27.3 C
Bogor
Thursday, October 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 104

Sering Kali Jatuh Korban, Warga Cisarua Perbaiki Jalan Citumbuk

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Warga dan Ketua RT Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Citumbuk. Sejumlah warga bersama para ketua RT di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menggelar aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak di Kampung Citumbuk, Senin (9/2/2026).

Aksi perbaikan jalan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kekecewaan karena kondisi jalan yang berstatus milik Pemerintah Kabupaten Bogor itu telah rusak selama bertahun-tahun dan hingga kini belum juga mendapat penanganan.

Salah satu Ketua RT Desa Cisarua, Encep, mengatakan bahwa kerusakan jalan di wilayah tersebut dari tahun ke tahun semakin parah. Meski telah memasuki tahun 2026, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah.

“Perbaikan ini terpaksa kami lakukan karena kerusakan jalan sudah cukup lama dan semakin parah. Padahal jalan ini merupakan akses vital warga,” ujar Encep kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kerusakan paling parah berada di tanjakan Citumbuk yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat kerap membahayakan pengendara yang melintas.

“Ini sudah menjadi masalah kemanusiaan, karena banyak pengendara yang berpotensi mengalami kecelakaan, bahkan sudah ada yang menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak,” katanya.

Menurut Encep, hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Bogor belum melakukan perbaikan, meski kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan diketahui oleh pihak terkait.

Karena kondisi darurat, warga bersama para ketua RT akhirnya melakukan tambal sulam secara sederhana agar jalan masih bisa dilalui dengan aman.

“Sepenuhnya ini swadaya masyarakat. Kami berharap aksi ini bisa menjadi pemicu agar Pemkab Bogor segera turun tangan memperbaiki jalan yang sudah lama rusak ini,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara asal Nanggung, Deny Chinot, menyayangkan masih belum meratanya pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di daerah pelosok.

Menurutnya, masih terdapat akses vital masyarakat dengan kondisi rusak berat yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Ini harus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bogor. Jangan sampai terjadi ketimpangan pembangunan. Harapannya, pembangunan bisa merata dan tidak hanya terfokus di titik-titik tertentu saja,” pungkasnya. Rahman Ependi

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Melambung Tinggi

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sejak pergantisn tahun baru 2026 hingga sekarang menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal dua pekan lagi, harga kebutuhan sembako terus mengalami kenaikan.

Mulai dari minyak curah, bawang putih, bawah merah, telur hingga daging ayam mengalami kenaikan. Beberapa pedagang di Cisarua menyebutkan, harga-harga tersebut sejak pergantian tahun baru lalu hingga sekarang tidak mengalami penurunan dan bahkan mengalami kenaikan.

“Sejak liburan tahun baru, hargap-harga kebutuhan pokok naik dan tidak turun lagi hingga sekarang. Dan kita selaku pedagang bukannya senang dengan harga yang mahal. Karena, dengan harga kebutuhan yang mahal, para pembeli menjadi sepi. Jikapun ada, pembeli melakukan belanjanya dengan jumlah yang sedikit. Harga telur kini 30 ribu per kilogram, bawang putung 40 ribu dan cabai 75 ribu untuk satu kilogramnya, ” tutur Kuryadi.

Mahalnya harga kebutuhan pokok ini benar benar dirasakan berat oleh masayrakat, khususnya kaum ibu yang belanja kebutuhan sehari-hari.

Yulianah, warga Cisarua saat belanja ke pasar mengatakan, ia harus pandai-pandai membeli kebutuhan pokoknya. Uang yang diberikan suaminya untuk belanja, harus benar-benar dipergunakan untuk yang lebih penting.

“Uang sekarang hanya nilainya saja gede, tapi begitu dibelanjakan dapatnya sedikit. Pada mahal harga-harga, mana mau bulan puasa ini, ” tuturnya.

Sementara itu dampak terjadi kenaikan berbagai kebutuhan pokok ini berbagai faktor penyebabnya. Mulai dari cuaca yang buruk hingga persaingan bisnis yang mengakibatkan terjadi kekurangan terhadap komoditi kebutuhan pokok.

“Cuaca yang buruk menjadi banyak petani yang gagal panen. Seperti petani bawang, kentang dan berbagai jenis komoditi lainnya. Begitu juga di pasar induk Jakarta berbagai jenis sayuran atau juga telur kini menjadi target para pengelola MBG. Hingga kita sebagai pedagang tidak kebagian untuk belanja. Kalaupun ada barangnya harganya mahal, ” pungkas Jenal, pedagang di Cisarua.

** Dadang Supriatna

Plt Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor Konsolidasi dengan Ketua DPW Perindo Jawa Barat

0

Bandung | Jurnal Bogor
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bogor, Idrus Iskandar melaksanakan konsolidasi organisasi bersama Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat di Kantor DPW Perindo Jabar, Bandung, Senin (9/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, kedua pimpinan membahas penguatan struktur kepengurusan, program kerja jangka pendek, serta persiapan menghadapi agenda politik ke depan. Konsolidasi juga difokuskan pada soliditas internal dan peningkatan elektabilitas partai di wilayah Kabupaten Bogor.
Ketua DPW Perindo Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok menegaskan pentingnya sinergi antara DPD dan DPW agar roda organisasi berjalan efektif. “Kabupaten Bogor memiliki potensi besar secara politik. Dengan jumlah pemilih yang signifikan, konsolidasi ini harus mampu mendorong kerja-kerja nyata di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor, Idrus Iskandar menyampaikan komitmennya untuk segera merapikan struktur kepengurusan hingga tingkat DPC dan ranting. Ia menargetkan dalam 6 bulan ke depan seluruh struktur di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dapat aktif dan terkoordinasi dengan baik.
“Kami siap menjalankan arahan DPW dan memastikan mesin partai bergerak solid. Konsolidasi ini menjadi momentum untuk menyatukan visi serta memperkuat kerja-kerja politik yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Selain membahas penguatan struktur, pertemuan juga menyoroti program pemberdayaan masyarakat yang menjadi ciri khas Partai Perindo, seperti dukungan terhadap UMKM dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan terlaksananya konsolidasi ini, diharapkan DPD Perindo Kabupaten Bogor semakin solid dan siap berkontribusi maksimal dalam memperkuat posisi Partai Perindo di Jawa Barat. n-Arihta U. Surbakti

Kabel Semrawut di Sukamanah Dikeluhkan Warga

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Semerawutnya kabel Telkom dan WF di kawasan Pasar Pasirmuncang, Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor sering menjadi masalah. Kondisi kabel yang menjuntai terlalu ke bawah itu kerap menyangkut ke kabin mobil jenis truk atau bus.

Tidak hanya kabel milik Telkom saja, melainkan kabel listrik juga terjadi hal serupa. Terpantau, kabel listrik dan juga Telkom diikat menjadi satu dengan tali plastik. Hal ini menyebabkan kondisi kabel sering turun ke bawah akibat pengikatnya putus.

“Cukup membahayakan kondisi kabel listrik dan Telkom yang berada di lahan parkir Pasar Pasirmuncang. Selain semerawut saking banyaknya, terkadang kabel itu tertarik oleh bak mobil truk hingga putus. Kita selalu warga disini sangat khawatir dan was-was jika itu dibiarkan terus. Keluhan kita kepada petugas PLN atau Telkom tidak pernah digubris, ” ujar Dedi.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Sukamanah Ade menuturkan, pemerintahan desa juga kesal terhadap sikap pihak Telkom atau PLN yang seolah olah acuh. Ia mengaku, sering mendapat laporan dari masyarakat terkait kondisi kabel Telkom yang berada di wilayahnya.

“Ya kondisi kabel di sekitar lahan parkir pasar sangat kusut. Padahal itu cukup membahayakan. Kita sering mendapat laporannya dari warga. Untuk ini kita akan kirim surat ke pihak pihak yang terkait, ” tandas Ade.

Tidak hanya di kawasan pasar lanjut dia, melainkan di beberapa wilayah Sukamanah terjadi hal serupa.

“Keberadaannya sudah tidak terkendali, setiap tahun penumpukan kabel terus terjadi. Akibat beratnya beban dari bentangan kabel, terdapat beberapa tiangnya miring. Penertiban berupa merapikan perlu dilakukan oleh petugas Telkom atau listrik. Jika terus dibiarkan itu bisa membahayakan kepada kita semua, ” pungkas Ade.

** Dadang Supriatna

Ingin Lahirkan Milyarder Baru, Muhsinin Club Dukung Kampoong Ecopreneur

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor – Pendiri Muhsinin Club, Dewa Eka Prayoga, menyerahkan sedekah sebesar Rp250 juta kepada Yayasan Kampoong Ecopreneur di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Senin (9/2/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan (ecopreneur) yang bertujuan mencetak wirausahawan baru dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Dewa Eka Prayoga yang dikenal sebagai pakar digital marketing sekaligus pengusaha dengan puluhan unit usaha, menyampaikan bahwa Muhsinin Club merupakan wadah bagi para dermawan yang memiliki kepedulian sosial dan semangat keberlimpahan untuk berbagi.

Sejak berdiri pada 2022, Muhsinin Club telah menghimpun donasi hingga puluhan miliar rupiah yang disalurkan melalui berbagai program sosial, di antaranya pembinaan ratusan santri penghafal Al-Qur’an, pemberangkatan 158 hafiz Al-Qur’an secara gratis, serta penyaluran bantuan beras dalam jumlah ton kepada para santri.

“Kami ingin harta yang kami miliki memberi dampak positif bagi manusia. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada manusia lainnya,” ujar Dewa, Senin (9/2/2026).

Ia menuturkan, dukungan kepada Kampoong Ecopreneur didorong oleh kesamaan visi, terutama dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menjelaskan bahwa yayasan yang ia dirikan menargetkan lahirnya santri yang berkarakter pemimpin, kuat secara spiritual, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

“Cita-cita kami adalah melahirkan santri the next billionaire, seperti Nabi Sulaiman yang menjadi pemimpin sekaligus memiliki kekuatan harta,” kata Jamil.

Kampoong Ecopreneur juga mengusung konsep One Family One Ecopreneur, yakni setiap keluarga didorong memiliki satu unit usaha produktif berbasis lingkungan. Untuk merealisasikan hal tersebut, yayasan tengah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat berbasis bisnis ecopreneur di wilayah Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, serta sejumlah daerah lainnya.

Pada tahun ini, Kampoong Ecopreneur menargetkan produk pertanian masyarakat binaan mampu menembus pasar ekspor. Produk yang disiapkan antara lain ubi ungu dan kopi untuk pasar Singapura dan Malaysia.

“Kami menargetkan tahun ini pemberdayaan masyarakat bisa mengekspor ubi ungu dan kopi ke Singapura dan Malaysia. Saat ini kami sudah memiliki tim yang memberdayakan masyarakat dan telah melakukan ekspor ubi ungu ke negara-negara tersebut,” ujar Jamil.

Selain penguatan sektor ekonomi, Kampoong Ecopreneur juga menempatkan isu lingkungan sebagai pilar utama melalui program sedekah oksigen. Menurut Jamil, meski yayasan tersebut baru berjalan sekitar tiga bulan, sudah terkumpul dukungan berupa 2.000 pohon kopi dari para donatur.

Institut Pertanian Bogor (IPB) juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program tersebut dengan menyediakan ribuan bibit tanaman, seperti nangka, rambutan, dan alpukat untuk ditanam di kawasan Kampoong Ecopreneur.

Dukungan serupa juga datang dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan komitmennya untuk memberikan satu juta pohon sebagai bagian dari dukungan terhadap program sedekah oksigen.

Jamil menegaskan, pendekatan ekonomi dan lingkungan dirancang berjalan beriringan dalam seluruh program Kampoong Ecopreneur.

“Kami ingin mencetak santri tahfizh preneur, hafiz Al-Qur’an yang memahami tadabur alam, mampu membangun usaha, sekaligus menjaga lingkungan,” pungkasnya. Yudi

SMP IT BBS Bogor Terima Kunjungan Edukatif SDN Johar Pagi 09

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Kota Bogor menerima kunjungan edukatif dari SD Negeri Johar Pagi 09 Jakarta Pusat pada Sabtu, 7/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan program Ngebon di Kota, yaitu pembelajaran berbasis lingkungan yang menekankan praktik pertanian perkotaan, kemandirian, serta kepedulian terhadap alam.

Kunjungan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas 32 siswa, 10 guru, dan 28 orang tua. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui pendekatan praktik dan observasi lapangan.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan di Aula SMP IT BBS. Kepala SMP IT BBS, Syabar Suwardiman, menyampaikan bahwa program Ngebon di Kota merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.

“Program ini dirancang untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun karakter kemandirian peserta didik melalui kegiatan praktik langsung. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga menyaksikan penayangan video dokumentasi program Ngebon di Kota serta mengikuti kegiatan ice breaking yang dipandu oleh pengurus OSIS SMP IT BBS.

Pada sesi praktik, peserta mengikuti kegiatan pembuatan minuman kesehatan Genzi Drink serta pembuatan cairan pembersih lantai berbahan sereh wangi di Laboratorium IPA SMP IT BBS. Kegiatan ini difasilitasi oleh pengurus OSIS SMP IT BBS bersama Tarjoni, guru pendamping program Ngebon di Kota.

Peserta juga mempelajari budidaya maggot serta melakukan penyemaian bibit tanaman cabai dan tomat di Saung SMP IT BBS.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun jambu kristal dan kebun sayuran. Pada sesi tersebut, para peserta memanen buah jambu kristal dan sayuran pakcoy sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Salah seorang peserta, Khodijah, siswa SDN Johar Pagi 09 Jakarta Pusat, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta menambah wawasan mengenai konsep Ngebon di Kota.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para peserta kembali ke aula untuk makan dan beristirahat. Kegiatan kunjungan edukatif ini berakhir pada pukul 11.45 WIB, dan seluruh peserta kembali ke Jakarta menggunakan bus. Yudi

Presiden Prabowo Tetapkan Swasembada Pangan Sebagai Agenda Strategis Tiga Tahun Kedepan

0

Malang | Jurnal Bogor
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh dalam waktu tiga tahun ke depan. Keyakinan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Presiden menyampaikan bahwa kedaulatan pangan menjadi pilar utama kemandirian bangsa. Pemerintah, kata Presiden, tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pertanian berjalan adil dan berpihak kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Dalam konteks tersebut, Presiden menekankan langkah strategis pemerintah dalam membenahi tata kelola pupuk nasional. Pengambilalihan kendali distribusi pupuk dilakukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan harga bagi petani di seluruh Indonesia.

“Pemeritah sudah buktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani, dengan adil, dan dengan cukup, dan dengan harga yang kita turunkan” kata Presiden.

Kebijakan tersebut turut menopang peningkatan kinerja produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian ini sejalan dengan proyeksi FAO dan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Peningkatan produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas capaian stok beras nasional yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah republik Indonesia” pungkasnya

Sepanjang 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Memasuki awal 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat tercatat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam perjalanan swasembada pangan. Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk melangkah menuju kemandirian komoditas pangan strategis lainnya.

“Sejak 31 desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya.” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, kinerja produksi jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024. BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain meningkatkan produksi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah bertekad menjaga stabilitas harga pangan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia” imbuh Presiden.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memperkuat fondasi produksi pangan nasional.

Menurutnya, capaian swasembada yang telah diraih dan target swasembada pangan menyeluruh dalam tiga tahun ke depan merupakan hasil dari kerja kolektif yang berbasis pada kebijakan pro-petani dan penguatan produksi dari hulu hingga hilir.

“Bapak Presiden Prabowo memberikan arahan yang sangat jelas dan tegas bahwa pangan adalah prioritas nasional. Kami memastikan seluruh kebijakan produksi, distribusi, hingga pendampingan petani berjalan sejalan dengan arahan tersebut, agar swasembada pangan dapat kita jaga secara berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ujar Mentan Amran.

(restu/bbpmkp)

Langgar Kode Etik, Ketua KPU Kota Bogor Dipecat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ketua KPU Kota Bogor, Muhammad Habibi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Putusan ini dibacakan dalam sidang pembacaan putusan terkait pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

​Majelis DKPP menyatakan bahwa Muhammad Habibi terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Majelis juga menegaskan, pihak pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) yang sah dalam mengajukan aduan ini, serta DKPP berwenang penuh untuk mengadili perkara tersebut.

​”Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu Muhammad Habibi selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kota Bogor terhitung sejak putusan ini dibacakan,” demikian bunyi petikan putusan yang dibacakan majelis hakim.

​Selain sanksi pemecatan, DKPP dalam amar putusannya juga memerintahkan dua poin utama kepada instansi terkait. Pertama, KPU RI diinstruksikan untuk melaksanakan putusan ini paling lambat tujuh hari setelah dibacakan.

Kedua, Bawaslu diinstruksikan untuk mengawasi pelaksanaan proses pemberhentian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

** Fredy Kristianto

Polsek Ciomas Cek Dugaan Toko Obat Jual Obat Keras di Ciapus, Hasilnya Nihil

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Menindaklanjuti informasi dari media daring terkait dugaan penjualan obat-obatan keras di wilayah Kecamatan Ciomas, jajaran Polsek Ciomas melakukan pengecekan ke sebuah toko obat yang berlokasi di Jalan Babakan Ciomas–Cibinong No. 92, RT 02/RW 02, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia mengatakan, pengecekan dilakukan pada Minggu, 8 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 19.53 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Panit Reskrim Polsek Ciomas, Ipda Reza Anugrah, bersama sejumlah personel.

Menurut AKP Hendra Kurnia, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang beredar di media online mengenai dugaan adanya penjualan obat keras, khususnya jenis pregabalin, di lokasi tersebut.

“Hasil pengecekan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas jual beli obat-obatan keras jenis pregabalin. Pengecekan dilakukan sebanyak dua kali,” ujar AKP Hendra Kurnia, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan, Polsek Ciomas tetap berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan dan informasi dari masyarakat maupun media terkait dugaan peredaran obat-obatan keras tanpa izin di wilayah hukumnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Dokumentasi kegiatan pengecekan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan petugas di lapangan. Yudi

Lapangan SDN Sukaluyu 2 Masih Tanah, Kegiatan Upacara Kerap Terganggu

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Kondisi sarana prasarana di SDN Sukaluyu 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, masih membutuhkan perhatian. Lapangan sekolah yang digunakan untuk kegiatan upacara dan olahraga hingga kini masih berupa tanah dan belum diplester.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lapangan menjadi licin dan becek saat hujan turun. Kondisi tersebut kerap mengganggu pelaksanaan upacara bendera serta aktivitas siswa di luar kelas.

Kepala SDN Sukaluyu 2, Adang Rohendi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, hingga saat ini lapangan sekolah masih berupa tanah sehingga pada musim hujan sulit digunakan.

“Lapangan memang belum diplester dan masih tanah. Apalagi sekarang musim hujan, jadi terlihat becek,” ujar Adang, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, lapangan juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga siswa. Meski anak-anak tetap antusias mengikuti kegiatan, kondisi lapangan yang berlumpur dinilai kurang mendukung kenyamanan dan keselamatan.

“Kadang-kadang lapangan dipakai untuk olahraga. Anak-anak tetap senang bermain, meskipun harus kotor saat main bola,” katanya.

Pihak sekolah berharap adanya perhatian dan bantuan dari instansi terkait agar lapangan SDN Sukaluyu 2 dapat segera diperbaiki, sehingga kegiatan upacara dan olahraga dapat berlangsung lebih nyaman dan aman bagi para siswa. Yudi