Bogor | Jurnal Bogor
Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menggelar ngaji pertanian secara daring Sabtu (10/1/2026) mengangkat tema “Waste Management di Indonesia dan komparasinya dengan negara lain”.
Sebagai narasumber dalam Ngaji Pertanian STII yang dipandu Firyal Farhan, adalah M Rayhansyah Jasin, B.Soc.Sc, Mahasiswa S2 Hubungan Internasional pada Institut Barcelona d’Estudis Internacionals, Spanyol.
Ketua Umum PB STII periode 2024-2029, H Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM dalam pengantarnya mengatakan pentingnya waste management atau manajemen pengelolaan sampah.
“Karena penting membahas Waste Management, yakni bagaimana pengaturan sampah atau kotoran bisa termenej dengan baik agar tidak menjadi ‘sampah’ tapi bisa memberikan income atau solusi untuk menuju hijau kembali. Dari yang tadinya menjadi beban atau cost bisa menjadi revenue,” kata Fathurrahman Mahfudz dalam pengantar Ngaji Pertanian STII.
Dalam kesempatan tersebut Fathurrahman Mahfudz mengajak untuk membandingkan tata kelola waste management di Indonesia dengan dengan negara-negara yang lain.
Fathurrahman juga menegaskan, merujuk AD-ART, STII tak hanya menyejahterakan petani, tapi juga berupaya bagaimana terus mempertahankan ekosistem kelestarian alam ini terjaga.
“Waste management adalah bagaimana kita menjaga ekosistem di alam yang diamanahkan kepada kita,” kata Fathurrahman Mahfudz menutup pengantarnya.
Narasumber M Rayhansyah Jasin memaparkan pengamatannya terhadap manajemen pengelolaan sampah di Austria dan Spanyol, dua negara yang pernah menjadi tempat domisilinya.
“Masyarakat Austria secara kultur lebih condong seperti masyarakat Jerman, Swiss dan Eropa tengah yang masyarakatnya lebih teratur dan disiplin dalam pengelolaan sampahnya,” papar M Rayhansyah Jasin.
Masyarakat Austria menurut Rayhansyah, sudah terbiasa untuk memilah sampah dalam skala rumah tangga.
“Setiap sampah dibagi menjadi 4 macam, botol kaca dan botol kaleng, sampah plastik, sampah organik dan sampah lain-lain, biasanya sampah yang besar, misal barang-barang elektronik, tidak digabung,” terangnya.
Dijelaskan Rayhansyah, bahwa semua rumah tangga akan menyediakan 3 kantong sampah di rumahnya.n Herry Setiawan

