29.5 C
Bogor
Thursday, August 13, 2026

Buy now

spot_img

SDN Ciheuleut 2 Bogor Gelar Parenting Session “Connect Sebelum Correct”

Bogor | Jurnal Bogor
Sebanyak 50 orang tua siswa SDN Ciheuleut 2, Bogor Timur, Kota Bogor mengikuti Exclusive Parenting Session bertema “Connect Sebelum Correct: Raih Hatinya, Bimbing Langkahnya” di aula sekolah, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan selama 90 menit ini untuk memperkuat kedekatan emosional orang tua dengan anak serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi dalam pengasuhan.

Mengangkat persoalan keseharian keluarga, sesi ini menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya terkait nilai akademik dan prestasi. Anak juga sedang belajar mengenal diri, mengelola emosi, bertanggung jawab, membangun relasi sosial, dan menghadapi kegagalan.

Narasumber Emotional Healing Therapist Bunda Lili Marliyuana menyampaikan, perilaku anak perlu dipahami terlebih dahulu sebelum dikoreksi. 

“Anak bukan hanya sedang belajar menjadi pintar. Anak sedang belajar menjadi manusia. Karena itu, sebelum kita sibuk memperbaiki perilaku anak, kita perlu memahami apa yang terjadi di balik perilakunya dan bagaimana kondisi emosi kita saat merespons anak,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Bunda Lili menegaskan, kemampuan orang tua mengelola emosi adalah bagian penting dari pola asuh. Saat menghadapi anak yang membantah, sulit diarahkan, atau mengulang kesalahan, respons orang tua sering muncul secara spontan.

Padahal anak belajar mengelola emosi bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari contoh nyata yang dilihat setiap hari. 

“Regulasi emosi adalah bagian penting dari parenting. Kita ingin anak belajar sabar, maka anak juga perlu melihat bagaimana orang tuanya mengelola kemarahan. Kita ingin anak berani meminta maaf, maka orang tua juga perlu memberi contoh,” katanya.

Ia menambahkan, orang tua tidak dituntut untuk tidak pernah marah. Yang penting adalah adanya “jeda” sebelum bereaksi agar dapat memilih respons yang lebih bijak. 

“Orang tua tetap boleh kecewa, tetap boleh marah, dan tetap boleh memberi batasan. Tetapi emosi tidak boleh mengambil alih cara kita mendidik,” ujarnya.

Melalui tema “Connect Sebelum Correct”, orang tua diajak membangun kedekatan emosional terlebih dahulu sebelum memberikan arahan atau koreksi. Pesan kuncinya: “Raih hatinya, bimbing langkahnya.”

“Connect bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja. Anak tetap butuh aturan dan batasan. Tetapi ketika anak merasa terhubung, didengar, dan diterima, orang tua memiliki ruang yang lebih baik untuk membimbing perilakunya,” jelas Bunda Lili.

Dalam sesi tersebut orang tua juga dibekali 5 langkah sederhana: hadir 10 menit setiap hari, mendengarkan sebelum menasihati, memuji usaha bukan hanya hasil, memberi tanggung jawab sederhana, serta menjadi teladan. Peserta juga diajak melakukan refleksi “Jeda Sebelum Bereaksi”.

Kepala SDN Ciheuleut 2 Bogor Nurjanah, S.Pd.SD., mengatakan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi sekolah dan orang tua. 

“Pendidikan anak tidak hanya tanggung jawab sekolah. Anak lebih banyak waktu di rumah, sehingga apa yang dibangun di sekolah perlu didukung di rumah,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini orang tua memahami bahwa mendampingi anak bukan hanya soal mengejar nilai, tetapi juga membantu anak tumbuh secara emosional, sosial, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang hadir, mau belajar, mendengarkan, memberi batasan, dan menjadi teladan. 

“Perubahan besar dalam keluarga bisa dimulai dari satu respons kecil yang berbeda,” tutup Bunda Lili.

(Wawan Hermawanto)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles