28.9 C
Bogor
Sunday, July 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 124

Dedie Sebut SPPG La Isola Batutulis Belum Kantungi SLHS

0

jurnalinspirasi.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Puluhan siswa dari SDN 2 Batutulis, SDN 3 Batutulis, SD Lawanggintung, serta sekolah PUI Kota Bogor dikabarkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG, Jumat (14/11/2025).

Insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, ketika para siswa tiba-tiba merasakan mual, pusing, hingga muntah tak lama setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis.

Temuan awal menunjukkan bahwa dapur SPPG tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan. Fakta ini menjadi perhatian serius, mengingat SLHS merupakan persyaratan wajib bagi seluruh penyelenggara layanan makanan, terutama yang menyasar anak-anak sekolah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa seluruh SPPG seharusnya beroperasi hanya setelah memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.

“Saya sangat prihatin, mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semua SPPG wajib mengantongi SLHS dari Dinas Kesehatan. Kebetulan SPPG yang hari ini menjadi sumber insiden adalah SPPG baru dan memang belum memiliki SLHS,” tegas Dedie.

Kata dia, seharusnya SPPG tersebut baru akan menjalani pelatihan pada esok hari. Namun operasional yang dilakukan lebih awal tanpa kelengkapan izin dan standar higienis justru memicu insiden yang membahayakan siswa.

“Harus ada kehati-hatian. Jangan mengabaikan urusan kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai hanya karena kecerobohan, anak-anak menjadi korban,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menangani seluruh siswa yang terdampak. Hingga laporan terakhir, tercatat hingga saat ini ada 36 siswa mengalami gejala dan semuanya telah mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program MBG, terutama memastikan bahwa seluruh dapur produksi tidak beroperasi sebelum memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan, demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

** Fredy Kristianto

NPCI Kabupaten Bogor Bangun Kemitraan Layanan Kesehatan Atlet dengan RSUD Bakti  Pajajaran

0

jurnalinspirasi.co.id – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor menjalin kemitraan strategis dengan RSUD Bakti Pajajaran, Cibinong, Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi para atlet, pelatih, dan pengurus.

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek pelayanan medis yang dibutuhkan dalam persiapan menuju berbagai ajang multi event.

Melalui kemitraan tersebut, RSUD Bakti Pajajaran akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan berkala bagi atlet, pelatih, dan pengurus NPCI Kabupaten Bogor.

 Selain itu, tim medis dari rumah sakit juga akan mendampingi kontingen pada masa persiapan maupun pelaksanaan kejuaraan.

Tak hanya itu, fasilitas layanan medis dan fisioterapi bagi atlet turut menjadi bagian dari kerja sama ini.

NPCI Kabupaten Bogor dan RSUD Bakti Pajajaran juga berkolaborasi dalam pendampingan gizi, kesehatan mental, serta kebugaran atlet untuk menunjang performa terbaik mereka.

Program edukasi dan penyuluhan kesehatan bagi atlet, pelatih, dan pengurus NPCI juga akan diberikan secara rutin sebagai upaya peningkatan pengetahuan kesehatan olahraga.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, menyambut baik kemitraan ini dan menyebutnya sebagai langkah penting dalam memperkuat pembinaan prestasi atlet difabel.

“Kerja sama ini menjadi dorongan besar bagi kami. Dukungan layanan kesehatan yang lengkap dan profesional sangat penting untuk memastikan atlet NPCI Kabupaten Bogor dapat berlatih dan bertanding dengan kondisi terbaik,” ujar Misbah, disela sela pertemuan dengan diretur RSUD Bakti Pajajaran,  di ruanh rapat RSUD Bakti Pajajaran, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (14/11/2025)

Ia berharap kemitraan ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi prestasi atlet di berbagai level kompetisi.

Sementara itu, Dirut RSUD Bakti Pajajaran Cibinong, dr. Yukie Meistisia, A. Satoto, S.H., M.H ( Kes) mengatakan siap memfasilitasi hal hal terkait kesehatan yang dibutuhkan oleh NPCI Kabupaten Bogor.

RSUD Bakti Pajajaran siap berkolaborasi dan  menjalin sinergi yang positif dengan NPCI Kabupaten Bogor.

” Intinya kami siap memfasilitasi apa saja yang dibutuhkan NPCI Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Kepala Sentra Olahraga Disabilitas ( SOD) NPCI Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal mengatakan sangat bangga dengan sinergitas dan kolaborasi yang akan terjalin antara NPCI Kabupaten Bogor dan RSUD Bakti Pajajaran.

” Ini satu langkah yang positif dan kami sangat apresiasi dengan pihak RSUD Bakti Pajajaran yang akan menjalin kemitraan dengan NPCI Kabupaten Bogor,” papar Bambang Widodo Tawekal.

Menurutnya, kolaborasi atau kemitraan antara NPCI dan Bakti Pajajaran ini akan menambah tingkat keistimewaan Kabupaten Bogor yang sangat peduli dan penuh perhatian pada pembinaan olahraga paralympic. (**)

Pimpin PMI Tamansari, Dudu Kurniadi Siap Perkuat Layanan Kemanusiaan

0

Jurnal Bogor – Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Tamansari menggelar pemilihan ketua baru untuk periode 2025–2030. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, Dudu Kurniadi resmi terpilih sebagai ketua menggantikan Saefudin yang telah mengakhiri masa jabatannya.

Kegiatan pemilihan turut dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tamansari, jajaran staf Kecamatan, serta Didi Kurnia yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Bogor. Suasana berlangsung kondusif dan penuh dukungan bagi ketua terpilih.

Usai pemilihan, Dudu Kurniadi menyampaikan bahwa dirinya akan menunggu prosesi pelantikan yang dijadwalkan pada 11 Desember 2025 di Kabupaten Bogor sebelum mulai menjalankan program kerja secara resmi. Ia menegaskan PMI Kecamatan Tamansari akan terus bersinergi dengan PMI Kabupaten Bogor, khususnya dalam memperkuat layanan kemanusiaan.

“PMI tingkat Kecamatan Tamansari siap membackup program dari kabupaten serta menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan di wilayah Tamansari,” ujar Dudu, Jumat (14/11/25).

Sementara itu, Sekcam Tamansari Teguh Sugiarto mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa energi positif dan meningkatkan pelayanan PMI kepada masyarakat.

“Semoga ketua terpilih dapat melanjutkan dan meningkatkan tugas-tugas kemanusiaan di wilayah Tamansari,” kata Teguh.

Pemilihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PMI Kecamatan Tamansari untuk lebih aktif dan responsif dalam menghadapi berbagai kebutuhan kemanusiaan di tingkat lokal. Yudi

Puluhan Pegawai Kecamatan Nanggung Jadi PPPK, Camat Nanggung Ucapkan Terimakasih ke Bupati Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak 9.687 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dilantik oleh Bupati Bogor Rudy Sumanto.

Pelantikan digelar di Lapangan Panahan Stadion Pakansari Cibinong pada Jumat (14/11/2025) dari  beragam profesi, baik tenaga guru, kesehatan, teknis maupun nonteknis.

Diantara ribuan yang dilantik tersebut, terdapat 24 PPPK yang berpusat di pelayanan Kantor Kecamatan Nanggung. Usai dilantik yang ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji pegawai kemudian penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan serta penyematan pin pegawai.

Diketahui, sebelumnya 5 honorer di lingkungan Kecamatan Nanggung pada Mei 2025 telah diangkat dan dilantik menjadi PPPK.

Camat Nanggung Ae Saepuloh menyatakan, pelantikan ini dilakukan agar para pegawai mendapat kepastian status kerja serta lebih maksimal dalam bekerja untuk melayani masyarakat.

Lebih maksimal lagi,  membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.” ujarnya.

Lebih lanjut Camat Nanggung mengatakan, dalam menjalankan tugasnya pentingnya kedisiplinan serta amanah dan tanggung jawab.

Sebagai abdi negara, Ae Saepuloh berpesan  para pegawai agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Setelah dilantik, bekerjalah sebaik mungkin dalam mendukung kemajuan Kabupaten Bogor,” harapnya.

Untuk itu, Camat Nanggung mengucapkan rasa terimakasihnya pada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Ade Ruhandi serta jajarannya atas dilantiknyanya PPPK yang merupakan pekerja di Kantor Kecamatan Nanggung.

Sementara salah satu, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Kantor Kecamatan Nanggung yang telah dilantik sebelumnya pada 25 April Dede Hidayat mengaku, bersyukur atas capaian yang diraihnya.

Dede Hidayat menyebut, selama 5 tahun  sebagai alih daya atau pekerja  outsourching  di Kecamatan Nanggung kini bisa bernapas lega lantaran mimpinya untuk sebagai PPPK kini terjawab sudah.

(Arip Ekon)

Puluhan Siswa Keracunan MBG, DPRD: SPPG Harus Dievaluasi dan Diinvestigasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan pelajar dari SDN 2 dan 3 Batutulis, SD Lawanggintung, dan sekolah PUI di Kota Bogor mengalami dugaan keracunan makanan, Jumat (14/11/2025). Para siswa disebut mulai merasakan pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu MBG yang diproduksi dapur SPPG La Isola di Batutulis sekitar pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan laporan Puskesmas Balekambang dan Dinas Kesehatan Kota Bogor, menu ayam yang dikonsumsi diduga memiliki aroma tidak sedap dan bagian yang belum matang. Dari 36 siswa yang datang ke fasilitas kesehatan, sebagian besar mengalami keluhan mual, pusing, dan muntah, sementara tiga siswa masih menjalani perawatan.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Selatan, Dedi Mulyono, menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta Pemkot Bogor melakukan investigasi menyeluruh.

“Ini kejadian serius dan tidak boleh dianggap ringan. Program MBG dibuat untuk meningkatkan gizi anak-anak, bukan malah menjadi sumber keracunan massal. Pemerintah harus turun cepat dan transparan,” tegas Dedi, Jumat (14/11/2025).

Dedi menilai dugaan ayam kurang matang menunjukkan lemahnya kontrol kualitas di dapur SPPG. Ia menegaskan kejadian seperti ini tidak boleh terulang.

“Kalau ada SPPG yang lalai, harus dihentikan sementara. Semua dapur MBG wajib memperketat standar kebersihan dan proses masaknya. Anak-anak bukan bahan eksperimen,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa dari 55 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor, baru 5 yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Ini alarm keras. sertifikasi higiene itu syarat utama, bukan pelengkap. Pemkot harus segera menertibkan semua SPPG agar memenuhi SLHS. Jangan tunggu korban berikutnya,” kata Dedi.

DPRD Kota Bogor, lanjutnya, akan mengawal proses investigasi dan mendorong agar hasil laboratorium segera dipublikasikan. Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR memperketat pengawasan rantai produksi MBG, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.

“Program MBG itu bagus dan sangat dibutuhkan. Tapi pelaksanaannya wajib aman, profesional, dan sesuai standar. Tidak boleh lagi ada makanan yang lolos tanpa pengecekan ketat,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

235 Atlet Berlaga di BK Porprov Tarung Derajat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pengurus Cabang Tarung Derajat (TD) Kota Bogor dipercaya menjadi penyelenggara Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) Jawa Barat (Jabar) 2026 di GOR Vokasi IPB dari Jumat (14/11/2025) hingga Minggu (17/11/2025).

Ketua Pengcab TD Kota Bogor, Boris Derurasman mengatakan bahwa BK Porprov diikuti oleh 24 daerah se-Jabar, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Sang Guru Achmad Derajat.

Dalam kesempatan itu, Boris mengatakan bahwa dalam BK Porprov 2026 diikuti 24 daerah dengan mempertandingkan sembilan kelas tarung putra, lima kelas tarung putri, dan tujuh kelas seni gerak.

“Total ada 235 atlet yang mengikuti BK Porprov. Terdiri dari 99 atlet putra, 53 atlet putri, dan 83 atlet seni gerak,” ujar Boris kepada wartawan.

Sementara untuk Kota Bogor, sambung dia, tidak menurunkan atlet lantaran mendapat wildcard lantaran bertindak sebagai tuan rumah Porprov 2026..

“Untuk Kota Bogor ada 26 atlet yang mendapat wildcard. Mereka akan turun di kelas tarung putra putri dan seni gerak. Rinciannya, sembilan aylet turun di tarung putra, putri lima orang, dan tujuh atlet di seni gerak,” jelasnya.

Boris mengatakan, seluruh atlet Kota Bogor yang turun di Pomnas dan Pon Beladiri akan diturunkan dalam Porprov 2026.

“Di Pomnas kan kita turunkan empat atlet, hasilnya 1 emas dan tiga perunggu. Sedangkan di PON Beladiri kita turunkan tiga orang, hasilnya satu emas dan satu perunggu,” jelasnya.

Disinggung mengenai target Porprov 2026. Boris menegaskan bahwa pihaknya menargetkan dua medali emas.

“Target kami dua medali emas. Syukur-syukur bisa lebih. Dan Insya Allah kita bisa rebut medali dari nomor seni gerak,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Stop Rujukan Berjenjang! Menkes Budi Sebut Sistem Saat Ini Bikin BPJS Tekor

0

jurnalinspirasi.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong perubahan besar dalam sistem rujukan peserta BPJS Kesehatan. Ia ingin agar sistem rujukan tidak lagi dilakukan secara berjenjang, melainkan berbasis kompetensi rumah sakit.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (13/11/2025), Budi menilai sistem berjenjang yang berlaku saat ini membuat proses penanganan pasien lambat dan tidak efisien. 

Menurutnya, pasien seharusnya dapat langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang mampu menangani penyakitnya, tanpa harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.

 “Dari BPJS biayanya lebih murah, masyarakat juga lebih senang. Tidak perlu dirujuk tiga kali, bisa keburu meninggal kalau bertele-tele. Lebih baik langsung ke tempat yang bisa melayani sesuai anamnesis awal,” ujar Budi.

Ia mencontohkan, pasien dengan penyakit jantung yang membutuhkan bedah jantung terbuka tidak seharusnya melewati rumah sakit tipe C dan B sebelum ke rumah sakit tipe A yang memang memiliki kemampuan tersebut. 

“Tipe C dan B tidak mungkin bisa menangani kasus itu. Jadi sebaiknya langsung ke tipe A,” tegasnya.

Menurut Budi, sistem rujukan berbasis kompetensi akan menghemat anggaran BPJS Kesehatan karena pembayaran hanya dilakukan kepada satu rumah sakit yang benar-benar menangani pasien hingga tuntas. Seprti dikutip Kontan, Jumat (14/11).

“Dengan sistem sekarang, BPJS harus bayar beberapa kali ke rumah sakit berbeda. Kalau sistem baru diterapkan, cukup sekali saja, langsung ke rumah sakit yang tepat,” kata Budi.

Selain efisiensi biaya, sistem baru ini diyakini dapat mempercepat pelayanan medis dan meningkatkan kepuasan peserta BPJS.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menegaskan bahwa sistem baru ini akan menghapus pola rujukan berjenjang berdasarkan kelas rumah sakit. Nantinya, rujukan akan didasarkan pada kompetensi dan kebutuhan medis pasien.

“Kalau saat ini rujukannya berjenjang dari kelas D, C, B, hingga A, ke depan akan diubah menjadi rujukan berbasis kompetensi,” ujar Azhar di Gedung DPR, Jakarta.

Dalam sistem ini, pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama bisa langsung dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhannya, tanpa melihat kelas atau akreditasi. 

“Pasien akan langsung dikirim ke rumah sakit yang mampu menangani kasusnya, sehingga pelayanan lebih cepat dan administrasi lebih sederhana,” jelasnya.

Azhar menambahkan, sistem baru ini juga diharapkan mengurangi beban administrasi dan mencegah rujukan berulang. 

“Kalau sudah dirujuk ke rumah sakit yang tepat, penanganan bisa langsung tuntas. BPJS juga cukup membayar satu rumah sakit saja,” ujarnya.

Dengan perubahan ini, pemerintah berharap sistem pelayanan BPJS Kesehatan menjadi lebih efisien, cepat, dan tepat sasaran. (ded)

Puluhan Siswa di Bogor Selatan Keracunan MBG

0

jurnalinspirasi.co.id – Puluhan siswa SDN 3 Batutulis dan SDN 2 Batutulis serta Lawanggintung diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Isola Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (14/11/2025).

Insiden tersebut pertama kali dilaporkan Babinsa Kopka Agus Suhendar sekitar pukul 09.30 WIB. Para siswa menyampaikan keluhan berupa pusing, muntah-muntah, dan sakit perut tidak lama setelah menyantap hidangan MBG di sekolah.

Kemudian, para siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Bogor Selatan Balekambang Batutulis. Berdasarkan pemeriksaan awal organoleptik atau pengecekan fisik dan aroma yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, ditemukan bahwa daging ayam pada menu MBG beraroma kurang sedap dan terdapat bagian yang belum matang.

Sedangkan menu lainnya dinyatakan aman. Sampel makanan masih menunggu pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

Menurut keterangan pihak sekolah, proses uji makanan menunjukkan bahwa dari tiga wadah sajian (ompreng), satu di antaranya terdeteksi memiliki aroma tidak wajar.

Sisa makanan yang belum dikonsumsi langsung ditarik untuk mencegah kejadian meluas. Meski demikian, jumlah siswa dengan dugaan keracunan dilaporkan masih terus bertambah.

Untuk sementara, distribusi menu MBG dari Dapur Isola Batutulis dihentikan. Tim sekolah berkoordinasi dengan SPPG, Puskesmas, dan Dinkes Kota Bogor untuk penanganan khusus bagi siswa yang dicurigai mengalami keracunan.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, ayam panggang, tumis wortel jagung, keripik tempe, dan susu.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bofor Selatan, Dr. Maria membenarkan ada dugaan pelajar keracunan usai mengantap MBG.

“Yang datang hari ini sejumlah 35 anak. Sebanyak 11 orang dari SDN Batutulis 2 kemudian 24 orang dari Batutulis 3. Lalu ada pelajar dari SD Lawanggintung,” katanya.

Ia menjelaskan, yang pertama datang itu ada sebanyak 6 orang. Dari gejala yang di keluhkan mual disertai dengan pusing dan ada dua orang yang muntah-muntah.

“Lalu kami melakukan penanganan observasi sekitar 15 kemudian datang lagi rombongan yang berikut nya, jumlahnya hampir mencapai 15 orang. Lalu kami lakukan triase seperti biasa jadi ketika nanti yang aman kita pisahkan sedangkan yang bergejala berat kami masukan ke ruangan yang ada di dalam puskesmas. Dan terakhir hasilnya hanya ada satu yang gejalanya sampai sekarang kita tangani dan dirawat dengan di infus,” jelasnya.

Gejala lainnya, kata dia, hampir sama mual pusing kemudian muntah. Kemudian ada satu yang di observasi itu dengan buang air besarnya aga berdarah. Sekarang yang sisa dari 35 orang yang datang itu sudah pulang sebanyak 32 orang, masih ada 3 yang dirawat. Lalu kemudian pukul 13.10 WIB ada yang datang lagi dari SD lawang gintung 1 orang. “Jadi totalnya sampai pukul 13.30 itu berjumlah 36 orang dengan gejala yang hampir sama,” jelasnya.

Makanan yang diamankan, kita sudah amankan adalah sempel makanan tadi yang dari anak anak makan, itu sudah dilakukan pemeriksaan oleh bagian kesling juga muntahannya. “Jadi muntahan anak anak itu kita sudah dilakukan pemeriksaan sempelnya yang sudah di bawa oleh kesling,” katanya.

“Semuanya kita periksa, cuma disampaikan oleh anak anak adalah tapi random juga ada yang bilang dari ayam nya aga kurang enak, tapi ada beberapa anak yang bilang dari sayur ada jagung di tambah ada kacang. Tapi hampir secara keseluruhan anak anak bilangnya sih ayam. Tapi kita tidak pastikan kesitu semuanya pasti harus menunggu sempel yang dilakukan pemeriksaan laboratorium,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Rudy Susmanto Lantik 9.687 PPPK Paruh Waktu, Terbesar Se-Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara resmi melantik 9.687 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, di Lapangan Panahan Stadion pakansari, Cibinong, Jumat (14/11). Pelantikan PPPK paruh waktu ini menjadi yang terbesar di tingkat kabupaten / kota se-Indonesia.

Hadir pada pelantikan tersebut, Kepala Kantor Regional (Kanreg) III BKN Bandung, Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), jajaran kepala perangkat daerah, direktur RSUD, dan camat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, Alhamdulillah, pada hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor serta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah telah melaksanakan pelantikan dan pengukuhan PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Sebanyak 9.687 pegawai telah resmi dilantik, dan ini merupakan pelantikan pegawai paruh waktu terbesar di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Rudy.

“Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para pegawai yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan implementasi kebijakan nasional tahun 2026. Sesuai arahan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), pegawai paruh waktu akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Walaupun tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Bogor baru diberikan kuota 4.500 pegawai untuk tahap pertama,” jelas Rudy.

Ia menegasakan, kami sudah menyampaikan kepada BKN bahwa apabila diberikan instruksi untuk mengangkat seluruh pegawai paruh waktu, dari sisi penganggaran kami siap melaksanakannya Rudy. (**)

Ribuan PPPK Dilantik, Ketua DPRD Sastra Winara Siap Dorong Penguatan SDM dan Pelayanan Publik

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, hadir bersama Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam pelantikan 9.647 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang berlangsung di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (14/11/2025).

Agenda besar ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemkab Bogor memberikan kepastian status bagi tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi.

Pelantikan massal tersebut menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi Kabupaten Bogor, mengingat jumlah pegawai yang diangkat mencapai hampir sepuluh ribu orang. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias, menandai harapan baru bagi keberlanjutan karier mereka di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan secara simbolis kepada para PPPK. Penyerahan SK ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperjelas status kepegawaian sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer.

Ketua DPRD Bogor, Sastra Winara, memberikan penghargaan atas terealisasinya pelantikan besar ini. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung langkah Pemkab Bogor dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya para aparatur yang berperan langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar perubahan status, tetapi juga dorongan agar para PPPK dapat bekerja lebih profesional dan menjalin sinergi yang baik dengan Pemkab Bogor untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ungkap Sastra Winara.

Sastra juga menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda untuk mempercepat pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.

Dengan resmi dilantiknya ribuan PPPK tersebut, pemerintah daerah berharap mereka segera memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang pelayanan.

Kehadiran tambahan tenaga aparatur yang memiliki kepastian status diharapkan mampu membuat roda pemerintahan berjalan lebih efektif, profesional, serta lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pelantikan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Bogor dalam membangun pondasi birokrasi yang semakin modern, kuat, dan berfokus pada pelayanan publik yang berkualitas.

(**)