Bogor | Jurnal Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah merampungkan proses manajemen talenta (matel) untuk posisi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Diketahui, untuk posisi kepala Diskominfo diikuti oleh lima orang yakni, Abdul Manan Tampubolon yang kini menjabat sebagai Kabag Umum, Ana Ismawati yang masih menduduki posisi Sekretaris BKPSDM, Dicky Iman Nugraha (Kabag Pemerintahan), Heryaningsih Eka Setiowati (Sekretaris Dinkukmdagin), dan Oki Fasiasta Nurmala (Sekretaris DP3A).
Sementara untuk posisi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia diikuti oleh Dudi Fitri Susandi yang kini menjabat sebagai Camat Bogor Barat, Evandhy Dahni (Sekretaris Dinsos), Henny Nurliani (Kabag Organisasi), Sahib Khan (Sekretaris Disnaker), dan Teofilio Patricinio (Sekretaris Damkar).
Berdasarkan informasi yang menyebar di lingkungan Pemkot Bogor, posisi Kepala Diskominfo Kota Bogor kemungkinan besar akan dijabat oleh Ana Ismawati, sedangkan posisi staf ahli kabarnya akan ditempati oleh Henny Nurliani.
Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahardian membenarkan bila proses mantel telah rampung. Namun, ia membantah rumor beredar bila sudah ada dua nama yang bakal menempati posisi tersebut.
Selain itu, mantel untuk posisi kepada Badan Perencaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang juga telah tuntas. Kedua posisi itu dikabarkan akan diisi oleh Agnes Andriani yang dirumorkan menjabat sebagai Kepala Bapperida.
Agnes sendiri juga saat ini menjabat sebagai Sekretaris Bapperida. Sedangkan posisi kepala DPMPTSP dikabarkan bakal dihuni oleh Tyas Ajeng, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Untuk hasil sedang menunggu arahan dari Pak Wali,” ujar Dani saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Saat disinggung kapan pelantikan dilaksanakan. Dani menegaskan bahwa hingga kini belum ada instruksi dari Wali Kota Dedie Rachim.
“Belum ada arahan dari Pak Wali,” singkat mantan Kepala Dinsos Kota Bogor tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, H Zenal Abidin mengatakan bahwa penentuan eselon II memang prerogratif wali kota. Namun, orang yang dipilih haruslah sosok yang memiliki kapabilitas serta integritas, dan kompeten di bidangnya.
“Right man in the right place harus dikedepankan, agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Sehingga visi misi bisa tercapai,” ucap dia.
H Zenal juga berharap, pemilihan calon eselon II nantinya tidak bercampur dengan unsur politis dan lain sebagainya.
“Tapi saya yakin wali kota pasti mengetahui mana yang terbaik untuk mengisi jabatan tersebut,” tegas politisi Gerindra itu.
** Fredy Kristianto


