31.5 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 100

Pemkab Bogor Percepat Pembebasan Tanah untuk Perkuat Pembangunan Infrastruktur Bagi Masyarakat

0

jurnalinspirasi.co.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar rapat percepatan pembebasan tanah untuk kepentingan masyarakat umum, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong Ruang Wakil Bupati Bogor, pada Jumat (17/10/25).

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi menegaskan pentingnya komitmen semua pihak pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk mempercepat penyediaan lahan bagi pembangunan infrastruktur publik, terutama akses jalan umum alternatif di wilayah Cigudeg Rumpin menuju rencana jalur tol.

“Pemerintah daerah mengapresiasi para pengusaha dan masyarakat yang masih komitmen mendukung kebijakan pembangunan daerah. Ini bentuk nyata kolaborasi untuk kepentingan umum,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut, beberapa pihak swasta menunjukkan komitmen nyata dengan menyerahkan atau menghibahkan lahan untuk pembangunan jalan. Di antaranya Musika yang menyerahkan hampir satu hektare lahan di Desa Cipinang, serta Wiranto Group yang menyatakan siap menghibahkan sekitar 3,5 hektare lahan untuk kepentingan jalan umum.

Ade Ruhandi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bogor tengah menghitung kebutuhan anggaran tahun 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan tambang dan akses umum lainnya, demi mendorong konektivitas serta kesejahteraan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor.

“Intinya, ini semua demi kepentingan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dan niat baik bersama,” tutupnya.

Kemudian, Kepala Bappedalitbang, Suryanto Putra, menyampaikan bahwa beberapa ruas jalan strategis tengah disiapkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah serta memperlancar aktivitas masyarakat dan angkutan tambang. (*)

Mahasiswa ITB Dewantara Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Cipta Mulya

0

Sukabumi |Jurnalbogor Sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, sebanyak 25 mahasiswa dari RPL BBPMKP Ciawi – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara, melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada 18-19 Oktober 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema “Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat Dalam Pelestarian Budaya dan Tradisi Sebagai Identitas Desa Adat Cipta Mulya” ini melibatkan tiga dosen pembimbing dari ITB Dewantara, yaitu Syaiful Anwar, Muhlis, dan Novita Anggraeni.
Menurut Syaiful Anwar, dosen pembimbing dalam kegiatan ini, pengabdian masyarakat telah menjadi agenda rutin bagi sivitas akademika ITB Dewantara. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap masyarakat, sekaligus upaya memberikan kontribusi positif bagi pelestarian budaya lokal. Dalam kesempatan ini, kami juga menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman sebagai wujud kolaborasi antara kampus dan masyarakat adat,” ujarnya.Minggu( 19/10/2025)

Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat adat setempat. Para mahasiswa pun antusias mengikuti berbagai aktivitas yang memperkenalkan nilai-nilai adat dan kearifan lokal masyarakat Cipta Mulya.
Salah satu mahasiswa, Nina, menyampaikan rasa syukurnya dapat terlibat dalam kegiatan ini. “Kami banyak belajar dari masyarakat sini. Salah satunya adalah bagaimana padi diperlakukan dengan penuh rasa hormat dan syukur kepada Allah. Hal ini sangat menyentuh dan membuka wawasan kami,” ungkapnya.

Kepala Adat Cipta Mulya, Abah Hendrik, menjelaskan bahwa masyarakat di desanya memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan hasil bumi, khususnya padi. “Kami meyakini bahwa padi adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Hasil panen disimpan di Leuit Si Jimat, dan cukup untuk menghidupi warga lebih dari 15 tahun,” jelasnya.Lebih lanjut, Abah Hendrik menyampaikan bahwa budaya menyimpan padi di leuit bukan hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga simbol keteguhan adat dan bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur.
Apresiasi atas kegiatan ini juga datang dari Pembantu Rektor II ITB Dewantara, Zeze Zakaria Hamzah, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa dan dosen. “Kami sangat bangga terhadap semangat dan dedikasi mahasiswa serta dosen ITB Dewantara. Kegiatan seperti ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal. Ini adalah kolaborasi yang sangat berarti,” ujarnya.
Pengabdian masyarakat ini ditutup dengan kegiatan ramah tamah antara mahasiswa dan warga, serta prosesi simbolis penyerahan bibit tanaman. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat adat, serta menjadi langkah konkret dalam pelestarian budaya dan lingkungan. ( Wawan Hermawanto)

Dicky Terpilih Jadi Ketua LPM Kelurahan Mulyaharja Periode 2025–2030

0

Jurnal Inspirasi – Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, menggelar rapat pleno terbuka pemungutan suara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) periode 2025–2030, Minggu (19/10/25).

Kegiatan berlangsung di Kelurahan Mulyaharja dan dihadiri oleh Camat Bogor Selatan Irman Khaerudin, Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono, pengurus LPM, serta para ketua RT dan RW dan Tokoh masyarakat.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Dicky dari RW 05 meraih kemenangan telak dengan perolehan 48 suara, mengungguli tiga calon lainnya, yakni Yudi Faisal (RW 11) dengan 9 suara, Suherman (RW 04) dengan 2 suara, dan Yunto Mardanus (RW 12) dengan 7 suara. Sementara itu, terdapat 1 suara tidak sah dari total 67 suara yang masuk.

Dengan hasil tersebut, Dicky resmi terpilih sebagai Ketua LPM Kelurahan Mulyaharja periode 2025–2030.

Camat Bogor Selatan Irman Khaerudin menyampaikan, pemilihan LPM dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan. Ia berharap ketua terpilih dapat melanjutkan dan memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan sebelumnya.

“Kepada ketua terpilih, kami berharap bisa melanjutkan program-program kelurahan dan membawa Mulyaharja menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono menegaskan pentingnya sinergi antara LPM dan pihak kelurahan dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan warga.

“Semoga ketua LPM terpilih dapat bersinergi dengan kelurahan untuk membangun Mulyaharja yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Usai dinyatakan menang, Dicky menyampaikan terima kasih atas kepercayaan warga yang telah memilihnya. Dengan membawa semangat “Mulyaharja Maju, Berdaya, Bersama Lebih Baik,” ia bertekad menjalankan amanah dengan bijak dan terbuka.

“Ini bukan kemenangan saya pribadi, tapi tanggung jawab besar. Dengan dukungan warga, saya yakin kita bisa memajukan Mulyaharja bersama-sama,” kata Dicky.

Dalam program kerja 100 hari pertama, Dicky berencana untuk meninjau langsung kondisi di wilayah guna memetakan persoalan prioritas. Fokus awalnya adalah pengelolaan sampah, pemerataan pembangunan berbasis usulan RT/RW, serta penanganan anak putus sekolah melalui kolaborasi dengan pihak kelurahan.

“Saya ingin memulai dari hal-hal mendasar, seperti sampah dan pemerataan pembangunan,” ujarnya. Yudi

BNN Bongkar Laboratorium Rahasia Pembuat Sabu di Apartemen Cisauk

0

Jurnal Inspirasi – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap laboratorium rahasia (clandestine laboratory) yang memproduksi narkotika golongan I jenis sabu di sebuah apartemen di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama BNN dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Operasi gabungan dilakukan pada Jumat (17/10) sekitar pukul 15.30 WIB di salah satu unit apartemen lantai 20. Berdasarkan hasil pengintaian dan observasi mendalam, tim gabungan menemukan indikasi kuat bahwa unit tersebut dijadikan tempat produksi sabu, sehingga dilakukan tindakan penggerebekan.

“Dalam pengungkapan kasus clandestine laboratory ini, dua orang pelaku berinisial IM dan DF berhasil diamankan. IM berperan sebagai peracik, sementara DF bertugas memasarkan hasil produksi. Keduanya merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2016,” ujar Deputi Pemberantasan BNN, Suyudi, Sabtu (18/10/2025).

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah memperoleh keuntungan sekitar Rp1 miliar selama enam bulan terakhir. Untuk memperoleh bahan prekursor narkotika, para pelaku mengekstrak 15.000 butir obat asma hingga menghasilkan 1 kilogram ephedrine murni, yang kemudian digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan sabu. Seluruh bahan kimia dan peralatan laboratorium dibeli secara daring.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan menyita sejumlah barang bukti berupa:

Narkotika jenis sabu padat hasil produksi seberat 209,02 gram, Sabu cair sebanyak 319 mililiter, Prekursor ephedrine 1,06 kilogram, Prekursor aceton 1.503 mililiter, Asam sulfat 400 mililiter, Toluen 3,43 liter, serta dua gelas kimia (beaker glass) dan berbagai peralatan laboratorium lainnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 113 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

BNN menegaskan, pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan lembaganya dalam memerangi jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya. Modus operandi yang semakin kompleks, termasuk penggunaan unit apartemen sebagai tempat produksi, menjadi tantangan baru dalam upaya pemberantasan.

Sebagai langkah pencegahan, BNN mengimbau masyarakat agar aktif melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum. BNN juga menyediakan layanan rehabilitasi gratis bagi penyalahguna narkoba sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika.

“Partisipasi publik menjadi kunci dalam mempercepat penindakan dan penyelamatan generasi bangsa. Melalui sinergi masyarakat dan aparat, BNN optimistis perang melawan narkoba dapat dilakukan secara tegas, terarah, dan menyeluruh,” pungkas Suyudi. Yudi

Menjaga Ciliwung Lewat Aksi dan Petualangan: Alventure Batch 2 Libatkan 20 Relawan Muda

0

Bogor, |JurnalBogor Sungai Ciliwung bukan hanya aliran air yang membelah kota-kota besar. Ia adalah saksi dari rapuhnya relasi manusia dan alam.
Di tengah berbagai tantangan ekologis yang dihadapi sungai ini, 20 relawan muda memilih turun tangan lewat program Alventure Batch 2, sebuah inisiatif sosial lingkungan yang digagas LAZ Al Azhar.

Berlangsung di Saung Alkesa, Kota Bogor, kegiatan ini mengusung tema “Aksi Bersih-Bersih dan Kelestarian Sungai Ciliwung”. Para peserta tak hanya diajak menyusuri sungai, tetapi juga memahami persoalan yang mengendap di balik arusnya—mulai dari sampah, sedimentasi, hingga kesadaran kolektif yang masih minim.

“Alventure adalah ruang belajar dan bergerak. Kami ingin anak muda tidak sekadar peduli, tapi juga terlibat langsung,” kata Fahri Hamdi, Manajer Fundraising dan Partnership LAZ Al Azhar, saat membuka acara. Ia menekankan bahwa pelibatan generasi muda menjadi penting dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. “Lingkungan butuh orang-orang seperti kalian, yang peduli dan mau memperbaiki bersama,” ujarnya.Sabtu , (18/10/2025)

Dari Edukasi hingga Aksi
Rangkaian kegiatan dimulai dengan briefing susur sungai bersama Suparno Jumar, aktivis lingkungan dan River Defender yang telah lama bergelut dengan isu Ciliwung. Dalam sesi tersebut, para relawan mempelajari sejarah sungai, mengenali titik-titik krisis sampah, dan berdialog langsung dengan warga yang tinggal di bantaran.

“Tetaplah berisik soal isu lingkungan, tapi ingat, tetap asik,” pesan Suparno, yang dikenal luas dengan pendekatannya yang akrab namun tegas dalam isu-isu ekologi.

Selain membersihkan area sungai, para peserta juga diperkenalkan pada teknologi sederhana ramah lingkungan seperti biopori. Metode ini dipraktikkan langsung sebagai solusi untuk meresapkan air dan mengurangi potensi banjir di kawasan padat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009 sekaligus Duta Satwa Indonesia. Ia membagikan pengalamannya mengelola sampah dari rumah dan bagaimana langkah kecil bisa berdampak besar. “Saya belajar banyak dari kegiatan ini. Ternyata, menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita,” ujarnya.

Momen kolaboratif antar relawan pun menjadi sorotan tersendiri. Kebersamaan, diskusi ringan, hingga aksi nyata di lapangan membuat Alventure tak sekadar menjadi kegiatan sosial, melainkan ruang tumbuhnya empati ekologis.

Salah satu peserta, Istfa, mengaku pengalamannya dalam Alventure membuatnya melihat isu lingkungan dengan cara yang berbeda. “Aku jadi sadar kalau menjaga lingkungan bisa dimulai dari rumah sendiri. Langkah kecil kita ternyata bisa jadi jariyah buat bumi,” katanya.

Alventure Batch 2 bukan semata program rutin. Di balik aktivitasnya, ada pesan penting yang ingin ditegaskan: menjaga bumi adalah tentang merawat kehidupan. Dengan pendekatan edukatif, petualangan, dan aksi langsung, LAZ Al Azhar berharap inisiatif ini menumbuhkan semangat ekologis yang berkelanjutan di kalangan muda.

Melalui gerakan ini, para relawan tidak hanya menyusuri sungai, tetapi juga menapaki kesadaran baru: bahwa masa depan lingkungan ada di tangan mereka yang berani bertindak hari ini.( Wawan Hermawanto)

Giat AICT 2025: Membangun Sinergi dan Inovasi Komunitas di Tamansari

0

Jurnal Inspirasi – Karang Taruna Kecamatan Tamansari menyelenggarakan Komunitas Fest 2025, sebuah ajang yang mempertemukan berbagai komunitas kepemudaan dan organisasi sosial. Kegiatan ini diramaikan oleh bazar UMKM, forum diskusi kelompok (FGD), partisipasi Amanah Ikhlas Cinta Tulus – AICT Global Indonesia serta dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada, Sabtu (18/10/25). Selain itu, acara juga diwarnai dengan pentas seni dari berbagai komunitas lokal.

Direktur AICT Global Indonesia, Rifla Faza El Hakim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“AICT Indonesia bergerak di bidang kepemudaan, kemanusiaan, dan charity. Kami sangat mengapresiasi Karang Taruna Tamansari yang telah menjadi mitra dalam penyelenggaraan Komunitas Fest 2025. Ini menjadi ajang kolaborasi dan silaturahmi menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

AICT Indonesia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, dan bisnis, bahkan turut menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina.

Ketua Karang Taruna Tamansari, Dedeng, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kemitraan dengan Kemenpora dan AICT sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar kelembagaan kepemudaan.

“Komunitas Fest 2025 mengundang 18 komunitas dari Kecamatan Tamansari. Semua diinisiasi oleh Karang Taruna sebagai wadah berbagi ide, memperluas jejaring, dan menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan pemuda,” ujarnya.

Dalam sesi FGD, beberapa komunitas memperoleh predikat sebagai komunitas terbaik dari Kemenpora, di antaranya OSIS SMAN 1 Tamansari, Geosentra, dan Karang Taruna Tamansari. Diskusi juga menyoroti peran penting komunitas dalam bidang lingkungan, kemanusiaan, serta kontribusinya bagi masyarakat.

Asisten Deputi Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Hendro Wicaksono, menuturkan bahwa Komunitas Fest menjadi sarana strategis untuk mempertemukan berbagai unsur kepemudaan.

“Komunitas Fest adalah ruang bertukar pengalaman antar pemuda, organisasi, dan Pramuka. Kita ingin mendengar langsung kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z, agar dapat difasilitasi secara tepat,” jelas Hendro.

Ia berharap kegiatan ini dapat membentuk jejaring komunitas yang kuat serta melahirkan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan kepemudaan di tingkat nasional.

Sementara itu, Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957, Dr. H. Haswan Yunaz, M.M., menilai kegiatan ini memiliki dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda.

“Salah satu materi penting dalam kegiatan ini adalah membangun keswadayaan pemuda dalam penanggulangan bencana. Kita berharap para relawan muda dapat menjadi pelopor dalam mengatasi persoalan sosial dan kemanusiaan di wilayahnya,” pungkasnya. Yudi

IASPRO Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030 dan Teken MoU Strategis untuk Penguatan Ekosistem Sertifikasi Nasional

0

Jakarta |Jurnalbogor Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) secara resmi melantik Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2025–2030 di Jakarta,Jumat 17/10/2025.

Acara tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan dan penetapan unsur kelembagaan IASPRO — meliputi Dewan Pengawas, Dewan Pengarah, Komite Etik, Komite Edukasi dan Pengembangan Kapasitas, serta Komite Audit Keuangan — serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IASPRO, Persatuan Master Asesor Indonesia (PMAI), dan Perkumpulan Pengelola Sertifikasi Indonesia (PSPI).
Hadir dalam pelantikan tsb dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diwakili oleh Kepala Sekretariat Bapak Amir Syarifudin, Komisioner BNSP, Bapak Amilin, Para Pimpinan organisasi profesi, dan pengurus IASPRO dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IASPRO, Ir. H. Wahyu Adiartono, MBA., Ph.D., menyampaikan bahwa pelantikan pengurus dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkret IASPRO untuk memperkuat posisi asesor sebagai garda depan pembangunan kompetensi nasional.
“IASPRO hadir bukan hanya sebagai wadah profesi, tetapi sebagai platform kolaborasi strategis bagi seluruh pemangku kepentingan sertifikasi profesi di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah organisasi selaras dengan semangat menjadi adaptif terhadap perubahan, kolaboratif dalam sinergi, dan berdampak nyata bagi dunia kerja nasional,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Kepala Sekretariat, Amir Syarifudin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi kelembagaan profesi dan pengelola sertifikasi dalam mendukung kebijakan nasional pengembangan SDM kompeten.
“Kami mengapresiasi langkah IASPRO yang secara proaktif membangun kemitraan strategis lintas lembaga. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat tata kelola dan kepercayaan publik terhadap sistem sertifikasi kompetensi di Indonesia,” ungkap Amir Syarifudin. Jumat (17/10/2025).

Penandatanganan MoU antara IASPRO, PMAI, dan PSPI menjadi tonggak awal kerja sama dalam penguatan kapasitas asesor, penyelarasan standar kompetensi, serta peningkatan mutu pelaksanaan sertifikasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem sertifikasi yang lebih terpadu, kredibel, dan berdampak luas bagi peningkatan daya saing bangsa.
Dengan terbentuknya struktur kepengurusan baru dan komitmen bersama lintas lembaga, IASPRO menegaskan tekadnya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan kebijakan, pendidikan profesi, dan inovasi sistem sertifikasi di Indonesia.
Menutup acara, Ketua Umum IASPRO menegaskan kembali arah organisasi ke depan:
“Kami berkomitmen menjadikan IASPRO sebagai organisasi profesi yang terus tumbuh secara adaptif, kolaboratif, dan berdampak. Sinergi hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar menuju Indonesia yang kompeten dan berdaya saing.”( Wawan Hermawanto)

Menteri Hanif Janji Evaluasi Segel dan Kumpulkan Pengusaha Wisata Puncak

0

jurnalinspirasi.co.id – Maraknya aksi protes akibat kebijakannya yang dinilai sembrono terkait penyegelan tempat wisata dan usaha di puncak, Bogor dan berdampak terhadap angka penggangguran. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol akhirnya mengevaluasi kebijakan yang ia buat.

Hanif menyebut bahwa kebijakan yang dibuatnya membawa dampak yang sangat frontal. Untuk itu dirinya sedang menyusun soal bagaimana langkah kementerian LH kedepannya.

“Kemarin ada kehadiran tokoh masyarakat ke rumah dinas menteri untuk membicarakan ini, maka kami akan skenariokan dengan mengundang dan memanggil para owner yang terdampak langsung sehingga tidak lagi melalui perantara-perantara agar tidak simpang siur,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/10/2025).

Kendati demikian, sambung Hanif, lingkungan adalah harga mati, tidak boleh ditolak, konsepnya, bilamana pihak kementerian mentolerir dengan memberikan dispensasi keringanan terhadap suatu kasus maka kasus tersebut menimbulkan kerusakan yang sangat besar pada kemudian hari.

“Jadi mari kita berpikir dengan bijak dengan semua sisi, jangan sepihak,” ucap dia.

Terkait pencabutan sanksi, menurutnya sudah ada sebagian tempat usaha sudah dicabut dan bisa beroperasi, namun sisanya belum, masih ditelaah dulu persoalannya.

“Kalau dicabut bukan berarti sanksinya di lepas, masih ada sanksi yang perlu dipenuhi,” katanya.

Kata dia, pihaknya harus tetap mengedepankan ketahanan lingkungan. Sebab, setiap ada bencana banjir di kawasan Puncak selalu ada korban jiwa.

“Sudahlah cukup korban yang tiap kali banjir datang ya, ada 17, ada 2 orang, 3 orang selalu meninggal. Apakah kemudian kita kompensasikan dengan sederhana, dibuka mata kita,” tambahnya.

Kementerian Lingkungan Hidup kata dia, berencana akan mengoptimalkan fungsi peningkatan kapasitas lingkungan mulai dari penanaman pohon dan pembuatan embun.

“Karena dari analisa kita, membangun ketahanan lingkungannya lebih utama dulu. Jadi bukan berarti mundur, tapi kita tingkatkan,” katanya.

Sedangkan mengenai bangunan-bangunan di kawasan Puncak akan dievaluasi kembali mana yang boleh dan mana yang harus disesuaikan.

** Fredy Kristianto

Kemah MABI Kwarran Bogor Barat Dorong Penguatan Pendidikan Karakter

0

Bogor – JurnalBogor Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Bogor Barat menggelar Perkemahan Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kemah MABI) yang diikuti oleh para kepala sekolah (Kamabigus) dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Bogor Barat, Kota Bogor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada 17–18 Oktober 2025, dan diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA.

Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah II, Dr. Sugiarti, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, Kemah MABI merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di satuan pendidikan melalui penguatan karakter peserta didik.

“Kegiatan kemah MABI sangat bagus untuk mendukung peningkatan kualitas di satuan pendidikan. Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 10 Tahun 2012. Nilai-nilai kepramukaan juga sejalan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH),” ujar Dr. Sugiarti dalam sambutannya.

Sementara itu, Kasi Kesiswaan SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, Kak Wasi Jatmiko Nugroho, S.Si., menambahkan bahwa nilai-nilai Dasa Darma Pramuka sejalan dengan semangat pembentukan karakter dalam KAIH. Ia mendorong agar Kwarran Bogor Barat dapat melahirkan program atau produk baru berbasis nilai-nilai kepramukaan, tidak hanya berfokus pada aspek seragam atau atribut semata. ungkapnya Jumat ( 17/10/2025)

Kegiatan Kemah MABI ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan sinergi para Kamabigus dalam pembinaan Pramuka di sekolah, serta memperkuat implementasi pendidikan karakter di lingkungan pendidikan.( Wawan Hermawanto)

Jaro Ade Hadiri Ground Breaking Kopdes Merah Putih di Desa Waru

0

jurnalinspirasi.co.id – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade menghadiri kegiatan Ground Breaking pembangunan gerai pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), di Desa Waru, Kecamatan Parung, Jumat (17/10).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia secara virtual, sekaligus melaksanakan ground breaking pembangunan 800 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia.

Wabup Jaro Ade hadir bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, dan perwakilan Forkopimda.

Hadir mendampingi Wabup, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bogor, Camat Parung serta Kepala Desa Waruya.

Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono mengungkapkan, peletakan batu pertama ini menandakan dimulainya tahap operasional dari pembentukan KDKMP.

Program ini mengacu dari instruksi Presiden nomor 9 tahun 2025 tentang percepatan pembentukan KDKMP.

“Sejak Juli lalu, Presiden Prabowo sudah meluncurkan 80 ribu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, dan legalitas koperasinya sudah dibentuk,” ungkap Ferry. Dilansir dari keterangan resmi, Jumat (17/10).

Ferry menjelaskan, mulai bulan Juli sampai dengan hari ini itu ada beberapa bulan kami memang harus merampungkan merelaksasi beberapa peraturan regulasi yang harus kita selesaikan termasuk Peraturan Menteri Keuangan, seluruh juklak, juknis, surat edaran dan sebagainya, yang harus diselesaikan agar kita bisa masuk ke tahap operasional di bulan Oktober.

“Tahap operasional dimulai dengan peletakan batu pertama, pembangunan fisik gudang-gudang, gerai-gerai dan juga sarana kelengkapan pendukung dari KDKMP ini,” jelasnya.

Ia juga berterima kasih karena TNI terlibat dalam program ini. Ia meyakini jika TNI sudah turun apalagi ini disebut sebagai operasi militer non-perang, Insya Allah dalam waktu yang secepat-cepatnya ini akan bisa diselesaikan. (*)