Bandung | Jurnal Bogor
Kepengurusan DPW PKB Jawa Barat periode 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Ia adalah sinyal kuat kesiapan politik menuju Pemilu 2029. Dari komposisi hingga kualitas personalia, PKB Jawa Barat hari ini tampil sebagai mesin politik yang lengkap: matang secara pengalaman, kokoh secara ideologis, dan berani menatap masa depan.
Di bawah kepemimpinan Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, arah perjuangan partai dipandu oleh figur dengan rekam jejak nasional, kapasitas legislasi yang teruji, serta jejaring kebijakan yang luas. Kepemimpinan ini diperkuat oleh kehadiran empat anggota DPR RI aktif, yakni Syaiful Huda, Oleh Soleh, Sujatmiko, dan Rina Saadah. Komposisi ini menegaskan bahwa PKB Jawa Barat memiliki kekuatan strategis di pusat kekuasaan nasional.
Tak hanya kuat di parlemen, PKB Jawa Barat juga ditopang oleh tujuh kepala daerah dan wakil kepala daerah aktif. Kehadiran para eksekutif daerah ini mencerminkan pengalaman nyata dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus menjadi bukti bahwa kader-kader PKB mampu menjawab tantangan kepemimpinan di tingkat daerah.
Pengalaman birokrasi, kemampuan eksekusi kebijakan, serta kedekatan dengan problem riil masyarakat menjadi modal penting menuju 2029.
Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, memastikan kesinambungan garis politik dari pusat hingga daerah. Konsolidasi internal menjadi lebih solid, koordinasi kerja politik lebih efektif, dan langkah-langkah pemenangan dapat dijalankan secara terukur dan terencana.
Lebih dari itu, komposisi DPW PKB Jawa Barat juga ditopang oleh pengurus-pengurus yang kuat di basis dan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Mereka adalah kader dengan talenta politik yang mumpuni, memiliki kedekatan langsung dengan konstituen, memahami peta sosial dan kultural wilayahnya, serta teruji loyalitas dan militansinya dalam kerja-kerja partai. Kekuatan akar rumput inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat tidak hanya besar di struktur atas, tetapi juga solid dan hidup di tingkat bawah.
Yang membuat kepengurusan PKB Jawa Barat semakin relevan dengan tantangan Pemilu 2029 adalah akomodasi yang serius terhadap generasi muda, khususnya Gen Z. Keterlibatan anak-anak muda dalam struktur kepengurusan bukan sekadar simbol regenerasi, melainkan strategi sadar untuk merespons perubahan demografi pemilih. Gen Z dihadirkan sebagai penggerak gagasan, pengelola isu-isu digital, jembatan komunikasi politik baru, sekaligus wajah masa depan PKB Jawa Barat. Dengan ruang yang terbuka bagi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan muda, PKB menunjukkan diri sebagai partai yang adaptif, inklusif, dan tidak terjebak pada pola lama.
Namun, kekuatan PKB Jawa Barat tidak berhenti pada struktur formal dan jabatan publik. Partai ini juga berakar kuat pada kekuatan tradisional kiai dan pesantren—fondasi historis dan ideologis PKB sejak kelahirannya. Hal ini tampak jelas dalam momen pengukuhan kepengurusan, di mana hampir seluruh Ketua PCNU se-Jawa Barat hadir. Kehadiran para pimpinan NU tersebut menjadi penegasan bahwa PKB Jawa Barat tetap berada dalam khidmat kepada ulama, pesantren, dan nilai-nilai ke-NU-an.
Perpaduan antara kekuatan struktural modern, basis dapil yang solid, energi Gen Z, dan legitimasi kultural pesantren inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat memiliki keunggulan kompetitif yang utuh. Di satu sisi, PKB adaptif terhadap dinamika politik kontemporer dan perkembangan teknologi; di sisi lain, tetap berpijak pada otoritas moral kiai dan tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat Jawa Barat.
Komposisi kepengurusan DPW PKB Jawa Barat juga merepresentasikan lintas generasi dan lintas profesi. Politisi senior berpadu dengan aktivis pergerakan, Gen Z dan milenial dengan energi serta gagasan segar, teknokrat dengan pendekatan berbasis data, serta profesional dari berbagai latar belakang—mulai dari dokter, praktisi hukum, budayawan, hingga tokoh masyarakat. Ini menjadikan PKB Jawa Barat sebagai rumah besar aspirasi publik yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman.
Dengan struktur yang solid, kepemimpinan berpengalaman, kader basis yang militan, energi generasi muda, dukungan kuat dari kiai dan pesantren, serta keterhubungan nyata dengan masyarakat akar rumput, PKB Jawa Barat benar-benar “On The Way 2029.” Bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja politik yang nyata dan terencana.
PKB Jawa Barat Peduli Umat Melayani Rakyat; Gerakkan Tradisi, Jaga Kehormatan, dan Rebut Kemenangan. PKB buat semua!.
(yev/cc)

