Bandung | Jurnal Bogor
PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pendidikan Vokasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam program Halalpreneur. Bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional, inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem wirausaha halal, memberdayakan generasi muda, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif agar mampu berinovasi dan bersaing di pasar global.
Kemitraan ini melibatkan dua perguruan tinggi di bawah naungan Kemenperin, yakni Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STTT Bandung. Langkah ini diambil untuk mempererat sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi, sekaligus memberikan pengalaman praktis serta keterampilan kewirausahaan halal yang relevan bagi para mahasiswa.

Melalui kolaborasi tersebut, Darya-Varia dan Pendidikan Vokasi Kemenperin menghadirkan tiga pilar Utama yaitu Pelatihan Terpadu berupa pembekalan bagi mahasiswa vokasi mengenai konsep halalpreneur dan praktik bisnis berkelanjutan. Kedua, Pendampingan UMKM, Pelibatan dosen dan mahasiswa sebagai mitra riset serta inkubator bisnis bagi pelaku UMKM halal. Adapun yang ketiga, Showcase Produk yaitu:* Ajang apresiasi dan pameran produk halal hasil karya mahasiswa serta UMKM binaan.
Legal & Corporate Affairs Division Head sekaligus Corporate Secretary Darya-Varia, Widya Olivia Tobing, menyatakan bahwa memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Halalpreneur telah berkembang menjadi ruang kolaborasi produktif yang menghubungkan industri, pendidikan, dan UMKM.
“Sejalan dengan perjalanan lebih dari 50 tahun Darya-Varia, kami percaya bahwa kontribusi nyata bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui produk kesehatan, tetapi juga melalui investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan komunitas,” ujar Widya. Ia menambahkan, semangat halalpreneur diharapkan dapat melahirkan wirausaha baru yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional dan menggerakkan ekonomi halal Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Politeknik APP Jakarta, A.R. Arie Wicaksono, menyambut positif keterlibatan perguruan tinggi vokasi dalam program ini. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata model pentahelix yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi halal.
“Kegiatan Halalpreneur yang memasuki tahun ke-5 ini semakin meneguhkan semangat kami untuk berkolaborasi dan memberikan nilai tambah bagi UMKM secara berkelanjutan,” ungkap Arie.
Rangkaian program Halalpreneur akan diisi dengan seminar, lokakarya (workshop), pendampingan bisnis, hingga pameran produk. Melalui dukungan sinergis antara sektor industri farmasi dan lembaga pendidikan vokasi, inisiatif ini diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya wirausaha halal yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.
** Tjahyadi Ermawan


