Serang | Jurnal Bogor
Setelah 34 tahun berpisah sejak lulus tahun 1992, alumni SMPN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, akhirnya kembali berkumpul dalam acara silaturahmi yang penuh haru, Sabtu (30/05/2026).
Dulu mereka berpisah sebagai anak sekolah berseragam putih biru. Kini, mereka datang sebagai bapak, ibu, dengan cerita hidup masing-masing. Ada yang datang dari Jakarta, Bogor, Bandung, bahkan luar Jawa.

“Rasanya kayak kemarin pisah di lapangan upacara. Begitu ketemu, langsung inget masa nakal-nakalan dulu,” kata salah satu alumni yang hadir, Entis Haryadi yang juga ketua panitia reuni.
Momen paling mengharukan terjadi saat guru mereka, Pak Agus Cantrik, guru kesenian hadir di tengah acara. Meski sudah sepuh, beliau masih mengingat nama satu per satu mantan muridnya.

Acara yang awalnya hanya dimulai dari grup WhatsApp kecil kini berkembang menjadi pertemuan satu angkatan 92. Tanpa seremoni mewah, yang ada hanya cerita lama, tawa, dan pelukan panjang yang tertunda 34 tahun.
Bagi mereka, reuni ini bukan soal siapa yang paling sukses. Tapi tentang menjaga ikatan yang pernah dibangun di bangku SMPN 1 Cikeusal.
“Silaturahmi ini semoga jadi awal, bukan akhir,” harap Entis Haryadi.
(Wawan Hermawanto)


