24.6 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 229

Forkom P4S Jateng, Kementan Ajak Perkuat Peran P4S dengan Kolaborasi

0

jurnalbogor.com – Temanggung-Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan (P4S) Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat pengelolaan lembaganya lewat kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga/Pemda dan Swasta.

Hal tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi P4S Jateng yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Kamis (05/09) di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah.

Hadirnya regulasi Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Nomor 153/Kpts/OT.160/I/08/2024 tentang Petunjuk Teknis Strategi Kolaborasi Pengelolaan P4S (Sekola) yang baru-baru ini dikeluarkan menjadi angin segar sekaligus payung bagi P4S untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pembaharu perdesaan lewat kolaborasi dengan K/L/Pemda dan Swasta.

Pelaksanaan kolaborasi dapat meliputi identifikasi kebutuhan spesifik, pemetaan kolaborasi potensial, rencana kerja dan kerjasama, monitoring dan evaluasi, serta penyesuaian dan perbaikan program.

Adanya kolaborasi pengelolaan P4S tentunya akan meneguhkan peran P4S dalam mencetak SDM pertanian yang profesional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan penguatan SDM harus dilakukan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung upaya mencapai swasembada pangan.

“Kita harus mampu swasembada pangan, namun ini membutuhkan kerja keras kita semua, dan kolaborasi semua pihak di sektor pertanian”, kata Mentan Amran

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengatakan P4S merupakan mitra BPPSDMP yang memiliki peran strategis sebagai tempat pelatihan sekaligus magang guna akselerasi dan adopsi teknologi pertanian.

Namun kata Kepala Badan, dalam tatanan praktiknya kolaborasi pemanfaatan teknologi informasi di P4S masih menjadi kendala dalam peningkatan kinerja P4S.

Adapun strategi kolaborasi pengelolaan P4S bertujuan meningkatkan pengelolaan pelaksanaan pelatihan pertanian yang diselenggarakan P4S melalui peningkatan kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga/Pemda dan Swasta yang diharapkan akan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi dalam kesempatan membuka Forkom P4S mengatakan P4S merupakan lembaga pelatihan petani yang sangat strategis dalam mendukung program pembangunan pertanian.

“Sebagai lembaga pelatihan, diharapkan petani mampu menolong dirinya sendiri dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya”, ujar Sukim Supandi.

P4S merupakan kelembagaan yang sangat membantu petani dalam meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan. Oleh karenanya ada nya regulasi Sekola akan menjadi titik terang perkembangan P4S.

Hadir mewakili Kepala Bapeltan Jateng dalam Forkom P4S, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Agung Wibowo menjelaskan bahwa Jateng memiliki kurang lebih 312 P4S yang dapat menjadi potensi untuk dikembangkan.

“Kami memiliki 312 P4S yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Ada yang bergerak di tanaman pangan, peternakan, wirausaha dan perlebahan, dan lain-lain. Inovasi yang dihasilkan juga tepat guna”, jelas Agung

Agung menambahkan terbitnya regulasi Sekola memberikan harapan dalam meningkatkan kerjasama pengembangan P4S di Jateng.

Giat Forkom P4S Jateng dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Bapeltan Provinsi Jateng, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSI) Jawa Tengah, Ketua Forum Komunikasi P4S Jateng serta perwakilan pengelola P4S di Jawa Tengah.

(yev/bbpmkp-rls)

Tingkatkan Kualitas Pelatihan, Kementan Jalani Akreditasi Pelatihan CPNS dan PKA

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) saat ini tengah menyiapkan proses akreditasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Akreditasi tersebut bertujuan menjaga kualitas penilaian penyelenggaraan pelatihan yang diselenggarakan.

Hadirnya penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas serta terakreditasi berperan penting dalam membentuk kualitas peserta SDM nya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni

BBPMKP sebagai lembaga pelatihan kepemimpinan dan manajemen di Kementan memiliki tanggung jawab dalam mencetak generasi pemimpin yang unggul dan profesional.

Sejurus dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti mengungkapkan harapannya agar kedepan BBPMKP dapat menjadi center of excellence, pencetak pemimpin-pemimpin unggul melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakannya.

Adapun tahapan dalam proses akreditasi meliputi pemenuhan dokumen persyaratan, visitasi dan wawancara, dan diakhiri dengan proses penyampaian hasil akreditasi.

Saat ini BBPMKP tengah dalam tahapan visitasi dan wawancara yang dilakukan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Selasa (03/09) dan Rabu (04/09) di BBPMKP.

Asesor LAN RI, Elly Fatimah menyampaikan bahwa tahapan visitasi dan wawancara tersebut merupakan proses verifikasi dan konfirmasi terhadap kesesuaian dokumen yang telah disampaikan, wawancara dengan para stakeholder, serta peninjauan sarana dan prasarana pendukung pelatihan.

“Kami akan melakukan konfirmasi dan kejelasan data yang telah disampaikan kemarin dan menanyakan beberapa hal terkait pelatihan”, kata Elly, Selasa (03/09).

Lebih lanjut Elly menjelaskan beberapa aspek instrumen penilaian akreditasi program meliputi perencanaan program pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, evaluasi pelatihan, hasil penyelenggaraan pelatihan, pembiayaan pelatihan, serta sarana pendukung pelatihan.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi berharap BBPMKP dapat mempertahankan akreditasi A pada program Latsar CPNS dan PKA yang selama ini di raihnya.

“Dengan segala upaya yang telah kami lakukan, kami berharap dapat mempertahankan akreditasi A. Karena kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelatihan kami”, tandas Sukim Supandi.

(yev/bbpmkp-rls)

Budidaya Jamur Tiram Tingkatlan Ketahanan Pangan di Desa Sirnagalih

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Kelompok Tani Jamur Tiram di Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari mulai proses panen jamur tiram merupakan program ketahanan pangan tahun 2024.

Ketua kelompok tani jamur tiram, Asep Setiadi mengatakan, budidaya jamur tiram ini baru di panen setelah proses pembibitan selama satu bulan.

“Saat ini, baru 5 kilogram yang bisa di panen per hari, dengan harga perkilo Rp 13 Ribu, kata Asep, Kamis (5/9/24)

Menurutnya, budidaya jamur tiram sebetulnya bukan hanya di panen setiap hari melainkan ada masanya Panen Raya.

“Mungkin 2 sampai 3 mingguan lagi Panen Raya, kalau panen raya bisa mencapai 20 kilogram sampai 30 kilogram,” ujar Asep.

Lanjut Asep, petani jamur tiram di wilayah Desa Sirnagalih sebenarnya sudah lama ada, tetapi tidak berjalan karena terbentur dengan anggaran.

“Budidaya jamur tiram awalnya digagas oleh Pak kades, kemudian keluhan kami terkait anggaran di respon dan akhirnya bisa di realisasikan melalui program ketahanan pangan,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya budidaya jamur tiram di wilayah Desa Sirnagalih, kedepannya bisa menyerap tenaga kerja baru.

“Tidak menutup kemungkinan budidaya jamur tiram tidak hanya satu tempat saja, tetapi mudah -mudahan kedepannya harus di setiap RW agar bisa menyerap tenaga kerja di wilayah sekitar tentunya dengan dukungan Kepala Desa,” ungkapnya. Yudi

Soto Kuning Mas Aries Bikin Nagih Pembeli

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Buat kamu hobi jalan jalan dan berburu tempat kuliner, tidak ada salahnya mencoba soto kuning Mas Aries, dengan daging yang empuk serta kuah kuningannya membuat ketagihan.

Tidak sulit mencari tempat mangkal soto Aries yang terletak di Jalan Nirwana Bogor Residence, Bogor Selatan yang setiap hari buka dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB sore.

Aries (44) menceritakan, dulu awalnya jualan soto keliling, dan sekarang mangkal di kawasan BNR pada tahun 2012. Bahkan sempat jualan bakso, bubur dan sekarang balik lagi jualan soto kuning.

Soto kuning dengan macam macam isi, ada daging, babat, kikil, paru, dan ayam. Harga per porsi Rp. 28000 paket komplit nasi, soto kuning dan emping Tangkil.

“Dalam sehari menghabiskan 40 – 50 porsi, dan menghabiskan 5 kg daging, itu sudah termasuk lumayan karena kondisi lagi kurang ramai, karena sudah banyak yang jual soto kuning juga,” kata Aries kepada Jurnal Bogor, Kamis (5/9/24).

Saat ini, kata dia, keluhkan kenaikan daging yang biasa beli sekilo Rp 65 ribu, sekarang Rp 70-75 ribu per kg, untuk jeroan yang semula perkilo Rp 35 ribu, sekarang Rp 40 ribu. Meski harga daging naik tidak menaikan harga jual.

“Untuk pembeli dari mana-mana, bahkan sampai dari Bandung, atau tamu dari saung Anis, ada juga dari tamansari yang sering kesini,” ucapnya.

Di samping itu, Aries menerima pesanan soto kuning dan gofood untuk acara-acara keluarga. Alhamdulillah sudah punya pelanggan tetap.

“Semoga jualan soto kuning lancar, banyak pembeli serta pelanggan,” harapnya. Yudi

Program Mina Padi Meningkatkan Ketahanan Pangan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) mengadakan launching Mina Padi budidaya ikan dengan sistim polikultur (Ikan-Padi) pertama di desa Sukajadi, Kecamayan Tamansari, Kamis (5/9/24).

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa Himakua 2024, M. Bimosena Sofiawan mengatakan, inovasi ini dapat ditemukan ataupun di buat oleh tim PPK Ormawa Himakua IPB, karena di lihat dari potensi nya dulu kebutuhan dan masalah. Dan ternyata memang potensinya dipersawahan dan permasalahannya di alih fungsi lahan.

“Maka dari itu, kita sebenarnya membuat program minapadi bukan sesuatu teknologi yang paling tinggi atau inovatif, tetapi yang paling aplikatif, itu yang ingin kami buat dan nantinya mampu memberikan yang progresif. Kenapa kita memilih Mina Padi,” paparnya.

Sementara Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Bogor, Ir. Fredinan Yulianda menyampaikan, sebenernya konsep ini, konsep yang sederhana dari ilmu dasar akuakultur, budidaya hanya satu variabel yang dibutuhkan adalah air.

“Nah, sementara didalam sawah atau padi air tersedia. Hanya di perlukan pengairan untuk sawah, kenapa tidak dimanfaatkan untuk perikanan, sehingga masyarakat akan mendapatkan dua manfaat sekaligus dari komoditi padi dan perikanan,” jelasnya.

Itu yang kita ingin mendorong untuk konsep ketahan pangan nasional sendiri, dimana saat ini posisi ketahanan pangan masih dalam posisi minus, kenapa minus karena masih impor.

“Apabila kalau masyarakat desa disini mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan pangan dengan lahan yang saat ini sama, maka tidak menutup kemungkinan kita akan swasemabada,” katanya.

Itu yang mendasari mahasiswa IPB turun ke lapangan untuk memberikan kontribusi ilmu yang mereka memiliki tentu keuntungan desa, daerah dan nasional.

“Tentu harapan sangat banyak, karena keberhasilan dari minapadi untuk mendongkrak ketahanan pangan itu harus didukung oleh infrastruktur yang sangat baik, salah satunya irigasi,” ucapnya.

Terpisah Kadis Perikanan dan peternakan Kabupaten Bogor, Nurhayati menjekaskan, dengan adanya program minapadi ini, kedepannya Kabupaten Bogor secara umum bisa lebih baik lagi khusus untuk produktifuas perikanan dan peternakan, dan ini pelajaran yang berarti bagi kita, karena ini sekaligus praktek dan melihat bagaimana komunitas masyarakat, para KTNA, tokoh masyarakat, RT/RW dan penggagas dari Ormawa Himakua IPB, bagaimana mengelola persawahan yang bisa dikolabiarsi pertanian dan perikanan.

“Kedepan ada bentuk-bentuk minapadi di Kecamatan lainya yang tersebar di 40 Kecamatan, sehingga program ini menyebar luas untuk ke Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Selain kata dia, ini juga meningkatkan ekonomi keluarga, tentunya pembelajaran ini sangat berarti bagi kita, dan pemerintah bisa kolaborasi dengan SKPD terkait, kerana gak mungkin program bekerja sendiri, kepala desa, Kecamatan, IPB tanpa kerjasama yang baik. Karena ini diperlukan sumber air yang baik dan irigasi yang baik.

“Rencana kita akan verifikasi kebutuhan apa saja untuk meningkatkan Mina Padi dari progarm pengairan, sarana prasarana, serta pendukung guru besar dari IPB,” pungkasnya. Yudi

Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten BogorTahun Anggaran 2024

0

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor dilaksanakan pada hari Rabu Sampai dengan Jumat, tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 2024. Acara ini dibuka oleh Plt. Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Bogor dan diikuti oleh SKPD dan Kecamatan yang terdiri dari Pejabat Pengurus Barang/Pelaksana Pengelolaan BMD.
Selama kegiatan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Pejabat Pengurus Barang/Pelaksana Pengelolaan BMD ini mendapatkan materi Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor dari narasumber Penatausahaan Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor yaitu Raden Surya Saptaraharja,SH, M.Si, M.Kn (Plt. Kepala Bidang Aset Daerah).

Arahan yang disampaikan oleh Plt. BPKAD adalah sebagai berikut :
a. Adapun tujuan dari acara ini adalah agar ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor mengetahui hak dan kewajiban terkait BMD sebagai fasilitas yang diberikan untuk mendukung pelaksanaan tugas
b. Kegiatan Pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari Pedoman Penilaian Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah melalui Monitoring Center For Prevention (MCP) KPK. Salah satu sub indikator yang ditekankan dalam pedoman tersebut adalah penyalahgunaan Barang Milik Daerah (BMD)
c. Output dari Monitoring Center of Prevention (MCP) KPK-RI adalah perbaikan tata kelola pada 8 (delapan) area Pemerintah Daerah, salah satu diantaranya adalah Manajemen Aset Daerah. Untuk mencapai output tersebut, maka KPK-RI menetapkan beberapa indikator yang meliputi pengamanan administrasi BMD, pengamanan fisik dan hukum BMD, penertiban BMD, serta pengendalian dan pengawasan, beserta masing-masing subindikatornya
Sasaran pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2024 Ini adalah untuk meningkatkan Kinerja Perangkat Daerah dalam Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Bawaslu Segera Plenokan Wakil Ketua BAZNAS Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor akan melaksanakan rapat pleno untuk membahas dugaan pelanggaran yang dilakukan Wakil Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, yang secara terang-terangan membuat video dukungan terhadap salah satu bakal pasangan calon kepala daerah.

Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna mengatakan bahwa pihaknya masih memroses terkait peristiwa itu.

“Masih dalam proses, ini mah kami plenokan. Rencana sekarang tapi belum bisa dipastikan jamnya,” ujar Herdiyatna kepada wartawan, Rabu (4/9/2024).

Sementara itu, viralnya video yang dibuat Wakil Ketua BAZNAS, turut menjadi perhatian dari Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin (ZM). Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN), lembaga pemerintah, badan dibawah pemerintah, dan organisasi pelat merah memiliki aturan mengikat dalam pemilu.

“Nah, kami menyerahkan sepenuhnya peristiwa itu ke Bawaslu sebagai ‘wasit’ dalam pemilu,” katanya.

ZM juga mengaku khawatir bila pilkada berjalan tidak netra, seiring dengan adanya indikasi akibat viralnya video tersebut.

“Kekhawatiran pasti ada, namanya juga manusia. Tapi semuanya kita serahkan kepada Bawaslu,” tandas ZM.

** Fredy Kristianto

Musyafaur Rahman Beri Bantuan Kepada Korban Bencana Puting Beliung di Desa Cimayang dan Desa Situ Udik

0

Bogor, jurnalinspirasi.co.id – Bakal Calon Wakil Bupati atau Bacawabup Bogor yang diusung PDI Perjuangan Musyafaur Rahman mengunjungi warga terdampak bencana puting beliung di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa, (3/9) malam.

“Saya dapat kabar tadi pagi, saya langsung minta tim koordinasi dengan desa berapa yang terdampak, menurut data kan 244 (jiwa), kemudian ada 10 yang rusak berat (rumah),” ujar Kang Mus.

Kunjungan Kang Mus di wilayah Kecamatan Pamijahan diawali dengan menyambangi kantor Desa Cimayang. Disana, Kang Mus bertemu dengan Pemerintah Desa dan menanyakan kondisi para korban yang terdampak bencana angin puting beliung.

Tidak hanya itu, Musyafaur Rahman yang akrab disapa Kang yang maju mendapingi bakal calon bupati Bogor Bayu Syahjohan menyerahkan sejumlah bantuan untuk meringankan warga terdampak bencana.

“Kita ada sedikit yang bisa kita bantu, ya kita bantu, karena standar manusia kan berbagi ya. Kita titipkan tadi ke desa,” sambungnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket beras dan mie instan kepada warga terdampak serta memberikan santunan kepada warga yang rumahnya rusak berat.

Setelah dari Desa Cimayang, Kang Mus tak langsung pulang. Ia bertolak ke Desa Situ Udik Kecamatan Cibungbulang.

Di sana, kedatangan Kang Mus disambut warga dan pengurus lingkungan.

Mereka lalu berdialog dan menyampaikan keluh kesahnya soal bencana puting beliung yang baru saja terjadi.

Kang Mus lantas memberikan bantuan seperti di Desa Cimayang kepada warga Desa Situ Udik yang terdampak bencana.

“Seperti angin puting beliung ini kan hal yang tidak bisa kita antisipasi bentuknya, sehingga yang paling mungkin kita lakukan adalah tanggap bencana. Apa yang dikerjakan oleh Pemkab Bogor cukup baik, menurut informasi tadi pak PLH PJ bupati juga sudah datang bersama pak PJ Gubernur Jawa Barat,” ungkap Kang Mus.

“Itu merupakan bentuk tanggap pemerintah yang menurut saya patut diapresiasi dan itu harus dipertahankan ke depannya oleh siapapun yang terpilih nantinya dalam pilkada 2024,” lanjutnya.

Kang Mus juga tak memungkiri sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor memang rawan bencana.

Ketika wilayah rawan bencana itu sudah dipetakan, langkah antisipasi maupun rekomendasi hasil kajian ilmiah perlu dimasifkan pemerintah sebagai upaya pencegahan.

“Pemetaan terhadap bencana ini penting, kita tidak harapkan bencana itu datang, tapi ketika bencana itu datang kita sudah siap. Sehingga adanya korban jiwa maupun korban harta ini bisa kita hindari. Misalnya nanti mungkin bisa membuat teknologi bagaimana atap rumah itu tidak terbang ketika tertiup angin kencang dan lainnya. Itu harus sudah dimulai,” pungkasnya. Aga

Perkuat Pengelolaan P4S, Kementan Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga/Pemda dan Swasta

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai lembaga pengembangan dan pelatihan SDM pertanian yang berbasis masyarakat dalam mengembangkan pertanian perdesaan. Salah satunya mendorong strategi kolaborasi pengelolaan P4S lintas Kementerian/Lembaga/Pemda dan Swasta.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penguatan SDM harus dilakukan untuk memperkuat sektor pertanian, sekaligus mendukung upaya mencapai swasembada pangan.

“Kita harus mampu swasembada pangan. Namun, ini membutuhkan kerja keras kita semua, dan kolaborasi dari semua pihak di sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam suatu kesempatan mengatakan P4S merupakan mitra BPPSDMP yang memiliki peran strategis sebagai tempat pelatihan sekaligus magang, guna akselerasi dan adopsi teknologi pertanian.

Namun kata Santi, dalam tatanan praktiknya kolaborasi pemanfaatan teknologi informasi di P4S masih menjadi kendala dalam peningkatan kinerja P4S.

Strategi kolaborasi pengelolaan P4S bertujuan meningkatkan pengelolaan pelaksanaan pelatihan pertanian yang diselenggarakan P4S melalui peningkatan kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga/Pemda dan Swasta dengan pencapaian output jangka pendek, jangka menengah, seta jangka panjang.

Hadirnya regulasi Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Nomor 153/Kpts/OT.160/I/08/2024 tentang Petunjuk Teknis Strategi Kolaborasi pengelolaan P4S lintas Kementerian/Lembaga/Pemda dan Swasta (Sekola) yang baru-baru ini disosialisasikan akan menguatkan upaya pengeloaan P4S yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Regulasi yang dibangun diharapkan dapat menjadi acuan P4S untuk terus mengembangkan kelembagaan dengan meningkatkan jejaring kerja serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, mewujudkan P4S modern, mandiri, dan berdaya saing”, sambung Santi.

Sementara itu, dalam kesempatan Forum Komunikasi P4S DKI Jakarta sekaligus sosialisasi regulasi Petunjuk Teknis Sekola, Senin (03/09/2024) di BBPMKP, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi menyatakan dukungannya terhadap regulasi tersebut sebagai upaya penguatan kinerja P4S.

“Kolaborasi tersebut akan menghadirkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota P4S, utamanya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung pembangunan pertanian kita”, ungkap Sukim Supandi.

(yev/bbpmkp-rls)

Soal Dugaan Ketidaknetralan Wakil Ketua BAZNAS Kota Bogor, PJ Wali Kota Tunggu Rekom Bawaslu

0

jurnalinspirasi.co.id – Penjabat (PJ) Wali Kota Bogor, Hery Antasari menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan peneguran keras terhadap Wakil Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla pada Selasa (3/9/2024).

“Saya sudah lakukan langkah dan tindakan sesuai kewenangan melalui asisten yang juga badan pengawas,” ujar Hery kepada wartawan, Selasa (3/9/2024).

Menurut Hery, dalam berdemokrasi ada aturan dan kepatutan, walaupun jabatan wakil ketua BAZNAS bukanlah aparatur sipil negara (ASN), tetapi hal yang dilakukannya (membuat video dukungan) tidak patut.

“BAZNAS ada di lingkungan unit kerja yang melapor, bertanggungjawab, dan diangkat oleh wali kota. Di lembaga itupun ada APBD, jadi harus berdiri di atas semuanya,” tegas Hery.

Atas dasar itu, kata Hery, pihaknya akan membuat pakta integritas terhadap semua organisasi atau unit kerja yang ada di lingkungan Pemkot Bogor.

“Kami akan ikat secara regulasi dan kepatutan,” tegas Hery lagi.

Lebih lanjut, ia juga mengaku akan mendukung semua langkah yang akan diambil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menangani perkara ini.

“Kami akan tunggu rekomendasi Bawaslu seputar langkah selanjutnya,” tegasnya.

Hery pun memperingatkan agar ASN dan organisasi yang bernaung dibawah pemerintah untuk tetap netral dalam pilkada.

“Saya peringatkan yang lain untuk tidak seperti itu. Kalau punya pilihan cukup di kotak suara saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo menegaskan bahwa teguran keras telah dilayangkan kepada Subhan Murtadla, dan selanjutnya Pemkot Bogor akan menunggu hasil pemeriksaan Bawaslu.

“Sudah dikasih peringatan keras atau teguran 1. Kita tunggu hasil dari Bawaslu, rekomendasinya akan disampaikan ke pj wali kota baru ke Badan Pengawas,” ucapnya.

** Fredy Kristianto