30.4 C
Bogor
Saturday, October 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 189

Wujudkan ASN BerAKHLAK dan Berintegritas, Kementan Gelar Latsar CPNS Gelombang IX

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menggelar Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang IX Tahun 2025.

Pelatihan diikuti oleh 400 peserta CPNS Golongan III dari berbagai unit eselon I lingkup Kementan. Kegiatan ini berlangsung mulai 12 September hingga 18 Desember 2025 dengan sistem full distance learning dan resmi dibuka, Kamis (25/09/2025) secara daring.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM aparatur adalah kunci keberhasilan membangun birokrasi yang bersih, melayani, dan berorientasi hasil.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil dalam kesempatan membuka pelatihan, menegaskan bahwa pembentukan karakter ASN merupakan fondasi utama untuk menghadapi tantangan pembangunan pertanian.

“Latsar CPNS ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban formal, tetapi momentum strategis untuk membentuk ASN yang berintegritas, profesional, dan siap melayani. Nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK harus benar-benar dihayati, karena inilah modal utama dalam menjalankan kebijakan dan program Kementan di lapangan.

Dengan kompetensi teknis yang kuat, saya berharap para peserta mampu menjadi motor penggerak swasembada pangan, memastikan program-program Kementan berjalan efektif, dan menghadirkan hasil nyata bagi petani serta masyarakat luas,” tegas Ali.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa Latsar CPNS merupakan tahap strategis untuk menyiapkan aparatur yang profesional dan adaptif.

“Latsar bukan sekadar pelatihan formal, tetapi fase pembentukan karakter ASN yang berintegritas, netral, dan siap melayani. Peserta harus menjadikan nilai BerAKHLAK sebagai landasan bekerja untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Santi.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menegaskan bahwa BBPMKP berkomitmen penuh mendampingi peserta hingga tuntas.

“Kami berkomitmen mendampingi peserta agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai BerAKHLAK di unit kerja masing-masing. ASN yang profesional dan adaptif adalah fondasi utama mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Sukim.

Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan dirancang untuk membekali peserta secara menyeluruh. Kurikulum mencakup dua komponen utama, yakni pembentukan karakter PNS melalui agenda bela negara, penguatan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, pemahaman peran dan kedudukan PNS, habituasi, serta penguatan kompetensi teknis sesuai bidang tugas masing-masing peserta.

Selama pelatihan, peserta dibimbing oleh widyaiswara dari BPPSDMP, narasumber LAN, serta praktisi dari berbagai instansi.

Melalui Latsar ini, diharapkan lahir ASN Kementan yang BerAkhlak sejalan dengan core values ASN dan siap mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional serta cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

(Restu/BBPMKP)

Dadang Iskandar Danubrata Jalankan Reses Bersama Petani di Mulyaharja

0

jurnal inspirasi.co.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata menjalankan reses di masa sidang kesatu tahun sidang 2025 dan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025, ia mengunjungi para petani di RW 11, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (24/9/2025).

Kedatangan Dadang disambut langsung oleh para petani yang masih tersisa di Kota Bogor ini. Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung dan menunjukkan proses bertani dan kondisi lahan pertanian.

“Banyak aspirasi yang kami terima dari para petani. Terutama perihal peran serta pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan petani mulai dari pogram bantuan sampai infrastruktur yang ada,” kata Dadang.

Dadang mengungkapkan, beberapa pengajuan yang disampaikan oleh para petani diantaranya adalah bibit unggul, pupuk, obat pembasmi hama dan traktor yang menjadi pendukung kegiatan pertanian.

“Saya tampung aspirasi mereka dan akan disampaikan ke Dinas Pertanian Kota Bogor dan berusaha mengawal aspirasi mereka untuk bisa direalisasikan,” jelas Dadang.

Kegiatan reses yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional ini diharapkan oleh Dadang dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Bogor.

Sebab, salah satu petani, Odih (65), menceritakan bahwa saat ini ia menggarap lahan seluas 3000 meter persegi. Dari lahan tersebut sebagian ia menggunakan untuk menanam padi yang mampu menghasilkan 2,5 kwintal beras yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan beras keluarganya selama 3 bulan.

Sisanya ia gunakan untuk menanam palawija dan timun yang hasilnya dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

“Kami juga merasa kesulitan karena belum ada saluran irigasi yang dibangun. Kami berharap dengan aspirasi yang kami sampaikan ke pak Dadang, keadaan kami bisa lebih diperhatikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang bersama kader PDIP Kota Bogor juga memberikan bantuan kepada para petani sebagai bentuk kepedulian.

** Fredy Kristianto

Maling Keropak Masjid di Pamoyanan Terekam CCTV

0

jurnal inspirasi.co.id – Dua keropak Masjid Jami Nurun Najah yang berlokasi di Jalan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, raib digondol maling pada Senin (22/9/2025) malam.

Aksi pencurian itu terekam CCTV masjid. Nampak seorang pria mengenakan topi merah dan sweater putih tengah mencongkel keropak dengan alat mirip tang.

Usai berhasil membongkar keropak, pelaku mengambil uang yang ada di dalamnya dan memasukkannya ke dalam tas yang dibawa.

Ketua DKM Masjid Jami Nurun Najah, Ustadz Uun, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, pencurian terjadi saat kondisi masjid kosong.

“Kejadiannya Senin malam, dua keropak dikuras habis,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (24/9/2025).

Ustadz Uun mengungkapkan bahwa aksi pencurian kotak amal ini bukan yang pertama kalinya terjadi di masjid tersebut.

Kata dia, selama bulan terakhir, setidaknya sudah tiga kali keropak masjid dibobol maling.

“Dalam lima bulan sudah tiga kali,” tandas Ustadz Uun.

** Fredy Kristianto

IKASI Kota Bogor Juara Umum Sirkuit 1 Anggar

0

jurnalinspirasi.co.id – Kontingen Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor berhasil meraih satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu pada Sirkuit 1 Anggar yang dilaksanakan oleh Pengprov Jawa Barat (Jabar),l di GoR Tri Lomba Juang, Bandung, belum lama ini.

Dengan torehan tersebut, IKASI Kota Bogor sukses keluar sebagai juara umum, dan menunjukkan dominasinya di Jabar.

Ketua IKASI Kota Bogor, Subhan mengaku bangga dengan torehan tersebut, sebab hasil tersebut dapat memperkokoh keberadaan para fencing Kota Bogor di Tim PON Jabar.

“Tujuan dari sirkuit ini mencari poin untuk PON 2028,” ujar Subhan kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut Subhan, satu emas dipersembahkan oleh Anggi Yuliansyah pada nomor epee perorangan putra. Kemudian, dua perak diraih oleh Adi Slamet dari nomor foil putra dan WITA Hadi di nomor epee putri perorangan. Sedangkan sebiji perunggu disabet Zaenal Eka Lubna dari epee putri perorangan.

Sementara itu, Pelatih Kepala Anggar Kota Bogor,M Indra Haryana mengatakan, kendati keluar sebagai juara umum, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terhadap raihan medali tersebut, agar ke depan dapat meraih hasil yang makin maksimal.

“Kami bersyukur, pada tahun ini kita dua kali keluar sebagai juara umum. Awal 2025, Kota Bogor juara kategori umur dan kadet. Sekarang juara di level senior. Mudah-mudahan tahun depan prestasi ini bisa dipertahankan,” katanya.

Indra juga menegaskan, keberhasilan ini tak terlepas dari dukungan total dari Ketua IKASI yang baru, yakni Subhan yang menyempatkan waktunya untuk datang langsung mendukung perjuangan para atlet.

“Kami berterimakasih kepada Pak Subhan atas dukungannya, sehingga bisa meraih hasil maksimal,” katanya.

** Fredy Kristianto

TD Kota Bogor Sabet 1 Emas dan 3 Perunggu di Pomnas

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak empat atlet Tarung Derajat (TD) Kota Bogor berhasil meraih satu emas dan tiga perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Solo, belum lama ini.

Diketahui, medali emas berhasil diraih oleh Paradila Pasha mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) di nomor tarung putri, sedangkan perunggu disabet Riki asal Unpak, Bumi Arkananta, dan Ghazan Azmi (Vokasi IPB) dari nomor tarung putra.

Pelatih Kepala TD Kota Bogor, Feby Hendra Benyamin mengatakan bahwa raihan satu medali emas adalah target realistis yang dapat terpenuhi dalam ajang tersebut.

“Alhamdulillah target terpenuhi. Kami tidak mau muluk-muluk. Sebab, ini adalah ajang ujicoba dalam menyongsong Porprov 2026,” ujar Feby kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).

Feby mengatakan bahwa dari turnamen ini akan menjadi salah satu pertimbangan Pengcab TD Kota Bogor untuk menurunkan siapa saja atlet untuk Porprov.

“Nanti dari sini akan ada atlet yang akan ditarik ke Porprov untuk membela Kontingen Kota Bogor,” tandas Feby.

Fredy Kristianto

Kelapa Muda, Minuman Segar Penuh Manfaat dan menyegarkan dikala panas

0

Bogor Kelapa muda menjadi pilihan minuman favorit masyarakat Indonesia saat cuaca panas. Rasanya yang menyegarkan, ditambah harga yang terjangkau, membuat air kelapa muda digemari berbagai kalangan.

kelapa muda adalah buah kelapa yang belum matang sepenuhnya. Airnya jernih dan manis alami, sementara daging buahnya masih lembut dan mudah dikonsumsi.

air kelapa muda mengandung banyak nutrisi penting seperti serat, kalsium, magnesium, dan zat besi. Kandungan tersebut sangat baik untuk mengatasi dehidrasi dan membantu memulihkan stamina tubuh.

“Air kelapa mengandung cairan elektrolit alami yang berguna menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah aktivitas berat atau saat cuaca panas,”

Selain menyegarkan, air kelapa muda juga dikenal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Minum segelas air kelapa muda (sekitar 250 cc) setiap hari dipercaya dapat menurunkan kolesterol secara alami.

Di sisi lain, kelapa muda juga memberi manfaat ekonomi. Jamal, seorang pedagang kelapa muda yang sudah 4 tahun berjualan di kawasan Jalan Jakarta Bogor tepatnya sebrang Mie Gacoan , mengaku penjualannya meningkat tajam saat musim panas.

“Kalau musim panas, kelapa muda laris. Banyak yang beli buat pelepas dahaga. Untungnya juga lumayan,” ujarnya. Kamis ( 25/9/2025)

Kelapa muda mudah ditemukan di pinggir jalan atau pasar tradisional. Selain dinikmati langsung, airnya juga sering diolah menjadi campuran es buah, es kelapa jeruk, atau minuman segar lainnya.

Dengan manfaat yang melimpah dan rasa yang menyenangkan, tak heran jika kelapa muda menjadi pilihan tepat untuk menjaga kesegaran tubuh di tengah cuaca terik( Wawan Hermawanto)

Pemprov Jabar Verifikasi Pengambilalihan RSUD Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk mengambil alih RSUD Kota Bogor memasuki babak baru dengan dilakukannya verifikasi lapangan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pada Kamis (18/9). Proses ini menandai langkah strategis menuju pengalihan kepemilikan rumah sakit dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ke Pemprov Jabar.

Verifikasi ini adalah langkah penting sebelum alih kepemilikan dilakukan. Pemprov Jabar berambisi untuk meningkatkan status RSUD Kota Bogor menjadi Rumah Sakit Tipe A, sesuai dengan standar layanan nasional. Dalam upaya ini, beberapa langkah persiapan telah diidentifikasi, antara lain:

  1. Menyiapkan data aset tetap, sumber daya manusia (SDM), dan kepegawaian.
  2. Melengkapi Self Assessment layanan rumah sakit dan laporan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
  3. Menyediakan dokumen pengawasan internal.
  4. Menunjuk PIC (person in charge) yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan data.

Hasil dari verifikasi ini akan menjadi dasar keputusan untuk pengalihan kepemilikan RSUD Kota Bogor. Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Pemprov Jabar. Ia menyebut proses ini sebagai momentum emas bagi peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Kota Bogor.

“Saya berharap hasil verifikasi positif sehingga peralihan ini bisa segera terealisasi. Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Bogor untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, dokter yang akrab disapa Buya Ilham ini menambahkan, bahwa pengalihan pengelolaan RSUD ini akan mendekatkan pelayanan berkualitas kepada masyarakat Bogor dan sekitarnya.

“Pak Gubernur berkeinginan untuk mendekatkan pelayanan berkualitas kepada masyarakat. Sehingga diharapkan, RSUD Kota Bogor kedepan akan menjadi pusat rujukan. Masyarakat Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, tidak perlu ke Jakarta, cukup di RSUD Kota Bogor saja,” singkatnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil alih pengelolaan RSUD Kota Bogor yang saat ini menghadapi beban operasional dan pasien yang sangat tinggi. Pernyataan ini disampaikan Dedi Mulyadi setelah mengunjungi pasien korban ambruknya Majlis Taklim Asohibiya yang dirawat di RSUD Kota Bogor pada Senin (8/9/2025) lalu.

Langkah ini dilakukan Pemprov Jabar guna memberikan layanan kesehatan yang lebih optimal dan menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang berkualitas.

** Fredy Kristianto

Satpol PP Kota Bogor Terdepan Aktifkan Siskamling

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melaksanakan rapat penguatan kapasitas Satpol PP daerah di Jatinangor, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA mengatakan bahwa berdasarkan arahan Presiden Prabowo, setiap daerah wajib mengaktifkan kembali siskamling di tingkat RT dan RW melalui Linmas dan Satpol PP.

“Setiap daerah harus menghidupkan kembali ronda dan siskamling. Satpol PP harus bergerak cepat untuk kembali mengaktifkannya,” kata dia.

Menurut dia, agar Satpol PP mendapat citra positif dari masyarakat diperlukan pendekatan humanis melalui kerja nyata.

“Satpol PP harus meninggalkan stigma negatif, dengan tidak hanya melakukan pembongkaran. Tetapi juga melaksanakan kegiatan pro rakyat,” katanya.

Lebih lanjut, Safrizal juga menegaskan, akan memberikan beasiswa kepada Kasatpol PP yang belum memiliki sertifikat PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil).

Sementara itu, Plh Kasatpol PP Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan bahwa sejak jauh-jauh hari Kota Bogor telah terlebih dahulu menggairahkan siskamling dan ronda.

“Siskamling sudah mulai dijalankan pada 18 Juli lalu. Alhamdulillah Kota Bogor sudah duluan,” tegas lelaki yang dikenal supel tersebut.

Lebih lanjut, kata dia, Satpol PP Kota Bogor juga telah melaunching program Sahabat Pelajar “My Buddy, Stop Bullying” pada 9 September 2025 di SMP Negeri 8.

“Treatment anti-bullying memang sudah banyak dilakukan. Hari ini pun Satpol PP bersama Yayasan Rumah Kedua me-launching program anti-bullying yang merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum (Tibum),” ujar Rahmat.

Menurut dia, ada 97 kasus di tahun 2025. Tentu ini akan kita identifikasi, apakah verbal atau ada hal-hal lain antarteman. Ada juga yang kasusnya berasal dari keluarga atau guru. Karena itu edukasi juga harus fokus,” tegasnya.

Bullying akan merusak mental korban dan menghambat penerimaan kurikulum pendidikan saat mereka melangsungkan kegiatan belajar.

** Fredy Kristianto

Bapenda Kota Bogor Tertibkan Kendaraan Nunggak Pajak

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor bersama Samsat, TNI, Polri, dan Bapenda Jawa Barat melaksanakan razia Kendaraan yang Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di Simpang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (24/9/2025).

Sekretaris Bapenda Kota Bogor, Tyas Ajeng, menjelaskan bahwa Operasi KTMDU merupakan hasil kolaborasi antara Bapenda, Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) atau Samsat Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, serta Polisi Militer. Operasi ini dijadwalkan digelar empat kali dalam sebulan, dengan lokasi yang ditentukan secara acak.

“Operasi ini untuk memastikan para pemilik kendaraan sudah memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) dan mengesahkan STNK. Kami siapkan mobil layanan pembayaran di lokasi, dan bagi yang belum bisa membayar saat itu juga, wajib membuat surat pernyataan kesanggupan membayar,” ungkap Tyas.

Tyas juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan program pengampunan pajak yang masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa program amnesti ini belum tentu tersedia kembali di tahun mendatang.

“Ini kesempatan yang tidak selalu ada. Manfaatkan sebaik mungkin selama program masih berjalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tyas menjelaskan bahwa sistem pendapatan dari PKB kini sudah tidak lagi menggunakan skema bagi hasil tahunan. Sebagai gantinya, penerimaan menggunakan sistem opsen (optimalisasi pendapatan secara elektronik), di mana pembayaran pajak langsung tercatat secara real-time ke kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor.

“Dengan sistem opsen, pembayaran pajak langsung masuk ke kas daerah dan kas provinsi secara otomatis. Ini membuat proses lebih transparan dan efisien. Tahun ini pembagiannya 40 persen untuk Kota Bogor, 60 persen provinsi. Sebelumnya, kita hanya 30 persen,” jelas Tyas.

Selain menggelar operasi di lapangan, Bapenda Kota Bogor juga aktif melakukan penelusuran dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu.

Tyas berharap, melalui operasi dan pendekatan edukatif ini, kesadaran wajib pajak di Kota Bogor akan meningkat, sekaligus mendorong optimalisasi pendapatan daerah secara berkelanjutan.

Berikut hasil operasi yang dilaksanakan pada Rabu, 24 September 2025, di Simpang Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal:

  1. Jumlah kendaraan yang diperiksa:

Roda dua (R2): 144 unit

Roda empat (R4): 109 unit

Total: 253 kendaraan bermotor (KBM)

  1. Jumlah kendaraan yang membuat surat pernyataan kesanggupan membayar:

R2: 12 unit

R4: 18 unit

Total: 30 KBM

  1. Jumlah kendaraan yang membayar langsung di tempat:

R2: 36 unit

R4: 21 unit

Total: 57 KBM

Total penerimaan pajak dari kegiatan ini mencapai Rp 70.020.400, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pokok PKB:

R2: Rp 5.099.500

R4: Rp 33.520.800

Total: Rp 38.620.300

  1. Opsen PKB:

R2: Rp 3.367.300

R4: Rp 22.124.800

Total: Rp 25.492.100

  1. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan – Pokok + Denda):

R2: Rp 1.616.000

R4: Rp 4.292.000

Total: Rp 5.908.000

** Fredy Kristianto

Dampak Segel KLH, Pengusaha Bakal Menghadap Presiden di Hambalang

0

jurnalinspirasi.co.id – Stagnannya langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang sudah melakukan penyegelan di beberapa tempat wisata di Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor membuat para pengusaha menjadi tidak nyaman.

Pasalnya, langkah KLH dalam menjalankan aturannya tersebut dinilai oleh para pakar hukum terlalu berlebihan yang bisa berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat Puncak khususnya para pekerja di tempat tempat pariwisata.

Untuk mendapatkan kepastian terhadap langkah KLH yang hingga kini seolah olah terhenti, dan menjadikan para pengusaha tidak memiliki kepastian yang jelas, dalam waktu dekat ini sejumlah pengusaha akan bertandang ke Hambalang, rumah Presiden Prabowo Subianto. Tujuan mereka kesana untuk minta kepastian, hingga minta pencabutan SK Menteri Lingkungan Hidup sebagaimana yang tercantum didalam surat yang dikirimkan oleh KLH kepada para pengusaha.

Seperti yang dikatakan Jatnika, koordinator pengusaha pariwisata  yang ditindak oleh KLH menyatakan, sebanyak 6 tempat pariwisata yang disegel oleh KLH tersebut sudah memiliki perijinan yang lengkap.

“Tempat wisata kami ini memiliki perijinan yang lengkap. Begitu juga untuk konsep tempat wisatanya 90 persen konsep alami, dan memang tidak ada space untuk penghijauan karena lahan disini sudah penuh dengan pepohonan, ” ujar Jatnika.

“Untuk mendapatkan kepastian atas langkah KLH yang sudah melakukan penyegelan dan meninggalkannya begitu saja, dalam waktu dekat kami akan menghadapi Presiden Pak Prabowo Subianto di Hambalang. Ini akan dilakukan khawatir ada oknum yang bermain di balik penyegelan yang dilakukan oleh KLH. Dan untuk waktu kunjungan kami ke Hambalang, kini sedang diatur jadwalnya,” imbuh Jatnika.

Sementara itu berdasarkan penelusuran di lapangan, KLH telah melakukan pencabutan terhadap surat sanksi administrasi kepada 8 tempat yang disegelnya. Tetapi, kedelapan tempat itu kondisinya tidak memiliki perijinan yang dikeluarkan oleh Pemkab Bogor. Mereka hanya memegang KSO saja yang dikeluarkan oleh PTPN Regional 1 dan 2 Gunung Mas. Hal ini kini menjadi pergunjingan. Mengingat jika itu benar adanya, KLH telah bergerak secara serampangan.

(Dadang Supriatna)