29.2 C
Bogor
Monday, July 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 153

Perkenalkan Tugas Polisi, TK RA IRFA Kunjungi Mapolsek Cigudeg

0

jurnalinspirasi.co.id – Mapolsek Cigudeg Polres Bogor mendapat kunjungan puluhan anak- anak TK RA IRFA yang berlokasi di Pondok Bujang Desa Kalong 1, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Kunjungan tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan TK RA IRFA ke markas korp seragam cokelat tersebut.

Didampingi beberapa guru, puluhan murid TK RA IRFA disambut langsung ketiga anggota Polsek Cigudeg yakni, Bripka Debi Trianto, Bripka Asep dan Bripka Gagan Ginanjar.

“Polisi sahabat anak, tujuannya  tak lain untuk mengedukasi dan mengenalkan  apa yang menjadi tugas kepolisian. Tentunya, anak anak TK ini agar lebih dekat dengan polisi,” ujar Bripka  Debi Trianto, Selasa (30/9/2025).

Edukasi ini  lanjutnya,  sekaligus memperkenalkan perlengkapan yang sering dipergunakan dalam pelaksanaan tugas di kepolisian. Salah satu murid TK dikenalkan seperti fungsi keberadaan rambu-rambu lalu lintas.

“Polisi sahabat anak  merupakan program Polri guna membina dalam menumbuhkan kedisiplinan di usia dini,” timpal Bripka Asep.

“Kegiatan ini untuk memupuk pengetahuan, karena kedepan anak anak TK ini yang akan melanjutkan dimasa mendatang,” tambah Bripka Gagan Ginanjar

Polisi Sahabat Anak juga bagian dari program salah satu membangun kedekatan anggota polisi dengan anak-anak TK/PAUD.

Sementara, Kepala sekolah TK/PAUD RA IRFA Rini Hernawati, S.E.I mengaku senang agenda rutin tahunan bisa berkunjung ke kantor Polsek Cigudeg. Selain ke Polsek, murid binaanya di  TK IRFA juga dikenalkan  dan diedukasi oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berkantor di wilayah Leuwiliang.

“Semoga kolaborasi, baik Polsek Cigudeg maupun Damkar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Keluarga Korban Kebakaran Glodok Plaza Kehilangan Dian Cahyati

0

Jurnalinspirasi.co.id – Ade Mulyani wanita 40 tahun hingga kini masih mencari adiknya yang diduga hilang akibat kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta pada 15 Januari 2025 lalu.

“Sampai saat ini saya masih kehilangan jejak adik saya Dian Cahyanti usia 28 tahun. Kemungkinan hilang saat kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta pada 15 Januari 2025,” ujar Ade Mulyani kepada Jurnal Bogor, Selasa (30/9/2025).

Ade menjelaskan, saat kejadian Dian Cahyanti terakhir komunikasi dengan Syaripudin, adik bungsu Ade Mulyani. Dian Cahyanti dikenal sebagai pekerja swasta oleh keluarga dan kebetulan sedang bersama teman-temannya ke Glodok Plaza.

“Komunikasi terakhir 13 Januari 2025 dengan adik bungsu saya Syarifudin,” kata Ade.

Ade berharap dengan pemberitaan di Jurnal Bogor ini pihak keluarga dapat menemukan kejelasan mengenai keberadaan adiknya, Dian Cahyanti. Ciri-ciri Dian Cahyanti memiliki tinggi badan 170cm dengan berat badan diperkirakan sekitar 57 kilogram. Rambut hitam panjang sepunggung berkulit putih.

“Kami sudah menunggu hampir setahun tentang keberadaan adik saya. Kami berharap keluarga dapat kepastian status adik saya, apakah menjadi korban kebakaran atau hilang kemana bisa kami ketahui keberadaannya,” tandas Ade. (Herry Setiawan)

KPAID Kota Bogor Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah

0

Bogor, – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor menggelar kegiatan sosialisasi di SDN Bubulak 1 Kota Bogor dengan tema “Pemenuhan Hak Anak dan Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan”.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, dan Komisioner KPAID, Rani Nurmega, sebagai narasumber. Dalam paparannya, KPAID menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan lingkungan ramah anak, terutama di sekolah sebagai ruang kedua setelah keluarga.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Di sinilah anak-anak belajar dan berkembang. Maka penting bagi semua pihak untuk memastikan tidak ada kekerasan maupun bullying yang terjadi di satuan pendidikan,” ujar Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, Senin (30 /09/ 2025).

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh siswa-siswi SDN Bubulak 1 selama kegiatan berlangsung. Materi sosialisasi disampaikan dengan cara menarik dan mudah dipahami, mulai dari pengenalan berbagai bentuk kekerasan, penjelasan tentang bullying, hingga langkah-langkah pencegahan dan cara menghadapi situasi agar tidak menjadi korban.

Komisioner KPAID Kota Bogor, Rani Nurmega, menambahkan bahwa penting bagi anak-anak untuk berani berbicara. “Jika mengalami atau menyaksikan peristiwa bullying maupun kekerasan, jangan ragu untuk melapor. KPAID Kota Bogor selalu siap mendampingi dan melindungi anak-anak,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, KPAID Kota Bogor berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya pemenuhan hak anak dan upaya bersama dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang ramah anak, mendukung proses belajar, dan memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.( Wawan Hermawanto)

Kobarkan Api Semangat Bela Negara, Kementan Teguhkan Tekad CPNS Jadi Garda Depan Kedaulatan Pangan Bangsa

0

jurnalinspirasi.co.id – Kesadaran berbangsa dan bernegara, rasa cinta tanah air, serta keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara adalah nilai-nilai bela negara yang harus terus dipupuk dalam diri setiap aparatur.

Dalam rangka memperkuat hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menorehkan momentum penting melalui prosesi sakral Api Semangat Bela Negara (ASBN) pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang VIII Tahun 2025.

Sebanyak 400 peserta CPNS lingkup Kementan mengikuti kegiatan ini secara virtual, Senin (29/09/2025). Prosesi ini menjadi pengingat bahwa aparatur pertanian bukan hanya penggerak administrasi, tetapi bagian dari garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan, bela negara bagi ASN Kementan bermakna hadir nyata untuk rakyat.

“Kita adalah garda depan dalam memastikan petani sejahtera, sawah tetap hijau, dan hasil bumi melimpah untuk rakyat Indonesia. Bela negara adalah hadir bersama petani, mendukung ketahanan pangan, dan menjadikan setiap butir padi serta setiap tetes keringat petani sebagai bagian dari kejayaan bangsa,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa ASBN merupakan momentum sakral yang meneguhkan identitas ASN pertanian.

“Semangat bela negara harus menjadi napas dalam bekerja. ASN Kementan adalah penggerak ketahanan pangan nasional sekaligus benteng pertahanan bangsa dalam menghadapi tantangan global,” ujar Santi.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, selaku penyelenggara pelatihan, menekankan bahwa Api Semangat Bela Negara adalah simbol tekad dan pengabdian.

“Api bisa padam, tetapi semangatnya tidak boleh mati. ASN Kementan harus menjaga kobaran semangat ini di setiap langkah, dengan disiplin, integritas, dan dedikasi untuk petani dan pangan Indonesia,” jelas Sukim.

Rangkaian prosesi ASBN berlangsung khidmat dengan pengucapan ikrar bela negara, pembacaan Pancasila, puisi, dan doa bersama. Meski digelar virtual, suasana tetap terasa sakral, membangkitkan haru dan tekad dari para peserta untuk mengabdi sepenuh hati bagi bangsa.

Melalui prosesi ini, Kementan berharap lahir ASN CPNS yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga teguh dalam semangat bela negara, siap menjaga kedaulatan pangan, dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

(Restu/BBPMKP)

Marak Keluhan, KDM Bentuk Satgas MBG

0

jurnalinspirasi.co.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya bakal membentuk Satuan Petugas (Satgas) Pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Lelaki yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu mengatakan bahwa Satgas MBG bertugas untuk mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan. Mulai dari penyiapan bahan baku, proses memasak, waktu pengolahan hingga distribusi makanan.

“Ya, sampai mencicipi juga. Jadi yang mencicipi tidak boleh guru, melainkan tim yang melakukan pemeriksaan kelayakan bahan pangan,” ujar KDM usai rapat koordinasi program strategis nasional MBG bersama para kepala daerah se-Jawa Barat di Bale Pakuan, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Senin (29/9/2025).

Menurut KDM, Pemprov Jawa Barat juga akan membentuk lembaga aduan di setiap kabupaten dan kota, yang berfungsi menerima laporan terkait kualitas maupun kuantitas makanan yang disajikan di sekolah.

“Guru atau siswa boleh mengadukan soal kualitas makanan, porsi, maupun penyajiannya. Penyedia MBG wajib mematuhi ketentuan porsi senilai Rp10 ribu. Kalau berkurang, implikasinya ada tiga, sanksi administratif, penghentian sebagai mitra, hingga pidana korupsi,” ungkap dia.

Politisi Gerindra itu menyatakan bahwa pengawasan yang ketat ini dilakukan agar program MBG berjalan sesuai tujuan.

“Jadi hal itu menjadi fokus kami, sehingga penyelenggaraan MBG ke depan lebih baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin (JM) mengapresiasi langkah Gubernur Jabar mengumpulkan seluruh kepala daerah untuk menyamakan persepsi terkait program MBG.

“Banyak kasus keracunan dan keluhan masyarakat, perlu ada respon yang baik. Selama ini Perpres 83 tentang BGN kurang menegaskan kewenangan daerah. Pertanyaannya, sejauh mana peran Pemkot Bogor dalam mengawasi SOP di dapur-dapur MBG,” ucap JM.

Kata dia, langkah untuk membentuk Satgas pengawasan adalah langkah tepat untuk percepatan pelaksanaan program baik.

Lebih lanjut, JM menekankan pentingnya peran daerah dalam mencegah terjadinya kelalaian. Sebab, tak menutup kemungkinan ada dapur yang lalai.

“Ada kemungkinan menu kurang layak, bahkan menyebabkan keracunan. Itu yang harus diperbaiki. Kami minta ke BGN agar jelas tupoksi kami dalam membantu pengawasan program yang sangat baik ini,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Kabupaten Bogor Lepas 30 Atlet Difabel ke PEPARPEDA IV Jawa Barat 2025, Target Juara Umum dengan 20 Medali Emas

0

Jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi melepas kontingen atlet difabel yang akan berlaga pada ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IV Jawa Barat Tahun 2025 di Bandung.
Pelepasan kontingen dipimpin langsung oleh Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, di halaman Kantor Dispora, Senin (29/9/2025).
“Asupan semangat hari ini luar biasa. Pelepasan atlet ini bukan hanya momen seremonial, tetapi juga bentuk dukungan penuh Pemkab Bogor bagi atlet difabel yang akan bertanding membawa nama baik daerah,” ujar Asnan.
Asnan juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor atas perhatian dan dukungan yang konsisten terhadap pengembangan olahraga, termasuk bagi para atlet disabilitas. Dalam apel tersebut, turut dilakukan pelepasan simbolis ‘Api Semangat PEPARPEDA IV 2025’ sebagai dukungan moral bagi para atlet.
Asnan berpesan agar atlet, pelatih, dan official menjaga semangat, kesehatan, serta kekompakan selama kompetisi.
“Saya yakin teman-teman atlet memiliki semangat tinggi, percaya diri kuat, dan cita-cita besar untuk membawa Kabupaten Bogor meraih juara umum,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, optimistis Kabupaten Bogor mampu meraih gelar juara umum.


“Kami menargetkan 20 medali emas dari berbagai cabang olahraga. Persiapan atlet sudah maksimal dengan pemusatan latihan intensif, terutama di Sentra Olahraga Disabilitas (SOD),” ungkapnya.
Misbah juga memberikan apresiasi kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, atas dukungan nyata yang selalu diberikan.
“Terima kasih Pak Bupati Rudy Susmanto atas perhatian dan semangat yang terus diberikan kepada atlet disabilitas. Bapak istimewa,” ujarnya.
Ketua Kontingen Kabupaten Bogor, Hendarsah, menambahkan bahwa kontingen terdiri dari 75 orang, termasuk 30 atlet yang akan berlaga di empat cabang olahraga: atletik, renang, bulu tangkis, dan tenis meja.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bupati Bogor atas dukungan luar biasa yang diberikan kepada para atlet difabel,” pungkas Hendarsah.(*)

Rampok Berkedok Polisi Gadungan Diciduk Polresta Bogor Kota

0

jurnal inspirasi.co.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Bogor Barat. Dua tersangka berinisial AK dan WA, keduanya berusia 37 tahun, ditangkap setelah diduga merampok dua pemuda dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/676/IX/2025/SPKT/POLRESTA BOGOR KOTA/POLDA JAWA BARAT, tertanggal 24 September 2025. Pelapornya adalah Ubaedilah, yang juga merupakan saksi dalam kejadian tersebut.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Pancasan, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Saat itu, dua korban, yakni Muhamad Aditia dan Ahmad Hasbi Kholiq, tengah beristirahat di pinggir jalan setelah mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi B-5121-BIY.

Tiba-tiba, dua orang pria yang mengendarai sepeda datang menghampiri dan mengaku sebagai anggota polisi. Keduanya menuduh korban hendak melakukan transaksi narkoba, lalu menodongkan senjata api dan memborgol tangan korban.

Setelah membuat korban tak berdaya, pelaku merampas sejumlah barang berharga, seperti satu unit sepeda motor Honda Scoopy, dua helm, dua pasang sepatu, dua buah tas, dua unit handphone, serta uang tunai Rp700 ribu.

“Pelaku menggunakan modus berpura-pura sebagai anggota kepolisian untuk menuduh korban memakai narkoba, lalu menodongkan senjata api, memborgol, dan merampas barang-barang korban,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, dalam konferensi pers, Senin (29/9/2025).

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepucuk senjata api rakitan jenis revolver, lima butir peluru kaliber 38mm, satu borgol, dua handphone milik pelaku, satu unit motor Honda Scoopy milik korban, dua buah helm, dua pasang sepatu, dan dua buah tas milik korban, serta satu unit sepeda motor milik pelaku.

Polisi juga menyatakan bahwa korban mengalami trauma akibat tindak kekerasan yang dialaminya.

Kedua pelaku kini dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara minimal 9 tahun dan maksimal 12 tahun. Saat ini, pelaku telah ditahan di Rutan Polresta Bogor Kota.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui atau mengalami tindakan kriminal dengan menghubungi Call Center 110. Masyarakat juga diminta aktif menjaga keamanan lingkungan melalui peran serta dalam sistem keamanan lingkungan (siskamling).

“Langkah selanjutnya adalah pemberkasan perkara dan pengiriman berkas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

TP PKK Cicantayan Raih Juara 2 Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kabupaten Sukabumi

0

jurnalinspirasi.co.id – TP PKK Kecamatan Cicantayan berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal non beras dan non terigu tingkat Kabupaten Sukabumi. Ajang ini diikuti 18 kecamatan dari tujuh wilayah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/9/25).

Tim PKK Cicantayan, yang dipimpin Ketua TP PKK Lilih Resmiati, S.Tr.Keb., SKM., M.Si., menampilkan menu inovatif berbahan dasar pangan lokal yang dipadukan dengan prinsip B2SA. Menu tersebut dinilai unggul dalam aspek gizi, penampilan, serta kreativitas penyajian.

“Capaian ini adalah wujud nyata dari kerja sama tim sekaligus komitmen kami untuk mengedukasi masyarakat, bahwa pangan lokal bisa menjadi pilihan utama yang sehat, bergizi, dan berdaya saing,” ujar Lilih Resmiati usai menerima penghargaan.

Dalam lomba yang berlangsung meriah ini, para peserta menyajikan beragam menu sehat sebagai alternatif pengganti nasi dan tepung terigu. Dewan juri menilai berdasarkan kandungan gizi, rasa, estetika, hingga keterjangkauan menu bagi masyarakat.

Prestasi TP PKK Cicantayan menjadi bukti bahwa inovasi pangan lokal mampu bersaing di tingkat kabupaten. Lilih menegaskan, penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus mendorong gerakan diversifikasi pangan.

“Prestasi ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal agar masyarakat semakin sadar bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari meja makan keluarga dengan memanfaatkan sumber daya lokal,” tambahnya.

Melalui capaian tersebut, TP PKK Kecamatan Cicantayan memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi.

(Yudi)

Pemkot Bogor Usul Tambah SMA Negeri, Bapperida Ajak KCD Survei Lahan

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya menambah jumlah SMA Negeri, salah satunya dengan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk membangun sekolah baru di ‘Kota Hujan’.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi melakukan survei lapangan calon lokasi Unit Sekolan Baru (USB) untuk SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor. Survei dilakukan bersama perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Provinsi Jawa Barat.

Titik lokasi pertama survei adalah lahan yang berlokasi di KelurahanKayu Manis, Tanah Sareal. Lahan ini merupakan asset Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan luas 5.327 meterpersegi dan tidak berada jauh dari jalan raya.

“Lokasi ini termasuk yang ideal untuk dibangun USB SMA/ SMK Negeri baik dari aspek luasan dan kondisi lahan yang cenderung datar. Hasil analisis Badan Informasi Geosapasial (BIG) lokasi di Kelurahan Kayumanis ini memenuhi banyak kriteria untuk dibangun USB SMA/ SMK Negeri. InsyaAllah, pas untuk SMA Negeri 11 Kota Bogor,” ujar Rudy, baru-baru ini.

Titik kunjungan lapangan berikutnya adalah lahan yang terletak di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Dengan luasan 6.330 meter persegi, lokasi ini berhadapandengan Puskesmas Pembantu Villa Duta. Namun akses masuk menuju lokasi hanya bisa diakses kendaraan roda dua.

“KCD memberikan catatan soal akses jikadi lokasi ini dijadikan SMA/ SMK Negeri. Nanti, kita akandiskusikan secara khusus,” lanjut Rudy.

Titik terakhir kunjungan adalah lahan seluas kurang 8.900 meter persegi di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Lokasinya bersebelahan dengan GOR Bogor Selatan.

Menurut Rudy, lokasi ini memiliki nilai plus karena sudahmemiliki kawasan olahraga terpadu yang nanti bisadimanfaatkan oleh peserta didik SMA/ SMK Negeri baru.

Rudy mengatakan bahwa pembangunan unit sekolah baru untuk level SMA dan SMK Negeri di Kota Bogor, memang telah menjadi prioritas kota. Saat ini, di Kota Bogor terdapat 10 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri dengan daya tampung sebanyak 5.148 peserta didik.

“Jumlah ini jauh dari ideal jikadibandingkan dengan jumlah peserta didik yang duduk di kelas 3 SMP Negeri dan SMP Swasta yang rata-rata pertahunnya mencapai 13.661 peserta didik,” katanya.

Ketimpangan ini yang telah melahirkan masalah tahunan ketika proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tengah masih tingginya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMA atau SMK Negeri,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Bogor sudah tiga kali mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Barat terkait penting urgent-nya USB SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor.

“Alhamdulilah harapan warga Kota Bogor telah direspondengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam tahunanggaran 2026. Semoga kehadiran USB SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor dapat berperan meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Bogor yang sampai sekarang masih di angka 10,71 tahun,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Soto Mie Bogor Kuliner Legendaris yang menggugah selera

0

Bogor – Di saat berkunjung ke bengkel Rifky AC. depan toko bangunan sinar abadi atau sebelah bank bri, Jl. Pahlawan, RT.002/RW.008, Empang milik Salah satu Kawan di Club Mobil Calsic Bogor Raya di suguhi Soto mie Bogor yang Mantap Soto Mie Raka Rai makana Kesukaannya di jalan Bondongan kota Bogor
ibu Ita Pemilik usaha Soto mie Raka Rai memang sudah lama berjualan Soto mie Raka Rai, Senin (29/9/2025).

Soto mie Bogor memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dari soto mie lainnya. Kuah soto mie Bogor memiliki rasa gurih dan segar, dengan aroma rempah yang khas. Kuah ini biasanya dibuat dari kaldu ayam atau sapi, ditambah dengan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan bawang putih,Mie kuning yang digunakan adalah mie telur yang lembut dan kenyal. Mie ini biasanya direbus hingga matang dan dicampur dengan kuah soto.
Soto mie Bogor biasanya dilengkapi dengan isian seperti daging ayam atau sapi, telur rebus, tauge, kol, dan daun bawang. Beberapa penjual juga menambahkan irisan kentang, tahu goreng, atau bakso.disajikan dengan sambal, yang menambah cita rasa pedas dan gurih pada hidangan ini.
menawarkan sensasi kuliner yang tak terlupakan. Kuah yang gurih, mie yang lembut, dan isian yang lengkap menciptakan perpaduan rasa yang sempurna. Hidangan ini cocok dinikmati di pagi hari sebagai sarapan, atau di siang hari sebagai makan siang yang mengenyangkan seperti saat ini ( Wawan Hermawanto)