33.7 C
Bogor
Saturday, August 1, 2026

Buy now

spot_img

Ceceran Tanah Dikeluhkan, DPRD Semprot RS Pandu

Bogor | Jurnal Bogor

Pengguna jalan yang melintas di kawasan Bangbarung, tepatnya di RW 15, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, mengeluhkan banyaknya ceceran tanah yang diduga berasal dari aktivitas cut and fill proyek pembangunan Rumah Sakit Pandu yang berada di dekat Taman Corat-Coret.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ceceran tanah menutupi sebagian badan jalan. Kondisi tersebut membuat permukaan aspal menjadi licin, terutama saat terkena air hujan, sehingga dinilai berpotensi membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.

Selain mengurangi kenyamanan berkendara, material tanah yang berserakan juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera dibersihkan oleh pihak pelaksana proyek.

Sejumlah pengguna jalan berharap kontraktor pelaksana proyek lebih memperhatikan kebersihan akses jalan dengan membersihkan ceceran tanah secara berkala serta memastikan kendaraan pengangkut material tidak meninggalkan lumpur di badan jalan.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menegaskan bahwa pelaksana proyek tidak boleh mengabaikan kebersihan fasilitas umum selama proses pembangunan berlangsung.

“Pelaksana tidak boleh melaksanakan pembangunan dengan mengotori jalan. Jalan yang terkena ceceran tanah seharusnya rutin disemprot dan dibersihkan agar tidak mengganggu warga maupun pengguna jalan,” ujar Ahmad Aswandi.

Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor segera turun ke lokasi untuk memberikan teguran kepada pihak pelaksana proyek sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh aspek perizinan pembangunan.

“Satpol PP harus turun ke sana memberikan teguran hingga memeriksa seluruh perizinannya. Apalagi ini akan dibangun rumah sakit, seluruh persyaratan teknis harus dipenuhi, mulai dari dokumen AMDAL lingkungan, analisis dampak lalu lintas (Andalalin), hingga sistem pengolahan limbahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, mengatakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus menjadi perhatian utama selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, ceceran tanah di badan jalan tidak boleh dibiarkan karena membahayakan masyarakat.

“Pastinya dalam setiap pembangunan aspek K3 harus diperhatikan. Tanah yang berceceran mengganggu pengguna jalan. Apalagi sudah beberapa kali turun hujan sehingga kondisi jalan menjadi licin dan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Riki.

Ia menambahkan, pihak Kecamatan Bogor Utara akan segera meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek agar segera melakukan langkah-langkah penanganan.

“Kami akan meninjau ke lapangan dan berkoordinasi dengan yang bersangkutan agar memperhatikan aspek K3. Harus disiapkan petugas khusus untuk membersihkan tanah yang berceceran. Kami minta persoalan ini segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Terkait proyek tersebut, Riki menyebut informasi yang diterimanya menyatakan pembangunan yang dilakukan merupakan Rumah Sakit Pandu. Ia juga mengatakan perizinan pembangunan tersebut telah diterbitkan sejak tahun 2019.

** Fredy Kristianto

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles