31.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1507

PKS Nilai Situasi Berat, Pengelola Kartu Prakerja Malah Digaji Rp47-77 Juta

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2020 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Direktur Eksekutif dan Direktur Pada Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Di situ disebutkan bahwa besaran gaji pengelola Kartu Prakerja Rp47 juta- Rp77 juta per bulan di luar fasilitas lainnya.

Ditanya perihal Perpres tersebut, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati justru terkejut dengan informasi tersebut. Dia sendiri baru mendengar itu saat ditanya oleh awak media. “Kalau betul seperti itu, ini mengejutkan sekali,” ujar Mufida dikutip dari Sindonews, Senin (27/7).

Mufida menuturkan, dirinya perlu mengkonfirmasi langsung kabar ini dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Baru kemudian bisa menanggapi lebih jauh perihal kabar tersebut.

Namun demikian, Legislator Dapil Jakarta II ini berharap bahwa realisasi gaji pengelola Kartu Prakerja itu tidak benar. Karena, situasi ekonomi saat ini sangat sulit terlebih banyak masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. “Semoga realisasinya tidak benar karena saat ini kita sedang situasi berat,” harap Mufida.

Sebelumnya diberitakan, dalam Perpres Nomor 81/2020 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Direktur Eksekutif dan Direktur Pada Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja yang diteken Presiden Jokowi, tertulis dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a bahwa hak keuangan direktur eksekutif sebesar Rp77.500.000. 

Sementara Pasal 2 ayat (2) huruf b, c, d, e dan f dituliskan bahwa, besaran lima direktur di Manajemen Kartu Prakerja yakni, direktur operasi sebesar Rp62.000.000, direktur teknologi sebesar Rp58.000.000, direktur kemitraan, komunikasi, dan pengembangan ekosistem sebesar Rp54.250.000, direktur pemantauan dan evaluasi sebesar Rp47.000.000, serta direktur hukum, umum, dan keuangan sebesar Rp47.000.000.

ASS |*

Keluarga Miskin Kesulitan Akses Pendidikan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pandemi COVID-19 menunjukkan wajah dunia pendidikan Indonesia. Guru dan siswa-siswi banyak yang kesulitan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PPJ). Namun, hingga saat ini pemerintah belum berhasil mengatasi keterbatasan akses dan gawai dari para guru dan siswa yang berasal dari kalangan tidak mampu.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan beberapa langkah kepada pemerintah sebagai bahan pembenahan.  Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus segera menyederhanakan kurikulum di semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan Kurikulum 2013 harus disesuaikan dengan situasi darurat.

“Diharapkan menjadi kurikulum adaptif dengan kompetensi dasar yang sudah dikurangi. Kemendikbud harus memilah dan memilih materi yang esensial dan dapat dilaksanakan anak ketika belajar dari rumah,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Sindonews, Senin (27/7).

Kedua, KPAI mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) segera membuat kebijakan yang menggratiskan internet selama PJJ. Minimal enam bulan ke depan. “Karena banyak anak dari keluarga menengah ke bawah tak mampu melaksanakan pembelajaran daring akibat tak mampu membayar kuota internet,” ucapnya.

Ketiga, sekolah harus memetakan anak-anak yang bisa melakukan pembelajaran daring dan luar jaringan (luring). Setelah itu, sekolah menyiapkan jadwal dan modul pembelajaran untuk anak-anak yang tidak bisa daring.

Retno mengatakan khusus para siswa-siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) yang membutuhkan praktik di bengkel diberikan jadwal daring dan tatap muka. Itu untuk menjaga kualitas lulusan sekolah vokasi. Pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan.

Terakhir, KPAI mendorong adanya kebijakan pemerintah yang fokus pada keluarga miskin. Hal ini untuk mencegah krisis kesehatan menjadi krisis kemanusiaan yang lebih besar kepada anak-anak. 

ASS |*

POP Kemendikbud Bikin Gaduh

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Di masa pandemi Covid-19 dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang membutuhkan perhatian serius pemerintah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) justru mengeluarkan kebijakan Program Organisasi Penggerak (POP) yang dinilai justru membuat gaduh.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra Ali Zamroni mengatakan, dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Nadiem beberapa waktu lalu, disebutkan total pembiayaan yang dibebankan pada APBN dalam program ini mencapai hampir Rp600 miliar.

“Cukup ironi saat ini ada tiga organisasi besar yang telah menyatakan mengundurkan diri dalam program organisasi penggerak yaitu NU, Muhammadiyah dan PGRI. Kita tahu betapa ketiga organisasi ini berkontribusi membangun dunia pendidikan di Indonesia sejak lama, dan informasi tidak lolosnya beberapa organisasi yang sudah layak seperti Muslimat NU, Aisyiyah, IGNU, dan lainnya,” ujar Ali Zamroni dikutip dari Sindonews, Senin (27/7).

Menurut Ali, semestinya yang malu dan mengundurkan diri dari program ini yaitu lembaga swasta besar seperti Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation, bukan NU, Muhammadiyah, dan PGRI. Ali mengaku tidak kaget dengan kegaduhan yang dibuat Menteri Nadiem saat ini karena sejak dilantik sampai dengan sekarang, banyak kebijakan Nadiem yang kontroversial.

Dia mencontohkan langkah Nadiem mem-Plt-kan sejumlah pejabat eselon 1 dan 2 di Kemendikbud yang berakhir dengan digantinya para pejabat tersebut dengan pejabat baru. Akibatnya, mereka perlu adanya adaptasi kembali dan adanya kegagapan dalam pergerakan dan penyerapan anggaran Kemendikbud yang mendapatkan teguran Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya, penghapusan nomenklatur Pendidikan Masyarakat dan Kesetaraan yang menimbulkan aksi demonstrasi dari para penggiat pendidikan non formal karena merasa dinomorduakan.

Ali juga menyebutkan kontroversi lainnya yakni prmbayaran iuran sekolah melalui GoPay, dan kerjasama kemendikbud dengan Netflix, kebijakan pemotongan anggaran tunjangan profesi guru di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), hingga aksi mahasiswa di masa pandemi ini karena menuntut keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Saat ini sudah tepat jika masyarakat dan para pendidik dari tingkat PAUD sampai dengan perguruan tinggi mengevaluasi menterinya sendiri,” tutur Ali.

Menurutnya, POP sudah masuk dalam kategori konflik kepentingan. Dia mencontohkan Sampoerna Foundation yang mendapatkan bantuan Kategori Gajah senilai Rp20 miliar sedangkan Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahrir yang menandatanggani SK penetapan organisasi penggerak, merupakan mantan Dekan di Universitas Sampoerna.

“Menteri Nadiem dan para pejabat di lingkungan Kemendikbud harus dievaluasi karena pendidikan itu harus bebas dari segala kepentingan. Jangan sampai ada titipan dan ditunggangi kepentingan pribadi atau golongan,” pungkas Ali Zamroni.

ASS |*

Juve Rebut Scudetto Beruntun ke-9 Kalinya

0

Turin | Jurnal Inspirasi

Juventus sukses menjuarai Serie A musim 2019/2020. La Vecchia berhasil mempertahankan singgasananya dan sekaligus merebut Scudetto kesembilan berturut-turut setelah mengalahkan Sampdoria 2-0 di Allianz Stadium, Senin (27/7) dinihari.

Juventus sebenarnya berpeluang memenangi kompetisi domestik pada pertemuan sebelumnya di kandang Udinese. Mereka akan juara jika mampu meraih poin penuh. Skenario itu hampir terwujud karena unggul dulu 1-0. Tapi, pada akhirnya malah kalah 1-2.

Namun, kisah serupa tidak terjadi saat melawan Sampdoria. Setelah memimpin 1-0 jelang turun minum melalui Cristiano Ronaldo yang meneruskan umpan Miralem Pjanic, Juventus tidak lagi kebobolan. Tuan rumah malah bisa menambah keunggulan lewat Federico Bernardeschi dimenit ke-67.

Juventus sempat mendapat peluang menambah gol dari titik putih pada menit ke-88. Namun, tendangan Ronaldo yang dipercaya sebagai eksekutor bisa dihalau kiper Emil Audero. Namun, itu tidak sampai membuyarkan kemenangan Paulo Dybala dkk.

Dengan hasil itu Juventus dipastikan juara Serie A. Pasalnya, mereka kini mengumpulkan 83 poin atau unggul tujuh poin dari Inter Milan. Dengan tersia dua pertandingan lagi, selisih itu tidak akan mungkin dikejar.

Sukses mengalahkan Sampdoria jelas menjadi momen bersejarah bagi Sarri karena akhirnya berhasil menjuarai Serie A untuk pertama kalinya sepanjang karier. Itu bahkan gelar bergengsi pertamanya selama melatih di Italia.

Setelah gagal juara bersama Pescara, Hellas Verona, Perugia, Empoli dan Napoli, Sarri akhirnya bisa menyudahi penantian selama puluhan tahun pada musim ini bersama Juventus. Gelar ini juga menebus kegagalannya saat kalah adu penalti dari Napoli di final Coppa Italia.

Itu berarti Sarri menjadi pelatih tertua dalam sejarah yang berhasil merebut Scudetto, yakni berusia 61 tahun dan enam bulan. Dia mematahkan rekor Nils Liedholm yang membantu AS Roma berjaya pada 1983, ketika berumur 60 tahun dan tujuh bulan.

Untuk Ronaldo, ini gelar Serie A keduanya secara beruntun sejak hijrah dari Real Madrid pada 10 Juli 2018. Dengan demikian, kapten Timnas Portugal itu sudah mengumpulkan tiga titel bersama Juventus, satu lagi adalah Supercoppa Italiana pada 2018.


Bagi Pjanic yang merancang gol Ronaldo, ini menjadi gelar Serie A terakhirnya. Sebab, musim depan, gelandang asal Bosnia & Herzegovina itu sudah membela Barcelona. “Pjanic terus terlibat bersama tim. Saya tidak pernah meragukan moral serta profesionalismenya,” ucap Sarri dikutip dari Sindonews dari laman Skysport.

ASS |*

Demplot Hijaukan Pakan Ternak di BPP Kostratani

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian RI meningkatkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan sebagai Kostratani, dengan memberi peluang menjadi BPP model sesuai syarat dan ketentuan. Dari 50 BPP model Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) BPP Kepanjen di Kabupaten Malang, dan BPP Sugio di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

Kementan membuka peluang pengembangan BPP model menjadi Kostratani. Syarat utama, lokasi dekat kantor UPT Kementan, karena wajib intensif komunikasi dan intensif pelatihan. Harus ada listrik, jaringan internet dan komputer,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada video conference di Jakarta, Jumat (24/7).

Syarat lain calon BPP model Kostratani, semangat dan keinginan penyuluh. Misalnya, cara mengolah data, menyiapkan CPCL dan verifikasi sehingga dapat dilaporkan ke AWR Kementan. Dukungan dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota juga sangat penting, kata Dedi Nursyamsi melanjutkan.

KostraTani yang digagas Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Kostratani ideal, kata Dedi didukung data dan informasi di BPP misalnya data luas tambah tanam, data panen, dan data lain. Ada program utama dari 11 unit kerja eselon satu Kementan, terkoneksi dengan AWR Kementan, termasuk laporan-laporan kegiatan di BPP. 

Balai Besar Pelatihan Peternakan BBPP Batu melakukan kegiatan Demplot penanaman pakan hijauan ternak di Desa Seguruh binaan BPP Kepanjen Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Demplot dilakukan dilahan Perum Jasa Tirta (PJT) seluas 2 Ha. adapun luas yang digunakan untuk area demplot adalah 50 m x 20 m. Komoditas ini untuk pakan hijauan ternak yaitu rumput Pakchong, Indigofera, odot dan pakan hijauan lainnya.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, saat ditemui dilahan demplot mengatakan Demplot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani dapat melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, Varietas Unggul Baru, Pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Kegiatan demplot kali ini di laksanakan untuk memberikan contoh secara nyata tentang proses penanaman pakan hijauan ternak mulai pembibitan hingga panen sehingga petani peternak / masyarakat lain bisa melihat, membuktikan dan mau mengikuti budidaya pakan hijauan ternak. Menanam pakan hijauan ternak selain mengurangi biaya, juga sekaligus mengoptimalkan lahan.

T2S/WH

Hadits Hari Ini

0

27 Juli 2020
06 Dzul-Hijjah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

و حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ قَيْسٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحَدٌ أَصْبَرَ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى إِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ لَهُ نِدًّا وَيَجْعَلُونَ لَهُ وَلَدًا وَهُوَ مَعَ ذَلِكَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِمْ وَيُعْطِيهِمْ

Telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Al A’masy, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Jubair dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata; Abdullah bin Qais berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak ada siapa pun yang lebih bersabar atas gangguan yang Ia dengar melebihi Allah Ta’ala, mereka membuat tandingan untuknya dan menganggap-Nya punya anak, meski demikian Ia memberi mereka rizki, memaafkan dan memberi mereka.

HR Muslim No. 5017.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

PKL Malabar Menjamur, Safrudin Bima: Kita Carikan Solusinya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Malabar, rupanya turut menjadi perhatian Komisi I DPRD Kota Bogor. Pasalnya, legislator juga mengaku mendapat dari pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan keberadaan ‘sang penguasa’ trotoar itu.


“Saya sudah mendapat laporan dari pihak-pihak tertentu dan unsur masyarakat. Mudah-mudahan kami bisa bersikap dan bertindak cepat menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Ketua Komisi I, Safrudin Bima kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).


Menurut dia, dewan akan mencoba melihat terkait peruntukan kawasan yang ditumbuhi PKL.

“Harus dicarikan jalan keluar secepatnya agar wilayah tersebut terpetakan, mana wilayah pendidikan dan mana wilayah ekonomi. Tentu saja dengan melihat peruntukkannya dan mempertimbangkan kepentingan semua,” ungkap Safrudin.


Politisi PAN itu menyatakan, pihaknya akan segera mendatangi lokasi tersebut untuk melihat langsung dan menghadirkan Camat Bogor Tengah untuk berdiskusi mencari solusi.

“Setelah rapat kerja kami akan terjun langsung ke lapangan. Mudah-mudahan kita segera bisa bersikap,” tegasnya.


Mengenai adanya keluhan warga terkait meluapnya air selokan hingga ke jalan lantaran buruknya kondisk drainase. Safrudin mengaku akan segera berkoordinasi dengan pemkot untuk mencarikan jalan keluar.

“Makanya nanti kami akan segera koordinasi,” ungkapnya.


Sebelumnya, Kepala Satpol PP, Agustian Syah mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah wilayah terkait adanya aduan tersebut.

“Ya, kami akan segera koordinasikan dengan wilayah dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.


Agus menyatakan bahwa para PKL memang mempergunakan lahan milik negara dengan sistem sewa dalam beberapa tahun lalu. Namun, sejak dua tahun lalu sewa menyewa telah distop lantaran pemerintah akan mempergunakan lahan itu untuk kepentingan umum seperti ruang terbuka hijau, serta perbaikan drainase agar air dari selokan tak meluap ke jalan saat hujan.


“Kan area Malabar itu termasuk ring satu karena letaknya berdekatan dengan Istana Bogor. Jadi mesti ditata,” jelas pria yang menggilai ultra marathon itu.
Kendati demikian, Agus menuturkan bahwa aparatur wilayah sebagai leading sector harus terlebih dahulu melakulan komunikasi dan sosialisasi terhadap PKL. “Ya, yang penting disosialisasikan dulu saja oleh wilayah,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Iluni SMAN 2 Sumbang Faceshield dan Hymne SMAN 2, Pudji Hartanto: Ini Bentuk Pengabdian

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai bentuk kepedulian dalam mencegah penyebaran Covid-19, Ikatan Alumni (Iluni) SMAN 2 Kota Bogor membagikan sebanyak 88 faceshield kepada guru dan tenaga administrasi SMAN 2 pada Jumat (24/7/2020).

Selain itu, Iluni SMAN 2 juga menyerahkan lagu Hymne SMAN 2 yang ditulis oleh Edwin Adrian alumni tahun 1992 serta bantuan kepada guru yang tengah sakit, yang diserahkan langsung oleh Ketua Iluni SMAN 2, Irjen Pol. (Purn) Pudji Hartanto dan diterima Kepala Sekolah Atip Suherman.

“Dalam faceshield itu kami mencoba memberikan pesan agar tetap membudayakan penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” kata Pudji melalui keterangan tertulisnya, Minggu (26/7/2020).

Pudji mengatakan, SMAN 2 harus bisa mengimplementasikan moto BISA (Brilliant, Innovative, Speed dan Accountable). “Brilliant berarti harus pandai, kemudian dapat berinovasi, jangan monoton. Kalau menemukan kesulitan bisa ditangani melalui amati, tiru dan buat modifikasi. Selain itu, harus melakukan segala sesuatu dengan cepat dan semangat,” jelasnya.

Kemudian, sambung Pudji, semua hal yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan. “Saya juga berharap SMAN 2 dapat terus mengedepankan silaturahmi, peduli dan pengabdian yang tulus dalam membangun generasi muda yang handal,” harapnya.

Sementara itu, Atip Suherman mengaku berterimakasih atas dedikasi para alumni terhadap SMAN 2. “Sekolah merasa mempunyai partner dalam melaksanakan tugas belajar dan mengajar demi peningkatan mutu sekolah,” ucapnya.

Kata dia, walaupun dalam kondisi sulit di masa pandemi, SMAN2 tetap menjaga etika dengan mentaati aturan sesuai arahan Dikti provinsi maupun pusat.

Fredy Kristianto

Duh, Ada 8 Orang Terpapar Covid-19 di Pasir Mulya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satu keluarga di Kota Bogor dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Dua orang diantaranya meninggal dunia belum lama ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menceritakan kronologis temuan kasus tersebut. Diawali dari Sang Kakek yang memiliki riwayat dari luar kota perjalanan ke Jawa Timur 27 Juni – 05 Juli.

Sakit, berobat ke dokter praktek swasta, dirawat di dua rumah sakit di Kota Bogor, kemudian dirawat di rumah sakit di Jakarta. Meninggal dunia dengan status probable (belum dilakukan swab), dimakamkan dengan prosedur Covid-19. “Pada saat di rawat di rumah sakit kakek tersebut turut dirawat oleh anaknya dan istrinya,” kata Kadinkes, baru-baru ini.

Diketahui, anak dari almarhum sang kakek kontak erat selama menunggu almarhum di RS. Anak tersebut merasa sakit sejak 10 Juli. Pernah ikut swab massal di Jakarta 16 Juli. Lalu sempat dirawat di rumah sakit, namun tidak mengaku ada riwayat kontak dengan kasus probable dan sudah di Swab Test, sehingga dirawat di ruangan biasa bukan ruang isolasi. “Saat diketahui hasil Swab positif, dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Bogor dan meninggal dunia,” jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya melakukan tracing dibantu tim detektif Covid-19, baik yang kontak satu rumah, di rumah sakit semuanya di Swab Test. “Hasilnya, dari orang serumah ada 5 orang yang terkonfirmasi positif, yaitu istrinya, anaknya, menantunya dan dua cucunya,” sebutnya.

Saat ini kata Sri, jumlah kontak erat yang dilacak ada 97 orang, 95 orang diantaranya sudah di Swab Test dan 2 orang sedang dijadwalkan. Secara keseluruhan sementara ini ada 8 orang yang positif (5 anggota keluarganya, 1 riwayat kontak erat dan 2 warga Kabupaten Bogor). “Dari 95 orang yang sudah di Swab, 56 orang belum keluar hasilnya. Total sementara ada 8 orang positif, 31 negatif,” kata Kadinkes.

Kadinkes menekankan semua pihak untuk menjadi perhatian atas temuan kasus tersebut. Sebab, penularan dalam rumah tangga masuk klaster baru meskipun ini awalnya dari luar daerah. “Jadi, perlu kejujuran kepada petugas medis apabila memang ada kontak erat dengan yang positif. Ketika tidak jujur maka akan menularkan,” tegasnya.

Selain melakukan tracing, baik satu rumah, lingkungan sekitarnya, termasuk di faskes yang pernah kontak, pihaknya sudah melakukan desinfeksi. “Kepada yang positif langsung kita isolasikan ke rumah sakit. Ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penularan dan tentunya dengan Swab Test masif,” katanya.

Kadinkes meminta bagi setiap anggota keluarga yang pulang bepergian dari luar kota dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri.·Kemudian, ketika berobat harus menceritakan dengan jujur riwayat perjalanan keluar kota atau ada riwayat kontak dengan orang sakit yang diduga Covid-19. Sementara yang terakhir, pemakaman kasus probable dan kasus positif Covid-19 dihimbau untuk tidak dihadiri oleh banyak orang.

** Fredy Kristianto

Pasien Covid-19 Dekati 100 Ribu

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pasien positif Covid-19 atau virus Corona di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Kini sudah menjadi 98.778 yang positif Covid-19, sedangkan pasien yang sembuh sebanyak 56.655, dan untuk kasus meninggal dunia sebanyak 4.781. Hal ini berdasarkan data dari https://covid19.go.id/, Minggu (26/7).

Sebelumnya, Sabtu (25/7) tercatat 1.868 kasus baru yang dinyatakan terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut. Berdasarkan data tambahan yang dirilis Satgas Percepatanan Penanganan Covid-19 itu, maka jumlah kumulatif kasus positif Corona di Indonesia meningkat dari 95.418 menjadi 97.286.

Kasus meninggal dunia karena Corona juga meningkat dari 4.665 menjadi 4.714 atau bertambah 49. Sementara pasien sembuh meningkat dari 53,945 menjadi 55.354 atau bertambah 1.409 orang.

Pemerintah baik pusat dan daerah terus mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga jaga jarak untuk meminimalisir penyebaran virus asal Wuhan, China ini.

Hingga saat ini, pemerintah terus bekerja untuk memerangi Covid-19. Di antaranya dengan menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional nonalam. Meski demikian, sejumlah daerah mulai melonggarkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), salah satunya DKI Jakarta.

Saat ini, Jakarta memasuki babak baru penanganan Covid-19. PSBB yang semula ketat mulai dilonggarkan. Sejumlah sektor yang semula ditutup mulai dibuka kembali. Sejumlah aktivitas yang semula dilarang juga mulai diperbolehkan. Syaratnya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap harus dijalankan. PSBB saat ini menjadi masa transisi menuju kenormalan baru (new normal), transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya mengaku telah meningkatkan tes kepada warga Jakarta sebanyak empat kali lipat dari standar WHO. Hasilnya, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jakarta belum aman dari Covid-19.

Anies menjelaskan, WHO telah menetapkan standar dengan 1.000 orang dari 1 juta penduduk untuk dites setiap minggunya. Menurut Anies Jakarta di bawah kepemimpinannya sudah melakukan hal itu.”Bahkan setelah masa PSBB transisi ini kita telah melampaui jumlah standar tes oleh WHO,” jelas Anies melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Dalam satu minggu terakhir, menurut Anies pihaknya mengklaim telah melakukan tes kepada 39.268 orang baru. Secara ekuivalen, setara dengan 3.688 orang per 1 juta penduduk dalam satu minggu. Sementara standar WHO adalah 1.000 per 1 juta penduduk dalam seminggu. “Alhamdulillah Jakarta sekarang telah melewati standar jumlah tes ini bahkan sudah melewati hampir 4 kali lipat standar WHO,” tuturnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan Covid, yaitu: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter; dan Mencuci tangan sesering mungkin.

“Selain itu, juga tetap menjaga protokol PSBB transisi dengan menjaga kapasitas ruangan 50 % dan pastikan keluar rumah dalam kondisi sehat. Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mall, objek wisata, dan pasar,” katanya, dalam siaran pers.

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, maka kita perlu terus waspada dengan saling mengingatkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap melakukan protokol 3M lawan Covid,” imbaunya.

ASS |*