29.3 C
Bogor
Monday, July 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 143

MTs. Nurussa’adah Cetak Prestasi di Kadisdik Cup, Siap Hadapi Zona Kabupaten

0

Jurnal Inpirasi – Tim bola voli MTs. Nurussa’adah Tamansari berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara II pada ajang Kadisdik Cup yang digelar di SMPN 1 Ciawi, Senin (13/10). Berkat capaian tersebut, MTs. Nurussa’adah akan mewakili zona selatan untuk bertanding di tingkat Kabupaten Bogor.

Kepala MTs. Nurussa’adah, Nazarudin Usman, S.Ag mengatakan keberhasilan ini menjadi bukti semangat dan kerja keras para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler bola voli.

“Kami mengikuti turnamen voli Kadisdik Cup zona selatan dengan persiapan yang terbatas, namun semangat anak-anak luar biasa. Dibina oleh pelatih Samsudin dan didukung seluruh siswa, mereka mampu menunjukkan potensi besar di bidang voli,” ujar Usman, Kamis (18/10/25).

Menurutnya, meski fasilitas latihan di sekolah masih terbatas, hal itu tidak mengurangi tekad para siswa untuk berprestasi. Dalam turnamen tersebut, MTs. Nurussa’adah berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh seperti SMPN 2 Ciawi, SMPN Cisarua, dan SMPN Tamansari.

“Alhamdulillah, MTs. Nurussa’adah menjadi salah satu perwakilan dari zona selatan yang akan bertanding di tingkat kabupaten. Ini bukti bahwa madrasah di bawah Kementerian Agama juga mampu bersaing dengan sekolah negeri,” tambahnya.

Selain cabang olahraga voli, MTs. Nurussa’adah juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan lomba lainnya. Pada Agustus lalu, sekolah ini meraih juara pertama lomba gerak jalan tingkat kecamatan dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI, serta juara ketiga lomba LKBB Paskibra di SMPN 15 Kota Bogor.

“Selama ini prestasi siswa terlihat di bidang Paskibra, Pramuka, dan voli. Kami akan terus mendukung agar mereka terus mengharumkan nama sekolah,” tutur Usman.

Sementara itu, pelatih voli MTs. Nurussa’adah, Samsudin, mengaku bangga dengan perjuangan para pemain yang mampu bersaing di tengah keterbatasan.

“Kami hanya punya waktu empat bulan untuk latihan dan harus berbagi fasilitas dengan sekolah lain di kecamatan. Tapi anak-anak tetap semangat dan kompak,” kata Samsudin.

“Untuk menghadapi tingkat kabupaten, kami akan meningkatkan intensitas latihan agar bisa meraih hasil terbaik,” imbuhnya.

Turnamen Kadisdik Cup tingkat kabupaten rencananya akan digelar pada November mendatang, mempertemukan perwakilan dari berbagai zona di Kabupaten Bogor seperti zona timur, utara, dan selatan. Yudi

Menjelajahi Cita Rasa kuliner  Sunda di Bumi Aki Heritage Puncak Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id –  Bukan hanya tentang udara sejuk dan hamparan kebun teh yang menenangkan. Di antara kabut tipis dan pemandangan hijau, ada sebuah surga kuliner yang siap memanjakan lidah, di mana tradisi bertemu dengan sentuhan modern. Inilah pengalaman yang ditawarkan oleh Bumi Aki Heritage Puncak, dengan sang maestro di dapurnya, Executive Chef “Kabayan” Zainal Abidin.

Bagi para penikmat kuliner, Chef “Kabayan” Zainal Abidin bukan sekadar juru masak. Ia adalah seorang pencerita rasa yang karismatik. Melalui setiap hidangan yang disajikannya, ia mengajak kita menelusuri kekayaan sajian Sunda dengan cara yang unik dan tak terlupakan.

Sang Chef dengan Jargon Khas yang Melekat di Hati

Apa yang membuat Chef Kabayan begitu istimewa? Selain keahliannya meracik bumbu, ia memiliki gaya presentasi yang khas: santai, penuh humor ala bapak-bapak, dan selalu diiringi jargon andalannya. Saat ia memperlihatkan hidangan mahakaryanya, Anda akan mendengar seruan semangat, “Ini Dia!”, yang seketika membangkitkan selera.

Dan setelah Anda mencicipi masakannya, hanya ada satu ungkapan yang akan disetujui semua orang, sesuai dengan jargon pamungkasnya: “Raos Pokokna Mah!” (Enak Pokoknya!). Persona yang hangat dan jargon yang ikonik inilah yang menjadikan Chef Kabayan Top of Mind bagi siapa pun yang mencari pengalaman bersantap otentik di Puncak.

Parade Kelezatan Andalan Bumi Aki Heritage

Chef Kabayan baru-baru ini memamerkan deretan menu andalan yang menjadi primadona di Bumi Aki Heritage. Setiap hidangan disajikan dengan visual yang menggugah selera, membuktikan bahwa masakan Sunda bisa tampil modern tanpa kehilangan cita rasa aslinya. Dapat diperiksa di TikTok @bumiakiheritage.puncak, Chef Kabayan, memberikan guyon dad jokes, dibarengi dengan memasak yang unik.

Berikut adalah beberapa mahakarya yang wajib Anda coba ungkap Cheff Zainal ( Kabayan) kamis (16/10), Diantaranya menu :

● Ikan Pindang Gunung Nila Merah dari Pangandaran: Ini bukan sekadar sup ikan biasa. Kuah kuningnya yang segar, berpadu dengan aroma rempah yang kuat dan daging ikan nila merah lembut yang didatangkan langsung dari Pangandaran, menciptakan harmoni rasa yang sempurna. Pedas, asam, dan gurih dalam satu seruputan!

● Ayam Bakar: Sebuah hidangan klasik yang dieksekusi dengan sempurna. Bumbu rahasianya meresap hingga ke serat daging terdalam, sementara proses pembakaran yang pas menghasilkan aroma smoky yang khas dan kulit yang sedikit renyah.

● Sate Maranggi: Potongan daging sapi yang empuk dimarinasi dengan bumbu kaya rempah, lalu dibakar di atas bara api. Disajikan dengan sambal tomat segar, sate ini menawarkan ledakan rasa manis, gurih, dan pedas yang membuat ketagihan.

● Kambing Bakar Puncak: Bagi para pencinta daging kambing, menu ini adalah juaranya. Daging kambing muda yang diolah dengan cermat sehingga tidak berbau prengus, lalu dibakar perlahan hingga empuk dan juicy.

● Ikan Gurame: Salah satu menu yang dicari-cari, di Bumi Aki Heritage Puncak, Ikan Gurame sangat nikmat.

Popularitas Bumi Aki Heritage Puncak dan Chef Kabayan membuatnya menjadi salah satu destinasi kuliner teramai di kawasan Puncak. Restoran Sunda khas ini sangat digemari oleh berbagai kalangan. Untuk memastikan Anda mendapatkan tempat dan merasakan langsung pengalaman kuliner yang luar biasa ini, sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.

Di Bumi Aki haritege Resto Jalan Raya Puncak – Gadog No.259, Ciloto, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Puncak, jangan hanya menyiapkan jaket tebal. Siapkan juga perut Anda untuk sebuah petualangan rasa yang tak terlupakan bersama Chef Kabayan. Dijamin, Anda akan pulang dengan perut kenyang, hati senang, dan seruan yang sama: “Raos Pokokna Mah!” ( Wawan Hermawanto)

Pemkab Bogor Dorong Kemandirian Pangan Melalui Inovasi “Ngupahan” dan Kolaborasi Lintas Sektor di Hari Pangan Sedunia ke-45

0

jurnalinspirasi.co.id — Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-45 Tahun 2025 dengan tema “Bersama Kuatkan Pangan Lokal, Wujudkan Masa Depan Kabupaten Bogor Istimewa & Gemilang”, bertempat di Taman Pemuda Jalan Segar III, Komplek Perkantoran Pemkab Bogor, pada Kamis (16/10/25).

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bogor, Andri Hadian menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Setiap tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia, yang merupakan bentuk komitmen global untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dan gizi. Tahun ini, FAO mengusung tema ‘Hand in Hand for Better Food and a Better Future’, yang menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat pangan lokal sebagai fondasi masa depan yang berkelanjutan. Momentum Hari Pangan Sedunia ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan konsumsi pangan bergizi dan beragam, serta memperkuat kemandirian pangan daerah.

“Dengan ketersediaan pangan yang cukup, kita dapat melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Karena kita selalu mengatakan: Jaga pangan, jaga masa depan,” ujarnya.

Kemudian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh pihak dalam mendukung peringatan HPS. Ia menegaskan bahwa momentum Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memperkuat pangan lokal. Setiap individu memiliki hak atas pangan yang bergizi, terjangkau, dan aman,” ujar Teuku Mulya. (*)

Pemkab Bogor Siap Antisipasi Penyebaran Chikungunya Melalui Deteksi Dini dan PSN

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus melakukan langkah antisipatif dalam mencegah penyebaran penyakit Chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, vektor yang sama dengan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty menjelaskan bahwa saat ini Dinas Kesehatan telah menyiapkan rapid test chikungunya untuk memastikan kasus yang muncul di masyarakat.

“Kalau memang hasil rapid positif, kami akan segera melakukan fogging fokus di wilayah tersebut. Namun sebelumnya, masyarakat perlu melakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk terlebih dahulu,” ujar Kadinkes. Dilansir dari rilis resmi Pemkab Bogor, Kamis (16/10).

Menurutnya, rapid test chikungunya dilakukan secara selektif untuk warga yang menunjukkan gejala mengarah ke chikungunya, seperti demam disertai nyeri sendi dan otot. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecenderungan chikungunya, Dinas Kesehatan akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan lingkungan melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan ada atau tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.

“Fogging bukan langkah pertama, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara telur dan jentiknya harus diberantas lewat PSN. Kalau fogging dulu, seminggu kemudian nyamuk akan muncul lagi,” jelasnya.

Fusia Meidiawaty menegaskan, PSN dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta Plus menggunakan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

“Perindukan nyamuk Aedes aegypti biasanya ada di air yang bersih dan bening seperti di talang air, dispenser, atau wadah bekas di kebun. Karena itu, PSN harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di dalam rumah tapi juga di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kadinkes menyebut bahwa tren kasus chikungunya di Kabupaten Bogor hingga pertengahan Oktober 2025 masih dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, Dinas Kesehatan tetap siaga menghadapi masa pancaroba, karena pada periode ini risiko perkembangbiakan nyamuk biasanya meningkat.

“Kami sudah menyiapkan surat edaran kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit akibat vektor menjelang musim hujan. Dari puskesmas nanti akan diteruskan ke kecamatan dan desa agar masyarakat melakukan gerakan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gejala demam dan nyeri sendi, serta segera melapor ke puskesmas atau bidan desa terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Chikungunya umumnya sembuh sendiri dalam waktu dua minggu, tergantung daya tahan tubuh. Tapi kalau gejalanya berat, seperti nyeri sendi hebat atau tidak bisa berjalan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Melalui upaya deteksi dini, PSN, dan koordinasi lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor berkomitmen menjaga masyarakat tetap sehat dan aman dari ancaman penyakit chikungunya maupun DBD. (*) DR

GP Ansor Tamansari: Media Harus Berimbang dan Empatik dalam Menyoroti Pesantren

0

Jurnal Inspirasi – Program televisi “Xpose Uncensored” di Trans 7 menuai kritik dari kalangan pesantren. Tayangan yang menampilkan potret kehidupan pesantren itu dinilai menyajikan gambaran yang tidak utuh dan sarat bias.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tamansari, Fahmi Fadilah, menilai program tersebut justru menggiring opini publik dengan menampilkan pesantren sebagai lingkungan yang mistis, tertutup, dan feodal. Padahal, menurutnya, pesantren merupakan ruang tempat nalar, moral, dan spiritualitas berpadu membentuk karakter luhur bangsa.

“Kritik yang diucapkan tanpa memahami nilai-nilai dasar pesantren hanyalah bentuk lain dari kesombongan intelektual. Media boleh saja merekam dengan kameranya, tapi kejernihan dalam melihat kebenaran tidak bisa dibeli di pasar modernitas,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/25).

Fahmi juga menilai, cara pandang media dalam menyoroti hubungan antara kiai dan santri telah disalahartikan. Tayangan itu menggambarkan kiai sebagai figur dominan dan santri sebagai pihak yang tertindas. Padahal, relasi keduanya, kata Fahmi, berlandaskan pada adab, pengabdian, dan pendidikan jiwa, bukan pada struktur sosial yang menindas.

“Kharisma seorang kiai lahir bukan dari kekuasaan, tapi dari legitimasi moral dan spiritual yang tumbuh secara alami. Menilai pesantren lewat kacamata politik modern adalah bentuk penyempitan makna,” tambahnya.

PAC GP Ansor Tamansari menilai ada tiga penyebab utama mengapa kritik dalam tayangan tersebut tidak tersampaikan dengan baik, yakni ketimpangan pengetahuan (epistemic gap), kelemahan metodologis (methodological failure), dan ketimpangan ruang bicara (voice imbalance).

Menurut Fahmi, media modern cenderung melihat pesantren dari luar tanpa memahami nilai-nilai internalnya. Selain itu, santri dan kiai juga tidak diberi ruang yang cukup untuk menjelaskan makna di balik tradisi yang hidup di lingkungan pesantren.

Ia menegaskan, pesantren hingga kini masih menjadi benteng terakhir moralitas dan nilai kebangsaan, di tengah runtuhnya berbagai lembaga sosial akibat arus pasar dan kepentingan politik. Karena itu, ia meminta media untuk lebih berimbang dan empatik dalam menyoroti isu-isu keagamaan.

“Kami menolak segala bentuk pandangan yang menjadikan pesantren sekadar objek tontonan dan eksploitasi media. Kritik boleh, tapi harus disampaikan dengan santun dan berlandaskan pengetahuan,” tegasnya.

PAC GP Ansor Tamansari juga membuka ruang dialog bagi pihak media untuk berdiskusi dan memahami tradisi pesantren secara lebih mendalam. Fahmi menutup dengan pesan reflektif:

“Siapa pun yang mencoba menggambarkan pesantren tanpa memahami cahaya ilmunya, sesungguhnya hanya sedang memantulkan bayangan dirinya sendiri.”. Yudi

Jalan Cibeureum-Pasir Peuteuy Rusak Parah

0

jurnalinspirasi.co.id – Akses jalan yang berstatus kabupaten yang menghubungkan Desa Curugbitung dengan Desa Nanggung, Kabupaten Bogor kondisi rusak parah dan belum juga ada perbaikan.

Jalan sepanjang lebih dari lima kilometer itu menjadi jalur vital bagi warga, namun sudah lama belum tersentuh perbaikan berarti.

Kerusakan paling parah terjadi di ruas Cibeureum-Pasir Peuteuy di wilayah Desa Curugbitung, dengan panjang sekitar tiga kilometer.

Jalan berlubang, aspal mengelupas, hingga sebagian berubah menjadi kubangan ketika hujan turun.

Sekretaris Desa Curugbitung, Yustiawan, mengaku kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama.

“Jalan Cibeureum ini rusaknya sudah lama, panjangnya sekitar tiga kiloan. Banyak kampung yang terdampak seperti Kampung Baru, Cibeureum, dan warga Kampung Banar di Desa Nanggung yang juga lewat sini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/10/2025)

Menurut Yustiawan, pihak desa sebenarnya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Bahkan, akses tersebut telah masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2026. Namun, ia khawatir rencana itu kembali tertunda.

“Informasinya hanya dapat kuota dua kilo di tahun 2026, tapi kita khawatir bisa cancel lagi karena sering ada perubahan pembangunan,” katanya.

“Padahal ini bukan hanya jalan ekonomi, tapi jalur penghubung antar desa,” tambahnya.

Sementara dari sisi Pemerintah Desa Nanggung, kondisi serupa juga dikeluhkan. Kepala Desa Nanggung, Ahmad Sodik, mengatakan jalan yang menghubungkan Kampung Kebon Awi hingga Pasir Peuteuy memiliki panjang sekitar 5,5 kilometer, dan sebagian besar rusak berat.

“Tahun ini rencananya ada pengerjaan sepanjang 220 meter, tapi belum dimulai karena menunggu proyek di ruas Panjaungan-Batutulis selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk tahun 2026 pihaknya bersama UPT Jalan dan Jembatan, tokoh masyarakat, dan camat telah mendorong penambahan pembangunan sekitar 2,2 kilometer.

“Kalau 2026 bisa terlaksana dan 2027 lanjut 3 kilometer lagi, berarti tuntas semua. Karena ini akses pendidikan dan ekonomi warga dua desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah Cigudeg, Bobby Wahyudi, membenarkan bahwa sebagian besar ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat.

“Dari total panjang 5.640 meter, hampir 4.000 meter mengalami kerusakan parah,” kata Bobby saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/10/2025).

Ia menjelaskan, untuk tahun 2025 baru akan dilakukan penanganan sepanjang 220 meter, sedangkan rekonstruksi lanjutan sepanjang 2 kilo meter lebih telah diusulkan untuk tahun 2026.

“Itu sudah masuk rencana kegiatan, tinggal menunggu proses,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Genjot Peningkatan IPM, Cigudeg Rakor Lintas Sektoral

0

jurnalinspirasi.co.id – Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor masih memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. Hal ini diungkap pada rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di aula kecamatan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia khususnya di bidang pendidikan.

Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, mengatakan bahwa wilayah Cigudeg masih memiliki angka IPM di bawah rata-rata Kabupaten Bogor, terutama pada sektor pendidikan.

“Upaya ini merupakan tindak lanjut dari rakor tingkat kabupaten. Fokus kami adalah meningkatkan IPM, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Ade usai kegiatan.

Menurutnya, tim penanganan di tingkat kecamatan dan desa akan bekerja sama dengan para kepala sekolah, baik dari sekolah negeri, swasta, maupun madrasah. Kerja sama tersebut mencakup verifikasi data anak tidak sekolah (ATS) agar penanganan bisa tepat sasaran.

“Data sementara dari BPS menunjukkan sekitar 2.200 anak masuk kategori ATS. Kami akan verifikasi kembali agar data yang digunakan benar-benar valid,” kata Ade.

Setelah proses verifikasi, tim akan melakukan kunjungan langsung atau home visit untuk memastikan kondisi dan keberadaan anak yang tercatat tidak bersekolah.

“Kami ingin memastikan kebenarannya mulai dari tempat tinggal, keluarga, hingga status sekolah anak tersebut,” jelasnya.

Ade menambahkan, hasil rapat dengan satuan pendidikan, khususnya sekolah swasta di wilayahnya, menghasilkan komitmen untuk bersama-sama meningkatkan rata-rata lama sekolah dan mendorong masyarakat agar tetap melanjutkan pendidikan, baik di usia produktif maupun di atas 25 tahun.

“Sekolah swasta siap menampung anak usia sekolah yang belum bersekolah. Sementara bagi yang sudah di luar usia sekolah, PKBM siap menjadi alternatif,” katanya.

Ia menyebut, salah satu faktor penyebab anak putus sekolah di Cigudeg adalah luasnya wilayah dan jarak tempuh ke sekolah negeri yang cukup jauh. Selain itu, sebagian anak enggan melanjutkan pendidikan jika tidak diterima di sekolah negeri.

“Banyak anak yang memilih berhenti sekolah karena tidak diterima di sekolah negeri. Mereka enggan masuk sekolah swasta karena jarak dan persepsi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Dahyudin, berharap program penanganan ATS dapat menekan angka anak putus sekolah di wilayahnya.

“Masih ada sekitar 20 persen anak di Desa Sukamaju yang tidak melanjutkan sekolah, baik dari SD ke SMP maupun dari SMP ke SMA,” tukasnya.

(Arip Ekon)

CFD kembali digelar Rute Jalan Tegar Beriman Hingga Stadion Pakansari

0

Jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana menghidupkan kembali kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Cibinong, tepatnya di jalur lambat Jalan Tegar Beriman. Kegiatan yang sempat menjadi agenda rutin belasan tahun lalu ini akan segera digelar kembali setiap akhir pekan.

Dalam siaran resminya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung sebelum CFD resmi diberlakukan. Persiapan tersebut mencakup pengaturan lalu lintas, keamanan, serta fasilitas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal yang akan ikut berpartisipasi.

“InsyaAllah dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan, Jalan Tegar Beriman akan dapat digunakan oleh masyarakat setiap akhir pekan. Masyarakat bisa berolahraga, berjualan, dan menikmati suasana bersama di kawasan Tegar Beriman dan Pakansari,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, kegiatan CFD bukan hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga ruang interaksi sosial serta peluang bagi UMKM untuk tumbuh.

Ia berharap melalui inovasi ini, masyarakat Kabupaten Bogor dapat beraktivitas dengan nyaman dan sehat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Dengan dihidupkannya kembali CFD, Pemkab Bogor berupaya menciptakan ruang publik yang ramah bagi warga sekaligus mendukung budaya hidup sehat dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bogor. 

Warga pun menyambut antusias dengan Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut, Salah satunya diungkapkan oleh Nara, warga Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong.

“Saya sebagai warga Cibinong sangat mengapresiasi kegiatan Car Free Day di Jalan Tegar Beriman. Kalau bisa dilaksanakan setiap minggu, supaya masyarakat bisa lebih sehat, dan pelaku UMKM juga bisa mencari rezeki,” tandasnya. (*)

Harga Emas Naik dan Rekor Terus, Mending Jual atau Beli?

0

jurnalinspirasi.co.id – Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (persero) Tbk (Antam) melonjak Rp23.000 dan Kembali menyentuh rekor tertinggi. Harga emas Antam dibanderol Rp2.383.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas Antam rekor tertinggi sepanjang masa pada level Rp2.360.000 per gram. Di mana, rekor tersebut terjadi pada 14 Oktober 2025.

Mengutip dari laman voi.id, Rabu, 15 Oktober, harga buyback emas Antam juga naik Rp7.000 ke Rp2.154.000 per gram.

Harga emas dengan ukuran terkecil yaitu 0,5 gram dihargai Rp1.241.500. Sementara itu, harga emas batangan 10 gram dibanderol Rp23.325.000.

Untuk ukuran emas batangan 50 gram senilai Rp116.295.000. Begitu pula ukuran 100 gram menjadi Rp232.512.000.

Berikut daftar harga hari ini yang dijual Antam:

‎‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.241.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.383.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.706.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp7.034.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp11.690.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp23.325.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp58.187.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp116.295.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp232.512.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp581.015.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.161.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.323.600.000.

Sementara itu, harga perak turun Rp250. Harga perak dibanderol Rp28.000 per gram. ded

Bupati Bogor dan Taman Safari Indonesia Jajaki Kolaborasi Pengembangan Kawasan Edukasi dan Konservasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menerima kunjungan Tim Teknis Taman Safari Indonesia (TSI) di Ruang Soekarno Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Selasa (14/10/25). Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas rencana pengembangan destinasi edukasi dan konservasi satwa di wilayah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan apresiasinya atas kiprah Taman Safari Indonesia sebagai lembaga konservasi satwa yang diakui dunia dan menjadi kebanggaan Kabupaten Bogor.

“Kami bangga Taman Safari Indonesia ada di Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga pusat konservasi satwa terbaik di Indonesia yang diakui secara global,” ungkap Rudy Susmanto.

Menurut Bupati Bogor, keberadaan Taman Safari Indonesia memiliki nilai strategis, baik dari aspek lingkungan, pendidikan, maupun pariwisata. Ia menjelaskan bahwa ke depan Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menghadirkan kawasan edukatif serupa yang dapat diakses masyarakat secara gratis, sebagai bentuk pemerataan akses terhadap ruang publik dan edukasi konservasi.

“Kami ingin menghadirkan tempat yang bisa dinikmati masyarakat tanpa berbayar, dengan operasional yang ditanggung oleh pemerintah. Konsepnya tetap edukatif dan berbasis konservasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menuturkan bahwa Pemkab Bogor tengah menyiapkan berbagai rencana pembangunan di kawasan Stadion Pakansari, yang menjadi pusat pertumbuhan (central point) Kabupaten Bogor. Pembangunan ini akan mencakup sarana olahraga, fasilitas publik, hingga taman tematik edukatif.

“Lahan di area Stadion Pakansari akan kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tahun 2025 di sekitar Stadion Pakansari akan dibangun beberapa objek oleh pemerintah daerah, pusat, maupun swasta,” ujarnya.

Selanjutnya, Perwakilan Taman Safari Indonesia, Marco menegaskan komitmen Taman Safari Indonesia untuk terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam upaya pelestarian lingkungan dan konservasi satwa. 

“Kami sepenuhnya mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Pemkab Bogor. Kami merasa terhormat dapat dilibatkan dalam rencana besar untuk konservasi dan pengembangan wisata edukatif,” tuturnya

Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut menjadi tahap awal untuk menyamakan persepsi dan arah kerja sama antara Taman Safari Indonesia dan Pemkab Bogor.

“Hari ini kita mendengarkan dan memahami lebih dulu. Hal-hal yang bersifat teknis akan dibahas pada pertemuan selanjutnya,” tutupnya.

Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Kepala DPKPP, Kepala Disbudpar, Plt Kepala DLH, serta perwakilan dari Diskanak.  (*)