23.5 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 174

Menapak Jejak Sejarah di Khandaq: Itqan dan Peristiwa Khandaq

0

Jurnal Inspirasi – Agama Islam menekankan tugas seorang muslim di muka bumi selain beribadah kepada Allah sebagai hamba Allah yang pilarnya adalah solat 5 waktu, maka tugasan kedua adalah sebagai khalifah di muka bumi yang pilarnya adalah bekerja dengan itqan, yaitu profesional dan sungguh-sungguh. Perintah bekerja diturunkan setelah perintah menunaikan solat.

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.”(QS. Al-Jumu’ah: 10)

Di Madinah, setiap tempat bersejarah memiliki pesan yang unik dan saling melengkapi termasuk ketika berziarah ke lokasi Perang Khandaq, yang menjadi saksi bagaimana pilar itqan, yakni profesionalisme dan kesungguhan dicontohkan.

Bagaimana Baginda Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan tauladan pada umat generasi setelahnya bahwa ide-ide brilian tidak terbatas di kalangan sahabat yang dekat Rasulullah SAW yang berbangsa Arab, tapi juga dari Salman Al Farisi yang bukan bangsa Arab pun jika memiliki ide cemerlang dijadikan sandaran untuk meraih kesuksesan.

Salman Al Farisi yang mengusulkan parit atau khandaq itu dibangun untuk menahan ganasnya koalisi musyrikin yang berjumlah 10 ribu pasukan yang mengepung Madinah.

Baginda Rasulullah SAW dan para sahabat dengan itqan bekerja menggali parit yang puluhan kilometer jaraknya. Kalaulah bukan karena itqan, profesional dan sungguh-sungguh maka tidak mungkin umat Islam memenangkan peperangan Khandaq.

Destinasi Khandaq menjadi salah satu tujuan untuk diambil Hikmah dan pembelajarannya oleh mahasiswa KKN internasional UIKA Bogor. Jaya Komarudin, seorang Muthawif berpengalaman, menyebut bahwa kunjungan ke Khandaq bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga penghayatan mendalam terhadap sejarah perjuangan Islam.

“Perang Khandaq adalah bukti bahwa Islam tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga strategi, kecerdasan, dan doa. Di sini kita belajar bagaimana Rasulullah memimpin umatnya dengan penuh hikmah,” ujar Jaya Komarudin, yang menjadi bagian pelatihan muthawif yang itqan dan profesional, Senin (13/01/2025).

“Kita melihat bagaimana Rasulullah SAW memimpin dengan musyawarah, menerima ide dari sahabat, dan mempraktikkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi ancaman besar,” tambah Jaya.

Kunjungan ke Khandaq ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk merefleksikan nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan modern, khususnya dalam menjaga persatuan umat dan menghadapi tantangan global dengan kecerdasan dan kebersamaan.

Dengan latihan dan pengalaman langsung di lapangan, para mahasiswa tidak hanya memperkaya wawasan mereka, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi Muthawif yang handal dan inspiratif. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi pembimbing ibadah yang profesional, berkompeten, dan mampu membangun koneksi spiritual yang mendalam dengan jamaah.

Pelatihan muthawif hasil kerja sama UIKA dan Maahad Tahfiz Madinah Yayasan Annor Bakti ini diharapkan mencetak pembimbing profesional yang berilmu dan inspiratif, sehingga mampu menyampaikan sirah Nabawiyah dengan akurat dan menggugah hati jamaah.

(Hana Susilawati)

Manfaatkan Lahan, SIT BBS Membangun Eduwisata Berbasis Ngebon di Kota

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor- Sebagai bentuk kepedulian dan mewujudkan sekolah ramah lingkungan, Sekolah Islam Terpadu BBS melakukan pengembangan Ngebon di Kota dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Lahan kosong yang tadinya digunakan lapangan mini sepak bola dan kurang terawat dijadikan perluasan proyek Ngebon di Kota yang sudah jadi bagian kegiatan SMP IT BBS.

Nantinya lahan ini akan dikapling sesuai dengan unit yang ada di lingkungan BBS, yaitu TK, SD, SMP dan SMA. Setiap unit mendapatkan kapling untuk dikembangkan menjadi lahan untuk tanaman produktif.

Pada saat launching langsung dihadiri Ketua Yayasan BBS, Prof. Asep Saepudin, launching pengembangan Kebon ditandai dengan menanam jambu kristal. Sosok Prof. Asep ternyata adalah orang yang membawa nutfah plasma Jambu Kristal dari Negara Taiwan.

“Rawatlah tanaman dengan menyertakan hati yang tulus, sebab dua bibit yang ditanam di tanah yang sama, hasilnya bisa berbeda. Ternyata adalah faktor kecintaan hati atau spiritual sangat berpengaruh,” ucap Ketua Yayasan BBS Prof. Asep Saepudin.

Sementara KS SMP IT BBS Syabar Suwardiman yang ditemani penanggung jawab lingkungan BBS Tarjoni mengatakan, nantinya perluasan Ngebon di Kota ini akan menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran tentang cinta lingkungan dan bisa dijadikan Eduwisata bagi sekolah sekolah lain yang tertarik mengembangkan kegiatan produktif ini. Yudi

Satpam PT Laduta Car Rental Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

0

jurnalinspirasi.co.id – Seorang security ditemukan tewas bersimbah darah di pos satpam PT Laduta Car Rental, yang berlokasi di RT 3 RW 5, Jalan Lawang Gintung, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Jumat (17/1/2025).

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Maman Firmansyah, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan sekitar pukul 04.30 WIB.

“Laporan tersebut berasal dari seorang supir bernama Wawan, yang bekerja di rumah Farida Felix. Wawan mendatangi Polsek Bogor Selatan sekitar pukul 04.30 WIB untuk melaporkan penemuan mayat,” ujarnya kepada wartawan.

Kemudian, sambung dia, piket reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, dan ditemukan seorang petugas keamanan tergeletak bersimbah darah di pos satpam.

“Korban diketahui bernama Septian (36), asal Pelabuhan Ratu, Sukabumi, yang bekerja sebagai petugas keamanan. Dugaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik dan luka akibat senjata tajam di bagian perut korban,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, sambung dia, polisi menemukan bercak darah, pecahan kaca, serta sebuah tas berisi palu dan struk belanja.

Dari informasi sementara, tas tersebut diduga milik Abraham, yang merupakan anak dari Farida Felix.

“Saat ini, kami telah mengamankan empat orang saksi yakni Abraham (anak dari Farida Felix), Wawan (supir yang pertama kali melaporkan kejadian), Ratna (pembantu) dan Nasica (pembantu),” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan barang berharga yang hilang di lokasi kejadian. Namun, polisi menemukan beberapa pecahan kaca jendela di pos satpam.

Salah seorang saksi, Wawan, mengungkapkan bahwa Abraham sempat naik ke atas saat kejadian, lalu menahan dirinya untuk tidak ikut naik. Merasa curiga, Wawan akhirnya pergi ke Polsek untuk melaporkan peristiwa tersebut.

“Kami masih terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap kejadian ini. Saat ini, keluarga korban masih dalam kondisi syok,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Kejari Kota Bogor Tangkap DPO Korupsi Kejati Bangka Belitung

0

jurnalinspirasi.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor bersama Kejari
Pangkal Pinang dan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung telah menangkap Iwan Rinaldi alias Rudi Aditya Yahya, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana perkara tindak pidana korupsi, Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 18.05 WIB.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Sigit Prabawa Nugraha mengatakan bahwa Iwan merupakan DPO Kejati Bangka Belitung dan Kejari Pangkal Pinang. Terpidana ditangkap di kawasan ‘Kota Hujan’ setelah berganti nama menjadi Rudi Aditya Yahya.

“Iwan alias Rudi merupakan terpidana kasus tindak
pidana Korupsi dalam pengadaan Sistem Administrasi Pimpinan (SAP) Kantor Arsip Kota Pangkal
Pinang Tahun 2008,” ujar Sigit kepada wartawan, Jumat (17/1/2025).

Menurut dia, Iwan dijadikan terpidana berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1328 K/Pid.Sus 2012 tanggal 19 September 2012 dengan amar putusan pidana penjara selama empat)
tahun, denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan dan uang
pengganti Rp232 juta subsidair enam bulan penjara.

Sigit menjelaskan, Iwan ditangkap setelah tim gabungan melakukan pengintaian secara intensif setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku.

“Berkat kerjasama yang baik dengan masyarakat serta dukungan teknologi informasi, pelaku berhasil diamankan di Jalan Cipinang Gading nomor 15 RT 3 RW 4
Ranggamekar Kecamaran Bogor Selatan.

“Proses penangkapan berlangsung secara cepat dan tanpa perlawanan berarti dari pelaku,” tegasnya.

Kemudian, sambung dia, Iwan langsung dibawa ke kantor Kejari Kota Bogor untuk
dilakukan proses administrasi dan pemeriksaan awal.

“Selanjutnya, pelaku akan segera diserahkan kepada Kejari Pangkal Pinang untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Bogor, Meilinda menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan bukti komitmen Kejaksaan RI dalam l menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat, termasuk Kejari Pangkal
Pinang dan masyarakat yang memberikan informasi penting terkait keberadaan DPO,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus mendukung upaya penegakan hukum dengan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan.

“DPO atau pihak-pihak lain yang melanggar hukum. Informasi dapat disampaikan melalui saluran
komunikasi resmi Kejari Kota Bogor dengan menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” katanya.

** Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Serap Aspirasi Anak Melalui Musrenbang Anak

0

jurnalinspirasi.co.id – Jumlah populasi anak di Kota Bogor mencapai kurang lebih seperempat dari total penduduk. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada Juni 2024, jumlahnya mencapai 23,82 persen dari total penduduk.

Besarnya populasi anak ini menjadi bagian penting untuk mendorong lebih banyak kebijakan dan arah pembangunan yang lebih pro anak di tengah begitu banyak isu dan persoalan anak.

Melihat besarnya potensi anak dan juga semangat menjaga keberlanjutan pembangunan, pada Kamis (16/1/2025) Bapperida Kota Bogor menyelenggarakan Musrenbang Anak di Agreya Coffee.

Diketahui, dalam dua tahun terakhir, Bapperida Kota Bogor sudah menginisiasi secara khusus penyelenggaraan musrenbang anak yang digabungkan dengan kelompok difabel, lansia, dan perempuan.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan seluruh elemen masyarakat tidak ada yang tertinggal dalam proses perencanaan pembangunan.

“Mengutip arahan dan semangat SDGs, no one left behind,” ujar Rudy kepada wartawan, Kamis (16/1).

Pada tahun ini, kata Rudy, secara khusus penyelenggaraan musrenbang anak dipisah dengan sebuah semangat dan harapan akan ada lebih banyak aspirasi dan harapan anak-anak Kota Bogor terwadahi dalam proses perencanaan pembangunan Kota Bogor.

“Di saat yang sama, akan ada lebih banyak isu dan permasalahan anak terselesaikan oleh Pemerintah Kota Bogor,” jelas Rudy.

Menurut dia, Musrenbang Anak secara mandiri pun didasari rekomendasi pelaksanaan program RAN PIJAR (Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja) Kemenko PMK.

Rekomendasinya adalah meminta Pemerintah Kota Bogor untuk terus memberi ruang dan kesempatan bagi anak dan remaja dalam proses perencanaan pembangunan.

“Tujuan utama penyelenggaraan Musrenbang Anak ini adalah mendorong lebih banyak isu-isu anak Kota Bogor diwadahi dalam dua dokumen perencanaan sekaligus yaitu RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029,” bebernya.

Ia menuturkan bahwa kegiatan itu merupakan langkah strategis karena anak-anak sekarang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagai contoh angka kekerasan anak di Kota Bogor, yang tren setiap tahunnya berdasarkan data dari UPTD PPA Kota Bogor, terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2024, tercatat 98 kasus kekerasan terhadap anak terjadi Kota Bogor.

Selain itu, isu lainnya adalah naiknya jumlah perokok pemula, gawai dengan segala daya tariknya telah menjadi hiburan utama sebagian besar anak.

“Banyak anak yang tidak berani memiliki cita-cita karena faktor ketidakpercayaan diri dan temuan KPAI yang menyebut tiga penyebab kematian anak yaitu kecelakaan, sakit, dan bunuh diri,” jelasnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan Perangkat Daerah, Kementerian Agama Kota Bogor, KPAID, Childfund Internasional, Warga Upadaya, serta 80 perwakilan anak yang mewakili sekolah, komunitas, dan lembaga.

“Ini adalah langkah besar yang diinisasi Pemkot Bogor. Lebih maju dari daerah lain, dengan mau mendengar dan menyerap aspirasi anak,” ungkap Andi Nirmalasari dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Bogor (Fanator), Radipta Azki Athaya mengungkapkan berterimakasih kepada Bapperida dan Pemkot Bogor yang telah terbuka dan membuka ruang aspirasi anak.

“ini acara keren yang kami tunggu untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan di Kota Bogor”, ungkapnya.

Senada dengan itu, Childfund Internasional dan Warga Upadaya memberikan apresiasi atas acara tersebut.

“Ini acara kolaborasi yang luar biasa antara Pemkot dengan Komunitas Anak. Kami apresiasi,” kata perwakilan warga Upadaya, Eri Eko.

Secara umum, penggalian isu dan rekomendasi untuk pemerintah Kota Bogor dari 80 anak yang mewakili sekolah dan komunitas difasilitasi Health Heroes dan forum anak Kota Bogor.

Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap anak yang hadir merasa nyaman dan aman untuk menyampaikan aspirasi.

Sepanjang penyelenggaraan diskusi, beberapa rekomendasi hasil dari musrenbang tematik anak yang disampaikan sebagai berikut:

-Dinas Pendidikan dan DP3A diharapkan melakukan pelatihan konvensi hak anak bagi guru Bimbingan Konseling (BK) untuk menguatkan kembali fungsi BK di sekolah.

-BKPSDM diharapkan memetakan potret dan potensi guru BK di seluruh sekolah di Kota Bogor

-Dinas PUPR, Dishub dan Dinas Perumkim diharapkan terus menciptakan ruang aman dan nyaman untuk anak dengan peningkatan kualitas infrastruktur seperti perbaikan pedestrian, JPO, PJU, angkutan umum dan pengawasan taman-taman kota.

-DP3A didorong melakukan pelatihan bagi anak untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas anak.

-Dinas Pendidikan didorong menindaklanjuti data JAPATI dengan program dan langkah untuk menurunkan angka putus sekolah seperti dana beasiswa miskin atau perluasan PKBM. 

-Dinas Arsip dan Perpustakaan diharapkan merespon representasi perpustakaan sekolah; mulai dari peningkatan koleksi buku sampai akses ke perpustakaan nasional
Dinas Pendidikan diharapkan membuka ruang dialog guru dengan siswa untuk memperbaiki metode pembelajaran

-Diskominfo didorong untuk terus mengkampanyekan penggunaan internet sehat dan mengkaji kemungkinan pembatasan jam penggunaan media sosial bagi anak.

** Fredy Kristianto

Dongkrak Perekonomian Masyarakat Desa Sukaharja Melalui Program Ketahanan Pangan

0

Cijeruk | Jurnal Bogor- Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor manfaatkan anggaran Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2024, untuk program ketahanan pangan pertanian, peternakan.

Sekdes Sukaharja Sudrajat mengatakan, tentunya ini merupakan salah satu program pemerintah pusat, yang di amanahkan kepada seluruh pemerintah desa melalui pemanfaatan dana desa (DD) melalui program ketahan pangan di wilayah Desa Sukaharja.

“Adapun anggaran program ketahanan pangan 20 persen sebesar Rp. 339.882.000, tahun 2024,” kata Sudrajat, Jumat (16/01).

Progam ketahanan pangan yang dikelola, yakni peternakan seperti, kambing, ulat Hongkong, budidaya ikan nila. Untuk pertanian pohon talas, nanas, jagung dan pisang yang tersebar di beberapa RW.

“Adanya program ketahanan pangan kedepan bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi kesiapan keunggulan bisa membantu perekonomian masyarakat desa Sukaharja,” jelasnya.

Lanjut dia, ketahanan pangan, Desa menghimbau agar berkesinambungan dari pemberian pertama dan berikutnya.

Saat ini hasil panen dikelola oleh kelompok tani (poktan), namun kedepannya dikelola oleh BUMD. Jadi nanti biar BUMDES yang kelola agar menopang perekonomian desa dan masyarakat

“Saya berharap, apabila satu titik progam ketahan pangan berhasil bisa diberikan ke titik yang lain. Desa menjadi pokok ketahanan pangan,” ucapnya.

Sementara ketua Poktan Yana mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah mengucurkan anggaran untuk program ketahanan pangan bagi Desa Sukaharja.

“Dengan program ketahan pangan ini, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang pertanian, peternakan kshususya di Desa Sukaharja,” ungkapnya. Yudi

Biskita Bakal Dilelangkan, PTP Dianaktirikan

0

jurnalinspirasi.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) mentenderkan program layanan Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan pada Februari 2025 mendatang, menuai sorotan Anggota Komisi II DPRD, Akhmad Saeful Bakhri.

Ia pun mempertanyakan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai Biskita, pasca lelang selesai dilakukan.

“Pertanyaan kalau sekarang kembali dilelangkan. Apakah Pemkot Bogor sanggup secara finansial mendanai Biskita yang dioperatori pihak ketiga melalui APBD. Sementara anggaran Rp10 miliar hanya bisa menjalankan dua koridor Biskita selama sebulan,” ujar pria yang akrab disapa Gus M itu, Kamis (16/1/2025).

Gus M menilai langkah pemerintah melelangkan program BTS justru terkesan menganaktirikan Perumda Transportasi Pakuan (PTP), yang notabenenya perusahaan milik pemerintah.

“Buat apa punya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kalau semuanya diswastakan. Bubarkan saja PTP,” ucapnya.

Apabila alasan Pemkot Bogor tak mau memberikan pengelolaan Biskita kepada PTP karena dinilai tidak sehat. Hal itu, sambungnya, adalah langkah yang konyol.

“Kalau memang sudah tidak sehat bubarkan PTP. Sekarang bagaimana mau sehat, anggarannya malah diberi ke swasta,” ungkap pria yang hobi membaca novel To Liong To, Golok Pembunuh Naga ini.

Ia menilai bahwa problematika Biskita merupakan cerminan carut marutnya rencana penataan transportasi Kota Bogor.

“Hal ini, perlu dilihat secara konperhensif dan tidak parsial sebatas Biskita saja. Karena, akar dr permasalahan transportasi di kota Bogor disebabkan pemerintah Kota Bogor belum memiliki Rencana Induk Transportasi,” jelasnya.

Sehingga, pada akhirnya mewariskan permasalahan di akhir masa jabatan kepemimpinan wali kota sebelumnya.

“Beberapa solusi program penataan sudah dilakukan, tetapi realisasinya mana? Kita bisa ambil contoh, janji di akhir jabatan walikota bahwa Kota Bogor akan zero angkot lalu ada rencana operasional trem dan yang terakhir adalah carut marut operasional Biskita,” katanya.

Permasalahan tersebut pada akhirnya muncul karena rencana program penataan transportasi tidak dilandasi dengan kajian rencana induk pengembangan transportasi yang jelas.

“Karena, semua dilakukan spontan lebih kepada mengakomodir keinginan dari pimpinan. Coba, sekarang kita tanya ke dinas perhubungan bagaimana progres penataan angkot sejauh ini apa kabarnya?,” katanya.

Diitambah lagi, sambung dia, dengan dihentikannya subsidi BTS oleh BPJT, yang membuat operasional terhenti.

“Bisa kita bayangkan, apabila rencana pengadaan trem jadi juga dilakukan? Apakah tidak menambah permasalahan baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa program Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan akan dilelangkan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor pada Februari 2025 mendatang.

“Berdasarkan hasil telaahan program BTS akan dilelangkan oleh PBJ lantaran tak memungkinkan menggunakan skema penunjukan langsung,” ujar Marse kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).

Menurut dia, setelah ada pemenang pengoperasian Biskita Trans Pakuan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar.

“Sambil persiapan dan kepastian kementrian, mudah-mudahan bisa Februari dilelangkan. Ya seadanya anggaran, beroperasi cuma sekitar enam bulan,” kata Marse.

Marse menegaskan, dengan menggunakan mekanisme lelang, perusahaan manapun dapat mengikuti tender selama memenuhi persyaratan administrasi.

“Siapa saja bisa ikut, asal memenuhi persyaratan,” tegasnya.

(FDY)

Lesson Learned Atas Peristiwa Bencana Kebakaran di Los Angeles, USA

0

Jurnal Inspirasi – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Jika kita mencoba memahami kasus atau peristiwa kebakaran pemukiman yang dahsyat yang terjadi di Los Angeles (LA) USA dengan potensi kekuatan spiritual iman tagwa (imtaq) kita kepada Allah SWT, maka jelas dan tegas (kod’i) pertanda peringatan, teguran dan siksaan (azab) dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT sang Maha Pencipta/Al Khalik dan Maha pemilik bumi dan langit beserta isinya.

Akan tetapi kita sulit memberikan pemahaman Tauhidullah kepada mereka manusia yang tidak percaya Tuhan (ateis/kaum komunis), apalagi bagi mereka yang ingkar (kafir) terhadap ayat-ayat Allah SWT dalam kitab suci Al Quran yang kemudian diperjelas dan dipertegaskan dalam Assunnah Muhammad SAW. Mereka tak percaya hari akhirat (kiamat).

Lagi pula sifat dan watak orang kafir sebagaimana firman Allah dalam beberapa surat dan ayat-Nya, sikapnya suka memusuhi kaum mukmin, dan untuk pemahaman hal ini agar dibaca Syirah Nabi Muhammad SAW.

Sulit memang kita memberikan kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah SWT punya sifat dan nama-nama mulia 99 nama (asma ulhusnah). Allah SWT berfirman dalam sejumlah ayat bahwa berimannya seseorang hamba ciptaan-Nya karena ada dan mendapat petunjuk dari Allah SWT (hidayatullah), bukan pemberian hadiah atau pengaruh manusia sehingga tergerak hatinya untuk beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Ingat kasus wafatnya paman Nabi Muhammad SAW, Abi Thalib pembela setia nabi dalam menjalankan misi dakwah Islamiyah di Mekkah, bisa menjadi pelajaran (lesson learned). Pada waktu itu diawal memulai menyebarkan syiar Islam di kalangan penduduk Mekkah yang musyrikin dan kafirun, nabi Muhammad SAW banyak ditentang dan diperangi mereka.

Kita tahu dari tarikh Islam, begitu banyak kaum muslimin yang baru masuk Islam disiksa dan dizholimi kaum kafir dan musyrikin Arab di zaman itu, antara lain seperti Bilal dll, terutama kaum musyrikin Quraish yang dibawa komando Abu Lahab dan Abu Jahal yang juga paman dan kerabat nabi.

Abu Thalib, paman nabi inilah, sosok tokoh kabilah Quraish yang berpengaruh dan disegani warga Arab, yang setia menjaga, mengawal dan “melindungi” nabi dan Rasulullah Muhammad SAW dari ancaman dan teror kaum kafir dan musyrikin Quraish dan suku lainnya di jazirah Arab.

Tapi itulah, ketika paman nabi Abu Thalib mau wafat, dalam sakaratul maut, nabi Muhamnad SAW mendampinginya dan “gagal” membimbing dan meyakinkan pamannya itu akan keesaan Allah SWT dan Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT dalam menyampaikan risalah-Nya kepada segenap ummat manusia di muka bumi ini.

Nabi Muhammad SAW pun amat bersedih, salah seorang setia pada Dinulislam yang sangat dicintainya dalam membela dakwah Islamiyahnya Nabi dan Rasulullah, tidak berhasil.(gagal) dalam mengucapkan dua kalimah syahadat “Laillah haillah, Muhanmadar Rasullullah” aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad, nabi dan rasul utusan Allah”.

Jadi, ternyata mendapat atau tidaknya hidayatullah, bukanlah tugas dan hak manusia, itu ranah Allah SWT.

Bertolak dari kasus “gagalnya” Rasullullah SAW , kita bisa menarik suatu pelajaran (lesson learned, i’htibar) bahwa kita yang muslim manusia biasa tidak akan mampu meyakinkan warga USA di LA untuk percaya pada Tuhan Allah SWT yang menurunkan bencana alam kebakaran terbesar abad ini di Amerika, tersebut.

Kita kenal, Amerika sebuah negara maju dan modern yang berkemampuan iptek super canggih, warga negaranya sebahagian warganya hidup kaya raya (kapitalist), negara super power, “polisi dunia”, akan tetapi kali ini gagal mengantisipasi faktor-faktor penyebab kebakaran seperti musim dingin membuat dedaunan di ekosistem lahan hutan LA mengering, dengan angin panasnya Santa Ana datang dari arah laut, sehingga rerumputan di hutan mudah tersulut api dan terbakar, dengan kekuatan angin kencang areal yang terbakar meluas dan tak terkendali, alam “mengamuk” karena Donald Trump dan sebagian elite politiknya begitu sombongnya.

Seperti halnya musibah yang pernah terjadi kebakaran gedung “Wolrd Trade Centre/WTC” pada 2 dasa warsa yang lalu, dimana Kota Newyork, Amerika Serikat lumpuh akibat pemboman, katanya oleh “terrorist”.

Demikian itu semua barangtentu skenario langit, ciptaan dan kebesaran Allah SWT “kun payakun”. Jika Allah berkehendak maka “jadilah” dan Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Dalam Al Quranulkarim, Allah SWT telah banyak berfirman, menjelaskan tentang berbagai bentuk azab seperti bencana banjir dan tsunami yang ditimpakan kepada kaum nabi Nuh, angin topan dan guntur bagi kaum nabi Luth yang terjangkit gemar Gay dan Lesbian (kawin sesama jenis seks), gelombang laut yang tinggi di zaman Firaun-nabi Musa, gempa bumi yang dahsyat untuk kaum Tsamud, angin topan, guntur, kekeringan krisis pangan, gangguan hama belalang, dan banyak lagi yang lain yang mendera umat manusia yang kafir terhadap ayat-ayat Allah SWT.

Lalu sikap kita bagaimama dalam merespon musibah besar yang menyesengsaralan penduduk LA Amerika dengan hangusnya rrumah-rumah (vila, resort) mewah dan pertokohan serta harang-barang/harta berharga mereka hangus terbakar, ludes dilahap api Pihak Dinas Pemadaman Kebakaran LA, yang memiliki sapras canggih ipteknya tidak bisa berbuat apa-apa, gagal menjinakkan dan memadamkan api.

Meminjam istilah kitab suci Al Quran,…”Kun Faya kun..jika Allah berkehendak tidak ada satupun kekuatan atau siapa pun yang bisa menahan dan menolak-Nya. Sebab segala sesuatu yang ada di bumi dan langit mutlak dalam pengendalian, pengawasan dan pengaturan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Sikap kita selaku mukmin, kita memyatakan turut berduka cita, dengan tetap terus memgingatkan mereka bahwa perilaku mereka tersebut atau para pemimpin negara mereka USA itu (kaum Yahudi dan Kristen) yang mendukung zionis Israil dalam berperang memusnahkan (genoside) penduduk Ghaza di Palestina, yang notabenanya kaum muslimin dan muslimat, serta anak-anak balita dan ibu hamil Palestina dibunuh secara kejam dan biadab.

Bahwa kita berkeyakinan bahwa munculnya musibah bencana alam kebakaran hutan dan komplek perumahan mewah yang sangat besar di LA USA, menghanguskan (menjadi abu) kehidupan kota, termasuk kota Newyork, distrik Hollywood, yang dikenal pusat perfilman yang gaya hidup gemerlap (hedon), dimana tempat berkumpulnya selebritis dunia.

Kejadian kebakaran saat ini merupakan peringatan, cobaan, dan azab yang pedih datangnya dari Allah SWT untuk negara Amerika atas kejahatan perangnya dan kesombongan para elite politik dan pemerintahannya seperti Donald Trumb, presiden USA yang baru terpilih, beliau berpidato di suatu tempat “akan menghancurkan Ghaza” jika proses pemulangan tawanan perang oleh Hamas, tentera Amerika Serikat gagal dilakukan.

Kita sangat paham bahwa umat Islam di belahan bumi manapun saat ini, banyak dan bertubi-tubi mendapatkan perlakuan zholim dari warga dan negara-negara berpenduduk mayoritas non muslim di benua Amerika, Eropa, Australia dan termasuk Asia spt India, Myanmar/Rohingya, dll.

Dalam kenyataannya peristiwa penzholiman tersebut begitu banyak dialami kaum mukmin, dan dengan korban harta yang aangat besar, dan bahkan nyawa seperti bergelimpangannya mayat-mayat penduduk muslim Ghaza Palestina, yang ditembaki dan dibom oleh tentera Israel beserta dukungan sekutu-sekutunya USA, UK etc dengan senjata pembunuh made in USA yang canggih, tindakan itu di luar perilaku kemanusiaan, kejam dan biadab.

Akibatnya Umat Islam tidak berdaya (powerless), lemah dibuatnya, akan tetapi ingatlah: Ratapan tangis kaum teraniaya dan tertindas (musta’afin) di negaranya yang sah dan brrdaulat spt Palestina, doa kaum musta’afinnya yang telah bermunajat kepada Allah SWT agar kaum zholimun (kafirun dan musrikun) agar segera mendapat teguran, peringatan dan azab Allah SWT.

Dan kaum muslim mendapat pertolongan Allah SWT. Faktanya do’a kaum muslimin dari seluruh dunia insya Allah diijabah Allah wajallah. “Hablum minallahi wanikmal wakil, minnal maula waniakmal nashir”, artinya kepada Allahlah kita berlindung dan kepada Allah kita meminta pertolongan”.

Keyakinan atau keimanan kita kaum muslimin bahwa adanya musibah kebakaran terbesar abad ini, itu merupakan peringatan dan azab Allah SWT buat kaum kafir dan musyrik. Tapi persoalannya, apakah mereka percaya?.

Itu urusan atau masalah lain yang tak mungkin dipecahkan oleh kaum muslimin. Salah satu langkah yang bijak warga USA dan para pimpinan janganlah bersikap sombong, pongah (arogan) di bumi ciptaan Tuhan Allah SWT, Allah itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Adil etc etc Apa pun yang terjadi di ala .dunia ini, termasuk kebakaran hutan di kawasan LA USA akibat angin Santa Ana yang panas dan berhembus kencang itu adalah ciptaan Allah SWT.

Kita hanya bisa berdoa dan bersabar, serta sholat yang khusuk, mudah-mudahan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat senantiasa berada ditangan kaum mukminin/mukminat yang beriman dan bertaqwa serta gemar berbuat kebajikan dan kebaikan, serta mempercayai kehidupan akhirat, Aamiin3 YRA.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka, dan bukakanlah pintu hati mereka untuk bermohon maaf atas kekeliruan/dosanya, dan kemudian melakukan “taubatan nasuha” agar mereka kaum zionis Israel tidak lagi menduduki negeri Palestina yang berdaulat, dengan cara memerangi kaum muslim yang tak bersalah dan berdosa serta balita/ibu hamil tak berdaya (powerless) karena tak punya senjata pembunuh buatan Amerika Serikat di Tanah Airnya sendiri seperti Gaza, tanah sah Palestina saat ini.

Save Palestina Merdeka dari usaha jahat genoside Zionis Israiel beserta sekutunya.
Allahu Akbar walillah ilham.

Demikian dan terima kasih atas segala perhatian dan dukungan untuk pembebasan rakyat Palestina dari perbuatan zholim Zionis Israel beserta antek-anteknya untuk menggenosidakan penduduk dataran Gaza.

Gallery and Ecofunworkshop, Kp, Wangun Atas RT 06 Rw 01 No.16 Kel.Sindangsari Botim City, 15 Januari 2025

Wassalam
====✅✅✅

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si (Dosen, Konsultan, Pemerhati dan Pegiat serta Kritikus Sosial melalui tulisannya di media sosial)

Petani Sinjai Harapkan Bulog Serap Gabah Sesuai Ketetapan HPP Pemerintah

0

Jurnal Inspirasi – Para petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berharap Bulog dapat menyerap gabah hasil panen mereka dengan harga sesuai ketetapan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram.

Selama ini, mayoritas petani terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga jauh di bawah standar tersebut.

Ketua Gapoktan Desa Biroro, Benteng, mengungkapkan bahwa harga gabah selama ini lebih banyak ditentukan oleh tengkulak. Petani sering tidak memiliki pilihan lain karena kebutuhan mendesak, seperti melunasi biaya produksi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Harga lebih anjlok ketika memasuki panen raya. Kadang petani harus melepas gabah dengan harga Rp4.000 bahkan Rp3.500 per kilogram. Kondisi ini semakin diperburuk oleh kebijakan Bulog yang hanya menyerap gabah dalam partai besar dan dengan kualitas tinggi, sehingga banyak petani tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut,” ujar Benteng, Kamis, 16 Januari 2025.

Benteng mengatakan meskipun harga belum mencapai Rp6.500, namun akses pupuk yang disediakan kementerian pertanian jauh lebih mudah. Hal ini mendukung upaya petani di Desa Biroro dalam mengolah sawah seluas 173 hektar dengan produktivitas 4-5 ton per hektar.

Sementara itu, Usman, petani dari Sinjai Timur, mengungkapkan bahwa gabah hasil panen PAT (Percepatan Tanam) yang ditanam pada akhir September 2024 telah dibeli tengkulak dengan harga Rp5.000 per kilogram.

“Selama ini, kami tidak pernah merasakan kehadiran Bulog saat panen. Selain itu, keterbatasan fasilitas penyimpanan dan transportasi menjadi kendala bagi kami untuk menjual langsung ke Bulog, sehingga pilihan satu-satunya adalah menjual ke tengkulak,” katanya.

Menurut Usman, penetapan harga gabah oleh pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram sebenarnya memberikan semangat bagi petani untuk terus mengolah sawah. Namun, kenyataannya harga tersebut belum dirasakan oleh petani di Sinjai, sehingga keuntungan yang diperoleh masih tergolong kecil.

Petani di Sinjai berharap kehadiran Bulog dapat menjadi solusi untuk menyerap hasil panen sesuai harga yang telah ditetapkan. Langkah ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada tengkulak, meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.

(bbpmkp)

Tengkulak Terapkan Harga Suka-Suka, Petani di Klapanunggal Bogor Berharap Bulog Segera Turun Tangan

0

Jurnal Inspirasi – Harga gabah di wilayah Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor saat ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.

Gabah Kering Panen (GKP) dihargai Rp5.000 per kilogram, sementara Gabah Kering Giling (GKG) dihargai Rp7.000 perkilogram. Meskipun hasil panen cukup baik, kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi para petani.

Enin, salah satu petani di Desa Ligarmukti, menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini Bulog harus segera turun tangan agar para petani tidak bergantung pada pembelian yang dilakukan tengkulak.

“Alhamdulillah, padi hasil panen kami memang cukup bagus. Tapi kalo soal penyerapan bulog, itu yang tidak ada. Bulog tidak datang sehingga petani mengandalkan tengkulak sebagai pihak yang menyerap,” ujar Enin, Rabu, 15 Januari 2025.

Enin menjelaskan bahwa para petani terpaksa menjual hasil panennya melalui tengkulak karena kebutuhan modal dan juga kebutuhan sehari-hari yang sangat mendesak.

“Tapi ya mereka suka-suka kalau kasih harga. Karena itu petani betul-betul berharap bulog segera datang dan mau melakukan penyerapan. Jangan sampai, gabah yang sudah kami olah malah terbuang sia-sia dan dibeli murah,” katanya.

“Bulog harus segera datang ke desa, jadi kami di lapangan harus mengandalkan tengkulak,” tambahnya.

Akibat tidak adanya penyerapan pemerintah, kata Enin sebagian petani terpaksa harus menyimpan gabah-gabahnya dengan waktu yang cukup lama.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mendukung petani, supaya harga bisa lebih menguntungkan,” tambahnya.

Sebagai informasi, produktivitas padi di Desa Ligarmukti tercatat mencapai 5,4 ton per hektare. Dengan luas tanam sebesar 1 hektare, potensi hasil panen diperkirakan mencapai kurang lebih 5 ton. Namun, kondisi cuaca dan serangan hama menjadi tantangan yang memengaruhi potensi panen maksimal.

Petani di wilayah Desa Ligarmukti berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah konkret dalam mendukung harga gabah yang lebih stabil dan menguntungkan. Selain itu, kehadiran Bulog secara langsung di lapangan diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan memberikan harga yang lebih baik bagi para petani.

(bbpmkp)