Cibinong, jurnalinspirasi – Ditengah kesibukannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor dengan beragam agenda kemasyarakatan, politik dan pemrintahan, Rudy Susmanto masih terus memantau atmosfir olahraga Bumi Tegar Beriman yang akan menghadapi hajatan Porprov dan Peparda Jabar 2026.
Rudy Susmanto mengaku akan mendukung penuh target KONI dan NPCI Kabupaten Bogor yang mencanangkan Bogor Kahiji dalam Porprov dan Peparda Jabar 2026 yang akan dilakukan di Kota Bogor.
“Bogor Kahiji dalam Porprov dan Peparda Jabar 2026 target yang sangat pantas bagi Kontingen Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto, Kamis, 18 Juli 2024.
Makanya, Wasekjen DPP Partai Gerindra ini sangat memperhatikan fasilitas dan sarana venue yang belum ada di Pakansari untuk segera dilanjutkan rencana pembangunannya.
“Fasilitas dan saran yang memadai akan menjadi modal bagi semua cabor yang ada di KONI dan NPCI dalam mempersiapkan para atlet yang akan berlaga di Porprov dan Peparda Jabàr 2026,” papar Rudy Susmanto. Gymnasium dan Akuatik, kata Rudy Susmanto, akan menjadi catatan penting bagi Kabupaten Bogor untuk memilikinya atau membangunnya.
Rudy Susmanto juga mengingatkan soal pentingnya kesejahteraan para atlet dan pelatih dari cabor yang ada di KONI dan NPCI yang akan menghadapi Porprov dan Peparda Jabar 2026.
“Kesejahteraan atlet dan pelatih harus maksimal dan bonusnya juga harus ditingkatkan supaya menjadi motivasi untuk para atlet dalam mewujudkan berprestasi dan target Bogor Kahiji pada ajang Porprov dan Peparda Jabar 2026,” tegas Rudy.
Rudy melanjutkan, untuk memaksimalkan kesejahteraan dan bonus atlet dan pelatih yang akan berlaga pada Porprov dan Peparda Jabar maka harus dibahas jauh jauh hari.
“Idealnya untuk menjamin kesejahteraan atlet dan pelatih Kabupaten Bogor harus tertuang dalam Perda Keolahragaan,” papar Rudy Susmanto.
Menurutnya, Pemkab Bogor yang punya tagline Sport and Tourism maka harus memiliki Perda Keolahragaan yang akan menjadi pegangan dan acuan prestasi olahraga daerah Kabupaten Bogor termasuk menjamin kesejahteraan atlet dan pelatih yang ada di KONI dan NPCI. Aga
Cibinong, jurnal inspirasi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dorong peningkatan insentif tokoh masyarakat di wilayah Bumi Tegar Beriman.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, bahwa para tokoh masyarakat jadi ujung tombak terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Ketua RT, RW, Amil dan DKM itu kepanjangan pemerintah daerah dalam pembentukan karakter masyarakat jadi lebih baik serta menjaga kondusifitas wilayah. Makanya amat sangat diperlukan untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah,” tegas Rudy.
Wasekjen DPP Partai Gerindra itu mengatakan, penambahan insentif dilakukan, jadi bagian penghargaan pemerintah daerah terhadap para tokoh masyarakat tersebut.
“Para tokoh masyarakat itu memiliki tugas dan fungsi yang sangat vital. Adanya penambahan insentif dapat jadi suplemen terhadap para tokoh masyarakat tersebut untuk semakin memaksimalkan tugas dan fungsinya,” kata Rudy.
Ia mengungkapkan, pihaknya akan melirik porsi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk peningkatan kesejahteraan para tokoh masyarakat.
“Kami akan lakukan upaya peningkatan insentif RT, RW, Amil dan DKM para anggaran perubahan. RT dan RW itu menjaga kondusifitas sedangkan Amil dan DKM itu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT masyarakat di masing-masing lingkungannya,” ungkap Rudy.
Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya akan mendorong adanya perhatian Pemkab Bogor terhadap seluruh tokoh masyarakat di Kabupaten Bogor.
“Pemkab Bogor wajib hadir ditengah-tengah tokoh masyarakat tersebut agar Kabupaten Bogor semakin beradab, beriman, aman dan nyaman untuk semua,” tandasnya. Noverando H
jurnalinspirasi.co.id- Kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana berkedok investasi menggemparkan Kota Bogor.
Adalah FYP (33), seorang anak salah satu perwira menengah di Polresta Bogor Kota diduga terlibat tindak pidana tersebut.
Informasi itu terungkap setelah sejumlah korban yakni, RR (33), TSW (24), HRM (33), HP (33) dan RB (33) didampingi Kuasa Hukumnya Fajar SH MH melakukan Konferensi Pers di salahsatu kafe di kawasan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Jum’at (19/7/2024).
Kuasa Hukum korban, Fajar mengatakan bahwa kasus tersebut terkuak ketika terduga pelaku mengaku memiliki pekerjaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan RSUD Cibinong dan Polresta Bogor Kota tersebut mulai pada awal Maret 2024.
Ketika itu, FYP yang merupakan mantan pegawai di RSUD Cibinong kerap mangkir dan terus berkelit mengulur waktu pengembalian dana dan keuntungan yang dijanjikan kepada korban.
“Jumlah korban disinyalir lebih dari dari 30 orang dengan nilai kerugian total ditaksir mencapai Rp7 miliar, dari angka semula Rp3 miliar,” ujar Fajar kepada wartawan.
Menurut dia, nilai investasi yang disetorkan masing-masing korban bervariasi mulai dari Rp20 juta hingga Rp300 juta. Ia juga menyebut bahwa kerugian bisa terus bertambah, sebab banyak korban yang belum melapor.
Fajar menegaskan bahwa para korban terus mendesak terduga pelaku untuk bertanggungjawab mengembalikan dana sebagaimana dijanjikan.
Namun, kata Fajar, bukannya mengembalikan dana, FYP justru membuat pengakuan bahwa kerja sama yang ditawarkannya selama ini untuk menjerat para korban adalah fiktif.
Bahkan, sambungnya, FYP mengeluarkan surat pernyataan mengenai pengakuannya tersebut.
“FYP ternyata juga tak segan menawarkan kerja sama dengan beberapa korbannya terkait proyek yang ada di lingkungan Polresta Kota Bogor,” katanya.
Untuk membuat para korban percaya, FYP menunjukkan bukti proses pengadaan dengan menjual nama RSUD Cibinong lengkap dengan logo dan capnya yang ternyata palsu.
“FYP telah terbukti berdasarkan pengakuannya, melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana dengan modus investasi proyek di salah satu RSUD di Kabupaten Bogor dan Polresta Kota Bogor,” ucapnya.
“Berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki para korban, kami mengambil upaya hukum, baik secara pidana maupun perdata,” ungkap dia.
Sebelum menempuh upaya hukum, para korban sudah menempuh proses mediasi secara kekeluargaan dengan melibatkan para korban, terduga pelaku, dan keluarga pelaku. Namun, hingga kini belum temui titik terang.
Fajar menyatakan bahwa salah seorang korban RR telah membuat laporan pada 27 Mei 2024 lalu, namun belum ada perkembangan.
“Seminggu sebelumnya itu korban sempat membuat LP ke Polres Bogor (Kabupaten) namun ditolak dengan alasan minimnya bukti,” ucapnya.
Sementara itu, RR mengaku memiliki kedekatan dengan pelaku dan keluarga FYP, sehingga ia mempercayai bisnis investasi tersebut.
“Saya dengan FYP teman semasa SMA. Saat pertama menawarkan modusnya di iming-imingi investasi memberikan modal untuk kebutuhan ISO di RSUD Cibinong, begitupun korban lainnya ada yang di iming-imingi untuk pengadaan ATK hingga pengadaan beras di Polresta Bogor,” ucapnya.
RR mengaku melakukan dua kali penyetoran dana investasi kepada FYP tertanggal 15 Februari dan 17 Februari 2024. Tetapi, hingga kini dananya tak dikembalikan.
“Nominalnya cukup besar, ratusan juta. Pokoknya saya hanya ingin uang yang sudah saya keluarkan itu kembali secepatnya dan berharap polisi mengungkap kasus ini,” ujarnya sambil terisak.
Dalam kesempatan berbeda, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso membenarkan adanya laporan peristiwa tersebut.
Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut dengan melengkapi alat bukti dan berjanji akan memproses sesuai prosedur yang berlaku.
“Kita netral profesional, proses berjalan dalam rangka melengkapi alat bukti. Tetap kita panggil dan periksa saksi-saksi,” ucapnya saat dihubungi.
Jurnal Bogor – Aksi pencurian viral di media sosial di salah satu minimarket Megamendung, pelaku dengan menggunakan seragam pramuka dan menggunakan hijab.
Terlihat pelaku yang masih menggunakan seragam pramuka dengan memakai hijab mengendap-ngendap posisi jongkok menghampiri laci kasir penyimpana uang terlihat jelas dari rekaman CCTV di minimarket.
Kapolsek Megamendung AKP Dedi Hermawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV membenarkan aksi pencurian tersebut.
“Iya, bener pelaku mengenakan seragam pramuka, kacamata hitam, dan masker putih saat melakukan aksi pencurian,” ungkapnya.
Pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan dan kasus ini serta berkordinasi dengan pihak terkait mencari pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami akan segera menangkap pelaku,” ujar AKP Dedi Hermawan, Jumat (18/7/24).
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.
Jurnal Bogor – Sejumlah pelajar di wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, hendak melakukan aksi tawuran dengan para pelajar lainnya.
Kapolsek Cisarua Kompol Eddy Santosa mengatakan, sekitar pukul 20.00 WIB, Polsek Cisarua menerima laporan dari Unit Resmob Polres Bogor, mengenai rencana aksi tawuran di daerah Puncak, anggota Polsek Cisarua langsung mendatangi lokasi tersebut.
“Menemukan sekelompok anak muda yang sedang berkumpul di Jalan Raya Hankam, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, saat dihampiri oleh petugas kepolisian dan warga sekitar, sebagian dari mereka melarikan diri, namun beberapa orang berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Cisarua untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.
Pelajar yang berhasil diamankan, A, (16), D, (16) Df, (16), E, (17), DM, (21) dan S, (18) berikut barang bukti, enam unit handphone, satu tas selempang, satu dompet, satu botol parfum, dan satu batang rokok.
Tidak ada korban luka maupun kerugian materi dalam kejadian ini.
“Kami berhasil mencegah potensi tawuran yang dapat menyebabkan kerugian dan bahaya bagi masyarakat sekitar. Kami mengapresiasi kerjasama warga dan tim yang sigap dalam merespon informasi ini,” ujar Kapolsek Cisarua Kompol Eddy, Jumat (19/7/24).
Saat ini para remaja tersebut masih dalam pemeriksaan tindak lanjut dimako Polsek Cisarua.
Jurnal Bogor – Curug Nangka Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menjadi lokasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Gratis SMK Kehutanan dan PKBM Bakti Nusa, pada Jumat (19/7/24).
Tenaga Ahli Mentri Kementerian Kehutanan dan Lingkungan. Hidup (KLHK) Dirjen Planologi Bidang Media Asistensi, Hariyanto membuka kegiatan dengan menanam pohon hutan.
Kegiatan sekolah mengenai pengenalan dan pelestarian hutan sangatlah positif, yang harus didukung oleh segenap dinas LHK terdekat khususnya BKSDA.
“Generasi kuat untuk Indonesia emas dapat terwujud melalui SDG program program positif, sekolah juga akan menjauhkan dari tawuran dan narkoba,” ujar Hariyanto Tenaga Ahli Mentri KLHK pada pidato pembukaan MPLS.
Hutan Indonesia merupakan salah satu paru paru dunia, penghasil oksigen terbesar ketiga yang harus dijaga kelestariannya,
Disinilah sinergitas antara Dinas LHK dan dunia pendidikan akan menjadi solusi atas Global Warming yang saat ini sedang melanda dunia.
Sementara, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan SMK & PKBM Bakti Nusa Hasan Supriyatna mengucapkan terima kasih juga mengapresiasi atas kehadiran dan dukungan Bapak Hariyanto selaku Tenaga Ahli Mentri KLHK yang mewakili Sekdirjen KLHK Planologi yang harus menghadiri kegiatan lain, telah berkenan membuka MPLS Sekolah Gratis Bakti Nusa.
“Saya berharap SMK Bakti Nusa dapat menjadi sekolah binaan menteri kehutanan dan ilmu kehutanan lebih jauh bagi siswa siswi PKBM kami melalui kolaborasi dunia usaha mitra KLHK,” ucapnya.
Kegiatan MPLS gelombang 1 tahun 2024 mencakup Gerakan Tanam Ratusan Pohon dan Operasi Semut, dimana calon siswa siswi akan menyisir sampah di area Curug Nangka dan menanam bibit pohon hutan.
Cibinong, Jurnalinspirasi.co.id – Ditengah kesibukannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor dengan beragam agenda kemasyarakatan, politik dan pemrintahan, Rudy Susmanto masih terus memantau atmosfir olahraga Bumi Tegar Beriman yang akan menghadapi hajatan Porprov dan Peparda Jabar 2026.
Rudy Susmanto mengaku akan mendukung penuh target KONI dan NPCI Kabupaten Bogor yang mencanangkan Bogor Kahiji dalam Porprov dan Peparda Jabar 2026 yang akan dilakukan di Kota Bogor.
“Bogor Kahiji dalam Porprov dan Peparda Jabar 2026 target yang sangat pantas bagi Kontingen Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto, Kamis, 18 Juli 2024.
Makanya, Wasekjen DPP Partai Gerindra ini sangat memperhatikan fasilitas dan sarana venue yang belum ada di Pakansari untuk segera dilanjutkan rencana pembangunannya.
“Fasilitas dan saran yang memadai akan menjadi modal bagi semua cabor yang ada di KONI dan NPCI dalam mempersiapkan para atlet yang akan berlaga di Porprov dan Peparda Jabàr 2026,” papar Rudy Susmanto.
Gymnasium dan Akuatik, kata Rudy Susmanto, akan menjadi catatan penting bagi Kabupaten Bogor untuk memilikinya atau membangunnya.
Rudy Susmanto juga mengingatkan soal pentingnya kesejahteraan para atlet dan pelatih dari cabor yang ada di KONI dan NPCI yang akan menghadapi Porprov dan Peparda Jabar 2026
“Kesejahteraan atlet dan pelatih harus maksimal dan bonusnya juga harus ditingkatkan supaya menjadi motivasi untuk para atlet dalam mewujudkan berprestasi dan target Bogor Kahiji pada ajang Porprov dan Peparda Jabar 2026,” tegas Rudy.
Rudy melanjutkan, untuk memaksimalkan kesejahteraan dan bonus atlet dan pelatih yang akan berlaga pada Porprov dan Peparda Jabar maka harus dibahas jauh jauh hari.
“Idealnya untuk menjamin kesejahteraan atlet dan pelatih Kabupaten Bogor harus tertuang dalam Perda Keolahragaan,”papar Rudy Susmanto.
Menurutnya, Pemkab Bogor yang punya tagline Sport and Tourism maka harus memiliki Perda Keolahragaan yang akan menjadi pegangan dan acuan prestasi olahraga daerah Kabupaten Bogor termasuk menjamin kesejahteraan atlet dan pelatih yang ada di KONI dan NPCI. **
Cibinong, jurnalinspirasi – Untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Bogor tentunya harus diimbangi dengan keberadaan fasilitas atau sarana dan prasarana latihan tiap cabang olahraga.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto yang menyoroti masih minimnya sarana atau venue di area Pakansari Sport Center.
Rudy menambahkan saat ini di Pakansari baru ada Stadion, Lapangan dan Lintasan Atletik, Lapangan Panahan, Venue Panjat Tebing, Laga Tangkas, Laga Satria, Venue Petanque dan yang baru dibangun adalah Lapangan Tenis Indoor dan Outdoor.
“Salah satu faktor penunjang untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah adalah ketersediaan sarana atau fasilitas venuenya,” ujar Rudy Susmanto, Selasa, 16 Juli 2024.
Rudy mengatakan akan berusaha all out mendorong percepatan venue venue baru di area Pakansari Sport Center.
Apalagi, tambah Wasekjen DPP Partai Gerindra ini ada beberapa Siteplan venue yang sudah ada di area Pakansari dan itu harus menjadi program berikutnya untuk dibangun.
Lebih lanjut, kata Rudy, area Pakansari sudah harus ada venue Gymnasium ( Sport Hall) yang bisa menjadi event pertandingan banyak cabor seperti Beladiri, Angkat Berat, Angkat Besi, Futsal, Hockey, Bola Tangan, Senam (Semua Nomor), Wisuda, Konser Musik dll.
Selain itu, tambahnya, pembangunan venue Kolam Aquatic, Lapangan Tembak, Venue Equestrian juga harus menjadi skala prioritas yang harus dibangun.
“Banyak negara negara maju dikenal dengan prestasi olahraganya yang maju dan hebat seperti Korsel, Jepang, Cina dan Amerika. Kemajuan olahraga maju pada negara tersebut karena ditopang dengan kelengkapan fasilitas atau sarana olahraganya,” papar Rudy
Rudy juga berharap Kabupaten Bogor bisa lebih maju lagi prestasi olahraganya dengan adanya venue venue baru di Pakansari.
Bila perlu, kata Rudy, di Pakansari harus dibangun venue semi indoor dan multifungsi yang bisa digunakan banyak cabor dan bermanfaat juga bagi masyarakat dalam berolahraga. Ando
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bogor telah menjangkau Universal Health Coverage (UHC) 101,06 persen. Capaian tersebut merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
Disamping itu, upaya ini merupakan wujud menciptakan Indonesia Sentris, yakni sebuah konsep yang mencakup gagasan kebangkitan nasional dan persatuan Indonesia untuk bersama-sama menyejahterakan bangsa. Pasalnya, kesehatan masyarakat yang kuat merupakan salah satu elemen utama pembangunan berkelanjutan.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bogor mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan komitmen Pemkot Bogor dalam Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, sehingga Kota Bogor berhasil meraih predikat Universal Health Coverage.
“Dengan begitu Kota Bogor mendapatkan privilege kepesertaan non cut-off yang artinya, kepesertaan JKN khususnya segmen PBPU BP (Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja) Pemda Kota Bogor dapat langsung aktif sejak didaftarkan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bogor, Jenal M. Sambas, belum lama ini.
Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih Dukcapil semester 1 tahun 2023, jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 1.122.772 jiwa dan yang terdaftar sebagai peserta JKN sampai dengan tanggal 1 Mei 2024 sebanyak 1.134.634 jiwa atau 101,06% dari total penduduk semester I tahun 2023.
Jenal merinci, jumlah peserta JKN Peserta PBI-JK yang iurannya dibiayai oleh pemerintah pusat sebanyak 375.535 jiwa atau 33,10%, PBPU BP Pemda yang iurannya dibayar oleh Pemkot Bogor sebanyak 189.467 jiwa atau 16,70%, Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) sebanyak 352,664 jiwa atau 31,08%, PBPU (Mandiri) sebanyak 179,167 jiwa atau 15,79%, BP (Bukan Pekerja) sebanyak 37.799 jiwa atau 3,33%.
Sementara itu dari jumlah peserta JKN 1.134.634 jiwa tersebut terdapat peserta Non aktif (tidak membayar Iuran) sebanyak 235.260 jiwa atau 20,73 persen
“Peserta non aktif dapat disebabkan adanya penonaktifan dari Kementerian Sosial, penonaktifan hasil Verivali Pemerintah Kota Bogor (dinsos), peserta PHK dan peserta PBPU/Mandiri menunggak iuran,” katanya.
Meski demikian, bagi peserta non aktif tetap bisa mengaktifkan kembali kepesertaan tersebut.
Untuk masyarakat yang masuk dalam kriteria miskin dan terdaftar dalam peserta DTKS (data terpadu Kesejahteraan Sosial), dapat didaftarkan kembali sebagai peserta PBI-JK oleh Dinas Sosial melalui aplikasi Siks -NG dengan melengkapi ID-Semesta .
Pemkot Bogor juga menjamin penduduknya (sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Pemkot Bogor), dengan mendaftarkan dirinya lewat Aplikasi Solid.
“Sedangkan untuk peserta yang mampu, dapat mengaktifkan kembali kepesertaannya dengan melunasi tunggakan iuran melalui Bank (BNI, BRI, Mandiri, BCA, Indomaret, Alfamart, Kantor POS,” ujar Jenal.
Sedangkan untuk mendaftar sebagai peserta baru dapat dilakukan lewat kanal-kanal yang sudah disediakan oleh BPJS Kesehatan, diantaranya aplikasi PANDAWA dengan melakukan WA ke no 08118165165, BPJS Keliling, BPJS On Line, kantor BPJS Kesehatan.
“Apabila peserta non aktif PBPU/Mandiri tidak sanggup membayar iurannya dan masuk kriteria keluarga miskin, dapat dialihkan kepesertaannya menjadi peserta PBI-JK, PBPU BP Pemda Kota Bogor, tanpa melunasi tunggakannya. Tunggakan tersebut masih melekat pada peserta, apabila peserta kembali menjadi segmen PBPU /Mandiri, maka peserta terlebih dahulu melunasi tunggakan iurannya, baru bisa di daftarkan sebagai peserta PBPU/Mandiri,” katanya.
Capaian UHC yang menjangkau 101,6 Persen ini juga didukung dengan kesiapan fasilitas kesehatan di Kota Bogor. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena menyampaikan bahwa dengan tercapainya UHC 101,6 persen seluruh penduduk Kota bogor seharusnya sudah memiliki BPJS. Dalam kesiapan pelayanan, saat ini dari segi rasio jumlah faskes sudah cukup memadai untuk melayani peserta BPJS.
“Untuk ketersediaan fasilitas faskes yang tersedia saat ini di Kota Bogor ada 20 rumah sakit, 25 puskesmas, 38 klinik pratama sehingga dari segi rasio sudah cukup,” ujarnya.
Layanan jaminan sosial dengan BPJS PBI melalui data dari Dinas Sosial dilakukan dengan dasar Perwali Kota Bogor Nomor 460/KEP.214-DINSOS/2021 tentang Standar Operasional Prosedur Pengajuan Permohonan Jaminan Kesehatan Penerima Bantuan Iuran.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Dani Rahadian mengatakan, langkah pertama pengusulan data yaitu melalui data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Merupakan data yang sudah di verval oleh kelurahan yang masuk kategori miskin.
Selanjutnya pengusulan surat diajukan oleh Dinas Sosial melalui Dinas Kesehatan, BPJS PBI aktif Dinas Kesehatan mengajukan Usulan PBI kepada BPJS Kesehatan.
“Langkah kedua pengusulan data melalui petugas kelurahan verifikasi validasi kriteria miskin melalui aplikasi Solid. Jika tidak lolos verifikasi, maka tidak akan diusulkan, jika lolos verifikasi maka usulan masuk pada pengusulan peserta BPJS PBI Re-aktif BPJS PBI oleh BPJS Kesehatan,” katanya.
Dalam melakukan verifikasi ada 18 parameter yang tertera pada Aplikasi Solid dalam pendaftaran PBI APBD.
Salah satu alur pengajuanya juga bisa dilakukan melalui pelayanansosial.kotabogor.go.id yang dalam verifikasinya melibatkan Dukcapil, Kelurahan, Dinsos, Dinkes dan BPJS.
Pencapaian UHC atau cakupan kepesertaan jaminan kesehatan nasional di Kota Bogor, hingga saat ini sudah mencapai 101,6 persen lebih dan secara nasional hingga April keaktifannya sudah mencapai 96,91 persen menjadikan Kota Bogor ada di posisi ke enam dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Berdasarkan hasil evaluasi Kemenko PMK, kantor staf presiden dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kota Bogor mendapatkan apresiasi karena pemerintah daerahnya yang sangat komitmen terhadap JKN, yang tidak hanya terkait UHC dan keaktifan peserta, tetapi juga ada sektor lain seperti iuran dan lainnya.
Jurnal Bogor – Banyaknya pengguna sepeda motor, ini menjadi peluang bisnis bagi Dedi (30) dengan membuka usaha reparasi dan modifikasi sarung jok motor sangat menjanjikan,
Toko reparasi dan modifikasi jok motor Dedi 99 yang berlokasi di Jalan Soemantadireja, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.
Lembaran-lembaran bahan pelapis dan busa jok sepeda motor dengan aneka motif dan warna, digantung di depan tokonya.
Ia menceritakan, awal mulai merintis usaha reparasi sarung jok motor pada tahun 2012, itupun berpindah-pindah tempat. Mulai membuka usahanya di wilayah Pancasan, kemudian berpindah ke Muara, Cikaret, Batutulis, dan sekarang di Pamoyanan, Bogor Selatan.
“Dengan bermodalkan Rp 5 juta, Alhamdulillah sekarang usaha saya lancar dan ramai,” ujar Dedi, kepada Jurnal Bogor, Rabu (17/7/24).
Dibantu adik ipar Yusuf yang mencopot jok motor, lalu membuka pelapis jok yang lama. Proses selanjutnya Yusuf mempersiapkan busa baru sebagai pelapis tambahan, mengukurnya sesuai ukuran jok, lalu menempelnya dengan lem perekat. Tak hanya itu, ia juga mengikis bagian-bagian tepi busa dengan alat khusus agar rapi dan presisi.
Berbagai jenis bahan pelapis jok mulai dari merk MBtech, custom, polosan, original, full hembos dan press timbul, dan full modifikasi sarung jok.
“Untuk ganti sarung jok merk Mbtech yang berbahan dasar kulit sintesis berkisar Rp 120 ribu, kalau yang biasa mulai dari Rp 50 ribu sampai 150 ribu,” katanya.
Untuk konsumen, kata Dedi, toko buka mulai pukul 08.00 pagi sampai 08.00 malam. Dalam sehari bisa 3 sampai 12 motor yang mengganti sarung jok motor.
“Alhamdulillah sudah punya pelanggan tetap, perorangan dan sorum. Omset perhari bisa Rp 200 – Rp 300 ribu,” ungkapnya.
Dedi berharap toko reparasi jok motornya bisa semakin ramai. Selain itu juga ingin mengembangkan usahanya lagi.