30.4 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 231

Memorial Ongaku Haji Baidar, Saudagar Yang Baik dan Sukses

0

JURNAL Inspirasi – Dimana dan kapan dimakamkan onga H.Baidar, itu salah satu pertanyaan yang terbaca di WAG Arsyad Family.

Saran dan usulan saya onsu AA kepada anakda Roni, yaitu jenazah onga H.Baidar disholatkan dulu jenazahnya di masjid Al Mukmin Kp Baru Timur, yang almarhum pernah mengabdi membangun masjid jamiak tersebut.

Dan masjid Al Mukmin itu adalah tempat sholat fardu berjemaahnya almarhum yang tak pernah tinggal, alm selalu sholat di masjid Al Mukmin. Kampung Baru, setelah sholat berjemaah sholat zhuhur dilanjutkan dengan sholat jenazah. Demikian itu saran terbaik untuk jalannya prosesi pemakaman alm. ongaku H.Baidar.

Insya Allah banyak warga yang mensholatkan almarhum. Setelah itu acara pelepasan jenazah dgn sambutan dari abang ustadz H.Abbas Main (Ketua Pemangku Masyarakat Adat Cerenti). Kemudian peti jenazahnya  dibawa ke lokasi pemakamannya di tanah wakaf pemakaman warga Desa Kp.Baru. Jika saya tak salah almarhum onga Baidar yang ikut aktif mempelopori pembelian tanah wakaf tsb sekitar pada thn 1980an.

Selanjutnya di lokasi makam, warga pengantar berdoa dipimpin abang iparku Ustadz H.Abbas Main, kakak iparku, dengan prosesi pemakaman Islami yang khusyuk dan tawadduh, serta bertawaqal illallah.

Innalillahi wainna illahi roojiun..Allahummagh firlahu warhamhu, wa’aafii wa’fuanhu wanuzhulahu.

Kita doakan, almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah. Kita doakan juga agar arwahnya ditempatkan pada golongan orang-orang yang sholeh, berada di Syurgajannatunnaim. Aamiin aamiin aamin ya rabbal ‘alamiin.

Kepergian ongaku ini saya sungguh sedih dan mengingat kebaikannya selama hidupnya, terutama terhadap saya salah satu adiknya, yang ia didik. Saya begitu banyak kesan kebaikannya yang saya rasakan.

Onga Baidar adalah orangnya baik dan sholeh, rajin beribadah, suka menolong kerabatnya, beliau telah berjasa di tengah keluarga kami alm Haji Arsyad Kahar sebagai penyokong dan tulung punggung ekonomi keluarga, membantu omaknya Hj.Darana bintI Djamin dalam menghidupi anak yatim, setelah kita ditinggal wafat ayah H Arsyad, Selasa mala .tgl 21 Maret 1971, persis sakaratul maut dan wafat ayah dan ibuku, meningal dunia dan dimakamkan pada hari Rabu. Katanya termasuk hari yang baik, insya Allah.

Alhamdulillah, kita anaknya omak alm Hj.Daranah, kini hidup selamat, tidak ada yang miskin dan terlantar rasanya. Insya Allah. Itu berkat bantuan salah satunya jasa alm onga H.Baidar semasa hidupnya.

Untuk diketahui, bahwa ayah onga Baidar, informasi dari ibundaku ayahnya bernama Lazim, wafat ketika onga Baidar berusia balita, umur lk 8 bulan. Omakku kematian suami, menjanda sambil bersekolah agama Islam Madrasyah Tsanawiyah Tsamaratul Azhar Desa Koto Praku. ibuku sejak gadis dan janda muda desa, ketika itu hingga wafatnya memang cantik, cerdas dan pintar mengaji membaca kitab suci Al Quran.

Cerita ibuku kepadaku semasa hidupnya, ayahku H.Arsyad Kahar, orangnnya juga “parlente”, hobbynya menembak burung arau binatang seperti Tupai di lahan perkebunan Desa Pulang Jambu, rumah nenekku Maitah.

Ketika ayahku berjalan mencari burung-burung liar di pepohonan itu, ayahku melihat ibuku yang janda cantik di pelataran rumah nenekku. Beliau menyapa, dan kemudian bertegur sapa, akhirnya singkat cerita mereka menikah. Padahal  ayahku berprofesi saudagar karet waktu itu adalah suami orang namanya Hj.Fatimah, beranak 3 orang, salah seorang diantaranya ongaku H Edward Arfa.SH, pensiunan hakim PN dan pengacara di Kota Tg Pinang.

Sewaktu usia balita ongku Baidar dipelihara oleh nenekku Ino Maitah di Desa Pulang Jambu Kec.Cerenti, karena ibu janda muda bersekolah agama. Setelah ibuku berumah tangga yang disunting H Arsyad, onga Baidar kembali kepangkuan ibuku, dipelihara ibu/omakku Hj.Darana.

Kata omakku, ayahku sangat sayang kepada anak tirinya Baidar, sehingga ayahku mendidiknya secara disiplin dan sabar agar menjadi saudagar karet, berketrampilan “mamboli gotah” dari para penyadap karet di beberapa desa spt di Candi, Topiang Komang dll, kemudian dijual ke Tauke orang China di kampung. 

Dalam perjalannya berdagang, mengalami jatuh-bangun, pernah bangkrut usaha ongaku, disebabkan waktu itu, dia pola hidupnya agak “nakal” suka main judi, tetapi ayahku sabar mendidiknya. Akhirnya singkat cerita ibuku, ongaku Baidar bertaubat tidak nakal dan tidak berjudi serta minum-minum yang memabukan lagi, berkeluarga menyunting gadis desa yang cantik bernama Ramona, dan selanjutnya sukses berusaha, menjadi saudagar ghotah.

Orangnya jujur, sehingga para Tauke China sangat senang.berteman bisnis dengan ongaku itu, para Tauke sering memberikan pinjaman modal untuk membeli karet berton-ton per minggu. Ongaku sukses menjadi “induk xomang” dengan panakiiak gotah, urang kampung yang berlangganan, yang menjadi “anak somangnya” thn1970 sd 1990an, masa jayanya.

Kata ibuku, pernah orang lain, memanggilnya Baidar anak Lazim, dia ongaku marah kepada orang tersebut, karena di masa usia belita, beliau hanya  mengetahui, mengenal dan mengakui bahwa ayahnya adalah Haji Arsyad, ayah kandungku yang ganteng itu.

Begitulah ceritanya bahwa saya memang berlain ayah dengan ongaku itu. Walaupun demikian faktanya, tetapi saya juga merasakan bahwa ongaku Haji Baidar adadalah kakak kandung saya yang sesungguhnya, dan beliau berhak dipanggil juga H.Baidar Arsyad, jika saya menulis surat kepadanya ketika saya berstatus sebagai siswa SMA di Pekanbaru  dan mahasiswa IPB, berkuliah di Bogor.

Alm ongaku Baidar Arsyad ini sangat hormat dan memuliakan ibunya, omak kandungnnya Hj.Daranah bin Djamin, terutama makanan, beliau selalu tidak lupa, jika membeli ikan Patin sungai yang enak, atau ikan Tapah, Belida, Bawung dll, atau daging sapi atau kerbau atau tunjang kaki sapi untuk istri dan makanan anak-anaknya, beliau selalu menitipkan dan mengirim untuk ibunya di rumah di Kp Bukit Gudang Desa Kp.Baru Cerenti.

Makanya saya berkeyakinan, bahwa anak yang memuliakan ibunya seperti alm.ongaku akan banyak rezeki melimpah oleh Allah SWT itu yang saya amati pada sosok ongaku Baidar yang pernah berjaya bisnisnya. Saya adiknya belajar kehidupan kepadanya, dia adalah guru Kehidupanku dan panutanku (role model) berkeluarga.

Onga Baidar adalah seorang sosok “pengganti” alm ayahku, yang wafat thn 1971, ketika aku baru duduk di bangku SDN.No.1 Cerenti, kelas 2. Dialah orang, dunsanakku, yang mendidik dan mengajar menjalani hidup dengan bekerja keras, prihatin, disiplin dan berdagang untuk mendapatkan pengghasilan (income) yang cukup agar hidupku layak.

Saya lama numpang hidup bersama keluarga almarhum, belasan tahun sejak thn 1973 bekerja degannya, titipan omakku di keluarganya, membantu bisnis ghotah, menjadi asisten beliau, bekerja banyak rupa baik di rumah tangganya, menjaga kedai “toko kelontong”, beternak memelihara sapi dan kerbau areal pengembalaan di Sianyir ikuak Desa Sikakak, berdagang membeli gotah siang/sore hari, membantu bongkar muat, terkadang berurusan dengan Tauke Ghotah, dan lain-lain.

Sekolah saya dari sejak SD kls 4, 5 dan.6, SMPN Cerenti, SMAN di Pekanbaru, hingga masuk ke IPB Bogor ditanggung biayanya oleh Beliau, dan sebahagian besar dari beliau, dan sebagian lagi dari kakakku yang lain seperti andak Nurmi Arsyad dll.

Setelah beberapa semester kuliah di.IPB Bogor Thn 1982, saya dibantu oleh ongaku H.Edward Arfa SH, pak hakim mukim di kota Tg Pinang Kepulauan Riau, sampai selesai studi Sarjana di prodi Sosek Faperikan  IPB, riset di kawasan Barelang. Onga Baidar usahanya pun mulai agak menyusut ketika saya akan menamatkan kuliah S1 Faperikan di.IPB University.

Walaupun saya mendapat beasiswa, antara lain dari Yayasan Al Ghifari IPB dll, tetapi saya berterus terang kurang mencukupi kebutuhan hidup yang normal pada waktu itu dan alhamdulillah saya dibantu onga H. Edward Arfa SH, hakim  di PN Tg Pinang dalam penyelesaian riset  untuk penyusunan karya ilmiah Skripsi, studi di pulau Bintan, Penyengat, Karas, Pangkil, Rempang, dan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya di Provinsi Kep.Riau.

Saya bersyukur kepada Allah SWT  atas kemurahan hati para dusanak saudaraku, kerabatku telah berkemauan menyisihkan sebagian rezekinya untuk studi lanjutan adiknya di SMAN dan PTN.  Mereka adalah ongaku H.Baidar (85 thn), ongaku H. Edward (82 thn). Dan mereka berdua sungguh besar jasanya, juga para dunsanak/kerabat yg lain yang telah membantu baik material dan moril, dan terima kasih saya ucapkan kepada mereka-mereka, khususnya kepada onga Baidar bin Lazim, yang hari ini berpulang ke rahmahtullah.

Semoga segala kebaikan almarhum selama hidupnya terhadap saya adiknya, insya Allah menjadi amal sholeh dan dianugerahi  pahala yang.melimpah, sehingga memudahkannya menghadap Allah SWT, sang Maha Pencipta dan Pemilik Alam semesta beserta isinya.

Saya bersama keluargaku dari Kota Bogor, mendoakan, semoga arwah ongaku H.Baidar ditempatkan di Syurgajannatunnaim, Aamiin aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Almarhum ongaku Baidar, saya berkeyakinan adalah orang sholeh, rajin dan taat beribadah, juga berakhlaq mulia, suka membantu orang lain dan sanak family yang butuh dan susah hidup.

Ongaku orangnya jujur, berpuluh tahun menjadi bendahara Masjid Al Mukmin Desa Kp Baru, keuangan masjid sehat (maaf tidak dikorupsi) dan pembangunan masjid berjalan terus, sekarang masjidnya membesar dan indah, karena ongaku dipercaya jemaah masjid, orangnya amanah dan mau berkorban.

Kesan dan pengalamanku yang lain bersamanya, onga Baidar adalah pekerja keras, berdagang (saudagar) gotah (karet) dan berusaha ternak dan perkebunan yang sukses di Kecamatan Cerenti.

Dalam berdagang karet/ghotah, dia ongaku dipercaya oleh beberapa Tauke Gotah, keturunan China-Tiongkok yang ada di daerah kami, Kecamatan Cerenti Inhu Riau. Salah satu teman bisnisnya bang Senci, nama WNInya Ibrahim. Saking akrabnya mereka berkongsi dagang, akhirnya mereka berdunsanak adat (sanak Gito) berdua bersama omakku Hj.Daranah bin.Djamin (wafat 2021, usia 106 thn). Sehingga omakku menjadi ibu angkat secara adat Melayu abang Senci dan ibuku menjadi cucu angkat dari anak kandung bang Senci.

Hingga sekarang, saya dengan “keponakanku” anak bang Senci yakni Ayun, Acai, Singkiang, Acin, Akuang, Lihua dll, masih bersambung. Faktanya ada beberapa diantara putra-putra bang Senci (nama WNI-nya, Ibrahim) mempestakan anak-anaknya. Saya diundang, alhamdulillah saya pun beserta keluarga hadir dalam pesta perkawinan di Jakarta dan Bandung.

Itulah watak almarhum ongaku Baidar pandai bergaul dengan siapapun, terutama dengan para penyadap karet yang menjadi “anak semang” langganan jual-beli hasil perkebunan karet di daerah perdesaan, kampungku. Alhamdulillah, ongaku Baidar,termasuk saudagar pribumi karet yang sukses di zamannya thn 1970an, murah rezeki dan hartanya pun banyak, termasuk “orang kaya” di kampungku di masa itu.

Saya tahu, karena beberapa tahun, saya membantunya, dan dipercaya memegang kunci brangkas uangnya di warung yang saya jaga, ketika beliau pergi.keluar kota, urusan dagang (jual dan beli barang) dan atau berdarma-wisata (touring) di Kota Padang, Bukit Tinggi, Rengat dan Pekanbaru pada masa itu. Sayalah orang kepercayaannya yg mengendalikan bisnisnya buat sementara, dan saya dididik jujur dengan kepercayaan penuh oleh beliau.

Apa yang saya lakukan tersebut adalah amanah yg harus saya jaga baik-baik, saya tak mau mengambil uang perusahaan dagang karet dan barang kelontong di kedai untuk kepentingan pribadiku, kecuali atas sepengetahuan dan izin ongaku.

Alhamdulillah, saya dididik almarhum onga Baidar dengan berlatih kerja keras, disiplin dan diberi kesempatan mengelola warung barang-barang jlontongnya, berdagang karet (ghotah boku dan kopiang) serta dipercaya memegang uang kas dan brangkasnya, alhamdulilah saya memiliki pengalaman berharga dan modal sosial yang baik, untuk saya bisa hidup susah di rantau orang selama bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang seiring dan sejalan dengan peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan (imtaq) kepada Allah SWT.

Dalam perjalanan hidup selama sekolah SMPPN No.49 Pekanbaru, dan berkuliah di IPB Bogor, hidupku sehari-hari “pas-pasan” saja baik dalam pola makan maupun berpakaian, jika malu dikatakan sulit, miskin dan agak memprihatinkan.

Akan tetapi alhamdulillah dari ujian hidup yang pahit tersebut, karena saya sudah dididik oleh ongaku dengan ilmu candradimukanya, berpengalaman bisnis atas didikan almarhum ayahku, berkat Rahmat Allah SWT, saya kini menjadi begini, subhanallah, walhamdulillah wallhuakbar.

Saya selalu teringat firman Allah surat Ar Rahman, yang maknanya…”Nikmat Tuhan yang manakah yang akan kamu dustakan?”.

Hasil didikan ongaku Baidar selama saya membantunya, terlatih hidup bekerja keras, belajar keras, prihatin, berdisiplin dan hidup jujur, sehingga nasib hidupku menjadi begini, terselamatkan dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan, dan alhamdulillah Allah SWT memberikan nikmat-Nya yang cukup banyak, dimana kami hidup senang dan berbahagia bersama keluarga dan para Dunsanak (kerabat) the Arsyad Family yang populasi kian membesar.

Hari itu Rabu 12 September 2023, ketika itu langit Cerenti “mendung” indikasi berduka dan kami pun juga sangat berduka, kehilangan sosok, seorang kakak yang baik hati, telah menjadi panutan dan pejuang.kami dalam keluarga besar the Arsyad Family, insyaAllah almarhum akan dimakamkan disamping istrinya kakak Hj.Ramona di TPU tanah wakaf Desa Kp.Baru Cerenti. Saya dan kita hanya bisa berdoa, semoga arwah almarhum ongaku H.Baidar Arsyad diterima.disisiNys di tempat.mulia Syurgajannatunnaim Aamiin aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Dan keluarga yang ditinggalkannya, diberikan kesabaran dan bertawaqalillah. Saya sendiri, ingin dekali melihat wajah ongaku yang terakhir kali dan ikut mengantarkan ke pusara, tempat istirahat terakhirnya di TPU Wakaf Desa Kp Baru Cerenti.

Akan tetapi hal demikian itu, tidak bisa saya kerjakan saat ini untuk pulang ke kampung halaman, berangkat dari Kota Bogor menuju Cerenti, insya Allah beberapa waktu lagi ke depan, saya bisa pulang kampung untuk berziarah ke pemakaman ongaku yang aku cintai.

Saya sudah menelpon anakku Roni Baidar SP, yang pernah studi S1 Agribisnis Faperta-Unida di Bogor, tinggal bersamaku di Ciawi Bogor, dan adikku Latifah Arsyad, bahwa saya memberitahu dan minta izin belum bisa pulang kampung, karena putriku ke-2 Inna Rahmawati akan operasi sakit usus buntu, dan juga ada tugas mengajar di kampus, memasuki awal semester TA 2023/2024. Mohon doanya dan harap maklum.

Demikian narasi memorial ongaku Haji Baidar, sebagai curahan kasih sayang dan menghormati kepergian almarhum ongaku, saya pun menulis agar mereka yang membaca tahu bahwa almarhum ongaku itu adalah orang baik, sholeh insya Allah husnul khotimah.

Wabillahit taufiq walhidayah wr wb
Wassalam

====✅✅✅

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si (Dosen Senior/Assoc Profesor, dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor thn 1986, Pendiri ICMI di Malang thn 1990 dan Wasek Wankar ICMI Pusat.merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI  Orwil Khusus Bogor, Konsultan proyek-proyek K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui tulisan di media sosial)

Pemkot Bogor Bakal Relokasi PKL Alun-Alun

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menata pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran alun-alun. Salah satu upaya penataan dengan melakukan relokasi PKL ke belakang Pasar Kebon Kembang.

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari mengatakan bahwa tempat tersebut merupakan salah satu opsi untuk relokasi PKL.

“Saya cek lapangan lokasi yang jadi opsi alternatif untuk relokasi tempat PKL untuk yang didata secara sah eligible sebagai PKL Kota Bogor,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut dia, relokasi PKL bertujuan untuk membuat semua pihak baik PKL, maupun masyarakat menjadi lebih nyaman.

“Biar lebih nyaman, pedagang juga diuntungkan, baik pedagang yang sudah patuh dan membayar pajak seperti yang ada di los-los pasar ini kan mereka membayar pajak,” ungkapnya.

Kata dia, Pemkot Bogor perlu mengambil keputusan yang adil dan juga berpihak ke pedagang yang sudah mengikuti aturan membayar pajak dan retribusi kepada negara.

Atas dasar itu, PKL di pinggir jalan perlu patuh untuk mengikuti relokasi yang diinginkan para PKL.

“Agar semuanya saling menguntungkan,” kata Hery.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data saat ini jumlah PKL yang berada di sekitar Alun-Alun kurang lebih ada 400 lebih.

Pemkot, sambung dia, masih terus melakukan pelengkapan dan pengumpulan data agar bisa lebih akurat.

“Kami meminta teman-teman di OPD terkait untuk mendata lebih lanjut dan lebih presisi kepada setiap PKL harus didata termasuk data kependudukannya apakah dia orang Bogor atau orang luar dan seterusnya,” bebernya.

**Fredy Kristianto

KPU Kota Bogor Sebut Semua Persyaratan Calon Kepala Daerah Sudah Lengkap

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak lima pasangan calon (paslon) calon kepala daerah mendaftar di hari terakhir pendaftaran calon kepala daerah ke KPU Kota Bogor, Kamis (29/8/2024).

Kelimanya adalah pasangan Dedie A Rachim-Jenal Mutaqin, Sendi Fardiansyah-Melli Darsa, dokter Raendi Rayendra-Eka Maulana, Rena Da Frina-Teddy Risandi, dan duet Atang Trisnanto-Annuda Allivia.

Ketua KPU Kota Bogor, Muhammad Habibi Zainal Arifin mengatakan bahwa sebanyak lima pasangan calon tersebut sudah melengkapi berbagai persyaratan. Di antaranya lima surat pemberitahuan pendaftaran yang diterima pihaknya dalam tiga hari terakhir.

“Kelima pasangan ini sudah melengkapi syarat calon dan syarat pencalonan dalam Pemilihan Wali Kota,” ujar Habibi kepada wartawan, Kamis (29/8/2024).

Menurut dia, KPU bakal melakukan verifikasi melalui Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang akan disaksikan langsung oleh Bawaslu.

Selain itu, kata dia, KPU juga akan memberikan waktu yakni masa perbaikan apabila ada persyaratan atau berkas yang mesti diperbaiki pasangan calon wali kota dan Wakil wakil wali kota.

Kemudian, mereka bakal menjalani tes kesehatan yang akan dilakukan di RSUD Kota Bogor pada Minggu, 1 September 2024 mendatang.

“Untuk Bakal Calon yang saat ini sedang mengajukan pengunduran diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Anggota DPRD kami masih menunggu surat pengunduran diri itu diterima oleh lembaga terkait sebelum tanggal penetapan pada 22 September 2024,” jelas Habibi.

Saat ini, terdapat dua calon ya g tengah memroses surat pengunduran diri sebagai ASN. Keduanya adalah Sendi Fardiansyah dan Rena Da Frina. Begitupun dengan Atang Trisnanto yang sedang mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPRD Kota Bogor.

** Fredy Kristianto

Ini Makna Simbol Payung Versi Pasangan Atang-Annida

0

jurnalinspirasi.co.id- Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PKS dan Partai Ummat, Atang Trisnanto-Annida Allivia menjadi pendaftar terakhir di KPU Kota Bogor pada Kamis (28/8/2024).

Dalam kesempatan itu, Atang menegaskan bahwa pihaknya berharap mendapatkan kesempatan untuk berkontestasi di Pilkada Kota Bogor.

“Bismillah mewakafkan diri untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bogor. Kami berharap bahwa Koalisi Bogor Nyaman bisa menghadirkan Kota Bogor yang nyaman untuk semuanya,” ujar Atang kepada wartawan.

Atang mengatakan bahwa duetnya dengan Annida menghadirkan kepemimpinan muda untuk Kota Bogor.

“Kami tidak hanya membuat jargon anak muda sebagai pembangun, tapi kita hadirkan langsung anak muda sebagai subjek dan pemimpin pembangunan,” ucapnya.

“Saya pemuda dari generasi X, dan Annida adalah anak muda dari generasi z. Kami ingin memanfaatkan bonus demografi, dimana perpaduan anak muda ini dapat menghadirkan inovasi dan kreatifitas untuk Kota Bogor yang nyaman untuk kita semua,” katanya.

Menurut Atang, apabila terpilih nanti pihaknya akan memberikan rasa nyaman bagi Kota Bogor.

“Nyaman pelayanannya, nyaman rezekinya, nyaman hidupnya, nyaman kotanya,” ucapnya.

Hal itu, sambungnya, meliputi delapan sektor, yakni kehidupan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, pelayanan publik, lingkungan, kebudayaan, agama, transportasi dan kemacetan

“Kami membawa simbol payung. Karena pemimpin bukanlah yang ada di atas rakyat, tapi pemimpin hadir mengayomi rakyat Kota Bogor,” katanya.

Lebih lanjut, Atang juga menginginkan bahwa pilkada ini berlangsung menyenangkan dan tidak menyeramkan.

“Jadi dengan warna putih-pink kita ingin menghadirkan rasa cinta pada Pilkada Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, Annida mengatakan bahwa generasi muda harus berperan aktif secara langsung untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Annida mengaku ingin terjun ke dunia politik lantaran adanya background dan motivasi dari keluarga.

“Saya melihat langsung bagaimana situasinya, dari situ muncul lah rasa ketertarikan, kemauan, motivasi untuk berkontribusi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Rena-Teddy Janjikan Buka Lapangan Kerja

0

jurnalinapirasi.co.id – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Rena Da Frina dan Teddy Risandi resmi mendaftar ke KPU Kota Bogor, Kamis (29/8/2024).

Pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura ini mendatangi KPU pada pukul 15.13 WIB.

Dalam kesempatan itu, Rena Da Frina menyatakan bahwa proses pendaftaran berjalan lebih cepat dari yang direncanakan.

“Saya dan Teddy Risandi resmi sudah mendaftar ke KPU Kota Bogor, tadi diterima sekitar pukul 15.13 berkas sudah kita serahkan. Memang lebih cepat 15 menit dari waktu yang kita rencanakan, tapi Alhamdulillah selesainya juga lebih cepat,” jelasnya.

Rena menyampaikan bahwa proses pemberkasan sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan kelengkapan administrasi lainnya, termasuk pemeriksaan kesehatan yang akan dijadwalkan pada 1 September 2024.

Pasangan ini diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura dengan membawa tiga program besar yang menjadi prioritas utama, yakni di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Salah satu fokus utamanya adalah membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama untuk pemberdayaan remaja.

“Program penuntasan stunting tetap, kita akan melanjutkan, dimana program yang memang sudah dicanangkan oleh pemerintah saat ini,” tambangnya.

Dengan mengusung tagline “Bogor Reddy, Bogor Rena dan Teddy,” Rena berharap dapat membawa perubahan positif bagi Kota Bogor melalui program-program unggulan yang mereka tawarkan.

** Fredy Kristianto

Dokter Rayendra: Sudah Waktunya Bogor Glowing

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, dokter Raendi Rayendra dan Eka Maulana melakukan deklarasi di Hotel Salak, pada Kamis (29/8/2024).

Deklarasi tersebut turut dihadiri orang tua, keluarga, para istri Calon wali kota dan wakil wali kota Bogor

Selain itu, dalam deklarasi tersebut juga dihadiri oleh partai pengusung seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai Garuda, PKN, Partai Buruh, dan juga PBB.

Selain itu, deklarasi tersebut juga dihadiri para relawan, simpatisan dan para influencer yang selama ini mendukung Dokter Rayendra.

Dalam sambutannya, dokter Raendi Rayendra mengaku deklarasi ini menjadi awal langkah dirinya bersama Eka untuk Kota Bogor yang akan lebih baik lagi.

“Tagline, ‘Sudah waktunya Bogor Glowing’ dengan mudahnya disatukan. Kami tidak perlu lagi susah payah buat tagline. Mungkin ini adalah arahan Allah SWT dan membawa keberkahan,” ujar Dokter Rayendra.

Dokter Rayendra juga mengucapkan terima kasih kepada parta selalu membersamai berdua ke arah yang lebih baik lagi untuk Kota Bogor.

“Saya sudah dua tahun keliling Kota Bogor, mudah-mudahan beberapa belanja masalah yang sudah kita dapatkan selama dua tahun akan menjadi bekal kami berdua jalan menuju membangun Bogor bukan hanya di SSA, tapi saya hadir membersamai rakyat Kota Bogor.
Saya dokter yang spesial, berbeda, punya cita-cita yang besar untuk kota saya,” ucap Dokter Rayendra.

“Kami satu satunya pasangan dari profesional. Mudah-mudahan kita jadi besar dan maju. Kalau kami menang dan dilantik, saya akan membesarkan partai-partai ini,” sambung Dokter Rayendra.

Dari belanja masalah ada tiga hal yang selalu dibicarakan masyarakat, lanjut Dokter Rayendra, Pertama sistem pelayanan kesehatan, kedua sektor pendidikan yang jumlah SMP dan SMA tidak bertambah namun jumlah penduduk bertambah, ketiga bidang ekonomi kemasyarakatan, keempat lingkungan hidup yang disiapkan untuk generasi berikutnya, kelima keamanan transportasi.

“Insya Allah dengan bekal saya dan Kang Eka dan ibu bapak di sini, insya Allah Bogor lebih maju lagi. Sudah waktunya Bogor glowing.
Komitmen membangun Kota Bogor dari wilayah pinggiran, dan membuat sistem pemerintahan dari KKN,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Alim Ulama dan Habaib Dukung Dedie-JM

0

jurnalinspirasi.co.id – Alim ulama, habaib dan tokoh Nahdhatul Ulama (NU) di Kota Bogor turut menghantarkan pendaftaran Paslon Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, saat berangkat dari posko pemenangan Dedie-JM di Jalan Ciremai menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, di Jalan Senam, Kecamatan Tanah Sareal, pada Kamis (29/8/2024).

Perjalanan Dedie-JM yang dikawal ribuan pendukungnya secara konvoi menggunakan kendaraan baik roda dua maupun empat, sempat menemui para alim ulama, habaib, ustad serta tokoh masyarakat yang hadir berkumpul di Samsara cafe dan resto.

Dalam kesempatan itu, Habib Hasan Al Attas memimpin doa sebelum Paslon Dedie-JM melanjutkan perjalanan menuju kantor KPU Kota Bogor.

Habib Hasan menyampaikan, pasangan Dedie dan Jenal Mutaqin merupakan pasangan sangat ideal dan pas untuk memimpin Kota Bogor. Keberhasilan kemajuan Kota Bogor saat ini, harus dilanjutkan oleh wali kota dan wakil wali kota yang tepat.

“Inilah pasangan terbaik yaitu Dedie dan Jenal untuk memimpin Kota Bogor. Mari kita sama-sama mengantarkan mereka untuk daftar ke KPU Kota Bogor,” ucapnya.

Senada, KH Anshori menilai bahwa Paslon Dedie-JM adalah sosok yang sangat dekat dengan para ulama dan sudah terbukti bekerja untuk masyarakat Kota Bogor.

“Ya, Kang Dedie dan Kang Jenal, sangat dekat dengan ulama dan memiliki kepedulian besar terhadap persoalan keagamaan di Kota Bogor,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Ribuan Pendukung Hantarkan Dedie-JM ke KPU Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Ribuan pendukung dan relawan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Bogor, Dedie Rahim dan Jenal Mutaqin mengantarkan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.

Diawali dari posko Dedie-JM di Jalan Ciremai, antusiasme tinggi terlihat jelas ketika mereka konvoi menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, mengantarkan Dedie Rahim dan Jenal Mutaqin menuju kantor KPU Kota Bogor untuk melakukan pendaftaran sebagai pasangan calon dalam Pilkada 2024.

Sepanjang jalan yang dilintasi, ratusan relawan menyambut konvoi Paslon Dedie-JM dan tidak henti-hentinya menyampaikan dukungan dan berteriak dengan yel yel “Dedie-JM, Bogor Beres”. Sesampainya di GOR Pajajaran, Dedie-JM disambut oleh ribuan relawan yang sudah menunggu sejak pagi. Didampingi oleh para pimpinan parpol pengusung diantaranya, Gerindra, PAN, Demokrat, Gelora dan Perindo, serta para kyai dan ulama, Dedie-JM naik ke atas panggung untuk menyapa seluruh pendukungnya.

Calon Wali Kota Dedie Rachim menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan yang diberikan oleh relawan dan masyarakat Kota Bogor.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa ini. Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, kami dapat membawa perubahan positif bagi Kota Bogor. Mari kita wujudkan Bogor Beres,” ujar Dedie.

Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menambahkan, antusiasme yang ditunjukkan oleh para pendukung kami adalah sumber semangat dan motivasi.

“Kami akan berkomitmen untuk bekerja keras demi mewujudkan visi dan misi kami untuk Kota Bogor menjadi lebih baik, agar semua program beres, semua yang belum dituntaskan, akan kita tuntaskan hingga beres,” tandasnya.

Rombongan melanjutkan melakukan pendaftaran ke KPU Kota Bogor dengan berjalan kaki dari kawasan GOR luar hingga ke kantor KPU di Jalan Senam, Kecamatan Tanah Sareal.

** Fredy Kristianto

Ribuan Warga Hadiri Deklarasi Sendi-Melli

0

jurnalinspirasi.co.id – Ribuan relawan Bogor HEPI, kader partai pengusung, dan berbagai unsur masyarakat menghadiri deklarasi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Sendi Fardiansyah-Melli Darsa di Coger Kujang Bogor, Jalan Bincarung, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (29/8/2024).

Deklarasi itu dilaksanakan sesaat sebelum pendaftaran pasangan Sendi-Melli ke KPU Kota Bogor.

“Setelah deklarasi, kami akan langsung daftar ke KPU,” ujar Sendi didampingi Melli Darsa.

Sendi juga menjelaskan alasannya mengapa mengenakan kemeja putih saat mendaftar ke KPU.

“Ya, saya dengan Teh Melli, memakai kemeja putih biT terlihat simpel dan casual. Ini juga melambangkan perjuangan yang benar-benar bersih untuk masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya.

Kata Sendi, pihaknya mengerahkan kurang lebih 1.000 massa untuk mengawal pendaftaran ke KPU Kota Bogor.

“Tapi yang paling penting adalah doa orangtua dan para ulama. Setelah pendaftaran kami akan lakukan konsolidasi dengan partai pengusung serta relawan,” katanya.

Dalam deklarasi ini, sambung Sendi, juga dihadiri oleh mahasiswa, kiyai, budayawan, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat lainnya.

“Saya juga berterimakasih untuk parpol pengusung seperti NasDem, Golkar, dan PSI yang turut hadir dalam deklarasi ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Sendi, dalam deklarasi ini pihaknya mengusung konsep sederhana, yakni dengan berjalan kaki menuju KPU.

“Yang penting tidak mengurangi esensi siap untuk maju,” tandasnya.

Sebagai informasi, deklarasi itu dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, Ketua DPD NasDem, Benninu Argoebie, dan Ketua DPC PDI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso.

** Fredy Kristianto

Begini Ritual Dedie-JM Sebelum Daftar ke KPU Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasangan calon wali kota/wakil wali kota Bogor Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, melakukan sungkeman sebelum berangkat daftar ke KPU Kota Bogor. Sungkeman sebagai simbol langkah awal menuju Pilwalkot Bogor tahun 2024, dilaksanakan di posko Jalan Ciremai, pada Kamis (29/8/2024).

Prosesi sungkeman dihadiri oleh keluarga dekat, para pengurus partai politik pendukung Dedie-JM, tim pemenangan dan relawan-relawan serta beberapa kyai dan tokoh masyarakat sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual.

Hadir juga para pimpinan partai politik pengusung Dedie-JM diantaranya Partai Gerindra, PAN, Demokrat, Perindo dan Gelora.

Dalam prosesi sungkeman, Dedie Rachim terlihat sangat khidmat saat memohon doa restu kepada orang tua dan keluarga besarnya. Dedie menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang telah diberikan selama ini dan berharap agar perjalanan politiknya dapat diterima dan didukung oleh masyarakat. Ia juga menekankan komitmennya untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi Kota Bogor jika terpilih nanti.

“Sungkeman ini merupakan bentuk penghormatan dan permohonan doa kepada orang tua serta keluarga. Kami berharap dukungan ini akan membawa berkah dan kekuatan dalam melaksanakan tugas-tugas kami ke depan,” ujar Dedie Rachim.

Sementara itu, Jenal Mutaqin juga melaksanakan sungkeman dengan penuh haru. Dalam kesempatan tersebut, Jenal mengungkapkan tekadnya untuk berkontribusi lebih besar bagi pembangunan Kota Bogor. “Saya sangat berterima kasih atas doa dan dukungan keluarga. Ini merupakan langkah awal yang sangat penting, dan saya berharap dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Jenal Mutaqin.

Sungkeman ini merupakan bagian dari tradisi lokal yang memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Jawa, di mana calon pemimpin menunjukkan rasa hormat dan meminta restu sebelum memulai suatu langkah besar dalam hidup mereka. Prosesi ini juga mencerminkan nilai-nilai keluarga yang masih dijunjung tinggi dalam konteks politik.

Usai sungkeman, Dedie dan Jenal langsung bergerak menuju lokasi deklarasi di GOR Pajajaran, kemudian dilanjutkan melakukan pendaftaran ke KPU Kota Bogor. Dedie dan Jenal berharap agar langkah mereka mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Kota Bogor dan bisa membawa perubahan positif bagi kota Bogor di masa depan.

** Fredy Kristianto