28 C
Bogor
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 220

Begini Jurus Jitu Sendi – Melli Tekan Pengangguran Terbuka

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Nomor Urut 1, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa berkomitmen membangkitkan perekonomian dengan menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bogor.

Salah satunya dengan membentuk Balai Latihan Kerja (BLK) atau Bogor Job Training Center, yang bekonsep tematik dan bakal dihadirkan di setiap kecamatan se-Kota Bogor.

“Sepanjang tahun ini, sekitar 53 ribu pekerja di berbagai sektor menjadi korban PHK. Angka itu diyakini akan meningkatkan angka pengangguran yang saat ini di Kota Bogor mencapai 9,39 persen atau sekitar 50 ribu orang,” ungkap Calon Wali Kota Bogor, Sendi Fardiansyah pada Selasa (1/10/2024).

Atas dasar itu, Sendi meyakini, melalui Program BLK tersebut diharapkan bisa jadi salah satu langkah Sendi-Melli untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terdidik dan terlatih di berbagai bidang.

Duet Sendi – Melli mendorong terciptanya kapasitas skill dari ribuan masyarakat Kota Bogor diseluruh bidang. Mulai dari Perhotelan dan Tata Boga, Otomotif, Pariwisata dan Agrobisnis, Teknologi Informasi dan Digitalisasi, Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif serta Manufaktur.

“Setiap BLK Kecamatan akan melatih bidang-bidang tersebut. Target lulusan dari program ini adalah 1000 orang per tahunnya,” katanya.

Kata dia, para peserta pelatihan yang terlibat nanti berasal dari berbagai kalangan dan berbagai usia. Baik yang baru lulus pendidikan, pencari kerja maupun yang terkena PHK.

Selain pelatihan di BLK, kegiatan lain seperti Boot Camp, Training Camp dan sejenisnya akan ditingkatkan baik frekuensi maupun kualitasnya.

Sendi memastikan, program LBK hadir bukan sebatas menjadi penyedia lapangan kerja. Melainkan sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas para pencari kerja.

“Kita fokus di sana. Biar warga Kota Bogor gak harus selalu kerja di Bogor, bisa di berbagai daerah atau bahkan luar negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, program BLK akan melibatkan berbagai stakeholder swasta di sektor industri sebagai penampung para lulusan hasil training.

“Kami ingin warga jadi produktif, ekonomi meningkat, warga jadi makin hepi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Benninu Optimistis Sendi – Melli Selangkah Menuju Kemenangan

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Tim Pemenangan Sendi Fardiansyah – Melli Darsa, Benninu Argoebie optimistis duet Sendi – Melli mampu merebut hati masyarakat Kota Bogor, sehingga dapat keluar sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor.

“Kami sangat yakin Sendi – Melli selangkah lagi menuju kemenangan. Hal itu terlihat dari hasil konsolidasi dan sosialisasi yang telah dilakukan oleh Kang Sendi selama dua tahun terakhir,” ujar Benninu kepada wartawan, Selasa (1/10/2024).

Selain itu, sambung dia, keoptimisan juga semakin menguat lantaran semakin tingginya sambutan positif dari masyarakat terkait duet Sendi Fardiansyah – Melli Darsa.

“Gabungan antara anak muda ya g berpengalaman di birokrasi (Sendi) dan advokat berlabel internasional sangat diterima oleh masyarakat. Buktinya dukungan dari hari ke hari semakin banyak,” ucap Benninu.

Menurut dia, pasca ditetapkannya duet Sendi – Melli, hasil survei ril yang dilakukan juga mengalami peningkatan signifikan.

“Alhamdulillah hasil survei meningkat signifikan. Kami yakin, selangkah lagi kita menuju kemenangan,” ungkap dia.

Kata Benninu, duet Sendi – Melli mempunyai beberapa program prioritas yang akan diimplementasikan apabila diberi amanah untuk memimpin Kota Bogor. Di antaranya, akses pendidikan yang mudah, akses kesehatan yang mudah bagi warga tak mampu, dan pembukaan lapangan kerja baru.

“Skala prioritas itu adalah hasil dari aspirasi masyarakat, saat Kang Sendi dan Teh Melli blusukan menyapa warga,” katanya.

Selain itu, kata Benninu, duet Sendi – Melli juga akan berupaya sekuat tenaga untuk mengembalikan aset milik Pemkot Bogor yang kini tengah diduduki pihak ketiga.

“Banyak aset Pemkot yang diduduki pihak ketiga. Ini yang akan menjadi prioritas juga. Yang pasti perpaduan Sendi – Melli sangat tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Momen Indah Dokter Rayendra Setiap Kali Nguriling: Antara Hobi dan Dedikasi untuk Masyarakat Bogor

0

Jurnalinspirasi.co.id – Dokter Rayendra, mengungkapkan bahwa aktivitas Nguriling sekadar bagian dari tugas, tetapi merupakan hobi dan kesenangan pribadi yang memberikan kebahagiaan tersendiri.

Sehingga banyak moment-moment indah tercipta ketika Dokter Rayendra melakukan Nguriling.

Nguriling sendiri sama halnya dengan blusukan. Nguriling menjadi aktivitas utama Dokter Rayendra dan Eka Maulana sepanjang kontestasi Pilwalkot Bogor.

Dengan nguruling, mereka merasakan langsung kehidupan warga Kota Bogor.

Utamanya mereka yang tinggal di gang-gang sempit dan perkampungan pinggiran Kota Bogor.

“Saya menjalani kesenangan saya, hobi saya. Jadi Nguriling ini bukan sesuatu yang menurut saya kerja berat. Bagi saya, itu adalah bagian dari kesenangan pribadi—bertemu orang dan jalan kaki,” ujar Dokter Rayendra.

Dokter Rayendra menambahkan bahwa kegiatan Nguriling yang dilakukan tanpa paksaan ini adalah murni ekspresi dari kecintaannya terhadap interaksi sosial dan kegiatan lapangan.

“Makanya, dengan mudahnya saya melakukan acara-acara tersebut tanpa paksaan,” lanjutnya.

Dokter Rayendra menegaskan bahwa Nguriling ini adalah hobinya. Ia ingin masyarakat tahu bahwa blusukan yang dilakukannya bukanlah beban pekerjaan, melainkan kegiatan yang memberikan energi positif bagi dirinya.

“Saya tidak pernah merasa capek, karena kebahagiaan yang saya dapatkan sesungguhnya adalah ketika saya bertemu orang banyak. Ini menjadi kepuasan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Ketika ditanya tentang apa yang didapatnya dari Nguriling, Dokter Rayendra menjelaskan bahwa selain kebahagiaan, ia juga dapat memotret kehidupan sehari-hari warga Kota Bogor.

“Saya dapat melihat apa yang menjadi aktivitas warga, kesenangan mereka, harapan-harapan mereka terhadap kota ini,” kata Dokter Rayendra.

Bukan hanya memotret dalam arti literal, ia juga mengamati berbagai aspek lingkungan seperti kondisi jalanan, penerangan, dan titik-titik longsor di Bogor.

“Jadi, kehidupan warga bisa saya potret dan menjadi bekal saya untuk memahami kebutuhan mereka lebih dalam,” tutupnya.

Dengan hobinya yang unik ini, Dokter Rayendra tidak hanya menyalurkan minat pribadinya tetapi juga memberikan perhatian yang lebih terhadap kondisi sosial dan lingkungan Kota Bogor.

** Fredy Kristianto

Ni Made Dwiguna Pradyaniswari Dari Bali Resmi Dinobatkan Sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2024

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Setelah melewati masa karantina, akhirnya 30 finalis Putri Pariwisata Indonesia 2024 menjalani sesi penentuan pada Malam Penobatan yang dilangsungkan di Ballroom The Highland Park Resort & Hotel Bogor, pada Senin malam (30/09).

Sebanyak 30 finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia mempersiapkan diri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri yang berpengalaman.

Ada lima dewan juri yang menilai penampilan finalis, yakni Drs. Vinsensius Jemadu, MBA (Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Events Kemenparekraf RI) sebagai ketua, kemudian untuk anggota dewan juri ada nama Thamrin B. Bachri (Tenaga Ahli Gubernur Jambi Bidang Pariwisata); Dr. Ekles – Owner Ekle’s Clinic; Sir Alexander Mamby Aruan (Communication Specialist, LSPR Jakarta) dan Dessy Arnas (Professional Trainer & Coach)

Sementara itu, yang bertindak Juri Kehormatan adalah Martinus Johnnie Sugiarto (Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia); Owner The Highland Park Resort & Hotel Bogor Daud Ibrahim dna CEO The Highland Park Resort & Hotel Bogor Jimmy Tjoa.

.Dalam proses penjurian, dewan juri mengerucutkan jumlah finalis dari 30 menjadi 10 besar. Para finalis yang masuk dalam 10 besar kemudian diberikan tantangan untuk menyampaikan pidato singkat mengenai pariwisata selama 30 detik. Penilaian ini sangat penting karena akan menentukan siapa yang akan melaju ke tahap selanjutnya.

Setelah pidato, dewan juri kembali melakukan penilaian dan memilih lima finalis terbaik. Para finalis ini kemudian harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri dalam waktu 60 detik. Proses penjurian yang ketat ini tidak hanya berlangsung pada malam penobatan, tetapi juga sudah dimulai sejak masa karantina, di mana para finalis menjalani berbagai pelatihan dan bimbingan.

Akhirnya, setelah melewati serangkaian penilaian yang ketat, Ni Made Dwiguna Pradyaniswari dari Bali terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2024. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bali.

Ni Made menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dewan juri, panitia, dan semua pihak yang telah mendukungnya selama proses ini. Ia berkomitmen untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan menjaga warisan budaya yang ada.

“Perasaannya awalnya jujur kaget banget, tapi jadi senang banget sekarang udah terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2024,” kata Ni Made disapa Una kepada awak media, Senin (30/09).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Events Kemenparekraf RI Drs. Vinsensius Jemadu, MBA menyampaikan harapannya kepada pemenang dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menerapkan pilar-pilar keberlanjutan dalam pengembangan industri pariwisata.

“Pemenang Putri Pariwisata Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi wajah pariwisata kita, tetapi juga menjadi duta yang mampu menjelaskan dan mempromosikan upaya kita dalam mencapai keberlanjutan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pariwisata tidak hanya bermanfaat bagi saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujar Vinsensius.

Vinsensius memberikan apresiasi kepada Yayasan EL JOHN Indonesia yang konsisten menyelenggarakan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun. Menurutnya, konsistensi dan komitmen dari penyelenggara, terutama di bawah pimpinan bapak Martinus Johnnie Sugiarto, menjadi faktor kunci dalam kesuksesan acara ini.

“Kami mengapresiasi usaha yang dilakukan Yayasan El John Indonesia. Banyak yang dapat mengadakan event, tetapi tidak semua mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun,” ungkap Vinsensius.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, Martinus Johnnie Sugiarto, mengatakan bahwa semua finalis, baik yang terpilih sebagai pemenang maupun yang tidak, telah menjadi pemenang dalam arti sebenarnya.

Ia mengajak semua finalis, untuk memiliki semangat baru untuk ikut berkontribusi lebih massif lagi dalam mempromosikan pariwisata di daerah maupun pariwisata Indonesia.

“Pesan saya untuk para putri, baik yang terpilih maupun yang tidak, adalah bahwa semuanya sudah menang. Kalian semua kini adalah duta untuk daerah dan provinsi masing-masing,” ujar Johnnie.

Seperti diketahui, pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2024 merupakan kontes ke-17 kali yang diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia dan EL JOHN Pageant. Tahun ini, tema yang diusung selaras dengan tema Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day (WTD) yakni “Tourism and Peace”

Tema ini dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pariwisata dalam membangun hubungan antarbangsa dan menciptakan kedamaian. Yudi

Yu ikutan Simarmas go Bank Kota Bogor

0

Bank kota Bogor baru saja merilis program baru bernama simarmas go, simpanan arisan masyarakat pemda BPR seluruh Indonesia.
Program semacam arisan bagi nasabah bank kota ini berupa tabungan selama jangka 30 bulan,
Dimana nanti di bulan 10 akan di undi sepeda motor sebanyak 18 unit, dibulan ke 20 juga di undi 18 unit dan puncak nya di bulan 30 di undi 1 unit mobil all new avanza.

Di hubungi Jurnal Bogor Humas Bank Kota Bogor, Dina Nurmedina mengatakan, ” program ini terbuka untuk siapa aja, dengan syarat menabung senilai 250.000 rupiah perbulan selama 30 bulan, tidak boleh ada penarikan. Tapi apabila selama masa program ini nasabah mendapatkan hadiah motor maka nasabah tersebut dianggap selesai tidak perlu menabung lagi, dan motor sudah menjadi hak nasabah.”
” Untuk akhir periode program di bulan ke 30, apabila nasabah tidak mendapatkan hadiah undian apa pun, maka uang nasabah yang sudah terkumpul selama 30 bulan akan di kembalikan seutuhnya di tambah bonus.”

“Untuk yang memenangkan undian pajak pemenang ditanggung nasabah,” pungkasnya.

Terima Aspirasi Soal Pengangguran, JM Beri Jawaban ini

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 3, Jenal Mutaqin kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan terus melakukan sapa warga di Kampung Muara Kidul, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

Blusukan menemui langsung warga, bertatap muka, berinteraksi dan menerima aspirasi, menjadi rutinitas yang efektif dilakukan Jenal di masa kampanye saat ini. Dengan berjalan kaki dan memasuki gang-gang kecil, kehadiran Jenal disambut antusias warga. Bahkan, Jenal terus berbaur tanpa sekat dengan warga, sambil mensosialisasikan dan memperkenalkan Paslon nomor 3 Dedie-Jenal.

Ketika tiba dirumah kediaman Ibu Sukastrina, Cawawalkot yang akrab disapa JM ini, menerima banyak keluhan terkait masalah pengangguran yang masih menjadi. Bahkan isu pengangguran jadi persoalan serius di wilayah tersebut.

Warga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, terutama bagi pemuda. Warga juga menginginkan program pelatihan keterampilan dan dukungan bagi usaha kecil untuk meningkatkan peluang kerja di lingkungan sekitar.

Menjawab persoalan tersebut, Kang JM mengatakan bahwa pasangan Dedie-Jenal sudah memiliki program kerja yang tertuang dalam visi misi untuk mengatasi persoalan warga. Kang JM menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang efektif.

“Pengangguran adalah tantangan yang harus kita atasi bersama. Saya berkomitmen untuk mendengarkan suara masyarakat dan bekerja keras untuk menciptakan peluang kerja yang lebih baik,” ucapnya pada Senin (30/9/2024).

Saat blusukan, JM bertemu dengan seorang pedagang Bajigur keliling. Tanpa ragu, JM langsung memborong dagangan Bajigur yang merupakan minuman tradisional khas Bogor.

“Bajigur ini bukan hanya minuman, tetapi juga bagian dari budaya kita. Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan warga di sini,” ucap Jenal sambil membungkus sendiri minuman Bajigur untuk diberikan kepada warga.

Lebih lanjut, Kang JM pun berbincang langsung dengan warga tepatnya dirumah Pak Ade untuk mendengarkan berbagai keluhan, harapan, dan saran yang disampaikan warga. Kang JM menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat sebagai dasar untuk pembangunan yang lebih baik.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan mereka. Ini adalah bagian dari komitmen kami (Dedie-Jenal) untuk mewujudkan Kota Bogor yang lebih baik,” ungkapnya.

Di sisi lain, sambung Kang JM, kegiatan sapa warga ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan visi dan misi, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Warga tampak antusias menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai isu-isu yang mereka hadapi sehari-hari.

“Mudah-mudahan melalui sapa warga ini kita dapat menggali lebih banyak informasi dan memahami dinamika yang ada di masyarakat, agar program-program yang diusung Dedie-Jenal nanti dapat lebih tepat sasaran,” katanya.

** Fredy Kristianto

APK Bacawalkot Gagal Nyalon Masih Bertebaran di Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Alat peraga kampanye (APK) bakal calon wali kota (Bacawalkot) yang gagal nyalon masih berterbaran di tiap sudut Kota Bogor. Hal itu pun mendapat sorotan warga.

“Banyak baliho dan spanduk di jalanan calon yang tidak jadi maju masih aja nempel. Kenapa tidak ditertibkan? Kasian masyarakat jadi bingung sama calon mana yang mesti dicoblos. Kerjanya Bawaslu apa sih?,” ujar Imam, warga Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Senin (30/9/2024).

Menurut dia, APK-APK tersebut justru menjadi sampah visual, lantaran membuat lingkungan terkesan kumuh.

“Kenapa nggak dibersihkan. Apa harus kami (warga) yang membersihkan,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Bogor Supriantona Siburian menegaskan bahwa bukan Bawaslu yang menjadi garda terdepan menertibkan APK bakal calon maupun para calon.

“Kami sifatnya berkoordinasi dengan Pemerintah terkait Alat Peraga tersebut, itupun disaat masa Kampanye berlangsung, dan wewenangnya itu ada di KPU,” ujar Anto saat dikonfirmasi wartawan.

Lebih lanjut, kata dia, tugas pokok Bawaslu hanya sebatas melaporkan temuan tersebut untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Satpol PP Kota Bogor.

“Bukan tugas kami mencabut APK. Penertiban pelanggaran Perda tupoksinya Satpol PP, jadi bukan tugas kita yang copot-copot dan manjat-manjat. Kami yang rekomendasi ke pemda bahwa ada APK yang tidak layak lagi,” jelasnya.

Ia pun mengiimbau masyarakat agar ikut serta membantu melaporkan kepada Bawaslu tingkat kota, kecamatan maupun kelurahan bila ada temuan pelanggaran yang dilakukan para calon dalam musim kampanye.

“Larangan tempat kampanye jelas, yang tidak boleh itu fasilitas pendidikan, fasilitas milik pemerintah dan rumah ibadah,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Sendi-Melli Dukung Penuh Festival Dongdang

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasangan calon wali Kota Bogor dan wakil wali Kota Bogor Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa (Sendi-Melli) berkomitmen terhadap eksistensi kearifan budaya lokal Sunda.

Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya lokal kesundaan, berbagai festival budaya juga diharapkan bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi warga.

Salah satu festival budaya Sunda yang ingin dilestarikan oleh Sendi Melli yakni Festival Dongdang.

Sendi Melli pun berkomitmen bahwa berbagai kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai dan filosofi Sunda, seperti Festival Dongdang, akan terus dijaga.

Selain sebagai bentuk rasa syukur atas berkah yang Maha Kuasa, Festival Dongdang diyakini meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian warga.

Menurut Calon Wali Kota Bogor Sendi Fardiansyah, Bogor harus tetap menjadi Panjaga Nilai-Nilai dan Filosofi Sunda atau The Guardian of Sundanese Values dan Philosophy.

Ditunjukan salah satunya dalam bentuk menjaga dan menghidupkan tradisi budaya Sunda seperti Festival Dongdang.

Festival Dongdang mengandung nilai yang tinggi yaitu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah lewat hasil panen bumi, berupa makanan dan sayuran atau buah-buahan.

Warga mengarak hasil bumi itu untuk dibagikan ke warga setempat.

Sendi Fardiansyah mengaku bakal terus menghidupkan tradisi dan budaya Sunda seperti Festival Dongdang karena punya nilai dan filosofi luhur.

“Sebagai rasa syukur, juga menciptakan rasa kebersamaan antar warga, membentuk kerjasama tim yang baik dan menumbuhkan kreativitas,” kata dia kepada awak media, Senin 30 September 2024.

Sendi Melli bahkan dengan tegas ingin Festival Dongdang dikenal secara nasional bahkan bisa mendunia.

Sehingga bisa mendatangkan jumlah kunjungan wisatawan dan meningkatkan nilai ekonomis bagi warga Bogor.

“Kita akan buat Festival Dongdang menasional bahkan mendunia. Sehingga bisa memberikan nilai ekonimis dan meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata dia.

Dalam Festival Dongdang dengan warga Loji, Kota Bogor, belum lama ini, Sendi Fardiansyah larut bersama ribuan warga yang mengikuti Festival Dongdang.

** Fredy Kristianto

Dokter Rayendra – Eka Blusukan ke Kampung Rau, Soroti Kondisi Infrastruktur yang Memprihatinkan

0

jurnalinspirasi.co.id – Dokter Rayendra – Eka melakukan kunjungan blusukan ke Kampung Rau, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu (28/9/2024).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menganalisis permasalahan yang dihadapi warga setempat, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang dianggap kurang layak.

Blusukan ini menjadi titik pertama dari rangkaian kegiatan yang direncanakan oleh Dokter Rayendra-Eka Maulana untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Dokter Rayendra- Eka Maulana harus melewati jalan tanah merah yang licin dan penuh lumpur, yang kerap kali menyulitkan mobilitas warga, terutama di musim hujan.

“Di Kota Bogor masih ada jalan yang seperti ini, ini keterlaluan,” ungkapnya dengan nada prihatin saat melihat kondisi jalan tersebut.

Dokter Rayendra menambahkan, kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan, terutama bagi pengendara motor dan pejalan kaki.

Sejumlah warga yang hadir pada acara tersebut juga menyampaikan keluhan yang sama.

Mereka mengaku telah lama mengalami kesulitan akses akibat jalan rusak, namun belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan ini, tetapi belum ada respon yang memadai. Semoga dengan kehadiran Pak Dokter Rayendra, kondisi di sini bisa segera mendapat perhatian,” ujar salah satu warga.

Dokter Rayendra- Eka Maulana berjanji akan memperjuangkan perbaikan jalan di Kampung Rau.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang memadai adalah salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar permasalahan ini dapat segera ditangani.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Dokter Eka untuk turun langsung dan mendengarkan keluhan warga.

Dokter Rayendra berharap, blusukan ini bisa menjadi awal dari langkah konkret dalam menghadirkan solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat Kampung Rau dan wilayah lain di Kota Bogor.

Dengan adanya kegiatan ini, warga berharap kondisi jalan dan infrastruktur di Kampung Rau dapat segera diperbaiki agar aktivitas warga bisa berjalan dengan lebih lancar dan aman.

** Fredy Kristianto

Dokter Rayendra Blusukan ke Tanah Sareal: Beri Solusi Nyata untuk Pendidikan dan Kesehatan Warga Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Dokter Rayendra Eka melanjutkan kegiatan blusukan ke titik ketiga di kawasan GG Karet, Tanah Sareal, Bogor.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengumpulkan informasi langsung dari warga mengenai berbagai permasalahan yang ada, sekaligus mendiskusikan solusi konkret yang dapat diterapkan.

Saat tiba di lokasi, Dokter Rayendra disambut antusias oleh warga yang telah menunggu sejak pagi.

Interaksi berjalan hangat dan terbuka ketika Dokter Eka memulai dialog dengan masyarakat.

Beliau menanyakan keluhan dan masukan mengenai berbagai aspek kehidupan di Kota Bogor.

Sejumlah topik utama yang diangkat oleh warga meliputi permasalahan terkait zonasi pendidikan, kemacetan, layanan posyandu, ketersediaan sembako, serta akses BPJS.

Dalam tanggapannya, Dokter Rayendra menyampaikan beberapa solusi yang akan diupayakan demi kesejahteraan warga Bogor.

Dokter Rayendra menjelaskan rencananya untuk memberikan subsidi kepada sekolah-sekolah swasta agar dapat menyamai fasilitas sekolah negeri.

Selain itu, Dokter Rayendra juga berjanji untuk menggratiskan biaya masuk sekolah swasta, sehingga seluruh anak-anak Bogor dapat mengenyam pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya.

“Pendidikan adalah kunci pembangunan masyarakat. Kita akan pastikan semua anak bisa mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik, tanpa terkecuali,” ujar Dokter Rayendra di hadapan warga.

Terkait layanan kesehatan, Dokter Rayendra berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas posyandu yang menjadi garda terdepan kesehatan masyarakat.

Dokter Rayendra menyebutkan bahwa posyandu perlu dilengkapi dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang lebih memadai agar mampu melayani kebutuhan kesehatan ibu dan anak secara maksimal.

Selain itu, Dokter Rayendra juga menekankan bahwa pelayanan kesehatan ke depannya akan lebih mudah diakses.

“Berobat nantinya tidak perlu lagi menggunakan BPJS, cukup dengan KTP. Dengan begitu, seluruh warga dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa proses administratif yang berbelit,” jelasnya.

Respon warga terhadap penjelasan tersebut sangat positif. Mereka berharap agar program-program yang diusulkan dapat segera direalisasikan demi kemajuan dan kesejahteraan Kota Bogor.

Kegiatan blusukan ini ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama yang menambah keakraban antara Dokter Rayendra dan warga setempat.

Melalui kegiatan blusukan ini, Dokter Rayendra- Eka Maulana berhasil memperkuat hubungan dengan warga dan membangun komunikasi dua arah yang efektif, sehingga dapat lebih memahami kebutuhan serta aspirasi masyarakat.

** Fredy Kristianto