Bogor | Jurnal Bogor
Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKA) Universitas Pakuan melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor melalui program ECOTANI (Eco Organic Farming Initiative) dan ECOTRIX. Program ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan.
Program ECOTANI didukung inovasi teknologi ECOTRIX, yaitu mesin pencacah sampah organik yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses pengolahan sampah menjadi Pupuk Organik Padat atau kompos. Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Ketua RW 15, Ketua RT 03, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), serta Koordinator Penyuluh Pertanian. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memperoleh keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
Permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Desa Kota Batu. Sebagian sampah organik rumah tangga dan limbah pertanian masih dibuang tanpa pengolahan yang tepat sehingga belum memberikan manfaat secara optimal. Di sisi lain, sebagian masyarakat masih bergantung pada pupuk kimia yang harganya relatif mahal dan penggunaannya secara terus-menerus dapat berdampak pada kualitas tanah serta meningkatkan biaya produksi pertanian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya solusi yang mampu mengatasi permasalahan lingkungan dan pertanian secara bersamaan.
Melihat kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa HIMASKA menghadirkan ECOTANI sebagai solusi inovatif dengan mengolah sampah organik menjadi Pupuk Organik Padat atau kompos yang akan dipasarkan dengan brand EcoGrow. Untuk mendukung proses produksi, tim juga mengembangkan ECOTRIX sebagai alat pencacah sampah organik. Alat ini berfungsi mempercepat dan menyeragamkan proses pencacahan sebelum sampah difermentasi menjadi kompos.
Dengan bantuan ECOTRIX, sampah organik dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil dan homogen sehingga proses fermentasi menggunakan larutan EM4 dan molase dapat berlangsung lebih efisien. Hasil pengolahan tersebut diharapkan menghasilkan pupuk organik padat yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian, ECOTANI juga dirancang memiliki nilai ekonomis. Produk EcoGrow berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha bagi masyarakat, khususnya kelompok tani dan warga setempat. Dalam kegiatan sosialisasi program tersebut yang telah dilaksanakan pada hari Jumat 24 Juli 2026, masyarakat diperkenalkan dengan tujuan dan manfaat program, cara kerja ECOTRIX, tahapan pembuatan pupuk organik padat, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk EcoGrow.
Ketua Program ECOTANI & ECOTRIX, Aldiel Fadillah, mengatakan, “Melalui ECOTANI, kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk pertanian dan bernilai ekonomi. Dengan ECOTRIX, proses pengomposan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan berbasis produk EcoGrow.”
Program ini juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah organik. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat melalui penerapan teknologi tepat guna seperti ECOTRIX. Masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan perekonomian desa.
Program ECOTANI & ECOTRIX menjadi salah satu bentuk komitmen HIMASKA Universitas Pakuan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, menjadikan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomis, serta mendukung terwujudnya Desa Kota Batu yang mandiri, produktif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
**


