Cibinong | Jurnal Inspirasi
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kabupaten Bogor, M.Leo Hananto Wibowo berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
diduga terjangkit virus Corona (Covid-19). Kabar tersebut dibenarkan oleh
keluarga pasien, Dicky. Saat ini Ketua Komisi II ini tengah dirawat di RSUD
Cibinong, , dan sedang ditangani secara intensif oleh pihak dokter di ruang
isolasi.
“Memang benar Mas Leo yang merupakan anggota DPRD
Kabupaten Bogor, saat ini sedang di rawat di RSUD Cibinong, untuk mendapatkan
perawatan lebih lanjut, dan saat ini Mas Leo berstatus PDP,” kata Dicky yang
merupakan adik sepupu dari politisi Partai Demokrat tersebut saat dihubungi
Jurnal Bogor, Minggu (22/3).
Dicky menceritakan, sebelum dirujuk ke RSUD Cibinong,
pasien secara mandiri sempat memeriksakan dirinya di RSPAD Gatot Subroto,
Jakarta. Dari hasil pemeriksaaan tersebut pasien disarankan oleh pihak dokter
yang memeriksanya untuk melakukan isolasi diri di rumahnya. “Sebelumnya pasien
sudah melakukan pemeriksaan secara mandiri di RSPAD Gatot Subroto, hal itu ia
lakukan sebagai bentuk aware pasien terhadap wabah virus Corona yang sedang
marak saat ini, merasa kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, akhirnya Mas
Leo meminta dirinya untuk segera dirujuk ke RSUD Cibinong, guna mendapatkan
penangan lebih lanjut, yang bersangkutan juga sebetulnya memiliki riwayat sakit
ispa,” terangnya.
Perihal kondisi pasien, Dicky mengatakan informasi yang
didapat keluarga, sejauh ini kondisinya terus menunjukan perkembangan yang baik,
tapi masih dalam tahap pemulihan. “Kami pihak keluarga memohon doa dan
dukungannya dari masyarakat Kabupaten Bogor, untuk Mas Leo bisa kuat dalam
melewati cobaan ini, dan segera diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul
kembali bersama keluarga dan bisa kemabali menjalankan tugasnya sebagai wakil
rakyat di DPRD Kabupaten Bogor,” harapnya.
Dicky mengatakan, ia mendapat pesan dari Mas Leo untuk disampaikan
kepada masyarakat Kabupaten Bogor, untuk tetap waspada dan secara mandiri
menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan kelurga. “Selain
itu Mas Leo juga meminta masyarakat Kabupaten Bogor, untuk mematuhi segala instruksi
yang dikeluarkan pemerintah, karena menurutnya hal itu sangat penting memutus
penyebaran wabah Covid-19,” pungkasnya.
Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto mengatakan, dari total 55 anggota legislatifnya
itu ada satu orang yang kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam
dugaan kasus wabah virus Corona (Covid-19). “Statusnya adalah Pasien Dalam
Pengawasan ya, belum positif terjangkit virus Corona atau Covid-19,” kata Rudi
kepada Wartawan, Minggu (22/3).
Ia menerangkan, status PDP terhadap satu anggotanya itu
berawal dari L (Inisial,red) pada Rabu 18 Maret 2020 lalu yang bersangkutan
melakukan check up (cek kesehata) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)
Gatot Subroto Jakarta. “Di RSPAD Gatot Subroto itu menyatakan bahwa beliau
statusnya adalah PDP dalam kasus wabah virus Covid-19. Dan harus masuk di ruang
Isolasi,” ungkapnya.
Menurutnya, akibat penuhnya ruang isolasi di RSPAD Gatot
Subroto membuat anggotanya itu melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya
tersebut. “Karena ruang Isolasi penuh di RSPAD itu, maka pihak RS menyarankan L
ini untuk isolasi mandiri di kediamannya,” bebernya.
Rudi yang merupakan politisi Gerindra itu melanjutkan,
ketika anggota legislatifnya itu melakukan isolasi mandiri di kediamannya
hingga Kamis (19/3), namun merasa ada kekhawatiran mendalam terhadap penyakit
yang dideritanya itu membuat L meminta untuk di rujuk di RSUD Cibinong,
Kabupaten Bogor.
“Setelah di rujuk ke RSUD Cibinong yang telah menyiapkan
ruang isolasi bagi anggota kami ini, dan sampai hari ini kami masih menunggu
hasil uji tes laboratorium terhadap pasien L yang berstatus PDP tersebut,”
jelasnya.
Dengan persoalan ini, sambungnya, dirinya secara pribadi
sangat berharap bahwa informasi hasil dari tes lab itu bahwa L dinyatakan
negatif terjangkit virus Covid-19 yang kini sedang melanda Indonesia.
“Tapi alhamdulillah, menurut tim perawat RSUD Cibinong bahwa kemungkinan indikasi ke arah positif Corona sangat agak jauh lebih banyak mengarah ke permasalahan saluran pernafasan,” tutupnya.
Gita Purnama | Noverando H