34.3 C
Bogor
Thursday, July 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 229

BNN RI Terima Hibah Peralatan Inspeksi Anti Narkoba Dari Pemerintah Tiongkok

0

Jakarta | Jurnal Bogor – Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima hibah perangkat pemeriksa narkotika dari Republik Rakyat Tiongkok dalam sebuah upacara serah terima yang berlangsung di Kantor PT Indonesia Kendaraan Terminal, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (6/12).

Serah terima dilakukan oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Mr. Wang Lutong, dan Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, dengan disaksikan oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BNN, sertai Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).

Dalam sambutannya, Mr. Wang Lutong menegaskan bahwa hibah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Tiongkok untuk mendukung Indonesia dalam memerangi peredaran narkotika lintas negara.

“Kami menandatangani kerja sama untuk memerangi narkoba yang mengancam bangsa Indonesia. Ini merupakan implementasi dari kesepakatan kedua kepala negara yang sangat peduli terhadap kejahatan transnasional,” ujarnya.

Kepala BNN RI menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut dan mengatakan bahwa bantuan ini akan memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah rawan.

“Hibah ini merupakan hasil dari kerja sama bilateral yang telah dimulai sejak September 2019. Setelah melalui beberapa tahap, termasuk penandatanganan surat pertukaran di tengah pandemi COVID-19, dokumen serah terima akhirnya ditandatangani pada hari ini. Ini menandai realisasi konkret dari kerja sama tersebut,” ucap Kepala BNN RI.

Peralatan yang dihibahkan meliputi kendaraan berteknologi tinggi yang dilengkapi dengan tomografi terpadu, yang mampu mengidentifikasi barang ilegal yang disembunyikan, baik di dalam bagasi maupun tubuh manusia. Peralatan ini sangat cocok digunakan di bandara, pelabuhan, dan pos perbatasan.

BNN berencana menempatkan perangkat ini di tiga lokasi strategis, yakni Pelabuhan Bakauheni (Lampung), Pelabuhan Tanjung Perak (Jawa Timur), dan Pelabuhan Batam (Kepulauan Riau). Selain kendaraan berteknologi tinggi, BNN juga mendapatkan hibah berupa robot anjing yang dilengkapi teknologi canggih, seperti e-nose, e-eye, dan e-sense, untuk mendeteksi narkotika, prekursor, dan bahan peledak. Robot ini dirancang untuk mendukung tugas personel dengan kemampuan pergerakan yang lincah dan akurat.

BNN terus memperkuat strategi pemberantasan narkoba melalui peningkatan intelijen, program intervensi di wilayah perbatasan, dan kolaborasi dengan negara-negara tetangga. Peralatan hibah dari Tiongkok ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan pencegahan penyelundupan narkoba di titik-titik rawan.

Hibah ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah Indonesia dalam memberantas narkotika, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ketujuh yang salah satunya menyoroti tentang penguatan pemberantasan narkoba.

Kepala BNN RI berharap kerja sama antara Republik Rakyat Tiongkok dan Indonesia akan semakin erat di masa depan, demi menciptakan masyarakat yang lebih aman dan sejahtera tanpa narkoba. Ydi

Dampak Buruk PTS Abal-abal Terhadap Negara-Bangsa Indonesia

0

Jurnal Inspirasi – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Fenomena bisnis pendidikan dengan cara menjual ijazah asli tapi palsu (aspal) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi swasta (PTS) abal-abal, bahkan tak berizin Dikti (illegal), kasus seperti ini sudah lama berlangsung di tanah air, Indonesia.

Dalam hal ini, Pemerintah, terutama Ditjen Dikti Kemendiknas RI, sepengetahuan saya atau kita sangat lemah dalam pengawasan, dan juga jika ditemukan ada pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan antara lain: UU Sisdiknas nomor 20 thn 2003, UU ttg pendidikan tinggi (PT), UU ttg Dosen dan Guru, UU ttg wakaf, dan UU Yayasan, berikut PP, Kepres, Kepmendikbud dan Kepditjen Dikti, kurang/lemah diterapkan atau bahkan amat jarang, tidak ada kasus pelanggaran tsb dinaikan ke perkara hukum di sidang di Pengadilan.

Padahal dalam UU Sisdiknas sangat jelas dan tegas sanksi pelanggarannya sesuai dengan jenis dan siapa stakeholders yg telah berbuat melawan hukum (kriminal pendidikan), baik oknum person jual-beli ijazah maupun institusi pendidikan spt Yayasan atau LSM/NGO seharusnya mendapat sanksi hukuman yang tegas dan keras, karena dampak buruk, faktor penghalang yang daksyat terhadap upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana Tujuan bernegara yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Saya ketika menjadi Ketua Wandik Kota Bogor thn 2013-2019, dalam beberapa forum para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan baik tingkat daerah, wilayah dan nasional, saya sempat mengutarakan aspirasi “unek-unek” begitu maraknya penyelenggaraan pendidikan tinggi spt “STAI”, “Akademi” atau PTS abal-abal dengan mengobral ijazah palsu dengan imbalan biaya “sekolah” yang cukup besar dan mahal, kian marak dan berkembang biak dengan membuka banyak cabang di masyarakat.

Akan tetapi itulah kenyataannya, kita sungguh amat prihatin, Pemerintah dalam hal ini, Kemendikbud RI sangat lemah dalam pengawasan dan juga penindakannya. Ya jadinya begini..perbuatan kriminal jalan terus, memperjualkan ijazah palsu terus berlangsung hingga sebagaimana video yang viral kita tonton saat ini, ada acara seribuan lebih “berwisuda sarjana” yang berlokasi di Jakarta. Bunyi press realess dari pejabat Dikti yang menemukannya sangat jelas dan ditulis caption pelanggarannya di media sosial.

Beberapa tahun lalu, saya pernah diundang dialog di RRI Regional Bogor, membahas fenomena maraknya ijazah palsu, bersama Direktur Akademik Dirjen Dikti Kemendikbud RI. Saya sempat bertanya kepada pejabat Dikti, ketika itu, kebetulan saya kenal akrab. Saya bertanya fenomena penyelenggaran pendidikan tinggi swasta (PTS), kok tetap semarak, tidak bisa hilang di bumi persada ini? Beliau jawab singkat kepada saya…”sulit kang Apendi memberantasnya, karena para aktornya kebanyakan dari kalangan oknum pejabat dan orang-orang berpangkat tinggi, para “oknum” berprofesi di kemiliteran dan kepolisian .

Kemudian saya timpali lagi, jadi kesimpulan “pihak Dikti tidak berdaya, powerless”? Beliau pun tidak menjawab dan bergegas pergi meninggalkan ruang studio RRI Bogor.

Lantas, saya membuat kesimpulan bahwa memang di Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai ini, agak sukar membangun kualitas SDM yang unggul yang memiliki basis kompetensi sainteks dan berintegritas akademik yang tinggi: kokoh dan kuat, karena demikian banyaknya manusia Indonesia yang berkeliaran di masyarakat, bekerja, terutama sebagai ASN/aparatur negara yang menggunakan ijazah asli tapi palsu (aspal).

Berkembang biak para penyandang gelar akademik palsu ini mulai strata sarjanaS1, magister S2, Doktor S3 dan bahkan Guru besar/Profesor abal-abal (joki, timses) terus bermunculan yang tak pernah henti, kapan perbuatan kriminal pendidikan ini akan berakhir, wallahuaklam.

Sulit diprediksi kapan hilangnya gejala sosial buruk, yang tak terpuji dan merusak sendi-sendi peradaban bangsa di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Jika gejala bisnis PTS yg memperjualkan gelar akademik palsu dan abal-abal tersebut, terus dibiarkan, tidak diawasi ketat dan jika pun ada yang berbuat kriminal oleh oknum Yayasan Palsu selaku Badan Hukum Penyelenggara (BHP)PTS abal-abal, maka sulit dibayangkan Indonesia bisa berperadaban maju, modern, dalam memasuki 100 tahun Indonesia Merdeka, Indonesia Emas thn 2045, yang tinggal lk 21 tahun lagi.

Mengapa kita sulit memajukan Indonesia yang berkemajuan dan beperadaban moderen ? Sehingga kondisi Indonesia dampak buruknya, “tidak baik-baik amat” hingga zaman Now, begitu banyak problem sosial dan kendala dalam sejumlah aspek, bidang dan sektor, akibat sangat rendahnya atau rusaknya mutu sumberdaya manusia (SDM) Indonesia, baik dari aspek skill maupun moralitas (integritas).

Dan saya pernah beropini di publik berdasarkan dan ditinjau dari analisis data dan fakta sebagai indikator penentu keberhasilan pembangunan nasional.
Ketika itu mass media, diwawancarai wartawan selaku Ketua Wandik Kota Bogor tentang apa dampak negatif, dengan maraknya penyandang gelar palsu berkeliaran di masyarakat ?

Jawaban saya cukup sederhana dan ringkas saja yaitu sbb:

  1. Bagi mereka bergelar akademik spt Dr dan atau Profesor jika diundang dalam forum ilmiah seperti seminar, simposium dan workshop membahas topik spesifil tertentu sudah dapat dipastikan mereka tidak akan mampu berpikir ilmiah, teoritis dan konseptual berdasarkan kerangka pikir sainteks. Dugaan saya jika mereka diundang, enggan untuk hadir karena gugup (nervous) dan tidak percaya diri. Jadi kita bisa menduga bagi pengguna ijazah dan gelar abal-abal akan mendatangkan lama-lama penyakit jiwa akibat tekan-gangguan mental berupa stress etc., dan
  2. Bagi mereka ASN dan Aparatur Negara penyandang gelar S1, S2 dan S3 yang aspal dan abal-abal, kemudian digunakan untuk promosi jabatan dan menduduki eselon tertinggi tertentu dan bergensi, bisa dipastikan mereka tidak akan mampu bekerja profesional karena tidak menguasai sainteks sesuai kapasitasnya dan tuntutan kebutuhan masyarakat/rakyat yang dipimpinnya, apalagi mereka pemakai sarjana palsu itu adalah pejabat publik. Jika fenomena sosial negatif tsb terus berlangsung di birokrasi pemerintahan kita, maka pelayanan publik akan terganggu dan tidak bermutu/non prima, karena pejabatnya tidak mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah (solution and identification of social problems), sehingga program.dan proyek-proyek yang direncanakan para oknum pejabat publik tsb, akan tidak tepat sasaran, baik input, proses dan output/outcome menjadi rusak dan gagal, proyek mangkrak banyak kita temukan di lapangan, saya kebetulan berprofesi puluhan tahun sebagai konsultan pemberdayaan masyarakat (social empowering consultant) di perdesaan daerah terluar dan tertinggal, proyek-proyek fisik mangkrak banyak saya temukan, baik di kawasan Indonesia Bagian Barat, apalagi di Indonesia Bagian Timur. Padahal mereka para oknum pejabat publik tsb seperti Kepala Dinas di daerah (Kab/kota/Provinsi), dan Kabid/Direktur/Deputi atau Dirjen di suatu Kementerian dan Lembaga Negara (K/L) di lingkungan birokrasi Pemerintahan Pusat, telah digaji mahal dengan berbagai tunjangan struktural dan fasilitas jabatan yang menghabiskan.dana APBN dan APBD yang lumayan besar. Jadi luar biasa dampak buruk para oknum birokrat tersebut, sehingga terjadi inefisiensi (pemborosan) anggaran negara dan akibat lainnya pelayanan publik memburuk, masyarakat kelas bawah (grass rote) tetap miskin, bodoh dan terbelakang, nauzubillahi minzalik.

Demikian itulah opini saya, saya menarasikan fenomena sosial penyelenggaraan PTS abal-abal, dengan mengobral ijazah palsu, berakibat multi komplek yang menghambat capaian kemajuan Indonesia akibat rendahnya mutu SDM birokrat kita yang tidak bisa bekerja profesional dan juga bermental tidak jujur, bobrok dengan gelar palsunya.

Harapan.kita, semoga pihak Dikti Kemendiknas RI memiliki kemampuan untuk membina, mengawasi ketat penyelenggaraan PTS dan menindak dengan tegas, ajukan dan naikkan ke pengadilan untuk penegakan hukum.bagi PTS yang berbuat kriminal melanggar Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, agar oknum penyelenggaranya ada efek jera agar kapok.

Menurut saya, penegakan hukum adalah cara dan langkah yang tepat dan cerdas untuk menyelamatkan masyarakat dan negara-bangsa dari para penjahat yang berlindung di PTS yang bermisi mulia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang.merupakan salah satu tujuan bernegara/NKRI..###

Semoga bermanfaat dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita senantiasa dalam rahmat dan karunia Allah SWT, dengan setia dan berkomitmen memajukan dunia pendidikan tinggi, Aamiin-3 YRA.*
Save PTS Indonesia!

Gallery and Ecofunworkshop, Kp.Wangun Atas Rt 06 Rw 01 No. 16, Kel.Sindangsari, Botim City, 6 Desember 2024

Wassalam
====✅✅✅
Dr. Ir.H.Apendi Arsyad,M.Si (Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui tulisan-tulisannya di media sosial, Serta Ketua Dewan Pendidikan Kota Bgr 2013-2019)

Layanan Critical Care di RSUD Leuwiliang Ditambah Lagi Kapasitas Tempat Tidur

0

Jurnal Inspirasi – RSUD Leuwiliang resmi menambah kapasitas tempat tidur di layanan critical care, termasuk Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU), sejak 21 Oktober 2024.

Penambahan kapasitas ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Direktur RSUD Leuwiliang. Jumlah tempat tidur ICU meningkat dari 10 menjadi 24, NICU dari tujuh menjadi 10, sementara PICU tetap menyediakan enam tempat tidur.

Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri menjelaskan, penambahan ini bertujuan untuk mengatasi tingginya kebutuhan layanan critical care.

“Selama ini, kapasitas tempat tidur sering penuh sehingga pasien harus dirujuk ke fasilitas lain. Dengan penambahan ini, kami berharap masyarakat dapat menerima perawatan dengan cepat tanpa risiko keterlambatan akibat rujukan,” kata Dokter Vitrie.

Langkah strategis ini, kata Vitrie, diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap layanan critical care, terutama dalam kondisi darurat.

“Selain itu, peningkatan kapasitas ini juga diharapkan dapat mengurangi beban rujukan ke rumah sakit lain di wilayah Bogor dan sekitarnya,” tuturnya.

Dokter Vitrie menambahkan, RSUD Leuwiliang terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan memperkuat infrastruktur.

“Tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat medis,” pungkasnya.

(say/*)

Tingkatkan Kualitas SDM, Penyelenggara Pelatihan Kementan Ikuti Sosialisasi Seleksi BPDPKS

0

Jurnal Inspirasi – Ditengah tantangan persaingan global dan tuntutan praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan, Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan daya saing perkebunan kelapa sawit nasional.

Salah satu langkah strategis adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit melalui pelatihan.

Sebagai bentuk perhatian dan wujud komitmen turut memberikan kontribusi pada peningkatan kompetensi SDM di sektor sawit, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi hadir dalam acara sosialisasi seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit untuk tahun 2025 yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong peningkatan SDM pekebun kelapa sawit yang dapat memperkuat industri kelapa sawit di Indonesia agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa BPPSDMP senantiasa dihadapkan pada tanggung jawab besar dalam membina dan mengembangkan sumber daya manusia di sektor pertanian.

Sementara itu Kepala BBPMKP Ciawi Sukim Supandi diwakili Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi Susan Twisawati Indiani, menyampaikan keikutsertaan BBPMKP pada acara tersebut juga merupakan komitmen BBPMKP Ciawi untuk berkontribusi pada peningkatan kompetensi SDM kelapa sawit.

“Kami hadir pada acara sosialisasi seleksi calon lembaga peyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit tahun 2025, sebagai komitmen BBPMKP untuk berkontribusi pada peningkatan kompetensi SDM kelapa sawit,“ ujar Susan.

Kata Susan jika nanti BBPMKP Ciawi kembali dipercaya sebagai lembaga penyelenggara program pengembangan SDM kelapa sawit tahun 2025, maka ini merupakan kali ke empat berturut-turut BBPMKP Ciawi bekerjasama dengan BPDPKS.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan pada tahun 2025 akan dilaksanakan di 17 propinsi di Indonesia sesuai dengan Rekomendasi Teknis Dirjenbun yang telah disampaikan kepada BPDPKS.

Tim BBPMKP Ciawi optimis dapat kembali bekerjasama dengan BPDPKS, karena berdasarkan kriteria yang diutamakan BPDPKS yakni kompetensi tenaga pengajar, tenaga pengelola pelatihan dan sarana prasarana yang dimiliki dapat dipenuhi.
“ Tiga tahun berturut – turut 2021 – 2023, bekerjasama dengan BPDPKS kami jadikan pengalaman.

“Kerjasama pada tahun – tahun sebelumnya memberikan gambaran untuk penyelenggaraan yang lebih baik untuk selanjutnya”, tutup Susan.

(Regi/BBPMKP)

Kerjasama dengan Go Study Global Education, Politeknik AKA Bogor Buka Gerbang Menggebrak Tiongkok

0

Jurnal Inspirasi – Politeknik AKA Bogor menyambut kedatangan tim dari Go Study Global Education. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas kerjasama internship dan management trainee antara Go Study Global Education dan Politeknik AKA Bogor.

Go Study Global Education merupakan perusahaan konsultan pendidikan yang didirikan pada tahun 2017 di Tiongkok. Perusahaan ini menjadi platform penghubung kerjasama pendidikan antara lembaga-lembaga di Tiongkok dan Luar negeri.

Kedatangan Go Study Global Education di Politeknik AKA Bogor ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan Politeknik AKA Bogor.

Kerjasama ini juga sejalan dengan visi Politeknik AKA Bogor untuk menjadi penyelenggara Pendidikan Tinggi Vokasi industri yang unggul dan berdaya saing global di bidang industri kimia dan terapannya pada tahun 2030.

Perwakilan Go Study Global Education, Echo Qin, selaku Executive Director of International Relations menyatakan bahwa kemitraan ini akan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi mahasiswa dan lulusan, kampus, maupun perusahaan mitra.

Program internship dan management trainee yang ditawarkan oleh Go Study diharapkan dapat membantu mahasiswa dan lulusan Politeknik AKA Bogor mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Mahasiswa dan lulusan akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman nyata dan membangun jaringan profesional yang luas.

“Melalui unit AKA Karir, kami ingin menjaring mahasiswa dan fresh graduate Politeknik AKA Bogor untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten di salah satu mitra perusahaan kami yang berasal dari Tiongkok.” Sambung Triana Nur Falah, Program Manager Go Study Global Education.

Dengan adanya kerja sama ini, Politeknik AKA Bogor semakin mempertegas posisinya sebagai institusi vokasi yang berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global di sektor industri.

(Fajar Marendra-AKA Karir)

2025, Ketua DPRD Dorong Peningkatan Sumber Pangan

0

Jurnal Inspirasi – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara menyatakan akan meningkatkan sumber pangan dan pertanian sesuai dengan program nasional pada tahun 2025 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu dia ungkapkan saat kunjungan kerja di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

“Pertanian ini program nasinoal ya, harus kita pertahanankan, tentunya di pemerintahaan baru tata ruang harus diatur kembali. Kalau lahan basah itu harus dipertahankan dan dijaga,” ungkap Sastra Winara, Kamis (5/12/2024).

Menurutnya, saat dirinya dan rekan-rekan anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) V berkunjung, banyak keluhan yang dirasakan oleh para petani, baik soal pupuk, irigasi dan lainnya.

“Tadi juga disampaikan oleh para petani, jadi kita juga mengajak anak-anak milenial untuk bertani, saat ini kan asumsinya bertani itu-itu saja, kalau dikelola dengan baik insya Allah pertanian akan maju dengan baik,” paparnya.

Kemudian ia juga berjanji akan menyelesaikan problem yang dirasakan warga dapil V, serta menampung aspirasinya untuk direalisasikan di tahun 2025.

“Banyak yang disampaikan baik infrastruktur, sosial dan pertanian, tentu tempatnya reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Mudah-mudahaan apa yang disampaikan bisa dilaksanakan,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Hayoo, Let’s go: ICMI Lawan Wabah LGBT di Tanah Air

0

Jurnal Inspirasi – Oh kata “pelangi” itu, maksudnya bu Dr.Sri, LGBT singkatan Lesbyan, Gay, Bisex and Transgender. Ya sekarang aku ngerti!. Perbuatan LGBT itu jelas dan tegas haram hukumnya secara syar’i DinnuiIslam, dan perbuatan sodomi itu berbahaya bagi kesehatan, kata dr Inong melahirkan predator akibat sangat “nikmat” dan ketagihan akhirnya cari mangsa kemana-mana, termasuk anak-anak juga “disantap”, maksudnya dicabuli dari duburnya.

Penyakit LGBT meruntuhkan institusi keluarga samarah yang menjadikan dambaan dan idaman kita semua, dan dampak daksyat penyakit LGBT memiliki daya rusak bagi kelangsungan dan eksistensi masyarakat dan peradaban umat manusia.

Bagaimana sikap kita ICMI, Ya harus kita lawan penyakit sosial LGBT terutama perbuatan amoral “Sodomi” yang asal muasalnya dari umat nabi Luth zaman bahela tsb. Allah SWT memberikan azab kepada kaum Sodom dengan bencana alam, berupa hujan batu dan angin topan, yang akhir episode masyarakat Sodom sehingga mereka bergelimpangan menjadi mayat-mayat, begitulah teguran keras dan azab Allah.

Jadi, perbuatan amoral LGBT itu, dikutuk Allah SWT dan itu merusak dan memporak porandakan peradaban madani, dimana manusia-manusianya berakhlaq mulia (akhlaqul karimah).

Saya masih ingat sepak terjang ibuku Dr.Sri Astuti Buchori di ICMI, selaku waketum MPP ICMI di era ketumnya abang Prof.Jimly Assiddiqie tentang giatnya ibu Sri menolak LGBT di tanah air.

Saya juga bergerak di Kota Bogor, melawan wabah LGBT, terinspirasi dan tergerak dari Semnas MPP ICMI di hotel Sahid Jaya Jakpus ketika itu. Saya pun tahu bahwa inisiator atau pelopornya ibuku Dr.Sri, alhamdulillah aktivis ICMI yg saya kenal sosok pemikir, idealis dan penuh semangat kepedulian terhadap nasib keluarga, masyarakat, umat dan bangsa.

Sepulang dari Semnas ttg Dampak Buruk LGBT tsb, saya sebagai Ketua Wandik Kota Bogor (2013-2019), lk sebulan kemudian Wandik menyelenggarakan seminar dengan tema “Anti dan Tolak LGBT” di Kota Bogor.

Forum Seminar mendapat sambutan positif, seminar dihadiri para Kepsek, para Ketua Komsek, ibu-ibu aktivis penggerak PKK dari 7 kec se Kota Bogor, pimpinan Ormas dan tokoh pendidik etc. Seminar mengambil tempat di ruang sidang Balaikota Bogor. Kami mendapat dukungan/ sponsor dari bpk Sekdakot Bogor bpk Drs.H Ade Syarif,M.Pd dan Pimpinan Baznas Kota Bogor.

Narasumber seminar anti dan tolak LGBT thn 2015 tsb, antara lain speakernya bu Prof.Euis Sunarti, dosen IPB University pegiat keluarga bahagia, seorang narsum lagi dari ICMI Pusat (lupa namanya “ibu dr.Inong” barangkali ya) dan saya AA sbg Ketua Wandik Kota Bgr, serta bpk Drs Fahmi selaku Kadisdik Bogor.

Seminar anti dan tolak LGBT bertempat di Balai Kota Bogor terekspose dgn baik di berbagai media massa dan medsos, diantaranya HU Radar Bogor, HU Pakuan Raya dll. Saya pun menulis di mass media dan wawancara dengan wartawan tentang bahaya LGBT bagi generasi muda penerus bangsa dan sikap kita wajib menolaknya, jangan sampai mewabah. Saya mendesak Pemkot Bogor agar tidak permisif, acuh tak acuh terhadap penyakit sosial tersebut.

Sikap tegas kita terhadap LGBT harus anti dan menolak LGBT jangan sampai berkembang biak di masyarakat.

Jujur saya berkata bahwa munculnya sikan tegas saya untuk anti dan tolak LGBT, ilmu pengetahuannya saya peroleh dari semnas MPP ICMI thn 2015 di hotel Sahid Jaya tsb.
Beberapa narsum dari berbagai latar belakang profesi spt ahli fiqih Islam dari MUI Pusat bpk Dr.Niam, dokter kesehatan kelamin ibu dr.Inong, psikolog dr siapa itu? maaf lupa, dan ahli komunikasi keluarga dari IPB alm Prof Aida Vitayala Sjafri, serta ibuku Dr.Sri Astuti sendiri. Sajian materi semnas anti dan tolak LGBT sangat bagus, membuka mindset dan alam sadar saya AA untuk bergerak mensosialisasikannya di kota Bogor.

Produk seminar tolak dan anti LGBT, kami semua peserta membuat pernyataan kesepakatan, dan deklatasikan di akhir seminar. Isi lengkapnya ada 5 butir, seperti apa bunyinya agar dibaca buku karangan saya berjudul “Kritik dan Saran Peningkatan Kualitas Pelayanan Kota Bogor”, IPB Press lk 560 hal, dipajang dan dijual di Serambi Mal Botani Square Baranangsiang Kota Bogor.

Sedang dampaknya dari seminar Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor thn 2015 tsb, menyadarkan publik Bogor, dengan indikasi adanya demontrasi besar-besaran (rubuan massa) unjuk rasa ke Balai Kota Bogor, yang digerakan sejumlah pimpinan Ormas Islam dan LSM spt Forum Sinergi Muslim dll.

Para habib, ustads dan pimpinan Ormas/LSM berorasi dari halaman Masjid Raya Bogor di Jalan Pajajaran, Otista, dan Jalan Ir.Djuanda, hingga sampai ke halaman Balai Kota Bogor. Waktu itu Walkot bpk Dr.Bima Arya dan Forkompinda Kota Bogor menerima kami para utusan demontran berasal beberapa elemen. Kami berdialog dgn unsur Forkompinda dengan sikap kami anti dan menolak wabah LGBT yang mulai marak di Kota Bogor, kami sampaikan data dan informasinya.

Setelah dialog Forkompinda dengan kami utusan demontran, bpk Walkot beserta sejumlah unsur Forkompinda termasuk Kasospp, kadisdik dll menemui massa demontran di depan Balai Kota Bogor. Tapi sayang, apa yang dijanjikan oleh Walkot Bogor, yang diketahui dan dirasakan “belum atau tidak ada” realisasinya.

Misalnya sebagai contoh kami bersama tokoh masyarakat, lsm FSM bersama 3-4 org anggota DPRD Kota Bogor (terutama fraksi PKS dll) yang peduli akan bahaya LGBT di masyarakat Kota Bogor beberapa kali kami melakukan diskusi focus group (Fgd) di Wandik Kota Bogor guna merumuskan konsep (naskah akademik) untuk rancangan Perda yang akan disampaikan ke Pimpinan DPRD Kota Bogor. Kami pun bersama pimpinan ormas Islam dan LSM mendatangi gedung DPRD Kota Bogor untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi warga Bogor.

Alhamdulillah dalam perjalanannya, setahun kemudian, sekitar pertengahan thn 2016, DPRD Kota Bogor telah berhasilkan membuat, menyetujui dan memutuskan/menetapkan Perda tentang “Penanggulangan bahaya LGBT”. Akan tetapi proses implementasi Perda tersebut, tersendat, macet, akibat Perwalkot Bogor tidak kunjung dikeluarkan SKnya, konon draf Perwalkot Bogor sudah disiapkan oleh dinas terkait, tetapi tidak ditandatangi hingga Dr Bima Arya berakhir masa jabatan Wali kotanya.

Saya pun tidak tahu mengapa ? Jika mendengar suara-suara “sumbang” diluar sana, bahwa birokrat Pemkot Bogor muncul sikap keengganan keluarnya SK Perwalkot Bgr tsb, ada tekanan politik dari pihak-pihak tertentu dari luar dengan beberapa issu kebebasan dan pelanggaran HAM yang dihembuskan, sehingga Forkopimda ciut. Ya hingga kini gerakan anti dan tolak juga ikut melemah (ciut). Apakah masyarakat “egp” terutama pimpinan Ormas Islam permisif, pasif, emangnya gue pikirin/egp dan ciut nyalinya?. Wallahu aklam.

Harapan saya dan kita barangtentu, karena LGBT ini diharamkan DinnulIslam, perbuatan dikutuk Allah SWT, juga dari berbagai perspektif atau analisis saintek sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan merusak peradaban masyarakat madani yang dirahmati Allah SWT, makanya MPP ICMI harus peduli terhadap gerakan anti dan tolak LGBT seperti yang pernah dipraktekan ibuku Dr.Sri Astuti dkk, mendatangi beberapa Komisi DPR RI sekaligus menyampaikan konsep hasil rumusan Semnas MPP ICMI tentang bahaya LGBT bagi masyarakat Indonesia, dan mereka menjambangi beberapa PTN dan PTS di seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan bahaya penyakit LGBT di kampus-kampus, yang mulai masuk aecara pelan.

Upaya keras dengan komitmen tinggi untuk membasmi wabah LGBT MPP periode lalu tersebut, sepatutnya kita apresiasi, mencontoh dan dilanjutkan oleh generasi MPP, MPW, MPD dan MPS ICMI se Indonesia, serta Batom ICMI zaman Now. Terutama kewaspadaan yang harus ditingkatkan kontrol terhadap produk legislasi tentang LGBT berupa UU yang diputuskan DPR RI, kita para cendekiawan muslim wajib mengawalnya, agar produk perundang-undangan tersebut jangan sampai isi pasal demi pasalnya sesat dan menyesatkan karena bertentangan dengan Al Quran dan Assunah Rasulullah Muhammad SAW.

Kita berharap agar MPP ICMI agar lebih proaktif mengkounter bahaya manipest dan latent LGBT di tanah air, yang telah mulai mewabah di lingkungan sosial di berbagai strata sosial atas (kls menengah atas, para elite dan the ruling party), Wallahusmaklam.

Kita paham bahwa masuknya wabah LGBT itu, karena adanya dukungan NGO internasional dan bahkan pimpinan tertinggi “imam” agama tertentu yang mendukung LGBT. Agenda dan target mereka setiap negara melagalkan LGBT, dan negara harus menerima dan mengakui keluarga yg dibangun melalui perkawinan sesama jenis (gay/sodom dan lesby).

Di dunia sudah lk 28 negara melegalkan LGBT, termasuk negara muslim Indonesia menjadi targetnya, dan beberapa NGO mensponsori dengan pendanaan yang cukup besar, miliaran rupiah (ingat statemen Menkopolkamhumham RI, bpk.Prof.Mahfudz MD di media massa), dan mereka aktif pula melakukan loby-loby politik bersama tokoh politik (the ruling party). Kita wajib mewaspadainya, jangan sampai mereka masuk.

Munculnya gejala sosial berkembangnya internasionalisasi gerakan wabah penyakit sosial LGBT di beberapa negara di dunia, mulai tampak eksis, dimana mereka menunjukan simbol-simbol di medsos dan mereka giat membangun opini publik bahwa menolak LGBT diartikan mereka pro LGBT berkedok dan melanggar HAM etc.

Demikian narasi singkat ini dibuat guna mengingatkan kembali perjuangan kita anti dan tolak LGBT di tanah air tercinta Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, warga negaranya beragama Ketuhanan Yang Maha Esa/bertauhid. Oleh karena itu sangat pantas dan wajib kita bersikap tegas menolak segala perbuatan maksiat, terutama LGBT yang dimurkai dan dikutuk Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.
Saveg Keluarga Indonesia dari penyakit sosial LGBT, Save NKRI. :##

Gallery and Ecofumworkshop,Kp.Wangun Atas RT 06 Rw 01 Kel.Sindangsari Botim City, 4 November 2024

Wassalam
=====✅✅✅
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad,M.Si (Pendiri dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkat Wasek Wankar MPP ICMI, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor thn 1986 sd 2024, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus sosial melalui tulisan di media sosial, Ketua Wandik Kota Bogor tahun 2013-2019)

Puluhan Tahun Dinanti, DPMD Resmikan Jaling Samisade di Curugbitung

0

Jurnal Inspirasi – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor mengunjungi pembangunan infrastruktur di Desa Curugbitung, Nanggung.

Kunjungan DPMD melalui Ketua Tim Kewilayahan Ekonomi Desa Alan Riadi yang didampingi Sekcam Nanggung Burhanudin, Ekbang Nanggung Khorudin dan Pedamping Desa Rudi meninjau langsung sekaligus meresmikan jalan lingkungan yang dibangun dari bantuan keuangan (Bankeu) APBD Kabupaten Bogor, Samisade.

Secara simbolis peresmian ditandai dengan potong pita di jalan yang dibangun tepatnya di Kampung Silanjung RT 01 RW 04 Dusun 02.

” Peresmian jalan ini sebagai bentuk syukur karena sudah puluhan tahun pembangunan jalan ini baru terealisasi,” kata Sekretaris Desa Curugbitung Holid kepada Jurnal Bogor, Kamis (5/12/2024).

Ungkapan rasa syukur masyarakat yang merupakan penerima manfaat hasil pembangunan jalan lingkungan itu, menurutnya, karena partisipasi dan swadaya masyarakat dalam mewujudkan pembangunan jalan itu begitu besar.

” Warga sudah bersukarela menghibahkan tanah untuk pembangunan jalan itu akhirnya jalan itu terwujud,” jelasnya.

Meski jalan itu sudah ada dan telah dibangun sebelumnya, setelah adanya swadaya masyarakat kini jalan itu bertambah panjang dan lebarnya sehingga leluasa menjadi akses pertanian.

“Puluhan tahun masyarakat menanti dan ingin adanya perubahan kaitan dengan kondisi jalan,” papar Holid.

Menurutnya, harapan besar dari masyarakat bahwa rampungnya pembangunan jalan itu dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Musababnya, kata Holid, hadirnya jalan itu menunjang akses ke lapangan sepak bola, TPU dan termasuk lahan pertanian. Hasil bumi dari masyarakat yang sekiranya nanti bisa lebih produktif dan mudah dijual karena bisa dijangkau karena akses jalan.

Tak hanya itu, rampungnya insfratruktur jalan di Curugbitung secara pemerataan yang ditargetkan pada tahun 2028 kedepan lebih pada pengembangan destinasi wisata dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kedepan kata dia tak hanya melulu infrastruktur jalan, namun bisa menggali potensi desa tentu banyak yang harus dikembangkan.

“Curugbitung menyimpan potensi yang harus digali, seperti adanya wacana untuk membangun destinasi wisata Curug Seeng,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Pj Sekda Kota Bogor Dilantik, Hery Ingatkan Pentingnya Peran Sekda

0

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari resmi melantik Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (2/12/2024) pagi.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor Nomor 800.1.3.3 Kep.491-BKPSDM/2024 tentang Pengangkatan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bogor, Hanafi yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor.

Hanafi terhitung mulai 2 Desember 2024, resmi menjadi Pj Sekda Kota Bogor yang sebelumnya diemban oleh Syarifah Sofiah sebagai Sekda dan telah memasuki masa purna bakti sejak 30 November 2024.

Pelantikan Pj Sekda Kota Bogor ini, Hery sampaikan dilakukan sesuai dengan rekomendasi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melalui surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12430/KPG.07/BKD tertanggal 13 November 2024.

“Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bogor mengucapkan selamat kepada Bapak Hanafi yang baru saja dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bogor. Selamat menjalankan tugas, semoga amanah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan dan kesejahteraan Kota Bogor yang kita cintai ini,” ujar Hery.

Hery menegaskan bahwa tugas seorang Sekretaris Daerah sangatlah berat. Selain bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan, Sekda juga menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor.

Oleh karena itu, ia berharap Hanafi dapat bekerja sama dengan seluruh perangkat daerah dan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bogor.

“Perlu saya sampaikan di sini, sebagai pejabat tertinggi birokrasi pemerintah daerah, Sekda memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting dan strategis, yaitu menyusun kebijakan daerah, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah, memantau dan mengevaluasi kebijakan, membina aparatur, serta mengelola administrasi pemerintahan, keuangan, dan aset daerah,” jelas Hery.

Dalam penyusunan kebijakan daerah, Sekda membantu menyusun dan merumuskan berbagai kebijakan daerah, serta berperan penting dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam dokumen perencanaan, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahunan.

Selain itu, Sekda bertanggung jawab mengkoordinasikan pelaksanaan tugas seluruh perangkat daerah (OPD) serta menjadi penghubung utama antara kepala daerah dengan jajaran birokrasi dibawahnya.

“Tugas penting lainnya adalah memantau dan mengevaluasi implementasi berbagai kebijakan daerah untuk memastikan kebijakan tersebut terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan,” ucap Hery.

Minimalisir Angka Kecelakaan, Dishub Kabupaten Bogor Pasang Rambu-Rambu

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Minimalisir angka kecelakaan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memasang rambu- rambu di sepanjang jalan depan sekolah SDN Sirnagalih 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Adapun rambu yang dipasang antara lain, rambu hati hati, rambu dilarang membunyikan klakson tolelet,rambu batas kecepatan, dan rambu menyebrang orang.

“Pemasangan rambu ini bertujuan untuk untuk menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Apalagi di SDN Sirnagalih Ini,” ujar Ading Sahara Seksi fasilitas kelengkapan jalan Dishub Kabupaten Bogor, Kamis, (4/12).

Sementara itu, Kepsek SDN Sirnagalih 2, Royani mengucapkan terimakasih kepada Dishub Kabupaten Bogor yang telah memasang rambu-rambu untuk meminimalisir angka kecelakaan khususnya di depan sekolah SDN Sirnagalih 2.

Berharap dengan pemasangan rambu -rambu ini akan meminimalisir angka kecelakaan, karena disini banyak anak sekolah yang menyebrang ketika pulang sekolah.

“Menghimbau kepada orangtua yang menjemput anakny agar selalu hati-hati dalam menyebrang. Dan bagi bus yang melintas agar tidak membunyikan klakson tolelet ketika pada jam pelajaran, karena ini menggangu belajar siswa,” jelasnya. Yudi