26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 238

Lurah Mulyaharja Support UMKM Yang Bisa Menyerap Tenaga Kerja

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Pasca pandemi Covid-19, banyak perusahaan-perusahaan besar yang tutup dengan mengurangi karyawan, bahkan dirumahkan.

Namun demikian, tidak seperti halnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa bertahan dan berkembang saat ini. Salah satunya di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan banyak pelaku usaha kecil yang tetap eksis.

Lurah Mulyaharja Indra Permana mengatakan, pastinya sangat mendukung dengan banyaknya para pelaku UMKM kshususnya yang ada di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Berbagai pelaku UMKM di Mulyaharja, seperti kerajinan tangan (home made) pengrajin alas kaki (sandal), makanan, pertanian, perikanan, dan lainnya.

“Adanya UMKM, dalam hal penerapan tenaga kerja, dimana memang pada saat masa-masa sekarang ini masih sangat jarang pelaku usaha yang dapat menyerap tenaga kerja di wilayah sekitar,” ujar Indra Permana, saat mengunjungi salah satu UMKM di Mulyaharja, Rabu (7/8/24).

Harapan pastinya, untuk para pelaku UMKM dapat terus berkembang dengan tetap memperhatian dalam hal perizinan, kualitas produksi.

“Dengan begitu ini akan mengangkat nama Mulyaharja itu sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid UMKM Kota Bogor Ela menambahkan, kita telah melakukan pembinaan, sosialisasi, dan pelatihan kepada UMKM.

Kendati demikian, secara pribadi berusaha lebih maju, namun perlu keseriusan dari mereka juga, karena beberapa ada sosialisasi dan pelatihan, namun tidak semua membuktikan kemajuan paling hanya setengahnya.

“Yang penting mulai motivasi dari dirinya sendiri untuk bisa maju,” tuturnya.

Ia berharap, lebih termotivasi, karena biar bagaimana pun pemerintah terbantu oleh mereka, minimal bisa mengerjakan di tengah kesulitan ini

“Upaya dilakukan dari kami, yakni membantu dari hulu ke hilir, mulai dari legalitas, NIB, Kemasan, BPOM, Haki, dan sampai ke pemasaran,” tandasnya.

Yudi

Menyemarakan HUT RI ke-79, Kecamatan Tamansari Adakan Berbagai Lomba

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Banyak cara yang dikakukan dalam menyemarakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, salah satunya Kecamatan Tamansari mengadakan berbagai kegiatan dengan berbagai lomba.

Warga Tamansari begitu antusias mengikuti lomba gerak jalan sehat yang diikuti ratusan peserta yang diadakan oleh Kecamatan Tamansari.

“Kegiatan ini untuk kekompakan dan keguyuban antar desa akan selalu terasa dan juga kekompakan antar Kecamatan, baik dari perangkat Kecamatan dan perangkat desa akan lebih kompak lagi,” kata Camat Tamansari, Yudi Hartono, Rabu (7/8/24).

Ia mengatakan, bahwa dalam event 17 Agustus itu, bukan hanya lomba gerak jalan sehat saja, ada juga beberapa lomba seperti, lomba catur tingkat SD/MI, bola volly putra dan Putri, lomba Padus antar TP PKK desa, lomba B2SA, olah raga tradisional khas 17 an serta tabligh Akbar.

Berharap kedepannya semoga dengan terselenggaranya acara tersebut, pihaknya bisa lebih meningkatkan kekompakan bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlangsung di tahun tahun berikutnya,” harapnya.

Yudi

Tingkatkan Pelayanan Puskesmas Jadi Kunjungan Sehat

0

Pada sektor kesehatan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyoroti berbagai hal, diantaranya pengentasan stunting, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, peningkatan alat kesehatan, tenaga kesehatan, dan sebagainya.

Kesehatan menjadi program prioritas yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun melalui berbagai program, baik di tingkat pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Di berbagai kesempatan termasuk saat Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2024 di ICE BSD, Tangerang, Banten pada April lalu, Jokowi menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hal penting dalam upaya Indonesia menjadi negara maju.

Menindaklanjuti arahan orang nomor satu di Indonesia, Kota Bogor terus melakukan peningkatan kesehatan, baik melalui jaminan kesehatan, pelayanan, fasilitas hingga peningkatan peran puskesmas dalam pengentasan stunting, gizi buruk dari pra nikah hingga anak yang sudah mengalami stunting.

Seperti yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Lawang Gintung yang membawahi empat kelurahan melalui dua unit puskesmas pembantu di Muarasari dan Harjasari, sebagai upaya dari peningkatan layanan serta mendukung Pembangunan Indonesia Sentris menuju Indonesia Maju.

Saat ini tingkat kunjungan pun bertambah menjadi 100 orang setiap hari. Mencakup pasien yang ingin mengakses pelayanan kesehatan individu hingga kunjungan sehat dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, peningkatan kesehatan dilakukan dengan mengikuti program pemerintah pusat melalui transformasi kesehatan dengan layanan terintegrasi melalui enam pilar, yaitu layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan dan teknologi kesehatan.

“Transformasi layanan primer dilakukan dengan Integrasi Layanan Primer (ILP), yaitu dengan tiga fokus yaitu pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, penguatan jejaring pelayanan kesehatan dan penguatan pemantauan situasi kesehatan sampai tingkat kelurahan,” kata Erna belum lama ini.

Pelayanan siklus hidup dimulai dari ibu hamil, ibu bersalin, bayi, balita, anak sekolah, remaja, usia dewasa sampai lansia. Layanannya mengutamakan edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi dan berbagai skrining pada semua kelompok usia tersebut.

“Seluruh puskesmas di Kota Bogor sudah mengimplementasikan ILP, puskesmas pembantu dan posyandu. Nantinya, semua orang yang berobat di puskesmas tidak hanya diobati penyakitnya saja, tetapi juga dilakukan skrining sesuai usianya. Misalnya pada usia dewasa dilakukan skrining terhadap risiko penyakit jantung, diabetes, jiwa, TBC, HIV dan lain-lain. Jadi, kita melakukan mitigasi atau pencegahan melalui preventif,” katanya.

Kepala UPTD Puskesmas Lawang Gintung, Arsanti Kurniasari mengatakan, peningkatan kesehatan melalui fasilitas kesehatan di Puskesmas Lawang Gintung dilakukan dengan memperluas area pelayanan dan pemisahan ruangan infeksius dan non infeksius melalui penapisan sebelum pasien melakukan pendaftaran.

Tak hanya itu, sesuai arahan dari Presiden, Puskesmas kini juga memiliki alat USG untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil.

Tak berhenti disitu, Puskesmas juga menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat, tidak hanya memberikan pelayanan upaya kesehatan perorangan (UKP) namun juga memberikan layanan Upaya Kesehatan Masyarakat atau (UKM) melalui turun langsung ke lapangan.

“Jadi ketika menjelang siang saat semua pasien di puskesmas dilayani, petugas yang memiliki tugas UKM langsung menyebar turun langsung ke masyarakat. Ada puskesmas keliling, penjaringan anak sekolah sebagai upaya pencegahan penyakit kepada anak usia 15 tahun, promkes, pengentasan stunting, ODF, posyandu, posbindu, pos rem, semua kita tangani melalui banyak program,” ucapnya.

Sehingga lanjut Arsanti, Puskesmas bukan saja berfungsi seperti klinik atau rumah sakit namun juga melakukan upaya kesehatan masyarakat menuju puskesmas sebagai kunjungan sehat.

Artinya, ke depan masyarakat yang datang ke puskesmas tidak hanya melakukan pengobatan tapi melakukan kunjungan sehat, seperti periksa kehamilan, tensi darah, gula darah, konsultasi kesehatan, mempertahankan kesehatan dan sebagainya.

“Jadi ya kita berharap ke depan UKP itu hanya 25 persen 75 persennya kunjungan sehat. Untuk itu perlahan kita ubah mindset pola pikir masyarakat untuk hidup sehat dan juga kita lakukan skrining penjaringan mulai dari usia 15 tahun,” ujarnya.

Puskesmas Lawang Gintung sebagai puskesmas induk juga memiliki ahli gizi sebagai untuk memberikan layanan tentang gizi masyarakat. Tak hanya itu, anak yang mengalami stunting, kurang gizi, dan ibu hamil dan sebagainya yang sudah masuk dalam kriteria dan daftar penerima asupan gizi tambahan atau makanan tambahan juga memperoleh makanan tambahan sebagai upaya pengentasan stunting dan gizi buruk. Sehingga peran dan fungsi puskesmas benar-benar menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat.

“Iya, puskesmas ini juga menyalurkan pemberian makanan tambahan dan kita menyiapkan juga ahli gizi. Jadi anak anak yang kurang energi, protein, stunting, anemia, ibu hamil dan sebagainya sesuai kriteria penerima kita berikan secara rutin selama tiga bulan di sini, mereka rutin datang ke puskesmas juga untuk mendapatkan penyaluran dan konsultasi dengan ahli gizi,” ucapnya.

Hut Ke-49, Indocement Berbagi Kebahagiaan Melalui Program Indocement Baik

0

Jurnal Bogor – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) merayakan hari jadinya yang ke-49 pada 4 Agustus 2024. Pada tahun ini tema yang diangkat adalah Growing for Stronger Greener Future. Tagline ini memiliki dua kata penting yaitu Growing dan Greener, kata Growing mencerminkan sejumlah langkah besar yang telah diambil Indocement untuk memperkuat posisi kepemimpinannya pada industri semen nasional di beberapa tahun terakhir ini sedangkan kata Greener sejalan dengan komitmen keberlanjutan Indocement untuk menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Beragam acara dilakukan untuk memperingati HUT ke-49 Indocement, salah satunya adalah pelaksanaan program Indocement Baik. Program ini dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar daerah operasional Indocement.
Kompleks Pabrik Citeureup melaksanakan program One Book One Employee sebuah program pengumpulan buku edukasi untuk disumbangkan kepada sekolah di desa mitra selain itu, Indocement juga mengajak karyawan untuk menjalankan voluntary teaching ke SMK Tunggal Prakarsa. Indocement juga menyelenggarakan turnamen sepak bola antara SSB mitra Indocement sebagai salah satu bentuk dukungan pengembangan olahraga sepak bola.

Karyawan-karyawan dari Kompleks Pabrik Cirebon menyelenggarakan kegiatan Sedekah Sampah dan kegiatan berbagi dengan memberikan donasi, bantuan paket pendidikan serta mengajak makan anak- anak yatim yang diasuh oleh beberapa lembaga pendidikan, panti asuhan, yayasan, dan desa mitra. Selain itu, Indocement Cirebon juga berbagi ilmu melalui program Indocement Ajar, beragam topik dibahas dan diunduh ke akun Youtube Santap Ilmu sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya.

Di Kompleks Pabrik Tarjun, karyawan memberikan donasi dan bantuan paket pendidikan kepada anak- anak yatim yang berada di desa mitra serta memberikan bantuan paket makanan tambahan untuk
1.000 murid sekolah dasar di desa mitra. Indocement Tarjun juga melaksakan program employee volunteering melalui kegiatan gotong royong memperbaiki dan merenovasi balai pertemuan warga di Dusun Simpang Tiga Quarry, satu hari mengasuh anak didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kotabaru, pelaksanaan program edukasi dan sosialisasi pembuatan kompos di SMAN 1 Kelumpang Selatan serta edukasi mangrove untuk 100 pelajar SMP dan SMA dari desa mitra.

Meneruskan tradisi di HUT sebelumnya, pada HUT ke-49, Indocement menyelenggarakan Pekan Olah Raga dan Seni di seluruh wilayah operasional yang diikuti oleh seluruh karyawan.
Pada HUT Indocement ke-49 ini, Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya juga meresmikan Arena 3Roda. Arena ini dulunya bernama sporthall yang digunakan karyawan Kompleks Pabrik Citeureup sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan olahraga. Tahun ini arena ini sudah direnovasi untuk memenuhi standar fasilitas olahraga yang lebih baik.

Acara puncak perayaan HUT ke-49 Indocement dilaksanakan di tiga lokasi secara bersamaan, yaitu di Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Indocement, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada karyawan, “Terima kasih kepada seluruh karyawan Indocement yang tetap semangat berkarya, mari terus memupuk semangat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, serta menjaga sinergitas sehingga setiap kendala dapat segera diatasi dan setiap peluang dapat dimanfaatkan secara optimal!”. (*)

Bupati Temanggung Klarifikasi KSP Data Pompa Yang Tidak Valid, Kementan Sebut Datanya Ngawur

0

JURNAL Inspirasi – PJ Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menegaskan informasi data pompa yang disampaikan Deputi III KSP Edy Priyono, pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) tidak valid.

Melalui surat resmi yang disampaikan, Bupati Hary memberikan klarifikasi terkait pompa air yang digunakan di Desa Balesari, Kecamatan Bansari. Hary merupakan unit pompa air bantuan berasal dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024, dan bukan tidak tepat sasaran.

“Bantuan pompa air tersebut sudah sesuai peruntukannya dan digunakan untuk mendukung pengembangan Food Estate hortikultura, dan bukan merupakan bantuan pompa air mendukung Program Perluasan Areal Tanam Padi (PAT) dari Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Berkaitan dengan Program PAT Tahun 2024, lanjutnya, Kabupaten Temanggung mendapatkan pompa air sebanyak 29 unit yang disalurkan melalui Brigade Dinas 10 unit, Brigade Kodim 10 unit, dan Kelompok Tani 9 unit melalui APBN.

Sementara bantuan pompa air 9 unit di Kelompok Tani Desa Duren Kecamatan Bejen, Desa Selosabrang kecamatan Bejen, Desa Karangtejo Kecamatan Jumo, Desa Klepu Kecamatan Kranggan, Desa Pendowo kecamatan Kranggan dan Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat.

“Ini memastikan bahwa Kecamatan Bansari bukan menjadi sasaran PAT di Kabupaten Temanggung Tahun 2024 karena merupakan Kawasan Hortikultura khususnya cabai, dalam rangka mendukung upaya pengendalian inflasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, kegiatan pompanisasi yang menggunakan APBN fokus untuk Penambahan Areal Tanam (PAT) komoditas padi. Tujuannya untuk peningkatan produksi dan menjaga ketersediaan pangan khususnya pada masa perubahan iklim.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch Arief Cahyono menyayangkan informasi yang tidak valid dan salah disampaikan pada forum resmi ke publik secara terbuka.

“Pernyataan ini ngawur memberi data pompa dan memberi kesan yang tidak baik bagi Kementan. Padahal jelas program pompanisasi dilakukan pada komoditas padi dan terverifikasi. Nyatanya pompa yang diduga tidak tepat sasaran merupakan pengadaan lewat APBD Temanggung,” tegasnya.

Arief menjelaskan program bantuan pompa air di Desa Balesari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) atau dari APBD Provinsi Jawa tengah.

“Pompa tersebut bukan berasal dari anggaran APBN. Namun Kementan tetap mendukung pemasangan pompa sejenis tersebut selama memberikan manfaat yang besar untuk petani,” ujar Arief di Jakarta, Senin 5 Agustus 2024.

Dikatakannya, Kementan mengeluarkan kebijakan dan langkah terobosan untuk meningkatkan produksi pangan pada kondisi adanya perubahan iklim ekstrem, menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Indonesia cita-cita sebagai lumbung pangan dunia.

“Pompanisasi menyasar lahan yang dapat digunakan untuk menambah produksi pangan nasional khususnya padi dan jagung yakni sawah tadah hujan dengan cara meningkatkan indeks pertanaman (IP). Terdapat potensi sawah tadah hujan sekitar 3 juta hektar yang dapat ditingkatkan Indeks Pertanaman dan produktivitasnya,” jelas Arief.

Arief melanjutkan, Kegiatan Pompanisasi yang bersumber dari dana APBN dengan pola bantuan pemerintah yang diberikan kepada Kelompok tani/Gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan) atau P3A/GP3A yang memenuhi kriteria. Pemberian bantuan pompa air dalam program pompanisasi harus sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang dikeluarkan Kementan.

“Maksud kegiatan Pompanisasi untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi untuk percepatan olah tanah dan tanam serta untuk meningkatkan Penambahan Areal Tanam (PAT) padi,” tutupnya.

(bbpmkp)

Rudy Susmanto : Event SOIna Cup 2024 Harus Jadi Kalender Tahunan Kabupaten Bogor

0

Jurnalinspirasi.co.id – Event Special Olympic Indonesia (SOIna) Cup 2024 di bawah kepemimpinan Ahmad Azwary harus jadi kalender tahunan Kabupaten Bogor.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto saat menghadiri kegiatan SOIna Cup 2024 yang digelar di Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (5/8/24).

“Kami mengucapkan selamat atas digelarnya SOIna Cup 2024. Ini momentum pertama dan kami pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangat berharap dan harus memastikan bahwa kegiatan hari ini menjadi kalender event tahunan di Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto kepada Wartawan.

Alasan SOIna Cup harus menjadi event tahunan, jelas Rudy Susmanto, karena Kabupaten Bogor memiliki harapan besar agar anak-anak yang istimewa tersebut bisa menjadi atlet internasional.

Kedepannya, lanjut Rudy, SOIna Cup ini harus bisa mencontoh event Gothia Cup di Swedia yang merupakan ajang kompetisi sepak bola junior di Tingkat internasional yang setiap tahun digelar di kota Gothenburg.

“Karena kita punya mimpi besar terhadap anak-anak Istimewa yang ada di Kabupaten Bogor. Harapan terbesar kami mudah-mudahan acara kejuaraan SOIna Cup bisa mencontoh seperti acara Gothia Cup di Swedia,” jelasnya.

Wasekjen DPP Gerindra itu menuturkan, bahwa Pemkab Bogor sangat mendukung semua kalangan masyarakat dalam mengadakan event-event olahraga.

Terutama kepada SOIna Kabupaten Bogor yang baru pertamakali mengadakan event yang sangat luar biasa ini.

“Kita harus jadi Barometer bahwa Pemkab Bogor mensuport seluruh kalangan masyarakat terutama hari ini SOIna Cup yang baru digelar pertamakali dan harus menjadi kalender event tahunan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Selain dukungan moril, tambah Rudy, Pemkab Bogor juga sudah mendukung secara materil berupa anggaran yang sudah di ketuk pada APBD Perubahan 2024 baik untuk SOIna, NPCI, KONI, Kormi dan lainnya.

“Dari APBD tentu karena kita Pemkab Bogor mendukung dan mensupport bukan untuk tahun depan, tapi kita mulai di APBD Perubahan 2024 ini kita memberikan dukungan penuh anggaran untuk kegiatan SOIna, NPCI, KONI, Kormi dan semuanya,” bebernya.

Rudy berpesan kepada peserta yang mengikuti event SOIna Cup harus tetap semangat, karena Pemkab Bogor akan memberikan dukungan full sampai menjadi atlet kedepannya.

“Pesan buat peserta, harapan kami satu, kita melihat anak-anak ini juga merupakan masa depan Kabupaten Bogor, harus tetap semangat, bahwa kita Pemkab Bogor ada buat mereka dan kita siap mensupport anak-anak muda Kabupaten Bogor,” pesan Rudy.

Untuk diketahui, dalam event SOIna Cup 2024 ada dua cabang olahraga yakni Bocce dan Seven Ball. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bogor, Ketua Organisasi Keolahragaan, Organisasi Kepemudaan dan Kadin Kabupaten Bogor. **

**Aga

Meningkatkan Pendapatan Ekonomi, Warga Desa Sukajadi Ikuti Workshop Pengolahan Ikan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) mengelar workshop pengolahan perikanan di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, pada Sabtu (3/8/24).

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa Himakua 2024, M. Bimosena Sofiawan mengatakan, kegiatan workshop pengolahan ikan nila dimana, kami disni produk olahan ada abon ikan nila, dimsum, kerupuk tulang ikan nila dan baby fish.

“Nah, produk produk ini kita kedepankan untuk progam Ini sebagai bentuk menciptakan nilai tambah untuk ibu-ibu yang tentunya akan menjadi wirausaha itu yang kami harapkan dari program ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, di desa Sukajadi potensi air itu sangat banyak terutama di RW-RW yang memang sangat spesial punya mata airnya. Dari catatan kami ada 10 titik mata air yang telah termanfaatkan 4 titik mata air menyuplai air di kolam budidaya ikan nila.

Yang nantinya akan menjadi nilai tambah ketika produk bahan baku ikan nila tersebut dapat dimanfaatkan ibu ibu membuat olahan menciptakan hilirisasi dan hulu yang kuat untuk ekonomi perikanan di desa Sukajadi,” paparnya.

Ia menjelaskan, selain program pengolahan ini, ada budidaya ikan nila dengan suatu konsep merintroduksi konsep lama, tapi seakan akan baru, yaitu mina padi, yang mana penggabungan antara padi dengan ikan yang di budidayakan.

“Sehingga panen itu akan dua kali ada dari padi dan ikan, sehingga peningkatan pendapatan dengan konsep mina padi. Dan ikan-ikan itu di olah ibu-ibu yang berdampak peningkatan ekonomi,” ucap Bimosena.

Masih kata dia, setelah workshop ini, kita lakukan kegiatan ini akan menginkubasi para ibu ibu yang berminat untuk mengolah lebih lanjut, sehingga akan ada rumah-rumah produksi di masing masing olahan menciptakan wirausaha olahan perikanan.

“Berharap dari kegiatan ini adanya hal-hal seperti ini tentu menjadi tolak ukur dan suatu jejak pertama kali hadir di Sukajadi terkait olahan ikan, dan mengedepankan perikanan,” katanya.

Potensi selama ini yang termaksimal hanya wisata, sedangkan dipertanian khususnya perikanan buk ada potensi yang banyak digali oleh mahasiswa dan dinas dan lain lain.

“Tentu, ini menjadi tolak ukur kami menjejaki pertama yaitu menciptaka usaha-usaha ikan nila di desa Sukajadi yang terintegrasi dengan padi juga dengan olahan yang dilakukan warga Sukajadi,” ungkap Bimosena.

Yudi

Menyemarakan HUT RI ke 79, Ibu-Ibu Warga Kampung Warung Limus Aksi Beberesih

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Menyemarakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79, ibu-ibu warga Kampung Warung Limus RT 04/09, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor melakukan aksi bersih-bersih di jalan.

Disamping ibu-ibu ini aktif dalam kegiatan pengajian, namun peduli terhadap lingkungan sekitar dengan melakukan bersih-bersih jalan.

Aksi bersih-bersih jalan ini merupakan kepedulian warga RT 04 agar jalan menuju Kampung Warung Limus terlihat asri dan bersih,” ujar salah satu warga Nunung, Senin (5/8/24).

Lebih lanjut, kita bersama-sama ibu-ibu yang aktif di pengajian melakukan bebersih dengan mencabut rumput di sepanjang jalan menuju Kampung Warung limus.

Biasanya kegiatan gotong royong beberesih jalan ini dilakukan oleh bapak-bapak, namun sekarang dilakukan oleh ibu-ibu.

“Melihat jalan rapih dan bersih kan enak tidak bala (tidak bersih-red),” ucapnya.

Yudi

Benn Minta Kader NasDem Tegak Lurus di Pilkada Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bogor bergerak cepat dengan melakukan konsolidasi pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada), pasca keluarnya rekom terhadap bakal calon wali kota Sendi Fardiansyah.

Dalam konsolidasi yang dilakukan di Hotel Salak, Jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (4/8/2024) itu juga dihadiri juga oleh Ormas Pemuda Pancasila.

Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie meminta kader NasDem solid dan tegak lurus untuk mendukung Sendi Fardiansyah di Pilkada Kota Bogor, November mendatang.

“DPD NasDem Kota Bogor melanjutkan instruksi untuk menyebarluaskan ke tingkat ranting dan juga lembaga-lembaga badan yang ada untuk mendukung Sendi,” ujar Benninu kepada wartawan, Minggu (4/8/2024).

Selain itu, pria yang akrab disapa Benn itu juga meminta Pemuda Pancasila yang merupakan sahabat erat NasDem Kota Bogor untuk ikut memenangkan Sendi.

Menurut Benn, NasDem sebagai partai pengusung pertama Sendi Fardiansyah berkomitmen memperjuangkan dan memenangkan Sendi pada Pilkada 2024.

“Kami akan perjuangkan untuk memenangkan Sendi sebagai Wali Kota Bogor,” ungkapnya.

Atas dasar itu, sambung Benn, tidak boleh ada lagi kader NasDem dan Pemuda Pancasila yang bermain banyak kaki pada Pilkada kali ini.

“Apabila ada yang tidak setuju dengan instruksi partai dipersilahkan untuk mengembalikan KTA NasDem,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

Bangun Kemitraan, Petani Desa Sukajadi Teken MoU Dengan ATP IPB

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Petani Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, tanda tangan MoU kerjasama dengan Agribusiness and Technology Park (ATP) Institute Pertanian Bogor (IPB), pada Sabtu (3/8/24).

Pendamping Petani Mitra ATP IPB, Yudi, mengatakan, kebetulan ada kegiatan KKNT IPB jadi dengan pertemuan mereka dengan kelompok tani desa Sukajadi, sehingga peluang kemitraan bisa di kerjsamakan dengan ATP.

“Bentuk kerjasamanya sebagai mitra petani binaan ATP IPB, lingkar kampus terutama, jadi nanti kerjasamanya adalah pendamping, edukasi, penyediaan pasar, dan harga yang tetap atau plat, serta para petani mendapatkan fasilitas pembelajaran dan pelatihan,” paparnya.

Lebih lanjut, di desa Sukajadi yang mayoritas petani ubi, kita peluang lebih di ubi, karena menyesuaikan dengan kebiasaan para petani, dan kita perluas di desa Sukajadi, mulai dari ubi cilembu, ungu dan ubi orange.

“Untuk lingkar kampus selain desa Sukajadi, ini banyak kurang lebih 24 desa binaan lingkar kampus, salah satunya desa Benteng Ciampea, Ciaruten Ilir, Dramaga. Jadi dari total sekian desa itu, ini yang desa sukajadi yang baru tahun 2024,” bebernya.

Desa lain ada hortikultura sentra kangkung, terong jagung. Dari desa lingkar kampus ini, kita bagi beberapa komoditas sesuai kebiasaan petani.

Menurutnya, hasil dari petani kita ada klasifikasi misalkan, hasil panen petani kita ambil semua, kita di grading yang A masuk ke supermarket, industri, dan grade B horeka, untuk C produk olahan, jadi hasil produk petani terserap.

Adapun kebutuhan pasar berapa baru ke sistem kouta tanam ke petani. Masing masing petani punya kapasitas produksi sendiri. Sebetulnya dilihat dari kebutuhan ada beberapa industri tinggi ada 1 ton perminggu, dan 10 ton perminggu.

“Jadi desa kita bagi dari survey kebutuhan pasar sesuai 24 desa,” ungkapnya.

Sementara Ilham Tyas Sulistyo Saputro PIC Program Agriwork IPB Ilham Tyas Sulistyo Saputro menyampaikan, berawal dari keluh kesah petani desa sukajadi, terkait pemasaran.

“Kita melaksanakan bagaimana cara petani ubi yang baik, dan ATP sosialiasi terkait kemitraan dengan tandatangan MoU,” ucapnya.

Sebelum MoU kita sudah ada beberapa kegiatan dari ATP ada bibit opra ternyata pak akta siap menanam kita tanam 400 bibit.

Bahkan kata dia, ada RW 11 yang ingin ikut bergabung kemitraan dan akhirnya kemitraan penandatanganan MoU.

“Karena kita pengen merancang desa sukajadi menjadi sentra ubi di Bogot serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Sukajadi di sektor pertanian,” harap Ilham.

Yudi