28.5 C
Bogor
Wednesday, May 20, 2026

Buy now

spot_img

Trase Baru Batutulis Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat resmi memulai pembangunan fisik trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, yang ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Proyek strategis ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus menata kawasan heritage Batutulis menjadi destinasi wisata baru, aman, dan terintegrasi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pembangunan dimulai setelah proses serah terima pekerjaan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada kontraktor pelaksana, PT Promix Prima Karya, Rabu (13/5/2026).

“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan proses lelang konstruksi. Kini pembangunan fisik trase baru Jalan Saleh Danasasmita resmi dimulai,” ujar Dedie Rachim.

Proses tahapan menuju pembangunan ini diawali dengan pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang selanjutnya dilaksanakan proses lelang pekerjaan oleh Pemprov Jawa Barat. Setelah menunggu kurang lebih satu tahun, lahan seluas kurang lebih 4.900 meter persegi ini mulai dikerjakan dengan target pengerjaan selama 163 hari kalender hingga akhir Oktober 2026.

“Total anggaran adalah Rp21,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Kemudian item pekerjaan terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk juga penguatan tebing dan jalur pedestrian,” ucap Dedie Rachim.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat yang sudah melaksanakan proses pelelangan. Di luar pengerjaan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, juga dilaksanakan pekerjaan tambahan untuk membuat Leuweung Batutulis serta area taman di eks jalan lama yang tidak lagi digunakan. Sehingga nantinya lokasi tersebut menjadi satu area antara jalan, leuweung, dan taman.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, berharap ke depan kawasan ini menjadi satu kesatuan sehingga dapat menjadi destinasi baru.

“Pekerjaan ini meliputi pembangunan jalan, taman di Leuweung Batutulis, serta pedestrian di Sumur Tujuh. Semoga pekerjaan ini bisa menjadi destinasi baru bagi Kota Bogor, khususnya kawasan heritage di Kota Bogor,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengucapkan syukur atas seluruh proses yang telah selesai dilaksanakan hingga dimulainya pembangunan jalan baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita.

“Alhamdulillah pekerjaan di kawasan ini tidak hanya konstruksi jalan, tetapi juga ada pedestrian, taman di area trase baru, dan Leuweung Batutulis. Jadi pembangunan ini nantinya menjadi satu kawasan yang terintegrasi. Mudah-mudahan ini akan menjadi salah satu destinasi wisata baru, khususnya di kawasan Batutulis atau kawasan yang menjadi heritage Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Pembangunan jalan ini akan dilaksanakan sepanjang 300 meter serta mencakup beberapa item terkait Leuweung Batutulis, pedestrian, dan fasilitas lainnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan pengerjaan konstruksi segera berjalan dengan mobilisasi alat berat yang dimulai pada pertengahan Mei 2026. Ia juga menegaskan adanya pelibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.

Pemkot Bogor sudah melakukan komunikasi dengan Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR). Pemprov akan melakukan loading alat berat mulai Jumat (15/5). Selain itu, akan ada 15 hingga 20 warga lokal yang dilibatkan dalam pengerjaan.

“Tadi pihak ketiganya dari provinsi kita telepon, mulai besok melakukan loading barang, penurunan alat berat. Itu tentu warga masyarakat harus terinformasikan dan tersosialisasikan. Kedua, informasi dari Pak Kadis DBMPR Provinsi kemarin juga sempat memberikan mandat langsung kepada saya untuk merekrut tenaga kerja lokal, 15 sampai 20 oranglah secukupnya,” ujar Jenal Mutaqin saat meninjau Jalan Saleh Danasasmita, Bogor Selatan, Kamis (14/5).

Meski begitu, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa pekerja yang dilibatkan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Mereka bisa menjadi pekerja kasar, kernet, atau tenaga lainnya. Karena itu, RW, lurah, dan camat ditugaskan untuk mendata warga yang akan dipekerjakan.

“Aparat wilayah harus memastikan yang bersangkutan memang siap produktif dan bekerja untuk melakukan aktivitas,” katanya.

Jenal Mutaqin juga menjelaskan, kontraktor pemenang lelang proyek pembangunan trase baru tersebut memastikan pekerjaan rampung pada Oktober mendatang dan sudah bisa digunakan.

“Besok hanya loading alat berat. Tadi saya telepon, informasinya seperti itu. Sambil kita pantau nanti. Pak Camat, Bu Lurah, insyaallah tiap hari bersama LPM juga nanti akan terus memantau, seperti apa progres dan sosialisasi ke masyarakat,” tegasnya.

Jalan Saleh Danasasmita memang menjadi akses vital bagi masyarakat. Salah satunya untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada November mendatang.

“Hotel Green Forest yang merupakan salah satu venue kegiatan perlombaan Porprov. Kebetulan Bogor jadi tuan rumah dan salah satu venue-nya ada di Pamoyanan, di Hotel Green Forest,” katanya.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles