Babakan Madang | Jurnal Bogor
Alih – alih ingin menunjukan bahwa usai kegiatan kepramukaan sudah dilakukan bebersih usai kegiatan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang, namun bebersih yang dilakukan justeru berupa aksi pembakaran sampah oleh oknum yang mengaku Pramuka.
Lokasi pembakaran sampah campuran organik dan anorganik tersebut terletak di Kampung Pramuka Leuwi Asih, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pembakaran sampah dilakukan pada Rabu 17 September 2026 sore usai kegiatan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Bermula dari temuan sampah yang berada di tepi Sungai Ciherang Leuwi Asih Kampung Landeuh RW 08 Desa Karang Tengah yang dilaporkan kepada Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Babakan Madang. Tak lama kemudian laporan tersebut direspon melalui pesan singkat yang diteruskan berupa sejumlah gambar diantara gambar Tumpukan Sampah Dibakar dengan narasi “Maaf, Pak… Sampah kegiatan mah sdh dikumpulkan dan berencana mau dibakar. Pramuka Bersih”.
Mendapat laporan, tokoh masyarakat Wangun Dua Desa Karang Tengah, H. Acim, mengaku kaget ada aksi pembakaran sampah yang diduga dilakukan oleh oknum anggota panitia pelaksana kegiatan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang. Lahan tersebut milik PT. Sentul City, Tbk yang dipinjamkan untuk kegiatan yang digelar pada 16-17 September 2026.
“Saya sudah cek ternyata benar ada pembakaran sampah yang dilakukan oknum anggota panitia pelaksana. Saya minta bekas pembakaran itu dibersihkan, jangan diulangi lagi, dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya dan tokoh masyarakat disini sudah meminta berulang kali kepada siapa pun yang datang ke kampung kami untuk menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi kampung kami salah satu destinasi wisata alam yang diminati para wisatawan,” tandasnya, dihubungi Kamis (17/9/2026) sore.
Sementara, Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, H. Kokasih, sangat menyayangkan prilaku pembakar sampah tersebut dan akan menindak lanjuti laporannya. Namun, ia belum menjawab ketika ditanya bentuk tindak lanjut apa yang akan dilakukan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor. “Siap, terimakasih informasinya nanti ditindak lanjuti,” tulisnya singkat melalui pesan singkat, Kamis (17/9/2026) sore.
Sebelumnya, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang, Toni Santoni, saat menutup kegiatan Lomba Tingkat II, Kamis (17/9/2026) sore, mengatakan “Kita sebagai anak pramuka harus ingat Dasa Dharma ke 2 cinta alam dan kasih sayang manusia. Kita harus menjaganya bukan malah merusaknya kita di sini jangan meninggalkan sampah tapi meninggalkan kenangan”. Ironisnya, usai kegiatan dilakukan pembakaran sampah yang dikumpulkan oleh panitia penyelenggara.
Terpisah, Praktisi Pengelolaan Sampah & Limbah B3 Nasional / WALHI, Dwi Retnastuti sangat prihatin mendapat laporan pembakaran sampah yang dilakukan oleh oknum yang mengaku Pramuka. Padahal, Gerakan Pramuka mendidik sumber daya manusia berkarakter yang melekat erat dengan Dasa Dharma, yang salah satu butirnya berbunyi Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
“Acara dua hari, tidak menyiapkan tempat sampah, tidak kerjasama dengan pihak terkait untuk penanganan sampahnya, itu sih enggak benar. Seharusnya, panitia yang notabene adalah para guru seharusnya memberikan contoh mengelola sampah yang benar tidak mencemari lingkungan. Pelaku pembakaran sampah dapat dijerat sanksi hukum Undang – undang Persampahan dan Peraturan turunannya,” tegasnya.
(Sabilillah)


