30.2 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img

HUT RI ke-81 di RSUD R.Moh.Noh Nur Berlangsung Semarak dengan Senam Sehat dan Edukasi Kesehatan Bersama Masyarakat

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang sukses menyelenggarakan kegiatan Senam Sehat dan Edukasi Kesehatan, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang penuh semarak kemerdekaan ini diikuti dengan antusias tinggi oleh masyarakat serta pegawai rumah sakit.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebugaran jasmani serta menerapkan pola hidup sehat sehari-hari.

“Mari bersama menjaga kesehatan sebagai bagian dari semangat mengisi kemerdekaan dengan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.”

Sesi Edukasi Kesehatan dan Konsultasi Interaktif Bersama Fisioterapi

Puncak kemeriahan acara diisi dengan sesi dialog interaktif dan edukasi kesehatan yang dipandu oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Ardi, S.Ft., dari Instalasi Fisioterapi RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Dalam sesi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai keluhan fisik sehari-hari, seperti nyeri pinggang, kesehatan sendi, dan pencegahan cedera otot.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan interaktif yang diajukan kepada narasumber. Berikut adalah rangkuman tanya jawab edukatif dalam kegiatan tersebut:

1. Pertanyaan (Ibu Heni): “Minum berapa liter air untuk mengatasi sakit pinggang?”

Jawaban & Penjelasan: Ardi menjelaskan secara langsung bahwa kebutuhan cairan tubuh harian minimal adalah 2 liter. Ia menegaskan agar asupan air putih harus dijaga dan dicukupi setiap hari guna mencegah risiko terbentuknya batu ginjal serta menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal.

2. Pertanyaan (Ibu Lilis Elahyati, 59 tahun): “Untuk HNP atau saraf kejepit, selain diobati dengan terapi medis, apa solusinya?”

Jawaban & Penjelasan: Dalam pemaparannya, Ardi menjelaskan bahwa penanganan utama untuk kasus HNP berat dapat melibatkan tindakan medis seperti operasi. Namun, bagi pasien secara umum, penanganan dan pencegahan nyeri dapat dilakukan secara mandiri di rumah paling tidak dengan rutin melakukan gerakan peregangan (stretching) yang tepat untuk mengurangi tekanan pada saraf.

3. Pertanyaan (Ibu Ida): “Apakah sakit pinggang itu tanda-tanda menopause?”

Jawaban & Penjelasan: Ardi menerangkan bahwa keluhan nyeri pinggang memang dapat meningkat seiring bertambahnya usia, namun kondisi tersebut belum tentu menjadi penyebab utama menopause. Keluhan sakit pinggang seringkali dipicu oleh aktivitas fisik dan beban kerja harian yang berulang, seperti kebiasaan sederhana saat mencabut rumput, menyetrika pakaian dengan posisi yang kurang ergonomis, atau aktivitas rumah tangga lainnya.

Harapan dan Komitmen Layanan Kesehatan

Melalui kegiatan senam sehat dan edukasi interaktif ini, manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap masyarakat Kabupaten Bogor semakin peduli terhadap kesehatan preventif. Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan bernegara, tetapi juga kebebasan dari berbagai masalah kesehatan melalui gaya hidup aktif, bugar, dan produktif.

(yev/cc)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles