Bogor | Jurnal Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono membuka Kongres Nasional Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Tahun 2026 di Novotel Bogor Golf and Convention Center, Sabtu (7/11/2026).
Dalam sambutannya, Wamenkes mengapresiasi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang dinilai menguasai data kesehatan, khususnya terkait diabetes di Kota Bogor.
“Pidato Bapak Wali Kota Bogor sudah masuk kriteria sebagai edukator diabetes, karena menguasai data-data kesehatan di Kota Bogor. Diabetes itu kadang munculnya secara sembunyi-sembunyi. Data evaluasi survei kesehatan di Indonesia tahun 2023, angka diabetes 11,7 persen dari populasi. Artinya, satu orang dari delapan hingga sembilan orang menderita penyakit diabetes,” kata wamenkes.
Ia mengatakan, diabetes ibarat fenomena gunung es yang membutuhkan perhatian serius. Untuk itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar pencegahan dan penanganan diabetes dapat dilakukan sejak dini.
Ia juga berharap Persadia semakin aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, termasuk membentuk klub-klub kesehatan. Dengan demikian, para penyandang diabetes memiliki wadah untuk saling berbagi cerita, berdiskusi, dan mendapatkan dukungan, sehingga tidak merasa menghadapi penyakitnya seorang diri.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, bahwa kongres tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Persadia dalam mencari solusi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kepada Wamenkes dan para peserta kongres, Dedie Rachim menyampaikan bahwa pada 2025 Kota Bogor menjadi salah satu daerah dengan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi di Jawa Barat, yakni sebesar 49 persen.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 90 persen warga diketahui memiliki kebiasaan kurang bergerak serta jarang mengonsumsi buah dan sayur.


