23 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 179

Sedih, Garis Kemiskinan Kota Bogor Naik

0

jurnalinspirasi.co.id – Masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan turun 0,14 persen namun pada tahun 2025 ini garis kemiskinan kota bogor meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor telah merilis statistik kesejahteraan masyarakat Kota Bogor pada 13 Desember 2024.

Menutup tahun 2024 dan mengawali tahun 2025, dari data tersebut Garis Kemiskinan di Kota Bogor meningkat.

Garis kemiskinan Kota Bogor meningkat dari tahun 2023 sebesar Rp 661.380,- dan di 2024 sebesar Rp 699.861,-.

Garis kemiskinan adalah ambang batas pengeluaran minimum yang diperlukan oleh seseorang atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, baik
kebutuhan makanan maupun non-makanan.

Kebutuhan makanan dihitung berdasarkan jumlah kalori minimum yang dibutuhkan untuk aktivitas fisik yang sehat, umumnya
2.100 kalori per orang per hari.

Kebutuhan non-makanan meliputi kebutuhan dasar seperti sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Orang atau rumah tangga yang pengeluarannya berada di bawah garis kemiskinan dianggap miskin.

Garis ini sering digunakan oleh pemerintah dan organisasi internasional untuk mengukur tingkat kemiskinan suatu wilayah dan merancang kebijakan pengentasan kemiskinan.

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari menjelaskan BPS menetapkan garis kemiskinan berdasarkan kebutuhan dasar (cost of basic needs).

“Jadi penentuan angka garis kemiskinan dari BPS dan berlaku di Indoensia,” ucapnya.

Saat ini lanjut Hery Angka kemiskinan Jabar tahun 2024 sebesar 7,46%, Nasional 9,03%, sedangkan Kota Bogor 6,53%. Angka kemiskinan Kota Bogor dibawah Jabar dan Nasional.

Kota Bogor pun memiliki 3 strategi pada sektor kesejahteraan yang diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di 2025.

“Pertama Pengurangan Pengeluaran Masyarakat. melalui program jaminan kesehatan (PBI), Bansos, bantuang pangan, PKH, dll Peningkatan pendapatan
program padat karya, pelatihan UMKM, akses modal (KUR) dll,” ujarnya.

Strategi ketiga yakni Pengurangan kantong kemiskinan. Melalui intervensi sarana prasarana permukiman, RTLH, Sanitasi, sirkular ekonomi.

** Fredy Kristianto

Bayu Saputra Nahkodai Akuatik Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Akuatik Kota Bogor resmi memiliki nahkoda baru dalam menyongsong Porprov Jawa Barat 2026. Adalah Bayu Saputra yang akan memimpin untuk periode 2024-2029.

Kepada wartawan, Bayu Saputra mengungkapkan harapannya agar dengan kepemimpinan baru ini, olahraga akuatik di Kota Bogor bisa berkembang lebih pesat.

“Kami ingin memajukan olahraga renang di Kota Bogor, dan salah satu ujian pertama adalah di Porprov. Kami memohon dukungan agar persoalan-persoalan dalam pengelolaan akuatik Kota Bogor bisa segera teratasi, dan kami berharap olahraga ini bisa lebih berkembang ke depannya,” ungkap Bayu.

Bayu juga menekankan pentingnya kolaborasi antar klub renang yang ada di Kota Bogor. Saat ini, ada sekitar 21 klub renang yang tersebar di kota tersebut.

“Kami sudah membentuk pengurus-pengurus baru yang berkompeten dan memiliki kualitas. Semua pengurus ini berasal dari klub-klub renang yang ada di Kota Bogor, dan kami berharap, dengan kerja sama yang solid, kami bisa memajukan akuatik di Bogor,” tambah Bayu.

Selain itu, Bayu menegaskan bahwa tim akuatik Kota Bogor akan memfokuskan diri pada nomor-nomor panjang, terutama di laut, dalam ajang Porprov mendatang.

“Di Porprov sebelumnya, kami meraih perak di nomor laut. Kami berusaha untuk lebih baik lagi, dan tahun ini target kami adalah emas,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas atlet, Bayu juga merencanakan untuk membangun pusat pelatihan yang terintegrasi.

“Kami ingin semua latihan bisa dilakukan dengan satu program, satu visi, dan satu misi. Kami ingin menciptakan sistem pelatihan yang terpusat dan tidak terpecah-pecah,” tambahnya.

Dengan visi dan rencana kerja yang jelas, Bayu Saputra berharap dapat membawa akuatik Kota Bogor menuju prestasi yang lebih gemilang di masa depan, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama memajukan olahraga renang di kota ini.

** Fredy Kristianto

Persiapan Porprov, Askot Kota Bogor Mulai Seleksi Pemain

0

jurnalinspirasi.co.id – Askot Kota Bogor mulai menseleksi pemain yang akan diturunkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Stadion Pajajaran, Kamis (2/1/2025).

Sekretaris Umum Askot Kota Bogor, Derio Alfianda mengatakan bahwa seleksi ini untuk mencari talenta berbakat yang bakal mengisi skuad utama tim sepakbola Porprov Jabar 2026.

“Jadi ini adalah seleksi terbuka dan peserta yang daftar secara online ada ratusan orang,” ujar Derio.

Menurut dia, mereka akan mengikuti seleksi dengan jenis game dan langsung diamati oleh tim talent yang sudah ditunjuk.

“Sekarang lagi diseleksi dimulai, adapun usianya adalah 18 tahun. Ini juga diikuti kurang lebih 10 SSB dan nantinya ratusan peserta tersebut akan dikerucutkan menjadi 24 pemain,” tuturnya.

** Fredy Kristianto

Biskita Stop, Dewan Panggil Dishub Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Abdul Kadir Hasbi Alatas menyayangkan pemberhentian sepihak pelayanan BisKita Trans Pakuan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Ia mengaku selama dua hari ini mendapatkan banyak keluhan dari warga yang merasa tidak mendapatkan informasi perihal pemberhentian layanan BisKita.

Untuk itu, ia menyampaikan bahwa Komisi II DPRD Kota Bogor akan segera menjadwalkan rapat kerja dengan Dishub, Organda, Perumda Trans Pakuan dan PT. Kodjari selaku operator layanan BisKita.

“Kami akan segera memanggil semua pihak agar mendapatkan kejelasan duduk perkara pemberhentian layanan BisKita ini. Sudah seharusnya komunikasi intensif bisa terjalin antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat untuk memastikan layanan transportasi publik di Kota Bogor tetap berjalan secara optimal demi mendukung pelayanan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Hasbi, Kamis (2/1/2025).

Hasbi menekankan penghentian sementara operasional BisKita dapat mengganggu mobilitas warga, terutama masyarakat yang bergantung pada transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, berbisnis dan wisatawan. Hal ini berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi masyarakat yang harus mencari alternatif transportasi lain.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemberhentian layanan BisKita dapat memberikan dampak terhadap sektor ekonomi yang dapat memengaruhi produktivitas dan konektivitas ekonomi, terutama bagi sektor informal dan UMKM.

“Selain itu, pengurangan mobilitas masyarakat juga bisa berdampak pada kelancaran aktivitas perdagangan dan jasa yang merupakan tulang punggung ekonomi Kota Bogor,” jelas Hasbi.

Sebagai mitra eksekutif yang juga memiliki peran di Badan Anggaran (Banggar), Hasbi memastikan bahwa DPRD Kota Bogor terus berupaya agar layanan publik seperti Biskita tidak terhenti.

“Prinsip kami adalah bahwa setiap pos anggaran harus memberikan kebermanfaatan yang maksimal bagi masyarakat. Kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa layanan transportasi publik, yang merupakan kebutuhan vital masyarakat, seharusnya tidak boleh terganggu demi menjaga keberlangsungan pelayanan dan kesejahteraan warga Kota Bogor,” tutupnya.

** Fredy Kristianto

Akan Dibentuk Linmas Wisata

0

Megamendung – Jurnal Bogor
Supaya tidak munculnya kembali pak ogah di sepanjang jalan alternative Cikopo, Camat Megamendung Ridwan S.os, akan membentuk Linmad Wisata di tiga kecamatan. Yaitu di Kecamatan Megamendung, Ciawi dan Kecamatan Cisarua. Diterangkan camat, Linmas wisata itu nantinya akan bertugas di setiap jalan jalan yang menuju ke tempat tempat wisata yang ada di tiga kecamatan.

Menurutnya hal penting dilanjutkan supaya pasca penertiban kepada para pak ogah oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu mereka tidak muncul kembali. “Iya jangan muncul kembali mereka karena mengganggu ketertiban umum. Untuk itu dalam waktu dekat kita akan membentuk Linmas Wisata. Anggotanya adalah, selain dari linmas yang ada di setiap desa, sebagian dari mereka juga kita bisa rekrut,” ujar camat.

Akan diturunkannya Linmas Wisata ke jalan jalan di kawasan wisata itu sudah dibekali dengan tata tertib sesuai kedisiplinan aturan Linmas. “Linmas wisata itu akan ditugaskan di titik titik jalan yang memasuki tempat tempat wisata. Kita yakin, dengan diturunkannya mereka ke jalan, para anggota linmas tidak bakal macam macam. Karena mereka sudah diikat oleh tata tertib sebagai anggota linmas,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk kelancaran lalulintas di jalan alternatip di masa libur sekolah ini, yang terpantau pengendara rela untuk turun dari kendaraasnya melakukan pengaturan lalulintas disaat terjadi kemacetan. Dadang Supriatna.

Ganggu Pelebaran Jalan Camat Panggil PT. Telkom Dan PLN

0

Megamendung – Jurnal Bogor
Disepanang jalur alternative Cikopo Selatan, mulai dari wilayah Desa Gadog, Sukamahi, Suka maju hinggga di Desa Sukamanah, keberadaan kabel telpon sangat mengganggu pemandangan. Kondisi kabel milik telkom yang menjuntai semerawut menjadi pemandangan udara yang tidak enak dilihat. Bahkan juntaian kabel milik telkom itu disebagian titik cukup membahayakan bagi kendaraan berukuran besar. Seperti, di wilayah Desa Sukamanah tepatnya di depan Puskesmas Sukamanah, jika ada truk berukuran besar mau parkir di halaman pasar terpakadang harus ditopang dulu oleh bambu supaya tidak tergusur oleh badan truk bagian atas. “Iya kabel milik telkom ini harus ditopang dulu dikeataskan jia ada truk masuk parkir ke halaman pasar”, ujar Ika, warga setempat.

Selain kondisi kabel telkom yang semerawut itu, Camat Megamendung yang tengah fokus menjalankan program pelebaran jalan, kondisi kabel telkom dan kabel profaeder jaringan komunikasi lainnya, pada Kamis 2/1/25 melakukan pemanggilan kepada pihak telkom dan PLN APJ Cipayung. Pemanggilan itu bertujuan untuk diminta kerjasamanya terhadap keberadaan kabel kabel milik telkom dan tiang tiang listrik yang kondisinya bisa menghambat terhadap program pelebaran jalan.

“Iya kabel telkom dan tiangnya, juga tiang listrik harus ditertibkan ke posisi yang aman. Karena sekarang ini kabel dan tiang telkom juga tiang listrik posisinya cukup mengganggu terhadap kegiatan pelebaran badan jalan,” ujar camat Megamendung Ridwan S.os.

Sementara hasil dari pertemuan antara pihak kecamatan bersama pihak telkom dan juga PLN didapatkan hasil yang cukup positip. Mereka akan mendukung terhadap program pelebaran jalan dengan siap memindahkan posisi dan tiang telkom maupun listrik. “Iya pihak telkom dan profaeder lainnya datang memenuhi undanganan pihak kecamatan. Mereka siap menertibkan tiang dan kabelnya. Untuk kabel telkom dipastikan akan dikubur. Begitu juga pihak PLN mereka sanggup untuk menggeser tiang listrik ke tempat yang aman,” imbuh Ade, Kasubag Program Kecamatan Megamendung. Dadang Supriatna.

Terlibat Kasus Pemerasan WNA Malaysia, Kombes Pol Donald Dipecat

0

jurnalinspirasi.co.id – Kombes Pol Donald Simanjuntak akhirnya menerima sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) lantaran terlibat kasus pemerasan terhadap warga negara Malaysia di Djakarta Warehouse Project (DWP).

Polri menyebut pemecatan terhadap Dirnarkoba Polda Metro itu merupakan komitmen menindak tegas pelanggar aturan.

“Jadi ini adalah keseriusan Polri untuk menindak tegas, secara proporsional, prosedural dan wujud secara responsif serta transparansi,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (1/1/2025).

Menurut Trunoyudo, Polri akan menindak anggota yang terlibat pemerasan. Ia menyebut Kompolnas turut memantau dan mengawasi kasus ini.

“Secara progresif, simultan dan berkesinambungan terus dilakukan dan pemantauan bersama pengawas eksternal dalam hal ini oleh Kompolnas,” tandasnya.

Dalam kasus tersebut, diketahui terdapat dua polisi dijatuhi sanksi PTDH atau dipecat karena terlibat kasus pemerasan terhadap WN Malaysia di Djakarta Warehouse Project. Selain Donald, ada juga Y yang dipecat.

“Terhadap terduga masing-masing 2 terduga pelanggar telah diberikan putusan Majelis Komisi sidang kode etik profesi Polri dijatuhi sanksi berupa Pemberhentian dengan Tidak Hormat,” jelasnya.

** Fredy Kristianto |*

Menteri Sri Mulyani Teken Peraturan PPN 12 Persen

0

jurnalinspirasi.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Republik Indonesia Nomor 131 tentang pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen.

Apabila melihat peraturan itu, PPN 12 persen yang mulai berlaku akan hanya untuk barang tergolong mewah. Hal tersebut diatur dalam pasal 2 ayat 2 dan pasal 2 ayat 3.

Dalam pasal 2 ayat 2 termaktub bahwa PPN yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung dengan cara mengalikan tarif 12 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa harga jual atau nilai impor.

Kemudian, Barang Kena Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa harga jual atau nilai impor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor dan selain kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah.

Meski demikian, pada peraturan tersebut tak dirinci barang-barang yang tergolong mewah dan akan terkena PPN 12 persen sebagaimana yang telah diatur.

Barang-barang yang tergolong mewah akan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Diketahui, Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025.

** Fredy Kristianto |*

Biskita Distop, Dewan Sebut Pemkot Inkonsistensi

0

jurnalinspirasi.co.id – Layanan operasional Biskita Trans Pakuan resmi diberhentikan oleh Pemerintah Kota Bogor mulai Rabu (1/1/2025) sampai batas waktu maksimal 30 hari kedepan. Melihat kejadian ini, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy mengaku geram atas langkah yang diambil oleh Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut.

Rusli menilai, perjuangan DPRD Kota Bogor yang telah mengusahakan agar operasional BisKita Trans Pakuan tetap beroperasi menjadi sia-sia. Karena pada akhirnya terjadi pemberhentian sepihak tanpa adanya pemberitahuan ke DPRD Kota Bogor.

“Kami kaget dan merasa kecewa. Sebab pemberhentian operasional layanan ini tidak diberitahukan kepada kami di DPRD dan dampaknya kepada masyarakat sangat signifikan. Terlebih di momen liburan saat ini,” kata Rusli, Rabu (1/1/2025).

Rusli menekankan bahwa selama pembahasan RAPBD 2025, DPRD Kota Bogor telah memberikan catatan khusus kepada Pemerintah Kota Bogor agar layanan BisKita Trans Pakuan tetap berjalan dengan adanya suntikan dana Rp10 miliar dari APBD.

Bahkan sampai hari terakhir rapat pembahasan RAPBD 2025, Dishub Kota Bogor tidak memberitahukan adanya rencana pemberhentian pelayanan. Rusli mengaku Informasi yang ia dapatkan berisikan kabar bahwa pemerintah pusat kembali memberikan bantuan subsidi pelayanan sampai akhir 2025.

“Kami selalu menekankan dalam rapat kerja bahwa operasional tidak boleh diberhentikan dan Dishub juga tidak pernah memberikan informasi bahwa akan ada pemberhentian dan ini berdampak ke masyarakat. Tentu kami akan evaluasi dan memanggil Dishub Kota Bogor untuk memberikan penjelasan terkait hal ini,” tegas Rusli.

Rusli juga mempertanyakan kelayakan dan kesiapan operator Biskita Trans Pakuan yang saat ini masih dikelola oleh PT. Kodjari. Sehingga kedepannya Rusli meminta agar Pemkot Bogor mempersiapkan Perumda Trans Pakuan Kota Bogor untuk menjadi operator Biskita, disamping membuka kesempatan bagi operator lain yang ada di Kota Bogor.

“Pemberhentian ini juga bisa jadi karena operator tidak siap di masa transisi ini. Kami tentunya mendorong Pemkot agar bisa memberikan ekosistem transportasi yang lebih baik dengan mempersiapkan Perumda Trans Pakuan untuk menjadi operator BisKita sekaligus meminta Organda Kota Bogor agar ikut terlibat. Sehingga tidak ada kesan monopoli layanan transportasi di Kota Bogor,” tutupnya.

** Fredy Kristianto

IPM Kota Bogor Diklaim Lampaui Jawa Barat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyebut bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) dalam tahun 2024 naik menjadi 79,03, berada di atas IPM Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan IPM nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengatakan bahwa peningkatan IPM tak terlepas dari beberapa faktor yang memengaruhinya adalah angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah (RLS), harapan lama sekolah (HLS), dan pengeluaran per kapita.

Menurut dia, persentase penduduk miskin di Kota Bogor juga mengalami penurunan, dari 6,67 persen menjadi 6,53 persen, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Barat maupun nasional.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari 9,39 persen menjadi 8,13 persen,” ujar Rudy kepada wartawan, Rabu (1/1/2025).

Selain itu, kata dia, angka inflasi Kota Bogor pada November 2024 sebesar 1,49 persen. Sedangkan data Desember 2024 masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor.

“Laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2024 mencapai 5,58 persen, meningkat dibandingkan 2023 yang sebesar 5,1 persen,” katanya.

Ia menyebut, faktor yang memengaruhinya adalah tingkat konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta dana ekspor-impor.

Kemudian, sambung dia, tingkat kemandirian fiskal Kota Bogor pada tahun 2024, berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Jawa Barat, mencapai 47,24 persen, yang merupakan angka sangat baik.

“Kota Bogor menempati posisi kedua di Jawa Barat dalam kategori ini. Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2024, fiskal Kota Bogor masuk kategori sedang, dengan pendapatan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup baik,” kata dia.

** Fredy Kristianto