23.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 175

Penanaman Pohon Kementerian LH di Gunung Mas Dapat Dukungan Ketua Dewan

0

Jurnal Inspirasi – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mendukung langkah Pemerintah Daerah yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Agrowisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (16/1/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bogor sebagai lokasi penanaman pohon bersama.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap komitmen pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Sebagai ketua DPRD saya mendukung komitmen kuat pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup,” kata Sastra Winara, Kamis(16/1/2025).

“Melalui legislatif, kita akan mendorong Pemkab Bogor siap mendukung penuh program ini, terutama dalam menjaga kelestarian hutan di kawasan 0 Km Ciliwung, yang akan memberikan dampak positif bagi Jakarta dan sekitarnya,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor.

Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan bumi dengan melibatkan semua pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan global seperti perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Krisis lingkungan global memerlukan kerja sama lintas sektor. Upaya seperti ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang dapat membawa dampak besar bagi keberlanjutan bumi,” ungkap Hanif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Cisarua yang memiliki peran strategis sebagai daerah resapan air dan sumber daya alam yang penting bagi wilayah Jabodetabek.

Penanaman pohon di kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi lingkungan dan mendorong aksi nyata lainnya untuk menghadapi perubahan iklim.

(aga)

Dewan Ultimatum Pemkot Susun Skenario Pendanaan Biskita

0

jurnalinspirasi.co.id – Nasib Biskita Trans Pakuan di ujung tanduk mendapatkan sorotan tajam dari DPRD Kota Bogor, pasca Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bahwa pemerintah pusat tidak akan lagi memperpanjang subsidi.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy pun memberikan tekanan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor agar segera menyiapkan skenario pendanaan program Biskita.

Hal tersebut bertujuan agar masyarakat mendapatkan kepastian terkait keberlanjutan program Biskita.

“Semua skenario, kajian teknokrat dan sistem pelayanan harus segera disiapkan. Pemerintah pusat sudah mengeluarkan pernyataan dan kita harus bersiap,” kata Rusli, Rabu (15/1/2025).

Rusli mengingatkan kepada Dishub agar dalam penyusunan kajian dan perencanaan harus mengacu kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang ada.

Rusli pun menjelaskan didalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2023 terutama ayat (1) pasal 91, mengamanatkan pemerintah Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau.

Sehingga keberadaan Biskita dianggap sudah sesuai dengan amanat Perda. Hanya saja Rusli menganggap perlu adanya optimalisasi seperti memastikan integrasi kendaraan antar koridor dan menyelaraskan dengan program rerouting angkot yang sudah eksisting.

“Kalau memang tidak bisa menyusun, tinggal mencontek saja ke Jakarta terkait pengelolaan Trans Jakarta. Jika ada hal-hal yang bagus untuk ditiru kan tidak salah juga. Yang penting masyarakat terlayani kebutuhan dasarnya,” tegas Rusli.

Lebih lanjut, Rusli pun meminta Dishub Kota Bogor agar kembali menggandeng Organda Kota Bogor dalam menyiapkan operasional Biskita. Hal tersebut bertujuan agar semua badan hukum transportasi yang ada di Kota Bogor ikut terlibat, sehingga tidak ada konflik horizontal yang terjadi, sekaligus memperlancar proses perencanaan transportasi di Kota Bogor.

“Jadi semua pemilik angkot, koperasi, badan hukum transportasi ikut terlibat. Ini program yang baik dan membutuhkan dukungan semua pihak, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan perlu merangkul semua stakeholder,” ujar Rusli.

Masalah transportasi di Kota Bogor dinilai oleh Rusli seperti penyakit yang sudah menyebar ke semua organ tubuh. Sebab, jika berkaca ke perencanaan transportasi Kota Bogor 10 tahun ke belakang, tidak ada program yang berjalan dengan baik. Semuanya manis diawal tetapi menguap entah kemana di akhir perjalanan.

Ia tidak mau program Biskita yang sudah diperjuangkan bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor harus menghilang tanpa jejak seperti program Trans Pakuan yang diinisiasi oleh PDTJ.

Sehingga ia berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih, Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin mau membenahi persoalan transportasi dengan cara memasukkan program-program komprehensif kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“RPJPD kan sudah ada, didalamnya berbunyi bahwa penataan transportasi membutuhkan Rencana Induk Transportasi. Semoga program-program penataan transportasi bisa dituangkan didalam RPJMD nantinya,” kata Rusli.

Terakhir, Rusli mengapresiasi PJ Wali Kota Bogor yang selama ini berkordinasi dengan DPRD untuk memastikan keberlanjutan program Biskita. Hal tersebut dapat terlihat dengan sudah dianggarkannya Rp10 miliar melalui APBD 2025 dan akan ditambahkan Rp11 miliar di APBD Perubahan 2025 jika program Biskita bisa terlaksana dengan baik.

“Tentu kami selalu mendukung Pemkot Bogor dari sisi anggaran, asalkan sekua kajian dan perencanaan sudah matang. Semoga Biskita yang sudah dirindukan oleh masyarakat bisa kembali mengaspal dan kami dari DPRD akan memastikan hal tersebut,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Memasuki Masa Panen, Petani Sukabumi Justru Resah. Apa Pasalnya?

0

Jurnal Inspirasi – Memasuki awal Januari, musim panen seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi para petani. Namun, harapan untuk meraih keuntungan justru terasa jauh dari kenyataan. Para petani di Sukabumi justru diliputi keresahan.

Pasalnya, di beberapa wilayah, harga gabah di tingkat petani anjlok hingga Rp5.000 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Sejumlah petani mengaku terpaksa menjual hasil panen mereka ke tengkulak dengan harga murah karena kebutuhan mendesak, seperti biaya produksi dan cicilan. Sementara itu, gudang Bulog di daerah terpantau belum aktif menyerap gabah, dengan alasan kapasitas penyimpanan yang penuh.

Jujum, seorang petani dari Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengungkapkan kesulitannya.

“Kami terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga Rp5.000 per kilogram karena modal kami terbatas dan terikat utang. Tidak ada pilihan lain, sementara sawah kami seluas 172,2 hektar terus membutuhkan biaya operasional,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin, 13 Januari 2025.

Hal yang sama diungkapkan Sajati, petani dari Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja. Ia juga mengeluhkan harga gabah yang hanya berkisar Rp5.000 per kilogram. Ia berharap Bulog bisa turun membeli gabah sesuai HPP.

“Harga gabah kami hanya Rp5.000 per kilogram, apalagi hujan saat panen membuat kualitas gabah menurun. Kami butuh dukungan agar gabah kami dihargai lebih layak,” kata Sajati yang mengelola sawah seluas 70 hektar.

Keluhan lain datang dari Ade Suhendar, petani asal Desa Pasir Halang, Kecamatan Sukaraja.

“Tanpa fasilitas pasca-panen, kami selalu menerima harga yang ditentukan tengkulak. Gabah saya dihargai Rp5.100 per kilogram, padahal itu jauh dari standar,” jelas Ade.

Situasi ini menambah beban bagi petani yang telah bekerja keras mengolah sawah selama berbulan-bulan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan gabah hasil panen dapat diserap dengan harga yang layak dan memberikan dukungan berupa fasilitas pasca-panen untuk mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

(bbpmkp)

Februari, Pemkot Bogor Lelangkan Program Biskita

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan akan dilelangkan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor pada Februari 2025 mendatang.

“Berdasarkan hasil telaahan program BTS akan dilelangkan oleh PBJ lantaran tak memungkinkan menggunakan skema penunjukan langsung,” ujar Marse kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).

Menurut dia, setelah ada pemenang pengoperasian Biskita Trans Pakuan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar.

“Sambil persiapan dan kepastian kementrian, mudah-mudahanan bisa Februari dilelangkan. Ya seadanya anggaran, beroperasi cuma sekitar enam bulan,” kata Marse.

Marse menegaskan, dengan menggunakan mekanisme lelang, perusahaan manapun dapat mengikuti tender selama memenuhi persyaratan administrasi.

“Siapa saja bisa ikut, asal memenuhi persyaratan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) batal melanjutkan subsidi bagi program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan.

Padahal, sebelumya BPTJ digembar gemborkan akan kembali melanjutkan subsidi layanan angkutan umum perkotaan melalui skema BTS.

Batalnya kelanjutan subsidi BTS tertuang dalam surat pemberitahuan kepada Pj Wali Kota Bogor nomor AJ.005/BPTJ/2025 tertanggal 10 Januari 2025, yang ditandatangani oleh PLT Kepala BPTJ, Suharto.

Dalam surat tersebut, BPTJ berdalih batal melanjutkan subsidi lantaran adanya rasionalisasi anggaran pada Kemenhub.

Kendati demikian, pada surat itu BPTJ tetap meminta pemerintah daerah untuk menjalankan program BTS sesuai Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Daerah tahun 2025.

** Fredy Kristianto

BPTJ Angkat Tangan Soal Biskita, Ini Penjelasannya

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menegaskan bahwa terhitung mulai 1 Januari 2025 pengelolaan layanan BISKITA Trans Pakuan di Kota Bogor tetap beralih ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Diketahui, proses pengalihan ini sebagaimana surat kesanggupan pelimpahan subsidi angkutan umum dengan skema BTS di Kota Bogor Tahun 2025 dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor kepada BPTJ pada 25 Juni 2024 lalu.

Layanan Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor yang diluncurkan sejak November 2021 merupakan program subsidi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota Bogor melalui mekanisme BTS (Buy The Service).

Program ini bersifat stimulus dimana pada akhirnya diharapkan Pemkot Bogor dapat mengambil alih pengelolalaan dari pusat.

Plt. Kepala BPTJ, Suharto, menyampaikan bahwa upaya untuk proses hand over juga sudah dilakukan sejak tahun 2023 lalu.

“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah Kota Bogor untuk segera mempersiapkan proses pengalihan layanan ini. Tapi karena waktu itu Pemkot Bogor belum siap dan waktu yang tidak memungkinkan untuk proses pengalihan akhirnya kami kembali memperpanjang hingga Tahun 2024. Dan pada tahun lalu, Kota Bogor sudah menyatakan kesiapannya untuk mengelola BISKITA dengan mengalokasikan sebesar 10 Miliar. Artinya pengalihan ini memang tidak dilakukan sepihak dan tidak mendadak namun ada proses yang dilakukan cukup panjang”, ungkap Suharto.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan selaku pembina telah memberikan contoh bagaimana mengelola penyediaan layanan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau atau disebut pilot project, yang tentunya ada batas waktu.

Apabila merujuk regulasi yang ada, sudah disebutkan ada pembagian kewenangan yang jelas. Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 138-139 contohnya, disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya angkutan umum yang aman, nyaman dan terjangkau.

Sementara dalam PP 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2024, mengamanatkan agar pajak kendaraan bermotor minimalnya 10 persennya digunakan untuk peningkatan moda dan sarana transportasi umum.

“Oleh karena itu, kami berharap Kota Bogor dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung keberlanjutan layanan angkutan umum massal secara bertahap,” kata Suharto.

Suharto juga menjelaskan bahwa untuk saat ini terdapat kebijakan rasionalisasi anggaran di seluruh lingkungan pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan sejumlah program dan kegiatan di Kementerian Perhubungan.

Dengan adanya rasionalisasi anggaran tersebut tidak mungkin lagi pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk program subsidi Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan dengan Skema Pembelian Layanan (BTS) di Kota Bogor.

** Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Gigit Jari, BPTJ Kembali Batalkan Subsidi Biskita

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) batal melanjutkan subsidi bagi program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan.

Padahal, sebelumya Pemkot Bogor mengembar gemborkan bahwa subsidi layanan angkutan umum perkotaan melalui skema BTS akan dilanjut oleh BPTJ.

Batalnya kelanjutan subsidi BTS tertuang dalam surat pemberitahuan kepada Pj Wali Kota Bogor nomor AJ.005/BPTJ/2025 tertanggal 10 Januari 2025, yang ditandatangani oleh PLT Kepala BPTJ, Suharto.

Dalam surat tersebut, BPTJ berdalih batal melanjutkan subsidi lantaran adanya rasionalisasi anggaran pada Kemenhub.

Kendati demikian, pada surat itu BPTJ tetap meminta pemerintah daerah untuk menjalankan program BTS sesuai Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Daerah tahun 2025.

Informasi tentang pembatalan subsidi itupun dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra.

“Hari Senin (13/1/2025) memang kita terima surat, dan langsung dirapatkan oleh Pak Pj Wali Kota. Pemkot masih berusaha untuk meminta kembali ke kementrian, karena surat tersebut masih membahasakan ditunda atau dibatalkan,” ujar Marse kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).

Menurut Marse, kini Dishub tengah paralel melakukan persiapan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp10 miliar yang telah dianggarkan sebelumnya, sambil menunggu kebijakan final dari kementrian.

“Pendampingan masih kita minta untuk mempersiapkan secara teknis dengan tim BTS yang terdiri dari Dishub, BKAD, Bapenda, Bapperida, Bagian Hukum, dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ),” jelasnya.

Diketahui, anggaran Rp10 miliar untuk operasional dua koridor Biskita hanya dapat menjalankan program BTS selama enam bulan kedepan. Sedangkan biaya untuk mengoperasikan Biskita selama setahun membutuhkan anggaran Rp29 miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan bahwa Pemkot Bogor masih bisa menggunakan anggaran Rp10 miliar untuk operasional Biskita yang telah dianggarkan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Masih bisa digunakan, kan masih ada itu anggarannya (Rp10 miliar),” ucap Rusli saat dihubungi melalui pesan singkat.

** Fredy Kristianto

Ketua DPRD Apresiasi Kinerja BPK Perwakilan Jabar

0

Jurnal Inspirasi – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengapresiasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat atas penyelesaian laporan pemeriksaan semester II tahun 2024.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujar Sastra dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).

Sastra berharap, hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi acuan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan pengelolaan keuangan daerah pada tahun mendatang.

“Kami berharap laporan hasil pemeriksaan ini dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” tegasnya.

Menurut Sastra, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik demi kepentingan masyarakat di Bumi Tegar Beriman.

“Momentum ini pada akhirnya diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih serta sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yang efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, Sastra optimistis pengelolaan keuangan di Kabupaten Bogor akan semakin baik di masa mendatang.

(aga)

SUT ke-83 Onga H.Edward Arfa SH

0

Jurnal Inspirasi – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Tepat hari Senin 30 Desember 2024 yang lalu, ongaku.H.Edward Arfa SH (EA) berulangtahun ke 83, dan pada hari itu saya sedang menghadiri acara resmi penyerahan paket kegiatan Studi DDP Fema IPB University kepada Pemda Kabupaten Kukar Kaltim, sedangkan sehari sebelumnya saya beserta rombongan berkunjung ke IKN Nusantara di Paser Penajam Utara, Kaltim.

Alhamdulillah, ongaku EA dianugerahi panjang umurnya, insyaAllah selalu sehat walaffiat, hidup berbahagia di hari tua bersama keluarga. InsyaAllah dalam menjalani masa lansianya selalu sehat walafiat, hendaknya tak kurang sesuatu apa. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemurahan rezeki yang dirahmati dan diberkati oleh.Allah SWT, Aamiin3 YRA

Adinda AA, selain berdoa untuk keselamatannya, juga memohon maaf atas keterlambatan ucapan Selamat Ulang Tahun.(SUT) disampaikan. Hal ini terjadi karena tgl 29-31 Desember 2024, dipenghujung tahun 2024, ikut touring, berwisata ke Ibu Kota Negara (IKN) Nisantara, Kaltim, bersama rombongan Pimpinan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, saya kebetulan diajak Dekan Fema IPB adinda Prof.Dr.Sofyan Syaf. MSi

Agenda touring selain berwisata, juga disertai kegiatan penyerahan pekerjaan studi Data Desa Presisi.(DDP) sebanyak 65 Desa se Kabupaten Kutai Karta Negara, tempatnya disebuah hotel Palma Grande di Kota Tenggarong, yang tak begitu jauh dari Kota Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim. Selama lk 3 hari adinda disibukan dengan serangkaian agenda acara yg begitu padat, sehingga agak terlambat menyampaikan pesan SUT ke 83 thn buat ongaku.H.Edward Arfa.SH. Seorang sosok dan vigur di dalam keluarga kami the Arsyad Family yang amat saya hormati.

Jujur saya berkata bahwa onga EA lah salah seorang yang turut mendukung penuh penyelesaian studi.S1 saya di Fakultas Perikanan IPB thn 1983 sd 1986, termasuk membiayai riset ilmiah penyelesaikan praktek kerja lapang (pkl) dan skripsi , bertempat di pulau-pulau kecil daerah Bintan Selatan, Kepulauan Riau. Bahkan studi S2/magister dan S3/Doktor ikut juga, beliau bantu. Walaupun saya mendapat sumbangan beasiswa dari beberapa lembaga pemerintahan dan pihak swasta pada waktu itu.

Riset karya ilmiah Tesis S2 dan Disertasi S3 saya juga mengambil lokasi di kawasan Batam, Rempang dan Galang (Barelang) Kepulauan Riau. Walaupun saya mendapat beasiswa dari beberapa lembaga pendidikan dan NGO, akan tetapi onga EA tetap memberikn perhatian yang sangat baik, sehingga saya berhasil menyelesaikan studi di Program Pascasarjana IPB untuk S2 thn 1999, sedang lulus S3 thn 2007.

Ongaku EA waktu itu berprofesi sebagai hakim karier dan bahkan hingga beliau pensiun thn 2001 sempat menjabat Ketua Pengadilan Negeri.Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Onga EA, salah satu sosok panutanku di dalam keluarga besar Arsyad, orangnya cerdas, gigih dan tekun dalam bekerja, disiplin, necis dalam berbusana, peduli kepada keluarga dan kampung halamannya Cerenti, dermawan, suka menolong antar sesama, terutama kaum kerabatnya, para dunsanaknya yang membutuhkan pertolongan.

Sepengetahuanku, begitu banyak sumbangan dan amal spsial baik fisik dan nonfisik yang beliau berikan di masyarakat seperti membangun rumah ibadah (masjid dan surau), memotong hewan Qurban Idul.Adha di kampunnya, serta mensponsori seminar pembangunan Adat dan Budaya Melayu Cerenti, penulisan dan percetakan buku tentang Butir-Butir Adat Istiadat dan Kebudayaan Cerenti, yang diterbitkan IPB Press, Bogor (thn 2022) bekerjasama dengan Yayasan Arsyada Cerenti Madani (ACM) yang saya dirikan thn 2021 yang berhikmat dalam pemberdayaan masyarakat kampung halaman Cerenti, Kuansing Riau.

Beliau memang gemar dan terampil menulis, diantaranya karya bukunya berjudul Biografi Pengalaman Hidupku H Edward Arfa SH 70 tahun, dan Memori Sukaduka Profesiku sebagai Pengacara (Lawyer) dan Penasehat Hukum.(Legal Advicer) serta Pengalaman Hidupku pada tahun 2002-2021, beliau tulis diumur atau berultah ke 80 thn..

Jujur saya berkata, bahwa amat jarang dan sangat langka kita temukan seorang hakim, atau pejabat birokrat yang cukup bagus karier dan tinggi jabatan ASN-nya, orang asli asal kampungku Cerenti yang ada di perantauan yang bisa menulis buku dan kepedulian yang baik untuk memajukan masyarakat Cerenti, kampung halamannya tempat kelahiran dan dibesarkan.

Walaupun kita tahu, kehidupan di waktu kecil, remaja agak sulit akibat kondisi perekonomian di awal Kemerdekaan RI thn 1945 amat sulit sekali. Akan tetapi beliau tetap tekun dan rajin belajar dan menuntut ilmu pengetahuan keluar dari negerinya Cerenti, merantau ke Kota Padang Sumbar untuk menempuh pendidikan SMA, kemudian dilanjutkan ke kota Jogyakarta, dan berkuliah Fakultas Hukum di Universitas Jember dan Brawijaya Malang thn 1960an, di masa bergelaknya gerakan mahasiswa anderbow PKI di kampus yakni CGMI.

Ongaku EA semasa berstatus mahasiswa, hobbynya berorganisasi sama denganku yakni.aktif di ormawa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saking aktifnya di HMI Cabang dan Badko HMI Jatim, studinya selesai kesarjanaannya mscet dan terlambat, beliau ongaku EA pernah terkena ‘skorsing” kasus Utrech di FH Universitas Jember, peristiwa konflik politik HMI versus CGMI, peristiwa ini sangat dikenal dan populer dalam sejarah HMI dalam mengganyang PKI di masa itu.

Alhamdulillah, 2 tahun lalu saya bersama isteriku Hj.Sudarijati SE.MSi berkesempatan hadir di rumahnya di kawasan Engku Putri, Bukit Bestari Km 4, Kota Tanjung Pinang, diacara ultah ke 81 thn 2022 dan ultah ke 82 thn 2023. Akan tetapi thn 2024, pada tgl 30 Desember 2024 berhalangan hadir di Kota Tg Pinang, karena ada tugas dan juga faktor gangguan kesehatan.

Untuk menutupi ketidakhadiran saya di acara ultah ke 83 thn tsb, maka saya adiknya mengirim tulisan SUT ke 83 buat ongaku EA, insya Allah beliau ikut senang dan merasa terhibur menjalani kehidupan hari tuanya.

Saya merasa senang, mendapat khabar baik bahwa beliau masih bisa dan kuat menyetir sendiri mobil sedannya bersama kakak Hj.Surati Edward, isterinya mencari makanan atau menikmati masakan (kuliner) enak kesukaannya yang ada di resto-resto dan coffee shop di Kota Tanjung Pinang, yang terkenal aneka Sea foodnya..

Saya pernah menyaksikan, sekitar pertengahan tahun 2024 yang lalu, ketika saya bersilaturrahmi ke kediamannya di Tg Pinang sepulang dari Batam, saya adiknya ditraktir, dijamu di resto masakan Padang yang terkenal di daerah Bintan, Kepulauan Riau, dan beliau menyetir sendiri mobilnya.

Maaf, saya sebagai salah seorang penumpangnya agak “gugup” juga khawatir tak sampai ke resto Padang yang akan dituju, seraya saya tak lupa saya berdoa memohon kepada Allah SWT untuk keselamatan kami di dalam perjalanan yang menyenangkan ketika itu, bernostagia, sambil ngobrol-ngobrol dengan ongaku EA yang kini telah memasuki usia 83 thn, alhamdulillah tetap kuat staminanya dan penuh semangat.

Adinda AA berharap onga tetap bersemangat, dan berdoa, semoga Allah SWT memberikan Rahmat, Karunia dan Hidayah-Nya kepada onga EA sekeluarga Aamiin3 YRA.

Titip salam buat keluarga di Kota Tanjung Pinang Kep.Riau, teristimewa cucu-cucu yang lucu Arka dan Arsy.
Selamat memasuki Tahun Baru 2025 Masehi, always happy.###

Wassalam
Adinda Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si (dosen, konsultan, pegiat dan pengamat serta kritikus sosial melalui tulisan-tulisannya di media sosial)

Harga Gabah di Bawah HPP, Petani Kulonprogo Menjerit dan Berharap Bulog Segera Bertindak

0

Jurnal Inspirasi – Para petani di Kulonprogo, salah satu sentra padi di Yogyakarta, menghadapi situasi sulit. Harga gabah hasil panen raya mereka hanya dihargai Rp5.100 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kondisi ini membuat petani menanggung kerugian besar dan berharap Bulog segera turun tangan menyerap hasil panen sesuai ketentuan HPP.

“Informasi dari pemerintah, harga gabah harusnya Rp6.500. Tapi kenyataannya, kami hanya bisa menjual di harga Rp5.100. Artinya, kami rugi Rp1.400 per kilogram,” ungkap Yudi Indarto, Ketua Kelompok Tani Mandiri, Pedukuhan 1, Bojong Panjatan, Kulonprogo, saat ditemui di lokasi panen miliknya, Senin, 13 Januari 2025.

Menurut Yudi, harga HPP sebesar Rp6.500 sebenarnya memberikan harapan besar bagi petani. Namun, tanpa intervensi Bulog, gabah mereka hanya diserap oleh tengkulak dengan harga jauh di bawah HPP.

“Selama ini, gabah kami hampir selalu dibeli tengkulak. Bulog belum pernah menyerap hasil panen di sini. Harga yang kami dapatkan bahkan pernah lebih rendah, hanya Rp3.500 hingga Rp4.000 per kilogram,” jelas Yudi.

Yudi menambahkan, para petani terpaksa menjual gabah dengan harga murah karena kebutuhan mendesak. “Kami butuh uang untuk keperluan sehari-hari, seperti kebutuhan dapur, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan bayi. Karena itu, kami tidak punya pilihan selain menerima harga yang ditawarkan pembeli,” katanya.

Senada dengan Yudi, petani lain bernama Triyono juga mendesak Bulog untuk segera menyerap gabah hasil panen raya dengan harga sesuai HPP.

“Dua minggu lalu, harga masih Rp5.500 per kilogram. Sekarang malah turun jadi Rp5.000 per kilogram. Kami berharap Bulog segera membeli gabah kami sesuai HPP Rp6.500 per kilogram, atau kalau bisa harga dinaikkan lagi agar petani tidak merugi,” harap Triyono.

Meski begitu, Triyono mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah mempermudah akses petani terhadap pupuk dan benih. “Bantuan pupuk dan benih memang sangat membantu produksi kami. Tapi yang paling penting sekarang adalah serapan gabah oleh Bulog harus segera dilakukan agar petani tidak semakin terpuruk,” tegasnya.

Harga gabah yang terus anjlok di tingkat petani menjadi persoalan mendesak yang harus segera diatasi. Intervensi Bulog diperlukan agar ketentuan HPP benar-benar terlaksana, sehingga petani dapat menikmati hasil panen dengan harga yang layak dan mengurangi potensi kerugian besar.

(bbpmkp)

SMPN 1 Tamansari Ujicoba Program Makan Bergizi Gratis

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di adopsi SMP Negeri 1 Tamansari. Meski bukan menjadi bagian dalam program Makan Bergizi Gratis yang di support dari Dapur Sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) namun dengan kearifan lokal yang ada ternyata dapat terselenggara.

Dalam ujicoba program tersebut Camat Tamansari Yudi Hartono di dampingi Kapolsek dan Danramil mengapresiasi pihak yang mensukseskan program makan bergizi di SMP Negeri 1 Tamansari.

“Satu Sekolah ini ada 3500 siswa, dan ternyata semua dapat di realisasi dengan potensi yang ada, tidak perlu mahal karena kebutuhan nutrisi ada di sekitar kita, tahu , tempe, daging ayam atau ikan dan sayuran ada di sekitar kita,” ujar Camat Yudi Hartono, Senin 13 Januari 2025.

Ada 13 sekolah negeri di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor dengan total sekitar 15 ribu pelajar. Keterlibatan masyarakat dalam program MBG patut di apresiasi dalam mendukung program Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.

Sementara itu, Kepsek SMP Negeri 1 Tamansari, Ermaini berharap program makan gratis bagi siswanya dapat membentuk karakter bersyukur, dan nutrisi yang di konsumsi menjadi bekal bagi generasi Indonesia lebih maju.

“Saya tadi mengatakan, jangan menilai pemberian orang, syukuri dengan bersyukur nikmatnya akan di tambah, dan dari menu makanan ini juga dapat memberi gambaran ternyata bahan makan sehat mudah kita dapat, ada sayur tumis, ada daging ayam dan bisa daging ikan, dan penutup buah ada buah pepaya,” tambah Ermaini.

Berbeda dengan siswa SD, Siswa SMP lebih menyukai jika pemberian makan di bagikan pada jam istirahat ke 2 atau sekitar pukul 12.00 pada saat makan siang.

“Meski belum mendapat bagian dalam program nasional tersebut SMP Negeri 1 Tamansari sudah mempersiapkan diri jika program nasional itu menyasar sekolahnya,” ungkapnya. Yudi