25.7 C
Bogor
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1515

Penanganan Sampah di Tingkat Desa Masih Lemah

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Kondisi sampah di tingkat desa hingga kini masih lemah penanganannya. Terbukti, sudut-sudut desa apalagi yang jauh dari pemukiman penduduk kini menjadi tempat pembuangan sampah. Jalan alternatif Cikopo Selatan merupakan ruas jalan yang menjadi sasaran para pembuang sampah yang datang dari berbagai daerah.

Menurut beberapa saksi mata, para pembuang sampah itu memanfaatkan waktu di saat gelap. Pagi setelah subuh merupakan waktu yang selalu dipakai untuk membuang sampah. “Kita sering melihat kendaraan mobil atau motor menurunkan karung atau kantong plastik berisikan sampah. Coba kita lihat sendiri, jalanan Cikopo Selatan pinggirannya dipenuhi oleh onggokan sampah. Dan jika turun hujan, sampah itu hanyut ke kalii,” ujar Edi, warga Kuta, Megamendung.

Terkait masih banyaknya pembuang sampah secara sembarangan, penegakan hukum melalui perda Kabupate Bogor harus kembali diterapkan. Satuan tugas pemantau pembuang sampah secara sembarangan harus kembali disiagakan. “Dulu kita sempat dengar ada satgas untuk menangkap para pembuang sampah secara sembarangan. Coba itu fungsikan kembali dan tangkaplah para pembuang sampah yang mengotori pinggiran jalan atau tempat tempat umum lainnya,” pinta Hamdan, warga Sukamanah.

Sementara itu, terkait sampah yang ditangani oleh pihak UPT Kebersihan Ciawi, hanyalah sampah yang berbayar. Sampah-sampah yang liar diabaikan begitu saja. Sampah liar itu hanya menghilang jika terbawa luapan air hujan yang berdampak terjadinya bencana banjir di hilir sungai.

** Dadang S

Malas Sikat Gigi Hati-hati Kanker

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Malas menyikat gigi tak hanya dapat menyebabkan masalah gusi, bau mulut atau gigi berlubang. Tak menyikat gigi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker di kemudian hari. Hal ini terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti Amerika Serikat selama 20 tahun.

Dikutip RMOL, Selasa (21/7) dari laman Mail Online, dalam studi ini, ditemukan bahwa penyakit gusi dan orang-orang yang kehilangan gigi memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kanker. Studi ini melibatkan 98.459 perempuan dan 49.685 laki-laki selama lebih dari 20 tahun. Dalam masa peninjauan 22-28 tahun, ditemukan 199 kasus kanker esofagus dan 238 kasus kanker lambung pada para partisipan tersebut.

Hasil studi mengungkapkan bahwa orang dengan penyakit gusi memiliki risiko 43 persen lebih tinggi terhadap kanker esofagus. Selain itu, penyakit gusi juga berkaitan dengan risiko kanker lambung 52 persen lebih tinggi.

Orang-orang yang kehilangan dua gigi atau lebih juga memiliki risiko kanker esofagus 42 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tak kehilangan gigi. Mereka juga memiliki risiko kanker lambung 33 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tak kehilangan gigi.

Orang dengan penyakit gusi dan tak kehilangan gigi atau orang dengan penyakit gusi dan kehilangan satu gigi atau lebih memiliki peningkatan risiko kanker esofagus sebesar 59 persen dibandingkan orang-orang tanpa riwayat penyakit periodontal dan tak mengalami kehilangan gigi. Kedua kelompok tersebut juga memiliki risiko kanker lambung yang lebih tinggi yaitu 50 persen dan 68 persen.

Studi terdahulu telah menemukan adanya hubungan antara bakteri yang ditemukan di mulut dengan kanker esofagus. Beberapa contohnya adalah bakteri tannerella forsythia dan porphyromonas gingivalis.

Selain itu, tim peneliti menilai kebersihan gigi dan mulut yang buruk serta penyakit gusi dapat mendorong pembentukan bakteri yang diketahui dapat menyebabkan kanker lambung.

ASS |*

Data e-Rekap KPU Rawan Dibobol Hacker

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerapkan rekapitulasi elektronik (e-rekap) pada Pilkada Serentak 2020 mendapat tantangan berat. KPU dituntut terlebih dulu membenahi kendala sistem teknologi informasi (TI) yang dimiliki agar tidak mudah dibobol hacker.

Dikutip dari Sindonews, Selasa (21/7), keamanan sistem siber KPU kembali mendapat sorotan setelah diretas pekan lalu. Saat itu server KPU lumpuh dan tidak bisa diakses sama sekali. Padahal, hari itu sedang digelar peluncuran “Gerakan Klik Serentak” secara nasional melalui laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Program ini merupakan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Serentak 2020 yang mulai dilaksanakan Rabu (15/7). Gerakan klik serentak merupakan kanal informasi daring berupa website yang bisa diakses masyarakat untuk mengecek kecocokan datanya. Namun, akibat situs tersebut lumpuh selama lebih tiga jam, klik serentak tersebut akhirnya batal dilakukan.

Kejadian ini menambah panjang kasus peretasan yang dialami lembaga penyelenggara pemilu ini. Pada Mei lalu publik Tanah Air juga dibuat heboh karena jutaan data warga yang terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014 bocor dan diperjualbelikan di forum pasar gelap para peretas.

KPU diminta tidak memandang enteng kejadian peretasan ini. Pasalnya, itu akan memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap hasil pilkada atau pemilu. Bahkan, teror peretasan ini selayaknya membuat KPU selaku penyelenggara pemilu ketar-ketir. 

ASS |*

Ronaldo Lebih Tertarik Scudetto

0

Milan | Jurnal Inspirasi

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, baru saja mencetak rekor individu terbaru usai membantu timnya membenamkan Lazio 2-1 dalam lanjutan Serie A, Selasa (21/7) dini hari. Hasil ini juga memperkokoh Juve posisi di puncak klasemen sementara Liga Seri A. Bukan itu saja, Juve juga mengukuhkan Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak seri A.

Pada laga itu, dua gol dicetak Ronaldo menit 51 melalui tendangan penalti. Tiga menit kemudian, ia mencetak gol lagi hasil umpan Paulo Dybala. Pada menit 83 giliran Lazio memperoleh penalti dan sukses dicetak Immobile.


Dengan mencetak dua gol dalam pertandingan itu, Ronaldo menyamai Ciro Immobile dengan 29 gol. Ronaldo kini lebih tertarik membicarakan peluang Bianconeri meraih Scudetto. Meski Ronaldo baru saja mencatatkan rekor terbaru usai menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol di Serie A, LaLiga, dan Premier League. Khusus di Serie A, dia menjadi pemain tercepat yang menorehkan rekor tersebut lantaran hanya butuh 61 penampilan.

Ronaldo lebih tertarik membicarakan peluang Juventus mempertahankan gelar juaranya musim ini saat diwawancarai wartawan. Baginya, rekor itu tak lebih penting ketimbang membawa timnya meraih gelar di akhir musim.

“Rekor memang penting, tapi hal yang terpenting adalah tim memenangkan pertandingan. Kami adalah tim yang fenomenal dan kami menunjukkan itu di laga ini. Walaupun kami harus tetap ada peningkatan,” ujar pesepakbola asal Portugal dikutip dari Vivanews.

“Hal itu (mencetak gol) selalu menyenangkan. Tapi, gelar Capocannoniere (top skor) adalah proses alami yang muncul sebagai konsekuensi dari mencetak gol untuk membawa tim memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Kemenangan atas Lazio membuat Juventus kini mengoleksi 80 poin, unggul delapan poin dari Inter Milan yang berada di peringkat kedua. Meski begitu, masih ada empat laga lagi yang harus dilalui sebelum kompetisi usai dan mengunci gelar juara kesembilan secara beruntun.

“Masih ada empat laga lagi, kami tak boleh lengah dan sadar kalau Serie A adalah kompetisi yang sulit,” tutur mantan pemain Real Madrid dan Manchester United.

ASS |*

BBPP Batu Giring BPP Kepanjen Jadi Model Kostratani

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Dalam mewujudkan kedaulatan pangan, Kementan tak bertindak sendiri tetapi harus melibatkan semua komponen anak bangsa melalui gubernur, bupati, sampai pada level kecamatan. Dengan demikian  pembangunan pertanian bisa lebih maju sehingga semua program yang ada di Kementan akan mendorong peningkatan produktivitas.

Konstratani merupakan program Kementerian Pertanian untuk lebih mengoptimalkan peran Balai Penyuluh Pertanian yang ada di daerah-daerah. Diantaranya, menggerakan para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kecamatan untuk lebih proaktif dalam mendampingi petani agar petani terus memiliki semangat dalam melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal dan maksimal peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), merupakan program utama Kementan yang  digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sebuah gerakan pembaharuan dimana pembangunan pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat Kecamatan. Kostratani akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian yang melibatkan seluruh pelaku pertanian yang ada di Kecamatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan untuk membangun BPP model kostratani, kesiapan sarana dan prasarana di BPP mulai dari jaringan listik, telepon dan internet menjadi suatu keharusan tersedia, karena penyampaian data dan informasi terhubung dengan Agriculture War Room (AWR).

Lebihlanjut Dedi mengatakan Kostratani harus terus berjalan ketidaktersediaan anggaran jangan dibuat alasan untuk tidak terus berusaha membangun BPP. kalau berpikirnya hanya biasa biasa saja itu sudah biasa, sekarang harus berpikir yang luar biasa. Selain itu, penyuluh millenial pun harus ada di dalam BPP yang menjadi Kostratani. Karena keberadaan penyuluh millenial menjadi tujuan dari pembangunan pertanian di masa depan.

Penyuluh dalam Kostratani harus mampu menjadi insan yang handal, tekun, dan profesional. Penyuluh milenial juga harus selalu meng-update teknologi informasi serta mengusai dan mampu mengoperasionalkan seluruh perangkat system yang dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian. Pembinaan PPL, Duta Milenial tetap berjalan melalui berbagai kegiatan seperti on line sistem, Bertani On Cloud, ngobras, sapa petani dan lain-lain.

Menyikapi arahan tersebut, Kepalai Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono S.Pt.M.Si, mengatakan sosialisasi merupakan program jangka pendek dari Kementan demi segera mewujudkan kedaulatan pangan dan terdapat sinergi yang tepat mulai dari pusat hingga daerah sesuai harapan Menteri Pertanian.

Sosialisasi BPP Model kostratani langkah awal untuk membawa BPP Kepanjen menatap masa depan untuk membawa masyarakat tani menuju kedaulatan pangan dan sekaligus menjadi contoh untuk penyuluh, petani dan masyarakat lainnya termasuk juga menjadi percontohan untuk BPP lainnya.

T2S/WH

Dana Kemendikbud yang Disorot, Ada Kategori Gajah, Macan dan Kijang

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Dana hibah ratusan miliar untuk organisasi pendidikan milik perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang dikucurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat sorotan. Mendikbud Nadiem Makarim menganggarkan hingga Rp595 miliar untuk program Organisasi Penggerak. Sejauh ini jumlah peserta yang lolos seleksi evaluasi ada 183 organisasi.

Hibah dana tersebut diberikan dalam program Organisasi Penggerak yang dibuat Nadiem untuk digunakan dalam pelatihan guru dan kepala sekolah. “Ketika saya telaah saya agak heran, organisasi seperti [Yayasan Bhakti] Tanato dan Sampoerna Foundation juga melamar dan memperoleh dana gajah,” ujar salah satu penggagas Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika, Ahmad Rizali.

Program ini dilakukan dengan melibatkan organisasi masyarakat sebagai pihak yang membuat dan mengelola pelatihan guru. Ormas diseleksi dengan cara mengirimkan proposal rencana pelatihan yang dievaluasi Kemendikbud.

Jika lolos seleksi, maka organisasi masyarakat bakal diberi dana yang besarnya sesuai kategori. Kategori gajah diberi dana hingga Rp20 miliar, kategori macan dengan dana hingga Rp5 miliar, dan kategori kijang dengan dana hingga Rp1 miliar.

Ahmad yang juga mengikuti seleksi tersebut mengatakan keputusan Kemendikbud meloloskan kedua organisasi itu pada kategori gajah dinilai tidak elok, karena keduanya merupakan organisasi CSR. “APBN tidak pantas dihibahkan kepada organisasi yang didirikan dengan semangat membangun CSR, karena mereka akan memperoleh keringanan pajak dari dana yang disisihkan oleh perusahaan induk,” lanjutnya.

Ia menilai seharusnya Kemendikbud memberikan kesempatan tersebut pada organisasi masyarakat yang benar-benar berkecimpung di dunia pendidikan. Dari data organisasi masyarakat yang lolos evaluasi proposal, Yayasan Putera Sampoerna lolos pada kategori Macan dan Gajah. Yayasan ini milik PT HM Sampoerna Tbk.

Sedangkan Yayasan Bhakti Tanoto lolos pada kategori gajah sebanyak dua kali. Pertama untuk pelatihan guru SMP, dan kedua untuk guru SD.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Tenaga Guru dan Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan pihaknya tidak ikut campur dalam teknis seleksi peserta Organisasi Penggerak.

“Kami melibatkan lembaga independen [untuk seleksi proposal pelatihan], yaitu Smeru Research Institute. Penentuan ormas yang lolos dilakukan di mana Kemendikbud tidak intervensi,” katanya melalui konferensi video.

Ia pun menegaskan pihaknya juga sangat berhati-hati dalam menjalankan program ini karena melibatkan uang negara hingga ratusan miliar. Untuk itu, ia menekankan seleksi dilakukan secara objektif tanpa memandang asal organisasi.

“Dalam konteks implementasinya nanti juga sama. Keterlibatan Itjen dan juga organisasi yang nanti kita libatkan, seperti KPK juga penting untuk memastikan dana yang diberikan untuk peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Pelatihan ini ditargetkan untuk menunjang kemampuan literasi dan numerasi guru serta kepala sekolah. Literasi dan numerasi adalah salah dua aspek yang ditekankan dalam asesmen kompetensi dan survei karakter yang menjadi pengganti ujian nasional (UN).

ASS |*

Siap-siap Saja Operator Ojol Disanksi, Jika Tidak Melakukan Ini

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap operator ojek online (ojol) yang drivernya tidak menjalankan protokol kesehatan berupa penggunaan partisi (penyekat) saat mengangkut penumpang.

“Ojol yang telah berkomitmen menggunakan partisis tetapi belum melaksanakan, kita akan rencanakan memberikan sanksi berupa penutupan sementara,” ujar Dedie.

Menurut dia, sanksi juga akan dijatuhkan kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen menerapkan protokol kesehatan. Tetapi tidak melaksanakan dengan maksimal dan konsisten.

“Untuk anksinya tentu kita bukan hanya menunggu atau  menjabarkan regulasi dari Pemprov Jabar melalui Pergub yang akan berlaku pada 27 Juli mendatang. Namun juga berupa pemberian izin atau tidak terhadap pusat ekonomi yang tak menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Kata Dedie, sejak 2 Juli lalu pemerintah sudah memberi kelonggaran terhadap kegiatan usaha seperti restoran, ojol, penyelenggaraan resepsi pernikahan dan lain-lain. “Jadi untuk itu kami meminta mereka tetap menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dedie menyatakan bahwa pada pekan ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha yang telah dilonggarkan. “Termasuk ojol pun akan kami evaluasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya menyatakan bahwa pihaknya bersama DPRD dan unsur Forkopimda lain akan turun ke wilayah untuk mengkampanyekan protokol kesehatan secara masif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan dan pemahaman tentang Covid-19.

“Nggak mungkin semua diserahkan kepada Diskominfostandi. Jadi kami akan bersama dengan Forkopimda dan DPRD untuk kampanyekan itu. Panglima penganan Covid-19 ini adalah Pak Wakil Walikota. Saya dan Pak Wakil terus berkoordinasi untuk gerak cepat,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0

21 Juli 2020
29 Dzul-Qa’dah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَطْوِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَاوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ ثُمَّ يَطْوِي الْأَرَضِينَ بِشِمَالِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Umar bin Hamzah dari Salim bin Abdullah, telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Umar dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melipat langit. Setelah itu, Allah akan menggenggamnya dengan tangan kanan-Nya sambil berkata: “Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang selalu berbuat sewenang-wenang ?. Dan di manakah orang-orang yang selalu sombong dan angkuh ?.” Setelah itu, Allah akan melipat bumi dengan tangan kiri-Nya sambil berkata: “Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang sering berbuat sewenang-wenang ?. Di manakah orang-orang yang sombong ?.”

HR Muslim No. 4995.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tugu Miniatur Tank Panser di Malasari Disebut Mengada-ada

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Tugu Rumah Sejarah Malasari berupa miniatur tank Panser di  Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, persis di halaman rumah yang pada tahun 1948 pernah dijadikan lokasi persembunyian Bupati Bogor pertama Rd. Ipik Gandamanah dari kejaran tentara Belanda dan sekutunya dianggap tidak tepat dan mengada-ada.

Pasalnya, penempatan tugu tank Panser di rumah bersejarah tersebut selain terkesan dipaksakan juga dianggap menjiplak Tugu Palagan yang berada di Kampung BojongKokosan, Kecamatan ParungKuda, Kabupaten Sukabumi.

Sukendar, tokoh masyarakat Malasari mengatakan, tugu miniatur tank yang dibangun sekitar 5 tahun silam itu oleh pihak Disbudpar Kabupaten Bogor adalah mengada-ada. “Sebab di Malasari di sekitar area rumah sejarah tempat pesermbunyian Bupati Bogor pertama Rd. Ipik Gandamanah, pasa masa 1947 hingga 1948 tidak pernah terjadi pertempuran. Sehingga menurut kacamata saya, pendirian tugu miniatur tank ini hanya mengada-ada saja dan dipaksakan,” kata Sukendar kepada wartawan, kemarin

Ditambahkan Sukandar, semestinya tugu yang dibangun di halaman rumah berbejarah tersebut lebih tepat dibangun patung sosok Bupati Bogor pertama, atau bisa berupa bangunan tugu dengan bertuliskan prasasti yang mengatakan jika rumah tersebut pernah dihuni oleh Rd. Ipik Gandamanah.

“Sebab selama ini apabila ada wisatawan datang berkunjung ke Malasari dan singgah di rumah sejarah, selalu bertanya soal keberadaan miniatur tank Panser apakah ada kaitannya dengan perang di Bojong Kokosan yang terjadi di Malasari, ya jelas saja kami menjawab tidak ada hubungannya. Malah di Malasari tidak pernah ada pertempuran dengan Belanda,”bebernya.

Sukendar mewakili warga berharap agar pemerintah Kabupaten Bogor khususnya pihak Disbudpar mau segera mengganti tugu tank Panser tersebut dengan patung Rd. Ipik Gandamanah atau dengan tugu prasasti saja. “Kami berharap usulan kami ini didengar oleh pihak Disbudpar Pemerintah Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Kepala Desa Malasari Andi Zaelani Firdaus membenarkan adanya keinginan warga Malasari yang meminta agar keberadaan tugu miniatur tank Panser di halaman Rumah Sejarah Malasari agar diganti saja.

“Jelas saya sangat mendukung  selama hal tersebut bertujuan baik untuk pengetahuan  dan sejarah, apalagi selama ini  Rumah Malasari merupakan bukti sejarah bagi kebanggaan semua masyarakatnya, jadi kami dari Pemerintah Desa sangat sangat setuju dengan apa yang diinginkan warga,”tutupnya.

** Arip Ekon

Warga Berdesakan di Kantor Pos, Bantuan BST di Ciampea Disorot

0

Ciampea Jurnal Inspirasi

Ratusan warga desa di wilayah Kecamatan Ciampea penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)  dari pemerintah tampak berdesakan-berdesakan. Minimnya fasilitas yang disediakan pihak kantor perwakilan PT Pos itu disinyalir tidak diterapkannya protokol kesehatan. Bahkan akibat desak-desakan tersebut, 3 orang warga kampung Tegal Waru, Desa Tegalwaru jatuh pingsan.

Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah menyayangkan ditengah pandemi Covid-19, pemberian BST di kantor pos  terlihat semraut. Di tempat itu tidak ada tenda agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak kepanasan dan antisipasi ketika turun hujan.” Ditambah  tempat khusus untuk lansia atau disabilitas juga tidak diprioritaskan,” kata Sambas kepada Jurnal Bogor, Senin (20/7).

Tak hanya itu, lanjut Sambas, pemanggilan nomor antrean untuk para KPM, tidak menggunakan pengeras suara dan tidak dilengkapi running text. “Ini berdampak ditengah pandemi virus Corona, warga menjadi berdesak-desakan tanpa mengikuti anjuran protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, bayangkan per harinya tidak kurang dari 500 warga dari 13 desa yang  datang bergiliran  untuk mengambil langsung BST ke kantor pos secara berkerumun. “Artinya apa, bantuan ini seharusnya bagikan saja ke masing=masing desa agar terpecah konsentrasi dan  terbagi tidak disatu titik,” paparnya.

Sambas menerangkan, selain masih semrautnya sistem penyaluran dia juga menilai  rawan adanya pemotongan oleh oknum-oknum terkait. ” Kami dari LSM Genpar sejauh ini sudah mengendus  dugaan  adanya pemotongan uang bantuan di salah satu desa,” kata dia.

Menurut Sambas, pemotongan terjadi  di salah satu desa di wilayah Kecamatan Pamijahan. “Oknum tersebut memotong dari 1.800 ribu informasinya dipotong  200 ribu,” bebernya. “Nanti  akan buktikan dan kami segera akan lakukan audensi dengan pihak Kecamatan Pamijahan terkait dugaan pemotongan uang bansos tersebut,” janjinya.

Sementara, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dian Mulyadiansyah Dinas Sosial Kabupaten Bogor, melalaui selulernya, mengaku bantuan dari kemensos melalui PT Pos itu bukan ranahnya. ” Tetapi begini untuk mengurai penumpukan sejumlah penerima manfaat yang akan mengambil bantuan di kantor pos maka pengambilan bantuan tersebut seharusnya dilakukan di kantor desa masing – masing,” tukasnya.

Hal ini untuk membantu percepatan agar tidak berdesak desakan. “Dan kami sudah sampaikan ke pihak PT Pos. Maka sangat dibutuhkan tenaga yang banyak dan dipandang perlu untuk penyaluran bansos itu dengan melibatkan pihak pemerintah desa,” pungkas dia.

** Arip Ekon