32.1 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1387

Bucket List Bakal Ditutup Satgas Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Salah seorang atlet basket Kota Bogor dikabarkan terpapar Covid-19. Diduga pebasket itu diketahui positif setelah mengikuti mini turnamen di lapangan The Bucket List, Kecamatan Bogor Utara. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Bogor pun meminta agar Satgas Covid-19 menutup sementara lapangan The Bucket List agar memutus mata rantai penularan virus corona.

Sekretaris Umum (Sekum) Perbasi Kota Bogor Arry Paldy mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada klub basket Kota Bogor agar meminimalkan jadwal latihan untuk mengurangi kerumunan. Tetapi, sambungnya, ada beberapa klub yang membandel, sehingga membuat Perbasi terkena imbasnya. 

“Ada atlet pelatcab Kota Bogor kena disitu. Statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG). Ada dua orang lagi yang bergejala dan mau dirapid, akhirnya sepakat semua dirapid tes. Intinya begitu, kami tengah koordinasi dengan Bucket List. Karena turnamen dan pembukaan tempat itu kami tidak diberi pemberitahuan dan diundang. Tapi kalau ada hal seperti ini kami terkena imbasnya,” ungkap Arry, Selasa (22/12).

Menurutnya, mini turnamen yang digelar di bucket List juga melibatkan klub asal Jakarta, Kabupaten Bogor dan wilayah lainnya. “Kalau Perbasi Kota Bogor akan latihan ada izin Dispora Kota Bogor, atas nama pelatcab Kota Bogor. Kami saja latihannya nggak terlalu intensif. Nah pihak Bucket List sama panitianya bagaimana ini. Yang latihan disana masih bandel,” ungkapnya.

Kata dia, yang mengadakan minim turnamen adalah Galaksi Star, dan mereka mengundang klub daru luar kota. Masih kata dia, setelah dicari tahu yang mengadakan itu Galaksi Star, itu undang klub dari luar Kota Bogor. “Saya juga tidak tahu total yang terpapar. Dari Perbasi satu orang, sisanya dua lagi masih gejala. Setelah kami lacak yang satu ini terakhir main di Bucket List. Saya belum dapat info akurat itu kapan, tapi disitu penuturannya,” tambahnya.

Ia menegaskan, The Bucket List tutup hingga benar-benar aman dan menerapkan Protokol kesehatan apabila akan menggelar mini turnamen. “Ya, mereka kan ngundang dari Jakarta, Kabupaten Bogor dan lainnya. Kalau kami saat latihan pelatcab kan tracingnya tidak sulit karena semua orang Bogor. Kalau di Bucket List kami tidak mengetahui yang datang dari mana saja, jadi harus tutup sementara dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku belum mendapat informasi perihal ada atlet basket yang terpapar dari mini turnamen. Ia juga belum mengambil keputusan untuk menutup lapangan The Bucket List.

“Saya belum mendapatkan info, tapi ada empat atlet basket yang kontak erat dengan seseorang yang positif Covid-19 dan berasal dari klaster keluarga. Untuk penutupan lapangan nanti kami  perdalam dulu kasusnya,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Hasil Rapid Tes Antigen Harus Dibawa Wisatawan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mewajibkan seluruh wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata di Kota Hujan wajib mengantungi surat negatif Covid-19 dari hasil swab PCR atau rapid test antigen saat pembelakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) sejak 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang.

“Semua pengunjung tempat iwsata wajib menunjukan negatif swab PCR atau rapid tesr antigen. Itu masa berlakunya tiga hari sebelum keberangkatan. Yang tidak punya, tak boleh masuk ke dalam,” ujar Wali Kota Bima Arya kepada wartawan, Selasa (22/12).

Bima menegaskan bahwa Pemkot Bogor tidak menyediakan fasilitas swab PCR atau rapid test antigen bagi wisatawan. Atas dasar itu, sebaiknya tes tersebut dilakukan secara mandiri, sebelum masuk ke Kota Hujan. “Apabila ditemukan ada pelanggaran terkait kebijakan itu, maka akan disanksi berupa peringatan keras, denda hingga penutupan tempat usaha,” ungkap Bima.

Kata Bima, nantinya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Satpol PP akan menjadi leading sector dalam melakukan pengawasan secara intens.

Sementara itu, Kepala Disparbud, Atep Budiman mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat bersama instansi terkait. Wisatawan yang berusia diatas 12 tahun wajib menunjukan surat negatif dari hasil swab PCR atau rapid test antigen apabila akan masuk ke Kota Bogor.

“Memang tak mungkin kita selalu menempatkan petugas di semua titik wisata, makanya akan digencarkan inspeksi mendadak. Makanya kami akan koordinasi dengan Satgas Covid-19. Kami juga bakal membuat surat edaran mengenai kebijakan tersebut untuk dipasang di tiap-tiap loket tempat wisata,” katanya.

Atep menegaskan, apabila ada kedapatan wisatawan atau pelaku usaha yang melanggar aturan tersebut, maka mereka akan dijatuhi sanksi tegas.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua DPRD Atang Trisnanto mengatakan bahwa pemberlakuan wajib rapid test antigen mesti dibarengi dengan pengawasan yang ketat. “Maksimalkan Satpol PP, Park Ranger, Dishub, Tim Merpati, Tim Elang, agar tak sekedar menggugurkan administrasi. Sebab apa gunanya kebijakan tanpa adanya implementasi. Apalagi, Disparbud sudah diguyur hibah Rp73 miliar dari pusat untuk mendongkrak pariwisata. Itu saja dimaksimalkan untuk memastikan setiap pelaku usaha menerapkan CHSE. Jangan sampai dana hibah itu mubazir,” papar Atang.

Lebih lanjut, kata Atang, yang terpenting adalah Pemkot Bogor harus dapat membuat sistem scan seperti tempat wisata di Yogyakarta. Dimana saat akan masuk wisatawan wajib menscan barcode dan megistrasi, sehingga ketika tak memenuhi syarat otomatis tak bisa masuk. “Bila itu bisa diterapkan di Kota Bogor, saya kira itu akan baik,” jelas politisi PKS itu.

Terpisah, Kepala Dinkes, dr Sri Nowo Retno mengatakan bahwa pada Selasa (22/12) terdapat penambahan 74 kasus positif baru. Sehingga total secara keseluruhan mencapai 4.763, dengan rincian 815 masih sakit, 122 orang meninggal dunia dan 3.826 telah dinyatakan sembuh. “Untuk orang dalam pemantauan sendiri kasusnya berkurang 127,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Tak Ada Perayaan Nataru di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) terhitung sejak 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang. Pemkot Bogor pun melarang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 di cafe, mall dan hotel di seluruh Kota Hujan, mengingat Covid-19 saat ini makin mengganas. “Saya berharap tak ada kerumunan di cafe dan hotel,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (22/12).

Menurut Bima, pihaknya sudah bersepakat dengan seluruh gereja yang ada di Kota Bogor agar menyelenggarakan ibadah hanya di malam Natal. Selain, membatasi kehadiran dan kapasitas jemaat.

“Gereja nantinya akan menentukan berapa orang yang akan diundang. Kami dan polisi sudah punya data gereja mana yang menggelar ibadah, jam berapa dan berapa orang yang akan hadir,” ucap Bima.

Selain itu, kata Bima, Pemkot Bogor juga akan kembali membatasi jam operasional rumah makan, cafe, tokk dan mall hingga pukul 19.00 WIB. Namun, itu berlaku di tanggal 24, 25, 26, 27, 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Kemudian, sambungnya, kapasitas pengunjung hanya diperbolehkan 50 persen saja.

“Selain tanggal-tanggal tersebut, toko, mall dan restoran beroperasi seperti biasa. Ini adalah upaya menyelaraskan kebijakan dengan Kabupaten Bogor dan DKI Jakarta,” jelas dia.

Lebih lanjut, kata Bima, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan memperketat pengawasan terhadap tempat-tempat umum agar tak menyebabkan kerumunan.

“Kami akan menggelar patroli setiap hari agar tak ada kerumunan. Kita mengimbau untuk tahun ini lebih baik di rumah saja, lebih aman dan nyaman. Warga diminta membatasi kegiatan di luar. Sebab, saat ini covid tengah merayap menuju puncak,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku mendukung penuh kebijakan Pemkot Bogor, mengingat jumlah penambahan kasus positif Covid-19 terus naik. Apalagi kesiapan rumah sakit sudah mulai penuh. Namun, ia mengkritisi langkah Bima Arya terkait pembatasan jam operasional toko, mall dan restoran.

“Harusnya bukan pembatasan tetapi diklasifikasi. Sebab ada toko dan restoran yang bukan pagi atau sore. Lebih baik durasi jam operasional saja. Sebab, punya segmen berbeda,” ucap Atang.

Tetapi yang terpenting, pemerintah segera menyiapkan tempat perawatan isolasi bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan orang dengan gejala yang tak terlalu berat agar tak membebani tekanan rumah sakit.

“Salah satunya dengan mempercepat pembangunan rumah sakit darurat atau memesan satu hotel untuk tempat isolasi. Anggaran dari ousat sudah disediakan kisaran Rp5 hingga Rp15 miliar,” katanya.

** Fredy Kristianto

Gaji Dipotong, ASN Bogor Wajib Zakat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 118 Tahun 2020 dan sosialisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Bogor dengan Baznas Kota Bogor. “Perwali 118 Tahun 2020 ini tentang pengelolaan zakat profesi, infak dan sedekah dari pejabat negara, aparatur sipil negara dan calon aparatur sipil negara, serta dewan/badan pengawas, direksi dan pegawai pada BUMD dan BLUD di lingkungan Pemerintah Kota Bogor,” ujar Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Irwan Riyanto.

Irwan mengatakan, perwali ini akan ditetapkan di awal tahun depan dengan sasaran semua ASN muslim yang sudah berhak mengeluarkan zakat profesi 2,5 persen. Nantinya, bagi ASN yang sudah bersedia menjadi Muzakki, gaji setiap bulannya akan dipotong secara otomatis.  “Zakat dikumpulkan UPZ di masing-masing OPD dan kemudian disetorkan ke Baznas Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menuturkan, pengumpulan zakat profesi di lingkungan Pemkot Bogor mempunyai potensi besar karena ada sekitar 6 ribu ASN yang sudah memenuhi Nisab. Zakat profesi yang ditarik dari ASN dan dikelola Baznas ini nantinya bisa membantu masyarakat Kota Bogor yang membutuhkan. “Masyarakat bisa melakukan pengajuan ke Baznas untuk RTLH atau untuk menebus ijazah,” imbuhnya.

Irwan melanjutkan, di masa Pandemi Covid-19 ini, rasa sosial sangat dibutuhkan terutama bagi mereka yang mampu kepada mereka yang tidak mampu. Apalagi anggaran Pemkot Bogor juga terbatas dan belum bisa mengcover semua pengajuan dari masyarakat.

“Dengan Perwali ini bisa mengoptimalkan penerimaan zakat profesi dari ASN, dan memperbaiki kelembagaan atau institusi zakatnya agar pengelolaannya lebih profesional,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Anton Ingatkan Generasi Muda Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang juga sekaligus sebagai Sekertaris Fraksi Partai Demokrat Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Anton Sukartono Suratto melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Minggu (20/12).

Acara yang berlangsungkan di Pendopo Puri Cikeas Mamsion Jl. Letda Nasir, Desa Bojong Kulur, Kecamatan. Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dalam acara kali ini, Anton menyasar para tokoh pemuda serta generasi milenial yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

Pengetahuan terkait makna, filosofi dan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pilar Pancasila, Pilar Undang-Undang Dasar 1945, Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pilar Bhinneka Tunggal Ika disampaikan politisi senior Partai Demokrat asal Bogor ini.

Dijelaskan Anton, penyegaran kembali terkait Empat Pilar Kebangsaan diharapkan dapat membentengi para para pemuda dari potensi paparan ideologi selain Pancasila apalagi ideologi yang mengarah ke radikalisme. Potensi tersebut menurutnya tetap ada dan wajib diantisipasi khususnya di perubahan era digital yang berkembang sangat cepat.

Apalagi sebagai pemuda yang menjadi unsur masyarakat yang vokal dan idealis, menurut Anton, penting bagi mereka memiliki ideologi Pancasila yang mapan. “Sebagai kader bangsa berideologi, mahasiswa jangan sampai jadi aktivis yang rapuh tanpa ideologi kuat sebagai dasarnya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Anton.

Dia mengatakan, pada tahap ini tentu akan lebih baik melakukan pencegahan dibanding mengobati orang-orang yang sudah terpapar ideologi yang tidak sesuai Pancasila.

** Gita Purnama

Hari Ibu, TP PKK Kecamatan Leuwiliang Gelar Lomba Masak

0

Leuwiliang  l Jurnal Inspirasi

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Leuwiliang menggelar upacara dan kegiatan lomba memasak dengan peserta 11 desa yang ada di Kecamatan Leuwiliang saat memperingati Hari Ibu yang ke-92 pada 22 Desember 2020.

Ketua TP PKK Kecamatan Leuwiliang Zaitun Nisa Widiasari mengatakan, kegiatan ditengah pandemi Covid-19, lomba memasak menerapkan protokol kesehatan dengan sosial distancing, cuci tangan, memakai masker serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Perlombaanya itu sendiri kita hanya buat nasi goreng. Dengan menu yang B2SA  yang beragam bergizi berimbang serta aman untuk keluarga karena di masa pandemi seperti ini makanan kualitasnya harus benar-benar baik untuk keluarga,” ujar Zaitun, Selasa (22/12).

Dia berharap warga Kecamatan Leuwiliang, khususnya ibu-ibu kader TP PKK tingkat kecamatan maupun desa  bisa menerapkan serta mengimbau kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. “Dan yang terpenting senantiasa menjaga keluarga dalam hidup bahagia agar terhindar dari Covid-19 karena kebahagiaan bisa meningkatkan imun tubuh, ” harapnya.

** Arip Ekon

Pembagian BLT-DD, Pemerintah Desa Leuwinutug Terapkan 3M

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor  menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap akhir untuk 70  keluarga penerima manfaat (KPM), Selasa (22/12). Pendistribusian bantuan yang berlangsung di aula kantor desa tersebut berlangsung dengan tertib dan kondusif yang disertai rasa syukur oleh KPM.

Tampak warga penerima manfaat tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan menjaga jarak, memakai masker  dan mencuci tangan yang dipandu langsung oleh perangkat desa dan disaksikan oleh ketua RT dan ketua RW serta Banbinsa dan Babinkamtibmas turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepada Jurnal Bogor, Deden Saiful Hamdi, Kepala Desa Leuwinutug mengatakan, ada beberapa warga penerima manfaat yang tidak bisa hadir karena faktor kesehatan atau sakit, maka dengan kondisi tersebut dirinya beserta staf mengantarkan bantuan kepada warga tersebut langsung sambil melihat kondisi kesehatannya.

“Saya menyerahkan secara langsung uang tunai BLT-DD sebesar Rp 300.000 kepada warga penerima,” ujar Kang Denz, biasa disapa.

Dia berharap bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan digunakan untuk hal-hal yang memang dibutuhkan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Sejauh ini diakuinya, Pemerintah Desa Leuwinutug sudah memberikan yang terbaik untuk warga yang terdampak dalam situasi Covid-19 ini.

Senada Sekdes Yayan Herdiansyah juga tak bosan-bosan untuk mengingatkan kepada seluruh warga desa untuk disiplin melaksanakan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebab virus Corona atau Covid-19 ini bisa dicegah dengan membiasakan hidup bersih dan sehat.

“PHBS harus dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ditengah masa pandemi ini,” kata Yayan mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Anton Suratto Resmikan Tungku Pembakaran Sampah di Sukaasih

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Anggota DPR RI H. Anton Sukartono Suratto meresmikan bangunan tungku  pembakaran sampah di Kampung Sukaasih RT 01 RW 03, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Selasa (22/12). Selain meresmikan tungku pembakaran sampah, wakil rakyat  dari Fraksi Partai Demokrat daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor itu juga memberikan bantuan mebel ke SDN Negeri 1 Sukaasih dan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

“Reses hari ini, pertama meresmikan tungku yang dari masyarakat guna kepentinganya untuk  masyarakat. Berawal aspirasi masyarakat, awal mula tidak adanya tempat pembuangan sampah. Akhirnya kita bangun tempat pembakaran  sampah ini,” ujar H. Anton Sukartono Suratto kepada wartawan.

Menurutnya,  awalnya sampah berserakan dimana-mana dan membuat kotor sehingga rentan jadi sumber sarang penyakit, namun sekarang sudah rapi. “Insya Allah ke depannya akan lebih rapi lagi. Intinya kita akan terus dobrak tergantung dari aspirasi masyarakat, sesuai dengan kebutuhan, karena yang butuh kan masyarakat ketika ada aspirasi dari masyarakat kita akan aspirasikan,” ucapnya.

Sementara tokoh masyarakat setempat, Bambang Setiawan menceritakan, dulu kampong berada di sebelah utara  di belakang gedung SDN 01 Sukaasih, dimana tempat tersebut dipenuhi tumpukan sampah kemudian di lereng tebing ini juga seperti pembuangan sampah termasuk di sebelah selatan ada sekitar dua truk sampah buangan dari rumah warga. ” Alhamdulillah  masyarakat sekitar  bahu-membahu bagaimana cara membersihkan kampung ini terhindar dari sampah,” imbuhnya.

Hanya saja, kata Bambang, waktu itu kesulitannya adalah mobil pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan Kabupaten Bogor tidak mau mengambil sampah masuk gang dengan pertimbangan segala macam walau sekalipun dibayar.

Akhirnya dengan musyawarah dan keseriusan warga, maka terbentuklah tempat  yang dulunya  sangat menyedihkan dibangun pakai bambu dengan atapnya menggunakan asbes kemudian dindingnya masih pakai lembaran karung. “Alhamdulillah dengan bantuan dari Pak Haji Anton beliau  mendapatkan berkah yang luar biasa pahalanya akan mengalir terus selama tempat ini kita gunakan untuk kebaikan,” kata Bambang penuh syukur.

Di tempat yang sama  Sekretaris Desa Leuwimekar Ade Umyana menyatakan, dengan terwujudnya bangunan tungku tempat pembakaran sampah, pihaknya  menghaturkan terimakasih. “Semoga bantuan ini  terus bermanfaat bagi orang banyak,” tukasnya.

Bahkan sambung Ade, dengan adanya tempat pengolahan sampah, manfaatnya selain lingkungan bersih, juga hasil sampah itu bias dijadikan pupuk kompos untuk tanaman.

** Arip Ekon

Pasar Leuwisadeng Kosong tak Dihuni Pedagang

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Sudah hampir tiga tahun kondisi Pasar Leuwisadeng yang berada di Desa Sadeng semakin memperihatinkan. Musababnya, pembangunan yang menghabiskan sekitar tiga miliar itu dibiarkan begitu saja tanpa dihuni oleh pedagang.

“Saya akui prihatin dan mengenai kondisi pasar bisa koordinasi dengan Perumda Pasar Tohaga, karena pengelolaannya dari mereka,” kata Kadisdagin Kabupaten Bogor Nuradi kepada wartawan, Selasa (22/12).

Nuradi juga menjelaskan, pihaknya pernah ada usulan pasar untuk dijadikan pasar tematik. Namun, sampai saat ini belum ada progres lagi. “Untuk pengelolaan sudah dilimpahkan bahkan dari Disdagin saya sampaikan tentang pasar tematik ke Perumda Pasar Tohaga tapi belum ada progresnya,” jelasnya.

Senada dikatakan, Humas Perumda Pasar Tohaga Isni Jayanti menuturkan, pihaknya sudah melakukan usaha menarik pedagang agar pasar bisa ramai. “Usaha mencari komoditi untuk tematik pun terus dilakukan tapi memang belum ada yang berhasil,” tuturnya.

Isni menjelaskan, pihaknya mempersilakan siapapun yang berminat ingin ikut berjuang meramaikan Pasar Leuwisadeng. “Upaya Perumda Pasar Tohaga sedang mencari rekanan  dan kami membuka pintu selebar-lebarnya agar pasar bisa ramai,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menuturkan, melihat Pasar Leuwisadeng memang cukup prihatin karena sampai saat ini tak ada penghuninya dan kondisi bangunan sudah banyak yang rusak. “Kalau pengalihan pengelolaan sepertinya tidak bisa, hanya saya cukup prihatin melihat pasar tersebut kosong dan rusak dengan sendirinya,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Merpati Putih Berikan Program Senam Kebugaran Anti Covid-19 ke PWI Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor mendapatkan perhatian dari perguruan ilmu tenaga dalam Merpati Putih cabang khusus Jayadiningrat yang berpusat di Jalan Dukuh Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor yang dinahkodai H. H. Sulistianto, S.Ip, MH.

Kedatangannya ke sekretariat PWI Kabupaten Bogor, H. Sulistianto ingin memberikan program senam kebugaran anti Covid-19 kepada seluruh anggota dan pengurus PWI Kabupaten Bogor.

“Saya berkeinginan kepada para wartawan khususnya yang berada di Bumi Tegar Beriman bisa sehat secara jasmani maupun rohani melalui program senam kebugaran anti Covid-19 tersebut,” kata H. Sulistianto, Selasa (22/12).

Ia menjelaskan, senam kebugaran ini untuk membugarkan raga dan rohani para anggota dan pengurus PWI Kabupaten Bogor di kala sedang menjalankan tugasnya sehari-hari. Menurutnya, bagi setiap wartawan yang nantinya telah mengikuti program senam kebugaran anti Covid-19 itu, dimana saat menjalankan tugas dan aktifitas apapun akan merasa bugar secara fisik maupun batinnya.

Karena,  senam kebugaran ini berbeda dengan senam pada umumnya, yang mana senam kebugaran ala perguruan Merpati Putih itu lebih mengarah kepada pengendalian diri hingga melatih ilmu tenaga dalam bagi setiap orang yang mengikuti program tersebut.

“Hati didalam setiap manusia itu juga mesti dibugarkan, jadi bukan hanya fisiknya saja. Terlebih, senam ini lebih mengarah kepada batin dan rohaninya ataupun tenaga dalam di setiap orang yang mempelajarinya,” ungkapnya.

Sulistianto juga mengaku, pihaknya yang sengaja menyambangi kantor PWI Kabupaten Bogor hanya berkeinginan setiap insan pers bisa sehat lahir batin hanya dengan mengikuti program senam kebugaran milik Merpati Putih cabang khusus Jayadiningrat yang digelar setiap Sabtu.

“Pentingnya kesehatan bagi insan pers, tatkala media di PWI yang ketika hadir wilayah hingga hingga ke pelosok-pelosok daerah hanya bermaksud untuk menyampaikan informasi perlu kita dukung dan mengapresiasi setinggi-tingginya. Untuk itu, saya dari perwakilan Merpati Putih cabang khusus Jayadiningrat ingin sekali melihat rekan-rekan jurnalis tetap selalu sehat disaat sedang menjalankan tugasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo mengaku sangat mengapresiasi tinggi dengan kedatangan ketua cabang khusus Merpati Putih Jayadiningrat yang bertujuan untuk memberikan senam kebugaran anti Covid-19 kepada seluruh anggota dan pengurus PWI disaat wabah pandemi virus Corona yang tengah melanda negeri ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada H. Sulistianto yang masih mau memperhatikan teman-teman wartawan yang tergabung dalam pengurusan PWI Kabupaten Bogor. Semoga, sumbangsihnya berupa program senam kebugaran anti Covid-19, teman-teman anggota dan pengurus PWI dapat sehat dan bugar dari sisi jasmani maupun rohaninya dikala sedang menjalankan tugasnya sehari-hari,” tutupnya.

H. Sulistianto memberikan seragam senam sebanyak 25 pcs yang diterima langsung oleh ketua PWI Kabupaten Bogor dengan didampingi sekretarisnya, M. Nurofik serta Ketua Koperasi Warta Karya Mandiri (KWKM) PWI Kabupaten Bogor, Effendi Tobing dan beberapa pengurus lainnya.

** Nay Nur’ain