31.3 C
Bogor
Friday, July 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 249

Relawan Teman Rudy Susmanto Siap All Out Menangkan Paslon Rudy-Jaro Ade

0

JURNAL Inspirasi – Pasangan Calon Bupati (Cabup) Bogor nomor urut 1, Rudy Susmanto-Ade Ruhandi atau Jaro Ade terus mendapatkan dukungan dari para relawan. Kali ini dukungan itu datang dari Relawan yang menamakan diri Teman Rudy Susmanto (Terus).

Relawan yang diinisiasi oleh para tokoh di Kabupaten Bogor itu melakukan deklarasi sekaligus konsolidasi di Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (19/10/24).

Kegiatan itu diikuti oleh ratusan relawan Terus se-Kabupaten Bogor dan dihadiri langsung oleh Cabup Bogor, Rudy Susmanto.

Ketua Terus, Mursidin mengatakan dengan struktur relawan yang sudah terbentuk dan tersebar di Kabupaten Bogor, maka pihaknya siap bermanuver mencari suara untuk memenangkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Jaro Ade.

“Struktur Relawan Terus sudah terbentuk lengkap di 40 Kecamatan se Kabupaten Bogor. Kami siap memenangkan Paslon Rudy Susmanto-Jaro Ade pada 27 November mendatang,” katanya.

Mursidin mengaku, dengan jumlah Relawan Terus sebanyak 7.200 maka akan mempermudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat hingga ke tingkat RT.

“Jumlah Relawan Terus diatas kertas itu sebanyak 7.200. Mereka akan kami arahkan untuk melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT untuk kemenangan Rudy Susmanto,” jelasnya.

Sementara itu, Cabup Bogor Rudy Susmanto mengucapkan terimakasih atas dukungan Relawan Terus yang sudah mendeklarasikan diri dan siap memenangkan Paslon Rudy-Jaro di Pilbup Bogor 2024.

“Terimaksih atas semua dukungannya yang diberikan oleh Relwan Terus kepada kami Rudy dan Jaro. Namun waktu pemilihan tinggal sebentar lagi, saya berharap agar para relawan bisa mensosialisasikan kami hingga ke akar rumput,” ucapnya.

(yev/rls)

Serap Aspirasi Warga, Kang Riyan Sebut Air Bersih Hingga TPT Kebutuhan Mendesak

0

jurnalinspirasi.co.id – Anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Bogor, Tri Riyanto Andhika Putra, atau yang akrab disapa Kang Riyan melaksanakan reses di Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Tengah.

Dalam reses pertamanya sebagai anggota DPRD, Kang Riyan mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat terkait masalah pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan sosial.

Selain keluhan mengenai BPJS yang tidak aktif (BPJS mati) dan distribusi BPJS PBI yang belum merata, warga juga mengangkat isu pembangunan drainase di Ciwaringin yang belum selesai, serta aliran air PDAM yang sangat kecil dan menghambat kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya itu, warga meminta percepatan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kebon Kelapa yang sangat diperlukan untuk mencegah longsor di kawasan tersebut. Aspirasi lain yang disampaikan adalah mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) yang dirasa belum merata di antara warga yang berhak menerima.

Menanggapi hal itu, Kang Riyan berkomitmen untuk memperjuangkan penyelesaiannya.

“Semua masalah ini, mulai dari air bersih, drainase, hingga TPT yang sangat mendesak untuk keselamatan warga, akan saya bawa ke pembahasan pemerintah daerah. Kami akan berupaya agar segera ada tindakan nyata,” ucap Kang Riyan.

Sebagai Wakil Ketua Pansus Narkotika, Kang Riyan juga kembali mengingatkan warga tentang bahaya narkoba yang mengancam generasi muda, menekankan pentingnya edukasi dan pengawasan dari keluarga dan lingkungan.

“Kita harus melindungi anak-anak kita dari ancaman narkoba, dan itu dimulai dari kesadaran serta keterlibatan kita bersama,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Mengenal Melli Darsa, Srikandi Hukum Internasional, yang Ingin Mengabdi untuk Tanah Kelahirannya

0

jurnalinspirasi.co.id – Melli Darsa, calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, yang berpasangan dengan Sendi Fardiansyah, adalah sosok yang memiliki akar kuat di Kota Bogor, meskipun sebagian besar hidupnya dihabiskan di luar negeri mengikuti karier internasional ayahnya.

Lahir dari keluarga dengan sejarah panjang dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, Melli tumbuh dengan nilai-nilai yang kuat dan berkomitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan kota kelahirannya.

Melli adalah cucu dari Mohammad Darsa Wiranggayudha, seorang kepala sekolah yang dihormati di Kota Bogor pada era pra-kemerdekaan. Peran sang kakek dalam membangun pendidikan di Kota Bogor menjadi bagian penting dari identitas keluarga Melli Darsa.

“Aki Darsa (Kakek Melli Darsa) selalu menekankan pentingnya pendidikan. Dedikasinya untuk memajukan Kota Bogor terus menjadi inspirasi bagi saya,” kata Melli.

Ayah Melli, Irawan Darsa, adalah seorang diplomat yang ditugaskan di Swiss. Pada usia 6 bulan, Melli sudah meninggalkan Indonesia dan mengikuti karier ayahnya di luar negeri.

Ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Swiss, kemudian melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan SMA di kedua negara tersebut, Melli kembali ke Indonesia untuk menempuh studi S1 di Universitas Indonesia, sebelum melanjutkan pendidikan S2 di Harvard Law School, Amerika Serikat.

Selama kuliah di Harvard, Melli hanya terpaut tiga angkatan dari Barack Obama, yang kemudian dikenal sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Itu pengalaman yang luar biasa, bisa berada di lingkungan yang begitu dinamis dan melihat bagaimana pendidikan di Harvard mempersiapkan banyak pemimpin dunia,” kata Melli mengenang masa studinya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Melli memulai karier panjang di dunia hukum internasional. Selama lebih dari 30 tahun, ia menangani klien-klien mancanegara, menjadikannya salah satu advokat terkemuka dengan pengalaman global. Pengalamannya di berbagai negara, bekerja dengan beragam klien, memperkaya wawasan dan kompetensinya dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan bisnis internasional.

Namun, meskipun berkarier di luar negeri, kecintaannya pada Kota Bogor tak pernah pudar. Dengan latar belakang keluarga yang kuat dan akar budaya Kota Bogor yang melekat, Melli kini kembali ke tanah kelahirannya dengan tujuan untuk mengabdi.

Ia siap berkolaborasi dengan Sendi Fardiansyah untuk membawa perubahan nyata bagi Kota Bogor.

“Saya merasa panggilan ini sangat personal. Kota Bogor adalah rumah saya, dan sekarang adalah saat yang tepat untuk memberi kembali kepada kota ini dengan semua pengalaman yang saya miliki,” tegas Melli.

Selain warisan pendidikan dari kakeknya, Melli juga bangga dengan kontribusi keluarganya dalam sejarah Kota Bogor. Sang paman (kakak dari ibunda Melli Darsa), Brigjen H. Saptadji Hadiprawira, adalah tokoh militer yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bogor. Hal ini menjadi pengingat bagi Melli tentang pentingnya dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Kini, dengan pengalaman internasional dan akar keluarga yang kuat di Kota Bogor, Melli Darsa siap membawa pengaruh positif untuk kota tercintanya, sekaligus melanjutkan warisan keluarganya dalam pengabdian kepada masyarakat.

** Fredy Kristianto

Sendi Fardiansyah – Melli Darsa Siapkan Solusi Konkret Atasi Banjir Kiriman di Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa, telah menyiapkan program konkret untuk menangani masalah banjir kiriman yang kerap melanda Kota Bogor.

Dalam dialog dengan warga di Kecamatan Bogor Utara, Sendi menegaskan bahwa persoalan banjir kiriman harus segera ditangani dengan serius, mengingat Kota Bogor sering kali menjadi pusat permasalahan saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah hulu.

Sendi menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan mereka ambil adalah melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap sistem drainase di Kota Bogor, yang dinilai tidak memadai untuk menampung volume air yang meningkat setiap musim hujan.

“Kita akan melakukan perbaikan total pada drainase yang sudah lama terbengkalai. Ini bukan hanya tentang pembersihan, tetapi juga pelebaran saluran air di daerah-daerah yang sering mengalami genangan,” ujar Sendi.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Sendi juga menyatakan pentingnya memperbaiki ekosistem di daerah hulu untuk mengurangi aliran air berlebihan yang sering kali langsung meluap ke Kota Bogor. Menurutnya, kerusakan hutan dan kawasan penyangga di sekitar Bogor telah memperburuk masalah banjir kiriman.

Untuk itu, ia berkomitmen meluncurkan program reboisasi di kawasan-kawasan kritis yang selama ini terabaikan. “Kita harus kembalikan fungsi daerah hulu sebagai penahan air alami. Reboisasi ini bukan hanya soal penghijauan, tetapi cara kita mencegah air mengalir deras ke kota,” jelasnya.

Sendi juga menekankan bahwa penyelesaian masalah banjir kiriman di Bogor memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah kota dan pemerintah daerah sekitar, termasuk Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan DKI Jakarta. Menurutnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat dalam pengelolaan aliran sungai serta normalisasi daerah aliran sungai yang melintasi beberapa wilayah administratif.

“Banjir kiriman ini masalah yang saling berkaitan. Kota Bogor tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus duduk bersama dengan pemerintah daerah lain untuk mengatur aliran air yang melintas di banyak tempat. Dalam hal ini, wacana wilayah aglomerasi ke depan jadi sangat penting,” tambah Sendi.

“Sudah terlalu lama kita melihat warga harus menderita setiap kali musim hujan datang, sementara solusi yang dijanjikan belum juga beres dan terealisasi dengan baik. Ini saatnya bertindak, bukan hanya wacana,” tutup Sendi.

** Fredy Kristianto

Eka Maulana Terima Aduan Warga di Bondongan Soal Maraknya Peredaran Narkoba dan Kenakalan Remaja

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Wali Kota Bogor, Eka Maulana terus melakukan blusukan seperti di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, dalam rangka kampanye Pilkada 2024.

Kegiatan ini dilakukan secara door-to-door, di mana Eka menyusuri setiap gang sempit yang padat penduduk untuk menjangkau warganya secara langsung.

Kedatangan calon nomor urut 5 itu disambut dengan hangat oleh warga, yang tidak jarang mengenal sosoknya dari baliho maupun media sosial. Keterbukaan ini membuat warga merasa lebih dekat dengan calon pemimpinnya, mengubah momen pertemuan menjadi kesempatan berharga untuk berdialog dan bertukar pikiran.

Dalam setiap pertemuan, Eka dengan sabar mendengarkan berbagai keluhan dan harapan warga. Salah satu warga, Fitroh Ramdoni, menyoroti masalah serius yang tengah melanda lingkungan mereka yakni maraknya peredaran obat-obatan terlarang akibat kenakalan remaja.

“Sekarang Kota Bogor sudah seperti Jakarta, peredaran narkotika sangat banyak dan mudah didapatkan,” keluh Fitroh.

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa banyak generasi muda yang terjerumus ke dalam masalah ini, dengan obat-obatan yang dijual di warung-warung yang tampaknya biasa.

Menyikapi hal itu, Eka merespons dengan serius. Menurutnya, kenakalan remaja yang meningkat sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian semua pihak.

Ia menjelaskan bahwa masalah ini tidak lepas dari kurangnya pendidikan yang baik di keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

“Pendidikan yang baik harus menjadi prioritas, dan kami berkomitmen untuk mengelola program pendidikan yang tidak hanya menumbuhkan cinta ilmu, tetapi juga kreativitas dan akhlak yang baik,” ungkapnya.

Eka juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda.

Ia menyebut akan fokus pada program yang bisa mengurangi peredaran narkotika dan memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi semua warga.

Di sisi lain, kegiatan blusukan ini tidak hanya menjadi ajang kampanye, tetapi juga kesempatan bagi Eka untuk memahami secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat Kota Bogor.

Melalui pendekatan yang personal dan dialogis ini, Eka berharap dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan warga serta menciptakan solusi nyata untuk permasalahan yang ada.

“Dengan semangat dan dedikasi, tentunya pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana bertekad untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bogor, menjadikan kota ini lebih aman, bersih, dan berpendidikan,” katanya.

** Fredy Kristianto

Penerbangan Tercepat di Dunia, Pesawat Tiba Sebelum Mie Instan Matang

0

JurnalInspirasi.co.id – Rute penerbangan maskapai Loganair dari Westray ke Papa Westray di Skotlandia hanya memakan waktu satu setengah menit, tapi waktu terbang sebenarnya mendekati satu menit. Catatan itu menjadikannya sebagai penerbangan tercepat di dunia.
Skotlandia membanggakan penerbangan terpendek di dunia ini. Bahkan, ada lelucon bahwa penerbangan dari Westray ke Papa Westray lebih cepat daripada menyajikan mi instan.

Melansir dari CNN Indonesia, Ini menjadikannya penerbangan tercepat secara global, dengan perjalanan tercepat pada rute ini tercatat selama 53 detik. Sebaliknya, penyajian mi instan memerlukan waktu memasak empat menit untuk mendapatkan rasa yang optimal, sesuai dengan pedoman di bungkusnya.
Loganair, maskapai penerbangan regional Skotlandia yang melayani Dataran Tinggi dan pulau-pulau Skotlandia, sudah lama mengoperasikan rute ini.

Perjalanan antara Kepulauan Orkney di Westray dan Papa Westray di Skotlandia utara merupakan kewajiban layanan publik bersubsidi dan merupakan bagian dari tiga jalur lingkar bandara yang menghubungkan Bandara Westray, Bandara Papa Westray, dan Bandara Kirkwall.

Penerbangan pada rute ini dimulai pada tahun 1967, yang mencatat rekor penerbangan terjadwal terpendek di dunia. Perjalanan ini dilakukan setiap hari di kedua arah, kecuali hari Sabtu ketika hanya penerbangan Westray ke Westray Papa yang tersedia, dan hari Minggu ketika hanya penerbangan Papa Westray ke Westray yang beroperasi.

Menempuh jarak hanya 1,7 mil, perjalanan ini kira-kira sama panjangnya dengan landasan pacu Bandara Edinburgh. Menurut Wikipedia, Pilot Stuart Linklater telah menyelesaikan penerbangan pendek ini lebih dari 12.000 kali, lebih banyak daripada pilot lainnya, menurut laporan Mirror.

Meskipun pensiun pada tahun 2013, Stuart masih memegang rekor waktu penerbangan tercepat. Rute ini terutama melayani siswa dan guru yang mengunjungi 60 situs arkeologi di Papa Westray, serta profesional kesehatan yang merawat 90 penduduk pulau tersebut. Pesawat ini juga populer di kalangan wisatawan.

Pesawat yang hanya memiliki satu pilot dan dapat menampung delapan penumpang ini telah dideskripsikan oleh kepala eksekutif Loganair, Jim Cameron, sebagai “kuat” dan “sangat cocok untuk berbagai cuaca Skotlandia”.

Sebagai alternatif transportasi rute Westray ke Papa Westray atau sebaliknya, wisatawan dapat memilih kapal feri penumpang, yang mengoperasikan beberapa keberangkatan harian di kedua arah, menempuh rute sejauh tiga mil dalam waktu sekitar 25 menit. Feri biasanya beroperasi dua kali seminggu. Dedi R

Kartu Multi Trip MRT Jakarta Dihentikan 31 Oktober, Saldo Dikembalikan

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Kepala Divisi Commercial & Retail MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, memastikan bahwa penggunaan kartu multi trip atau multi trip ticket (MTT) untuk pembayaran di MRT Jakarta telah dihentikan sejak awal Oktober 2024.
Untuk itu, Rendy mengimbau kepada pengguna MRT yang masih memiliki kartu MTT untuk segera melakukan pengembalian saldo di stasiun MRT Jakarta terdekat.
“Jadi bisa langsung datang ke stasiun MRT terdekat untuk pengembalian saldo karena sejak Oktober kita menghentikan penggunaan kartu multi trip,” ujarnya dikutip kontan.co.id Jumat (18/10/2024).
Lebih lanjut, Rendy menjelaskan, penghentian penggunaan kartu MTT merupakan bagian dari upaya MRT Jakarta untuk mengembangkan bisnis digital melalui aplikasi MyMRTJ.
Selain itu, masyarakat juga masih dapat menggunakan kartu uang elektronik (KUE) yang dikeluarkan oleh perbankan, yaitu Brizzi, flazz, e-money, Tapcash, dan Jakcard.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah melakukan sosialisasi terkait pemberhentian operasional MTT sejak awal tahun. Dedi R

Kunjungan Witel Priangan Barat ke PT BPR Cianjur: Strategi Peningkatan Revenue dan Layanan Pelanggan

0

Witel Priangan Barat melakukan kunjungan ke PT BPR Cianjur yang beralamat di Jl. Cilaku No. 5, Warungkondang, Cianjur. Kunjungan ini dihadiri oleh GM Witel Priangan Barat Dode Suparman, Manager LGS, Noviana Putri Kusumasari, dan AM BS Ricky. Kunjungan ini bertemu langsung dengan Direktur Utama Dedi Herdadi, Direktur Bisnis Mochamad Ansyah, Manager Operasional Dimas, dan Manager IT Shandy.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh PT BPR Cianjur dalam upaya meningkatkan pendapatan melalui akuisisi nasabah baru pada tahun 2025. Berdasarkan hasil diskusi, terdapat peluang untuk memanfaatkan layanan produk Telkom yaitu OCA dalam pengawalan penagihan dan memberikan informasi kepada pelanggan secara sistematis. Sebagai langkah lanjutan, pihak Witel Priangan Barat berencana untuk membuat agenda kolaborasi mengumpulkan pelaku UMKM di daerah Cianjur untuk sosialisasi layanan ekosistem digital serta program pinjaman KUR yang ditawarkan untuk UMKM.

Dengan kunjungan ini, Telkom melihat peluang untuk memperkenalkan layanan digital seperti OCA dan Astinet, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional BPR Cianjur. Kerja sama ini diharapkan menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan mendukung pertumbuhan bisnis di Cianjur, sekaligus memperkuat posisi Telkom di sektor perbankan.

Salam GREAT

Jalin Kerjasama yang Harmonis, GM Telkom Witel Priangan Barat Kunjungi Cibinong City Mall

0

Witel Priangan Barat melaksanakan kunjungan ke Cibinong City Mall, hadir GM Witel Priangan Barat Dode Suparman, Manager GS Noviana Putri Kusumasari, HOTD Cibinong Ahmad Bidin, AM BS Benson Sinaga, dan PRQ Girindra Chandra Alam. Pertemuan ini juga dihadiri oleh pihak Cibinong City Mall, yaitu Komisaris PWP Denny Putra Husodo dan GM Giyanto.

Kunjungan ini bertujuan untuk membahas berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan di Cibinong City Mall. Beberapa poin penting yang menjadi fokus diskusi antara lain adalah “Opportunity Produk OCA Blast,” di mana dilakukan eksplorasi potensi peluang baru untuk menarik lebih banyak pengunjung dalam meningkatkan pengalaman belanja di mall.

Rencana penambahan fasilitas TV di Hotel Harris yang terletak di lokasi yang sama juga menjadi perhatian, penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan tamu dan mendatangkan lebih banyak pengunjung ke area tersebut. Selain itu, dilakukan diskusi masalah konektivitas dengan memberikan opsi tambahan untuk konektivitas yang lebih baik bagi pengunjung dan pelaku bisnis Cibinong Citymall yang saat ini menggunakan layanan Telkom dan TNT.

Dilakukan juga pembahasan mengenai peluang untuk menyelenggarakan event temporer yang dapat menarik lebih banyak pengunjung, serta membahas potensi di ruko-ruko yang ada di sekitar Cibinong Citymall.

Dengan berbagai peluang yang ada, diharapkan kunjungan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kerjasama antara Telkom Priangan Barat (Area Bogor) dengan Cibinong City Mall serta menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di area Cibinong Citymall dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat serta pengunjung mall.

Salam GREAT

Dokter Rayendra Janjikan Subsidi Sekolah Swasta

0

jurnalinspirasi.co.id – Cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra bertekad hadirkan program subsidi sekolah swasta untuk warga. Program itu disampaikan saat gelaran dialog Ngariung Sehat di Kelurahan Bondongan, Kamis (17/10/2024).

Rayendra yang juga berprofesi sebagai dosen menjelaskan, program Subsidi Sekolah Swasta merupakan terobosan menyikapi masalah akses pendidikan warga Kota Bogor.

“Selama 10 tahun terakhir, tidak ada pertambahan sekolah negeri di Kota Bogor. Sehingga banyak anak-anak yang putus sekolah karena terkendala masalah zonasi dan biaya mahal di sekolah swasta,” ujar Dokter Rayendra.

Lanjutnya, masalah ini dinilai penting segera disikapi. Pasalnya, membangun sekolah negeri baru butuh proses dan waktu yang tak sebentar.

“Sementara dalam proses pembangunan sekolah negeri, kan anak-anak juga harus sekolah. Tidak mungkin anak-anak menunda sekolah saat proses pembangunan itu,” tegasnya.

Maka dari itu, sekolah swasta ia anggap harus menjadi mitra pemerintah. Terlebih melihat banyaknya warga di sejumlah wilayah Kota Bogor menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

“Nanti kita akan memetakan wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh zonasi. Jika saat ini masyarakat ragu akan kualitas sekolah swasta, kita perlu meningkatkan kualitasnya dengan pelatihan untuk guru-guru,” jelas Dokter Rayendra.

Menanggapi program itu, warga turut bersuara. Kristanti, warga Bondongan yang hadir Ngariung Sehat beserta putrinya mengaku terwakili dengan program Subsidi Sekolah Swasta.

“Yang dijelaskan sama Pak Dokter waktu Ngariung Sehat itu benar-benar mewakili keluh kesah kami. Buat saya ya itu yang anak saya butuh,” jelas Kristanti.

Septi, putri Kristanti, merupakan siswi salah satu SMK swasta di Kota Bogor. Selama ini ia merasakan bahwa biaya yang harus dikeluarkan selama sekolah tak sedikit.

“Soalnya kita di sekolah swasta bener-bener banyak banget pembayaran. Jadi program Dokter Rayendra itu solusi buat kita sih,” ujar Septi.

Apa yang diutarakan Kristanti dan Septi menambah bukti kebutuhan warga terhadap program Subsidi Sekolah Swasta.

** Fredy Kristianto