Ciomas | Jurnal Bogor
Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKA) Universitas Pakuan menghadirkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 melalui POCATANI (Pupuk Organik Cair untuk Tani) di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Program ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik cair bernilai guna dan bernilai ekonomi sebagai solusi atas permasalahan limbah ternak di desa.
Pelaksanaan program mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Ketua RW 05, Ketua RT 04, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Tim Penggerak PKK Desa Kota Batu. Melalui POCATANI, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian sekaligus berpotensi menjadi peluang usaha.
Desa Kota Batu memiliki potensi peternakan kambing. Namun, limbah kotoran kambing yang dihasilkan masih menjadi permasalahan karena belum diolah secara optimal. Sebagian besar limbah hanya ditumpuk di sekitar kandang sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta menjadi sumber berkembangnya berbagai mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa HIMASKA menghadirkan Program POCATANI sebagai solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah kotoran kambing menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dipasarkan dengan brand  POCAFARM. Produk ini dihasilkan melalui proses fermentasi menggunakan bahan-bahan pendukung yang ramah lingkungan sehingga menghasilkan pupuk organik cair yang kaya unsur hara dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.
Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, POCAFARM juga dirancang sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis sehingga berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat, khususnya kelompok tani dan warga setempat, melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai jual. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan mengenai latar belakang program, manfaat pengolahan limbah kotoran kambing, tahapan pembuatan pupuk organik cair, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk POCAFARM. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sektor peternakan.
Ketua Tim Program POCATANI (Muhamad Surya Awal Maulana), mengatakan bahwa POCATANI tidak hanya dirancang untuk membantu menyelesaikan permasalahan limbah peternakan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi dari hasil pengolahan limbah.
“Melalui POCATANI, kami ingin menunjukkan bahwa limbah kotoran kambing bukan lagi menjadi sumber permasalahan, melainkan dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Harapannya, masyarakat dapat mengelola limbah secara mandiri sekaligus memanfaatkan POCAFARM sebagai peluang usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain memperkenalkan inovasi produk, program POCATANI juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang limbah peternakan. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat melalui penerapan teknologi sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan mampu menerapkan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab serta memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan perekonomian desa.
Program POCATANI memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai latar belakang program, manfaat pengolahan limbah kotoran kambing, tahapan pembuatan pupuk organik cair, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk POCAFARM.
Program POCATANI menjadi salah satu bentuk komitmen daripada Himpunan Mahasiswa Kimia Universitas Pakuan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat.
Program POCATANI diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, menjadikan limbah sebagai sumber daya bernilai ekonomis, serta mewujudkan Desa Kota Batu sebagai desa yang mandiri, produktif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
**


