26.1 C
Bogor
Monday, February 9, 2026

Buy now

spot_img

Ingin Lahirkan Milyarder Baru, Muhsinin Club Dukung Kampoong Ecopreneur

Leuwisadeng | Jurnal Bogor – Pendiri Muhsinin Club, Dewa Eka Prayoga, menyerahkan sedekah sebesar Rp250 juta kepada Yayasan Kampoong Ecopreneur di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Senin (9/2/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan (ecopreneur) yang bertujuan mencetak wirausahawan baru dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Dewa Eka Prayoga yang dikenal sebagai pakar digital marketing sekaligus pengusaha dengan puluhan unit usaha, menyampaikan bahwa Muhsinin Club merupakan wadah bagi para dermawan yang memiliki kepedulian sosial dan semangat keberlimpahan untuk berbagi.

Sejak berdiri pada 2022, Muhsinin Club telah menghimpun donasi hingga puluhan miliar rupiah yang disalurkan melalui berbagai program sosial, di antaranya pembinaan ratusan santri penghafal Al-Qur’an, pemberangkatan 158 hafiz Al-Qur’an secara gratis, serta penyaluran bantuan beras dalam jumlah ton kepada para santri.

“Kami ingin harta yang kami miliki memberi dampak positif bagi manusia. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada manusia lainnya,” ujar Dewa, Senin (9/2/2026).

Ia menuturkan, dukungan kepada Kampoong Ecopreneur didorong oleh kesamaan visi, terutama dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menjelaskan bahwa yayasan yang ia dirikan menargetkan lahirnya santri yang berkarakter pemimpin, kuat secara spiritual, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

“Cita-cita kami adalah melahirkan santri the next billionaire, seperti Nabi Sulaiman yang menjadi pemimpin sekaligus memiliki kekuatan harta,” kata Jamil.

Kampoong Ecopreneur juga mengusung konsep One Family One Ecopreneur, yakni setiap keluarga didorong memiliki satu unit usaha produktif berbasis lingkungan. Untuk merealisasikan hal tersebut, yayasan tengah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat berbasis bisnis ecopreneur di wilayah Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, serta sejumlah daerah lainnya.

Pada tahun ini, Kampoong Ecopreneur menargetkan produk pertanian masyarakat binaan mampu menembus pasar ekspor. Produk yang disiapkan antara lain ubi ungu dan kopi untuk pasar Singapura dan Malaysia.

“Kami menargetkan tahun ini pemberdayaan masyarakat bisa mengekspor ubi ungu dan kopi ke Singapura dan Malaysia. Saat ini kami sudah memiliki tim yang memberdayakan masyarakat dan telah melakukan ekspor ubi ungu ke negara-negara tersebut,” ujar Jamil.

Selain penguatan sektor ekonomi, Kampoong Ecopreneur juga menempatkan isu lingkungan sebagai pilar utama melalui program sedekah oksigen. Menurut Jamil, meski yayasan tersebut baru berjalan sekitar tiga bulan, sudah terkumpul dukungan berupa 2.000 pohon kopi dari para donatur.

Institut Pertanian Bogor (IPB) juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program tersebut dengan menyediakan ribuan bibit tanaman, seperti nangka, rambutan, dan alpukat untuk ditanam di kawasan Kampoong Ecopreneur.

Dukungan serupa juga datang dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan komitmennya untuk memberikan satu juta pohon sebagai bagian dari dukungan terhadap program sedekah oksigen.

Jamil menegaskan, pendekatan ekonomi dan lingkungan dirancang berjalan beriringan dalam seluruh program Kampoong Ecopreneur.

“Kami ingin mencetak santri tahfizh preneur, hafiz Al-Qur’an yang memahami tadabur alam, mampu membangun usaha, sekaligus menjaga lingkungan,” pungkasnya. Yudi

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles