Derurasman, mengaku tidak bisa memastikan kapan anggota dewan terpilih dapat dilantik. Sebab masih menunggu penetapan KPU RI.

“Karena ada gugatan di MK, otomatis masih menunggu putu- sannya. Jadi belum bisa dipastikan,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Kementan Ajak Pejabat Publik Implementasikan Prinsip Penyelenggaraan Pelayanan Publik

0

JURNAL Inspirasi –  Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) untuk mengimplementasikan setidaknya tiga prinsip penyelenggaraan pelayanan publik yang baik. Yaitu transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas.

Penyelenggaraan pelayanan publik tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memastikan akses yang adil serta berkualitas terhadap berbagai layanan.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap siapa saja yang mau membantu pemerintah dalam meningkatkan produktivitas.

“Dan kami katakan, kalau ada pegawai kami yang main-main, tolong dilaporkan secara tertutup. Pasti kami tindak tegas. Kemudian kalau bertamu, kita siapkan ruang pelayanan. Tidak boleh sendirian, minimal tiga orang”, tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menegaskan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) yang kelak diharapkan akan menjadi Centre of Excellence menuju Corporate University (CorpU) dapat menghasilkan pemimpin yang profesional dalam melaksanakan pelayanan publik yang berkualitas.

Selanjutnya dalam dalam kesempatan menutup PKA Angkatan VIII tahun 2024, Rabu (14/08) Kepala BBPMKP Sukim Supandi menguraikan tiga prinsip penyelenggaraan negara yang baik untuk membangun kepercayaan publik dan memberikan pelayanan yang optimal.

“Akuntabilitas, yaitu bertanggungjawab atas pelaksanaan pelayanan dan memberi pertanggungjawaban kepada masyarakat dan pemerintah”, jelas Sukim Supandi di depan peserta pelatihan.

Sukim Supandi melanjutkan, prinsip berikutnya yaitu Transparansi, dimana semua proses dan prosedur pelayanan harus dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menerima dan memahami layanan yang mereka terima, serta Inklusivitas, yaitu layanan yang diberikan harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi”, jelas Sukim Supandi.

Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut lembaga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publiknya dan memastikan bahwa layanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

Untuk diketahui, PKA merupakan pelatihan yang bertujuan mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator. Kompetensi yang dikembangkan merupakan kompetensi kepemimpinan manajemen kinerja untuk menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan administrator.

Sebagai pejabat administrator, para peserta memiliki tanggungjawab dalam memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.

PKA Angkatan VIII Kementerian Pertanian berlangsung secara hybrid dari tanggal 13 Maret hingga 14 Agustus 2024 di BBPMKP. Diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari tujuh Eselon I lingkup Kementerian Pertanian.

(yev/bbpmkp-rls)

Cinta Quran Foundation Berikan Bantuan Korban Tertimpa Bangunan Mushola

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Cinta Quran Foundation melalui Program Zakat 100 persen, memberikan bantuan kepada Bapak Bahrudin (78) korban yang tertimpa bangunan mushola di Kampung Ciapus RT 03/04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas.

Akibat insiden tersebut, Bahrudin (78) mengalami luka pada bagian kepala setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Kejadian pada pukul 16.30 WIB pada Rabu 31 Juli 2024 lalu. Korban selepas sholat ashar mau ke kamar mandi, tiba-tiba bangunan mushola roboh dan menimpa korban.

Bahrudin sudah menjalani operasi pada bagian kepala di RSUD Kota Bogor.

Bohari menantu Bahrudin mengatakan, atas nama keluarga mengucapkan terima kepada Cinta Quran Foundation yang telah memberikan bantuan untuk bapak yang sakit.

“Alhamdulillah kami terima bantuan ini dengan lapang dada. Semoga kedepan Cinta Quran semakin jaya, dan sukses selalu,” ungkap Bohari kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/8/24)

Sementara relawan Cinta Quran Foundation, Yudi Surahman menyampaikan, mudah -mudahan bantuan ini bermanfaat dan dipergunakan dengan baik.

“Saya perwakilan dari Lembaga Cinta Quran ikut prihatin atas musibah ini, mudah-mudahan beliau yang sedang sakit segera pulih kembal,” ujarnya.

Lembaga Cinta Quran foundation yang bergerak bergerak dibidang dakwah islam, dan sosial, bahkan membantu saudara kita yang ada Palestina untuk bantuan kemanusian

“Kami punya program zakat 100 persen, yaitu program zakat titipan dari donatur yang tidak dipotong biaya apapun. Kita salurkan kepada yang berhak,” jelasnya.

Zakat yang kita berikan sebesar Rp. 3 juta, dan diterima langsung oleh pihak keluarga Bahrudin.

Yudi

Dukung PAT di Kalsel, Kementan dan Petani Lakukan Tanam Padi Bersama

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan, solusi cepat yang ditawarkan saat ini adalah Perluasan Areal Tanam (PAT). Dia yakin, apabila program tersebut dijalankan, maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

“Ingat saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat,” jelasnya.

Memaksimalkan program perluasan Areal Tanam (PAT) diatas, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Idha Widi Arsanti berkunjung dan melakukan tanam padi Bersama di Kalimantan Selatan.

Tanam padi Bersama Kepala Badan PPSDMP ini, bertempat di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (14/08/2024).

Adapun jenis padi yang yang ditanam di sawah milik Kelompok Tani Serasi, Desa Sungai Batang adalah varietas benih PB 42 dan Siam Madu dengan luasan yang ditanami kurang lebih 50 ha.

Di kesempatan ini Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menegasakan bahwa PAT ini untuk memenuhi kebutuhan pangan yang kedepannya akan semakin meningkat.

“PAT ini bisa di fokuskan karena kebutuhan kedepan akan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan pangan yang tersedia. Selain itu kami berharap nantinya ada pemberdayaan KWT yang telah mampu berusaha agar dapat di tularkan ke sekitarnya.”, Terang Idha Widi Arsanti.

Kepala Badan menambahkan, “Peran penyuluhan dalam pengawalan PAT juga sangat krusial untuk memastikan bahwa teknik dan metode yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal. Penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan bimbingan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi petani di setiap kabupaten,” Tambahnya.

Kegiatan mendukung Perluasan Areal Tanam ini selain diikuti Kepala Badan PPSDMP, diikuti juga  Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Kab.Banjar, Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kepala BPP Martapura Barat, Babinsa setempat, Petani dan Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat.

Selain itu kegiatan ini juga dibantu oleh siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru yang telah diterjunkan untuk magang mendukung PAT di wilayah tanam padi ini, yang berjumlah 15 siswa. Selain diikuti siswa hadir juga 4 guru dan tentunya Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso.

“Kegiatan ini juga melibatkan siswa SMK PP Negeri Banjarbaru, yang baru kelas X. Mereka baru beberapa minggu bersekolah, namun langsung dikenalkan dengan dunia persawahan secara langsung”, Ujar Budi.

“Dengan semangat kebersamaan ini, semoga jiwa pertanian mereka semakin terbentuk.” Pungkas Budi.

(yev/bbpmkp-rls)

Cetak Pemimpin Unggul, Kementan Siap Bangun Centre of Excellence

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian terus mendorong upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian.

Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni. “Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni, diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat, dan berorientasi hasil”, sebut Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang memiliki tugas pokok dan fungsi pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan terus berkomitmen untuk mencetak pemimpin yang profesional, unggul, dan berdaya saing.

Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti dalam kunjungan kerja perdananya ke BBPMKP, Selasa (13/08) menyebutkan bahwa BBPMKP kelak akan menjadi centre of excellence.

“Saya sangat berharap bahwa kedepan dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya BBPMKP ini akan menjadi center of excellence untuk pelatihan kepemimpinan dan juga manajemen di seluruh Indonesia”, ungkap Santi.

Santi melanjutkan, menurutnya dengan adanya pelatihan-pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan BBPMKP seperti PKA dan PKN tingkat II akan dapat membuka peluang untuk kerjasama dengan pihak-pihak lain.

Centre of Excellence merupakan konsep yang digunakan organisasi untuk mengembangkan dan meningkatkan keahlian dalam suatu bidang tertentu. CoE bertujuan menciptakan pusat pengetahuan dan keahlian yang berkualitas tinggi, yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan pegawai.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi menyambut hal baik tersebut. “Kami memang sedang mempersiapkan BBPMKP menuju Corporate University di tahun 2025 mendatang, nantinya dengan konsep CorpU ini pelatihan akan lebih bervariatif sesuai dengan kebutuhan organisasi dan menghasilkan pegawai yang lebih profesional”, kata Sukim Supandi di sela-sela mendampingi Kunker.

Dalam kunjungan kerja tersebut terdapat beberapa pembahasan yang diuraikan, diantaranya koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi BBPMKP, optimalisasi lahan tidur, serta upaya peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

(yev/bbpmkp-rls)

Kementan Hadirkan 32 Inovasi Layanan Publik Dukung Pembangunan Pertanian

0

JURNAL Inspirasi – Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kementerian Pertanian berhasil menghadirkan 32 inovasi layanan publik yang merupakan bagian dari Aksi Perubahan. Inovasi tersebut merupakan hasil dari pengembangan strategi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik khususnya dalam mendukung pembangunan pertanian.

Sedikitnya 32 peserta pejabat administrator lingkup Kementan memaparkan hasil inovasi layanan publiknya pada seminar Aksi Perubahan PKA, Selasa (13/8/2024) di BBPMKP.

Inovasi yang dikembangkan peserta tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan instansi masing-masing peserta.

PKA merupakan pelatihan yang bertujuan mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator. Kompetensi yang dikembangkan merupakan kompetensi kepemimpinan manajemen kinerja untuk menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan administrator.

Sebagai pejabat administrator, para peserta memiliki tanggungjawab dalam memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.

Oleh  karenanya inovasi dalam pelayanan publik sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan transparansi kinerja serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Secara umum, inovasi layanan publik berusaha untuk membuat layanan yang lebih cepat, lebih mudah diakses, lebih transparan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

PKA diharapkan menghasilkan output/luaran ASN pejabat publik yang bertanggung jawab, profesional dan optimal dalam menyelenggarakan pelayanan publik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian.

Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni, diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat, dan berorientasi hasil”, sebut Mentan Amran.

Sebagai lembaga pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan BBPMKP berkomitmen untuk terus mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian andal, unggul, dan berdaya saing.

Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, dalam kesempatan hadir sebagai coach pelatihan, mengungkapkan harapan besarnya agar BBPMKP kelak menjadi center of excellence.

“Saya sangat berharap bahwa kedepan dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya BBPMKP ini akan menjadi center of excellent untuk pelatihan kepemimpinan dan juga manajemen di seluruh Indonesia”, ungkap Santi.

Santi meyakini dengan adanya pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh BBPMKP, seperti PKA dan PKN tingkat II dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak lain.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengharapkan agar PKA ini tidak hanya sekedar konsep tetapi juga menjadi nilai tambah bagi instansi masing-masing peserta.

“Pelatihan ini tidak hanya sekedar konsep, tetapi mampu membawa perubahan dan nilai tambah tentunya di lingkungan kerja bapak/ibu semua, setiap inovasi yang dihasilkan dari Aksi Perubahan yang dilakukan oleh tiap peserta ini harus berdampak di lingkungan kerjanya”, kata Sukim Supandi

PKA Angkatan VIII Tahun 2024 lingkup Kementerian Pertanian diikuti oleh 32 peserta yang berasal tujuh Eselon I. Berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga 14 Agustus 2024 secara hybrid di BBPMKP.

(yev/bbpmkp-rls)

Sambut HUT RI Ke-79, Ketua DPRD Rudy Susmanto Ajak Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

0

Jurnalinspirasi.co.id – Menjelang peringatan HUT RI Ke-79 pada 17 Agustus 2024, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengeluarkan seruan penting kepada seluruh jajaran Pemerintah  Kabupaten Bogor.

Dalam seruan itu, Rudy Susmanto menekankan perlunya melanjutkan misi kemerdekaan dengan komitmen yang lebih kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengajak semua pihak untuk bersinergi menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Sebagai bagian dari momen bersejarah ini, kita harus terus meneguhkan komitmen kita untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa (13/8/24).

Rudy menggarisbawahi bahwa tanggung jawab pemerintah tidak hanya terfokus pada administrasi dan pembangunan, tetapi juga dalam mencari solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Ini termasuk menciptakan lapangan kerja, memperbaiki infrastruktur, memastikan pendidikan yang layak, serta menanggulangi masalah kemiskinan,” tambahnya.

Rudy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan, mempererat silaturahmi antara ulama dan umara, serta memastikan aspirasi rakyat dapat tersalurkan dengan baik.

“Rakyat Kabupaten Bogor telah memberikan amanah kepada kita. Kita harus menggunakan kepercayaan ini untuk mewujudkan aspirasi mereka dan memastikan bahwa tidak ada yang terabaikan dalam setiap kebijakan yang kita ambil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kerjasama, saling mendukung, dan bekerja secara sinergis untuk memajukan Kabupaten Bogor. Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan,” ujar Susmanto.

Dukungan dari masyarakat pun datang. Asep Maulana, seorang warga Kabupaten Bogor, menyampaikan harapannya terhadap program-program yang disampaikan oleh Ketua DPRD.

“Kami sangat mendukung inisiatif Ketua DPRD. Kami berharap pemerintah bisa segera merealisasikan program-program tersebut, terutama dalam hal penyediaan lapangan kerja dan perbaikan infrastruktur. Dengan dukungan dan kerja sama yang baik, kesejahteraan di Kabupaten Bogor akan semakin meningkat,” tuturnya.

**Aga