Bogor | Jurnal Bogor
Tim Drum Band Kota Bogor semakin memantapkan kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Dengan persiapan panjang selama tiga tahun, kontingen Kota Hujan optimistis mampu memenuhi target tiga medali emas dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Optimisme itu mengemuka dalam konser pamit dan doa bersama Tim Drum Band Kota Bogor yang digelar di Galaxy Arena Stars, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Sabtu (7/11/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melepas perjuangan para atlet sekaligus memperkuat dukungan moral. Sejumlah orang tua atlet, pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Bogor hingga mantan atlet turut hadir memberikan doa dan motivasi.
Ketua PDBI Kota Bogor, Zenal Abidin mengatakan, seluruh persiapan tim telah mencapai 100 persen. Setelah menjalani program latihan selama tiga tahun, kini para atlet tinggal membuktikan hasil kerja keras mereka di arena pertandingan.
Menurutnya, kesiapan tidak hanya mencakup kondisi atlet, tetapi juga seluruh kebutuhan teknis dan venue pertandingan. Cabang olahraga (cabor) drum band dijadwalkan berlangsung pada 9-15 November 2026 dengan menggunakan tiga lokasi pertandingan, yakni GOR Indoor A Pajajaran, lintasan atletik Stadion Pajajaran, serta ruas jalan kawasan Summarecon Bogor.
“Baik dari persiapan tim maupun venue sudah rampung. Tinggal pelaksanaan kejuaraan saja pada Senin besok,” ujar Zenal, Minggu (8/11/2026)
Ia menegaskan, target tiga medali emas bukan sekadar ambisi, melainkan sasaran yang diyakini bisa diwujudkan melalui kesiapan dan kekompakan seluruh atlet.
Terlebih, Kota Bogor memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Selain mendapat dukungan langsung dari masyarakat, para atlet juga sudah cukup mengenal karakteristik venue karena selama ini rutin menjalani latihan di lokasi pertandingan.
Meski demikian, Zenal mengingatkan para atlet agar tidak terlena dengan keuntungan sebagai tuan rumah. Mental bertanding, disiplin, dan kekompakan harus tetap menjadi modal utama untuk menghadapi persaingan.
“Para atlet sudah berlatih dan berjuang. Jangan pernah merasa kecil di hadapan siapa pun. Jaga kekompakan serta disiplin,” pesannya.
Zenal juga mengingatkan bahwa drum band merupakan olahraga yang mengandalkan keselarasan seluruh anggota tim. Tidak ada prestasi yang bisa diraih hanya dengan mengandalkan kemampuan individu.
“Dalam drum band tidak ada keberhasilan yang dibangun sendiri. Setiap irama, langkah, dan pukulan harus menjadi satu kesatuan,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Drum Band Kota Bogor, Laniasari menjelaskan, kontingen Kota Bogor akan turun pada 10 nomor pertandingan yang tersebar di tiga venue.
Di GOR Indoor A Pajajaran, atlet akan mengikuti nomor Lomba Unjuk Gelar (LUG) kategori campuran dan Lomba Berbaris (LBB).
Selanjutnya, di lintasan atletik Stadion Pajajaran, Kota Bogor akan berlaga pada nomor Lomba Baris Jarak Pendek (LBJP), meliputi jarak 600 meter putri, 800 meter putra, serta nomor 600 meter dan 800 meter campuran.
Adapun di kawasan Summarecon Bogor, atlet akan bersaing pada nomor Lomba Ketepatan dan Ketahanan Berbaris (LKKB), yakni 6.000 meter putri, 8.000 meter putra, serta 6.000 meter dan 8.000 meter campuran.
Laniasari menyebut perkembangan atlet selama menjalani pemusatan latihan menunjukkan hasil positif. Seluruh personel dinilai sudah siap menghadapi persaingan dan memberikan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kota Bogor.
“Perkembangan anak-anak Alhamdulillah sudah siap menghadapi Porprov Jabar 2026. Tinggal doakan saja agar bisa meraih medali emas sesuai yang ditargetkan,” pungkasnya.


