Cisarua | Jurnal Bogor
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi, memastikan progres pembangunan Dayeuh Pajajaran kini sudah berjalan sejak dua bulan terakhir. Program ini ditetapkan melalui Peraturan Bupati Bogor dengan dukungan anggaran sebesar Rp200 juta dari Bantuan Keuangan Kabupaten.
Menurut Asep, lokasi Dayeuh Pajajaran berada di jalur alternatif yang menjadi akses utama wisatawan menuju kawasan Puncak. Karena itu, pembangunan membutuhkan penanganan khusus agar dapat berfungsi sebagai gerbang masuk pariwisata.
“Momentum program dari Pak Bupati ini akan kita jadikan ikon wisata baru Desa Tugu Utara,” ujar Asep.
Anggaran yang digelontorkan tidak hanya untuk pembangunan fisik berbahan bambu, tetapi juga mencakup penanganan sampah terpadu serta integrasi dengan kampung produk lokal. Estimasi penyelesaian pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Partisipasi masyarakat disebut sangat tinggi. Warga bersama tokoh lokal ikut serta dalam kerja bakti dan mendukung penuh program ini. “Ada gerakan bersama masyarakat untuk merawat taman, marka jalan, dan fasilitas lain setelah selesai. Supaya bertahan lama meski berbahan bambu,” tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, Dayeuh Pajajaran diharapkan menjadi ikon wisata sekaligus pintu masuk strategis bagi wisatawan yang melintasi jalur alternatif Cisarua.
(Dadang Supriatna)


