31.3 C
Bogor
Monday, August 3, 2026

Buy now

spot_img

Beri Pemahaman Hidup Sehat, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Hand Hygiene dan Pencegahan Demam Tifoid ke Pasien dan Keluarga

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pencegahan penyakit infeksi, Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Perawat Ruang Rawat Inap Alamanda melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Pencegahan Demam Tifoid (Tipes)” pada Rabu, 22 Juli 2026, di Ruang Rawat Inap Alamanda.

Sebelum penyampaian materi utama, peserta terlebih dahulu diberikan edukasi mengenai hand hygiene atau kebersihan tangan melalui praktik 6 langkah cuci tangan yang benar sesuai rekomendasi WHO. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga bahwa kebersihan tangan merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penularan berbagai penyakit infeksi, termasuk demam tifoid. 

Kegiatan edukasi disampaikan oleh Agung Rahman Nugraha, Amd.Kep, Ulfah Eka Viani Agustin, Amd.Kep selaku Anggota Komite PPI, serta tim Promosi Kesehatan (Promkes). Materi yang diberikan meliputi pengertian demam tifoid, penyebab penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi, faktor-faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. 

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari pasien dan keluarga yang hadir. Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan apakah seseorang yang telah sembuh dari tifoid masih dapat kembali mengalami penyakit tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Agung Rahman Nugraha, Amd.Kep menjelaskan bahwa seseorang masih dapat kembali terkena demam tifoid, baik akibat infeksi baru maupun karena bakteri yang masih menetap di dalam tubuh pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah yang sangat penting, antara lain dengan menjaga kebersihan diri, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, serta mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter hingga tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan. 

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah demam tifoid maupun penyakit infeksi lainnya, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

(yev/cc)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles