Rapat Bapemperda pengkajian pelaksanaan Perda No. 11 tahun 2012 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat pembelajaran dan toko moderen digelar pada Selasa (25/05).
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mengkaji Perda No. 11 tahun 2021 ini belum terlaksana dengan baik karena ada beberapa poin yang perlu dibahas dalam Rapat tersebut.
“Ada beberapa poin yang kita bahas, jarak minimarket dengan pasar minimal 500 meter dan dengan usaha kecil sejenisnya 100 meter, jumblah outlet toko moderen maksimal 150, toko moderen wajib menyediakan usaha untuk UMKM,” Achmad Fatoni, Komisi 3 dari Fraksi PKS ini.
Dia menjelaskan, toko moderen dilarang menjual sayur mayur dan ikan segar serta barang beralkohol, dan harus ada izin usaha dari Bupati dan membuat laporan tiap tahun ke dinas.
“Bukankah Perda dibuat untuk dilaksanakan dan Pemda mestinya jadi yang terdepan dalam menegakkan Perda ini,” ujar Achmad Fatoni.
Kali Lulut jadi destinasi wisata gratis pada akhir pekan, baik warga Perumahan Puri Harmoni Pasirmukti maupun warga diluar Perum. Warga kerap kali memadati kali tersebut baik untuk berenang ataupun hanya sekedar berswa foto saja.
Salah satu pengunjung yang merupakan warga luar Bogor, Dimas mengatakan kedatangannya karena kebetulan sedang berlibur ke rumah saudaranya, namun melihat suasana kali yang ramai menjadikannya penasaran untuk mengambil foto di lokasi kali tersebut.
“Ini pertama kali turun ke kalinya sih, biasanya cuma liat dari atas aja, dan gak sampe turun ke kali, karena suasananya juga mendukung dan air kalinya juga cukup bersih jadi membuat saya penasaran untuk turun sekedar berswafoto,” kata Dimas, Minggu (30/05)
Menurutnya, kondisi alam yang masih asri sudah mulai jarang sekali ditemuinya apalagi di seputar Tangerang yang merupakan tempat tinggalnya. ” Kalo disono (Tangerang) sudah agak jarang kali yang masih asri seperti ini, jadi seneng aja liatnya, selain memang ramai juga warga perumahan yang ikut mandi disini,” jelas remaja 19 tahun tersebut.
Senada, Harun warga asli mengatakan dahulunya kali Lulut ini memang sering dipakai warga untuk mandi dan mencuci, seiring perkembangan zaman dengan banyaknya perumahan, warga juga sudah mulai jarang main ke kali.
“Ini tempat saya kecil main air, dan di area sebelah sana langganan warga untuk mengambil air jika musim kemarau tiba, juga tak jarang warga kampung mandi dan mencuci disini,” jelas Harun (24).
Menurutnya, walaupun sering memakan korban setiap tahunnya, dirinya berharap mitos mistis yang melekat jangan didramatisir dan menjadikan kali ini angker karena sejatinya kehati-hatian saja yang harus diutamakan jika main di lokasi kali tersebut.
Pernah ada korban meninggal terutama di areal Curugnya, namun lebih baik pengunjung lebih waspada ketika main di kali apalagi jika sudah mendung, lebih baik naik ke atas karena khawatir ada air bah dari hulu ke hilir yang tidak bisa kita prediksi.
“Begitupun hal mistis yang masih melekat yang kita sebagai manusia jangan mengotori wilayah ini, selain mencemari lingkungan juga memang tidak enak dilihat jika kali yang masih bersih ini dikotori sampah.”
“Jaga bahasa, tatakrama dan kebersihan, karena itu untuk diri kita sendiri, saya berharap warga senantiasa menjaga keasrian kali Lulut ini sekalipun sudah dikelilingi oleh Perumahan,” pungkas Harun penuh harap.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo beserta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenkopUKM), Teten Masduki dan Rektor IPB University Prof Arif Satria panen melon di Agribusiness and Teknologi Park (ATP) IPB University, Minggu (30/05).
Pada kesempatan ini para Menteri mengamati langsung teknologi budidaya melon yang ada di Green House (GH) ATP IPB University yang berlokasi di Desa Cikarawang, Dramaga, Bogor.
Mentan menyampaikan bahwa pada masa sulit ini, kebersamaan amat penting. Para menteri bersama perguruan tinggi harus terus bersinergi untuk menemukan solusi berbagai persoalan yang ada.
“Saya diminta bersama pak Teten untuk terus mengawal akselerasi program pemulihan ekonomi melalui pertanian dan koperasi dengan menggandeng perguruan tinggi. Hari ini atas inisiasi IPB University kami bertemu di lapangan untuk melihat bahwa Indonesia memiliki potensi komoditi pertanian tropis yang diminati untuk kebutuhan nasional dan ekspor. Untuk hilirisasi, pengkoperasian dan pemasaran ada kementerian koperasi yang bersinergi bersama kami,” ungkapnya dalam keterangan pers.
Ia menambahkan, “IPB University segalanya, perguruan tinggi sangat penting dan dibutuhkan untuk menemukan varietas unggul, hasil riset serta teknologi terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian kita. Selain itu perguruan tinggi harus bisa menjadi rumah bersama untuk menerobos kebaruan-kebaruan dan tantangan era,” imbuhnya.
Rektor IPB University Prof Arif Satria menjelaskan bahwa untuk membangun pertanian tidak bisa dilakukan sendiri sehingga harus bersinergi. Menurutnya perguruan tinggi yang melahirkan riset dan inovasi harus ditunjang oleh policy yang kuat. Termasuk dalam aspek pembiayaan, pengembangan kelembagaan maupun pengembangan usaha.
“Kehadiran Pak Mentan dan Pak MenkopUKM memberikan support bagi kita untuk terus bersinergi termasuk dengan masyarakat. ATP ini merupakan salah satu etalase kita untuk men-support petani lingkar kampus, yang jumlahnya kurang lebih seratus. Tujuannya agar mereka bisa mengakses pasar modern dengan kualitas yang bagus,” ujarnya.
Kesinambungan ini sangat penting dan petani-petani di lingkar kampus IPB University lebih sejahtera. Petani menikmati harga yang lebih tinggi daripada yang selama ini mereka dapatkan jika menjual ke pasar tradisional.
“Ini komitmen kita semua untuk terus mensejahterakan petani,” jelasnya.
Sementara itu Teten Masduki menyampaikan bahwa KemenkopUKM berfokus pada pengembangan model bisnis. Menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana mengkorporatisasikan petani-petani perorangan, yang berskala sempit, kemudian dikoperasikan sehingga masuk dalam skala yang berkembang.
“Model bisnis seperti ini perlu kita lakukan supaya petani lebih produktif dengan menggunakan bibit-bibit unggul hasil riset serta terhubung dengan bank dan pembiayaan. Kita bersama Kementan ditugaskan untuk membuat suatu piloting korporatisasi petani khususnya pada komoditas buah tropis untuk ekspor. Jadi ini sinergi kami bertiga. Mengembangkan model bisnis yang terintegrasi dengan riset, terintegrasi dengan pasar dan terintegrasi dengan pembiayaan,” ujarnya.
Melon yang dibudidayakan di ATP IPB University merupakan varietas Golden Alisha dengan umur panen 65 hari sejak pindah bibit. Bobot buahnya bisa mencapai 2,5 kg/buah dengan harga Rp 30 ribu/kilogram. Melon ini dibudidayakan dengan teknologi hidroponik substrat. Pemberian air dan pupuknya dilakukan dengan teknologi irigasi tetes yang dilengkapi dengan otomatisasi.
Green House sendiri dilengkapi dengan sensor kelembaban media, pH media, electrolit conductivity, suhu, serta dilengkapi dengan kamera CCTV untuk mengamati perkembangan melalui smartphone.
IPB University dan Bank BNI berkolaborasi memberikan layanan terbaik untuk pembangunan pertanian Indonesia. Hal ini terungkap saat Rektor IPB University Prof Arif Satria mendampingi Adi Sulistyowati selaku Wakil Direktur Utama BNI melakukan Fun Gowes dan Panen Melon di Stasiun Lapang Agribussines and Technology Park (ATP) IPB University di Desa Cikarawang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (30/5).
Dalam sambutannya, Prof Arif menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank BNI yang hendak memberikan satu Fresh Market di ATP IPB University serta kultur jaringan di Kebun IPB Sukamantri. “Ketika BNI memberikan sesuatu yang berharga untuk IPB University, maka itu artinya membantu memajukan pertanian Indonesia. Kolaborasi antara Bank BNI dan IPB University sampai dengan hari ini dilakukan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa serta masyarakat dalam hal pendanaan di bidang pertanian. Terimakasih banyak BNI, insya Allah IPB University akan selalu men-support,” terangnya.
Adi Sulistyowati menerangkan IPB University memiliki peran besar dalam pendampingan usaha mikro di tengah masyarakat yang berbasis pertanian. Untuk itu BNI hadir berkolaborasi dalam memenuhi finansial yang dibutuhkan.
“Kolaborasi ini sudah indah sekali. Saya happy, bahagia melihat IPB University dengan inovasinya yang sangat luar biasa. Yang membuat saya kagum adalah IPB University membangun ekonomi kerakyatan yang ada di sekitar kampus. Kami dari BNI, akan men-support dan terus mendukung pendampingan yang dilakukan oleh IPB University terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan luar biasa,” ungkap Adi Sulistyowati.
“Dari sisi finansial, serahkan kepada kami pak, kita akan mendukung dan membantu pembiayaannya. Nanti marketnya kita juga sama-sama bangun,” tambahnya.
Selain Fun Gowes, Bank BNI juga menggelar “Sosialisasi BNI Mobile Banking, Program Lelang dan Games”. BNI Mobile banking hadir sebagai layanan yang bertujuan untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi keuangan.
Sejumlah konsumen tahu harus kecewa. Pasalnya, para pedagang tahu di sejumlah pasar, termasuk di Pasar Ciampea Baru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mogok berjualan tahu sudah sejak 2 hari lalu. Konsumen pun biasanya memasak tahu tempe, namun karena sekarang tahu tidak ada untuk beberapa hari jadi berhenti untuk mengkonsumsi tahu.
“Ya ini tadinya mau beli tahu ternyata tahunya gak ada pada mogok berjualan udah sejak hari Sabtu kemarin,” kata Lili (37), warga Ciampea, Minggu (30/5/2021).
Ia sebagai Ibu Rumah Tangga biasa memasak tahu tempe, namun sudah berapa hari ini cari tahu di pasar kosong. “Biasanya anak saya tiap hari itu makan harus ada tahu tempe sekarang kosong. Tempe ada, cuma harga naik juga. Karena katanya kacang kedelainnya mahal gak ada impor jadi mahal,” katanya.
Dia berharap harga kedelai segera stabil kembali agar para penjual tahu tidak mogok berjualan karena yang kena imbas masyarakat. “Seperti pedagang warung makan, tukang gorengan dan saya sebagai konsumsi tahu tiap hari kerepotan kalau gak ada tahu tempe,” ujarnya.
Sementara menurut pedagang tahu di Pasar Baru Ciampea, Mery (40), ia mogok berjualan tahu bersama pedagang tahu yang lain sudah sejak hari Sabtu kemarin sampai Senin besok. “Tukang tahu demo pengen turun kedelainya. Kacang kedelai mahal sudah hampir sebulan. Dan membuat pedagang tahu demo selama 3 hari dari hari Sabtu,” kata Mery.
Mery mengatakan saat ini harga kacang kedelai cukup tinggi, biasanya hanya Rp 8 ribu, kini harga kedelai mencapai Rp 12 ribu. “Rencananya pedagang tempe juga akan demo pada tanggal 15, 16, dan 17, ” katanya.
Dia berharap pemerintah segera mengambil kebijakan terkait mahalnya harga baku tahu tempe agar masyarakat dan pedagang tahu tempe tidak terkena imbasnya.
Diketahui harga sejak naiknya harga kedelai, harga tempe yang sebelumnya hanya Rp 300 per potong kini mencapai Rp 5000 per potongnya. Sedangkan tahu biasanya harga Rp 3000 isi 5 tahu kuning semenjak harga kacang kedelai naik, ukuran lebih diperkecil sehingga hal itu lah yang membuat para pedagang tahu demo dan disusul nanti penjual tempe akan juga mogok berjualan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno melibatkan artis ternama Raffi Ahmad dalam mempromosikan Desa Wisata. Salah satu desa yang dipromosikan lewat ketenaran Rafi Ahmad dengan berbagai konten kreatornya, yaitu Desa Wisata Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dengan diresmikannya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Tugu Selatan, Jumat (28/5/2021).
Sandi dan Raffi yang sama sama mengenakan kemeja berwarna putih dan ikat kepala atau Iket Sunda didampingi kepala desa dan Kadisparbud Kabupaten Bogor, setelah meresmikan Bumdes langsung berkeliling melihat UMKM kuliner di Desa Wisata tersebut. Bahkan Sandi dan Rafi Ahmad pun melihat makanan khas Sunda Bogor yaitu Getuk dan Dodongkal.
Menurut Sanidaga, memulihkan kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif perlu adanya inovasi dan kreasi untuk menarik minat wisatawan. “Alhamdulillah hari ini saya bersama Aa (Raffi Ahmad) ditemani Pak Kades, Camat dan Kadisparbud Kabupaten Bogor telah meresmikan Bumdes di Desa Wisata Tugu Selatan,” kata Sandi.
Tentu pemerintah pun kata dia, akan memberikan program terbaik untuk terus membangkitkan semangat pelaku wisata dan ekonomi kreatif. “Rencananya Menparekraf akan memberikan dana hibah untuk tempat wisata dan destinasi wisata agar pilih kembali pulih. Setelah sebelumnya Menparekraf telah memberikan bantuan hibah itu untuk hotel dan dan restoran,” katanya.
Sementara Kadisparbud Kabupaten Bogor Mulyadi berharap dengan destinasi wisata dan desa wisata dipromosikan oleh artis ternama, Kabupaten Bogor lebih bangkit ditengah pandemi seperti ini. Apalagi dengan hadirnya Raffi Ahmad dan konten kreatornya bisa mempromosikan Desa Wisata yang ada di Kabupaten Bogor.
“Semoga pariwisata di Kabupaten Bogor ini lebih bangkit dengan dipromosikan Desa Wisata oleh para influencer,” pungkasnya.
Waspadalah ketika seorang diri di perkantoran atau tempat lainya. Bahkan di sekolah sekali pun, di Rumpin, Kabupaten Bogor, aksi pelaku tindak kriminal terjadi di SMK Islam Asy-Syuhada di Kampung Sawah, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin pada Jumat (28/5/2021) siang.
Saat itu sekolah SMK tengah sepi karena sebagain siswa dan guru lainnya tengah melaksanakan shalat Jumat. Sehingga hal itulah yang membuat pelaku tindak kriminal melakukan aksi perampokannya dengan berpura pura menawarkan seragam pada awalnya.
Fatmawati, guru dan juga staf Tata Usaha SMK tersebut menceritakan, pelaku berjumlah dua orang datang ke kantor sekolah dengan berpura-pura menawarkan baju batik. Namun, dengan sangat sadis, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengancam dirinya dengan menaruh sajam di lehernya.
Para pelaku kemudian masuk ke kantor sekolah, menggasak 3 unit laptop, 1 handpone dan uang sebesar Rp50 juta. “Pelaku dua orang, menggunakan masker, kacamata hitam, dan batik krem. Mereka (pelaku), langsung membawa tiga laptop dan uang tunai sebesar 50 juta rupiah, “terang Fatmawati.
Sementara itu salah satu warga, Andi Wijaya (36), warga yang rumahnya berdekatan dengan sekolah, sempat memergoki pelaku. Namun, Andi tidak bisa berbuat apa-apa karena pelaku menodongkan pistol ke arah dirinya.
“Saya mendengar teriakan anak-anak, saya langsung kesana, namun pelaku menodongkan pistol ke arah saya kemudian pelaku masuk ke dalam dan kemudian dua orang pelaku pergi menggunakan sepeda motor, “tuturnya.
Terkait hal itu Kapolsek Rumpin Kompol Dali mengatakan, pihaknya sudah mendatangi TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
“Dari keterangan saksi, pelaku berjumlah dua orang. Pelaku masuk ke sekolah itu leluasa karena gerbang sekolah terbuka, dan berhasil membawa kabur tiga buah laptop, satu handphone dan uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Seorang guru penjaga TU terluka goresan di leher,” jelas Kapolsek.
Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung membangun MCK (mandi, cuci dan kakus) yang terletak di Kampung Sawah RT 04 RW 07. MCK tersebut dibangun melalui anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun anggaran 2021.
Sekretaris Desa Sukaluyu Iip Maulana menjelaskan, dana desa selain dimanfaatkan untuk membangun MCK, juga dimanfaatkan untuk membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di area perbatasan antara Kampung Jeruk dengan Kampung Legok Jambu RT 04 dan RT 02 wilayah RW 03. Bangunan serupa juga dilakukan, yakni proses pengerjaan TPT yang berlokasi di kampung Lamping RT 03 RW 05.
Upaya Pemdes Sukaluyu tersebut guna menunjang kebutuhan warga kampung di lingkungan RW 09 dalam pemanfaatan mata air Jibin, dengan dibangunnya Sarana Air Bersih (SAB) yang diberi nama Leuwisaia.
“Jaraknya sekitar 1500 meter dari sumber air yang dialirkan ke rumah rumah- rumah warga. Dibangunnya SAB agar tak kekuarangan air saat terjadi kemarau,” ujar Sekdes Sukaluyu Iip Maulana kepada Jurnal Bogor, kemarin.
“Kami juga harap dengan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah, perlu ada partisipasi aktif dari masyarakat dengan menjaga fasilitas ini,” pesannya.
Sementara Ketua RT 04 RW 07 Kampung Sawah, Ubad menyatakan, bangunan MCK sendiri akan membantu meningkatkan aspek kebersihan, kesehatan dan kesejahteraan yang dibutuhkan masyarakat.
Sedangkan sumber air didapat dari Gunung Citeureup, sepanjang 5 kilometer dialirkan ke penampungan MCK. “Sudah puluhan tahun usia MCK ini, alhamdulilah baru tersentuh pembangunan sekarang,” kata RT Ubad.
Ubad menyebutkan, sebelum dibangun secara permanen, kondisi bangunan MCK ini sudah lama keadaannya terbuka. Menurutnya, tak pernah surut sumber air dari Gunung Citeureup yang dialirkan ke penampungan MCK meski kemarau panjang.
Penipuan adalah sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi namun menimbulkan kerugian pada orang lain. Seperti halnya yang dialami oleh pihak Home Care Rapid dan Swab yang berlokasikan di Bogor.
Awal mula, si penipu ini mengirim pesan ke nomor WA admin untuk pendaftaran Antigen dirinya dan rekan kantornya.
“Iya kita awalnya percaya-percaya aja kan. Karena memang dia meyakinkan dan sudah mengirimkan alamat untuk tempat yang akan kita datangi nanti,” ujar Admin Home care Rapid Swab, Azzah kepada Jurnal Bogor Minggu (30/05).
Tak lama kemudian, si penipu meminta no rekening untuk melakukan pembayaran. “Dia si minta berkali-kali. Saya jawablah pembayaran dilakukan setelah pengetesan berlangsung,” ujarnya.
Azzah juga menjelaskan bahwa ketiga kalinya si penipu meminta no rekening, kemudian ia berikan. Selang beberapa menit kemudian, si penipu pun mengirimi pesan yang berisikan bahwa ia telah mengirim uang sebagai Dp untuk pengetesan antigen besok.
“Dia langsung ngasih bukti transfer gituh, tapi dia bilang kalo transfernya kelebihan. Yang harusnya Rp1.000.000 dia bilang kelebihan angka nolnya, jadi Rp10.000.000,” terangnya.
“Akhirnya saya bilang ke dokter, kata dokternya coba liat resinya. Saya kirimin kan, setelah dilihat lagi bukti transfernya atas nama FARIS MUJI AMIN, dokterpun langsung googling dan menyatakan itu palsu. Ternyata, setahun yang lalu sudah ada kasus yang sama seperti ini. Dengan nama rekening FARIS MUJI AMIN,” jelasnya.
Azzah juga mengaku, bahwa si penipu sempat beraksi setahun yang lalu dengan modus yang sama yaitu dengan kelebihan nominal transfer pada acara seminar. Serta si penipu tersebut tak ragu memakai 10 Ktp milik orang lain dalam pendaftaran.
“Intinya hati-hati ya. Awalnya juga percaya aja, karena dari jauh resinya kaya asli. Cuma pas kita lihat dan kita periksa lagi dengan teliti, keliatan sii emang itu editan,” tutupnya.
Keberadaan sebuah seni dan budaya serta adat istiadat yang berlaku di tengah masyarakat adalah sebuah ciri terhadap nilai peradaban masyarakat itu sendiri. Sebagai mahluk sosial dan beragama tentu hidup saling berdampingan dan saling membutuhkan adalah suatu hal yang tak bisa dielakan. Atas dasar itu Ormas Centong hadir ditengah kemajemukan masyarakat.
“Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah, baik secara Hak dan Kewajiban atas kehidupan di bumi ini, baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara,” terang TB Muhyi Sapar, pembina Ormas Centong saat ditemui di kediamanya, Gang Senyum , Desa Pasirgaok, Rancabungur, Kabupaten Bogor
Abah Sapar, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan bernegara dan berbangsa telah sangat jelas bahwa bahwa kemerdekaan berkelompok atau berorganisasi bagi masyarakat, sejatinya adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kekuatan dan aset bangsa Indonesia.
“Ada banyak budaya, adat istiadat serta kearifan lokal suatu daerah, yang proses serta keberadaannya, terus menerus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu serta perubahan jaman. Semua itu potensi bangsa yang bisa dimaksimalkan demi kesejahteraan dan kedamaian umat manusia,” paparnya.
Ormas Centong, lanjutnya, yang dibentuk pada 12 Januari 2019, bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan dan menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, budaya agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.
“Memang tidak mudah mencapai hal tersebut, makanya dibutuhkan rasa tanggung jawab, yang dilandasi oleh nilai-nilai Luhur Persatuan dan Kesatuan dari semua elemen masyarakat.” ujar Abah Sapar.
Sementara itu, Iwan S Pamungkas, Ketua Ormas Centong, menjelaskan bahwa, sesungguhnya keberadaan sebuah paguyuban atau organisasi kemasyarakatan, merupakan titik awal menuju perbaikan kualitas kehidupan sosial bermasyarakat.
“Saat ini proses mempertahankan kesatuan dan persatuan antar anak bangsa baik dibidang politik, ekonomi, budaya, agama di tingkat daerah maupun nasional, sangat rentan dengan berbagai penyimpangan dan godaan, bahkan kemungkinan dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan individu yang tidak bertanggung jawab.” ujar lelaki yang akrab disapa Igon ini.
Namun demikian, Igon berharap, berdirinya Ormas Centong atau ormas apapun, dapat membantu meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengisi dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan keringat, darah, harta bahkan nyawa.
“Ormas Centong memiliki ikrar Mun Lapar Sanguan, terkesan lucu dan nyeleneh, namun jika di kaji memiliki makna yang sangat dalam, karena untuk mendapatkan nasi atau sangu untuk makan harus bekerja keras yang sesuai dengan aturan agama dan negara. Motto itu bertujuan untuk membangun karakter keimanan dan ketaqwaan dikalangan anggota khususnya, agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan dengan memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, waktu dan lain-lain yang bersifat positif sesuai dengan kemampuan masing-masing.” pumgkasnya.